!-- Javascript Ad Tag: 6454 -->

Monday, May 18, 2015

Kiamat sudah dekat

Perjalanan yang belum selesai (278)

(Bagian ke dua ratus tujuh puluh delapan , Depok, Jawa Barat, Indonesia, 12 Mei 2015, 06.10 WIB)

Kiamat sudah dekat

Seorang Ustad dalam tauziahnya di radio Rodja Selasa pagi (12 Mei 2015) mengungkapkan bahwa tanda-tanda kiamat besar sudah dekat.
Ustad ini mengawali tauziahnya (ceramah) dengan mengutip sebuah hadist (al-hikmah/sunnah) dialog antara Malaikat Jibril dengan Nabi Muhammad SAW.
‘’Kapan kiamat itu terjadi Nabi Muhammad,’’ tanya Malaikat Jibril,’’. ‘’Kita semua (termasuk para Malaikatnya) tidak mengetahui kapan kiamat itu terjadi, kecuali hanya Allah saja,’’ jawab Muhammad.
Namun Malaikat Jibril hanya memberitahu Muhammad tanda-tanda kiamat besar, diantaranya, perbandingan antara seorang laki-laki berbanding sebanyak 50 perempuan, kemudian banyak terjadi perzinahan dimana-mana, banyak terjadi orang yang mabuk karena minuman keras (minuman yang memabukkan/minuman beralkohol, banyak manusia mati karena narkoba, diangkatnya ilmu Allah (banyak Ulama meninggal).
Saling bunuh-bunuhan diantara sesama Muslim, walaupun mereka sama-sama berdoa pada Tuhan yang sama.
Akan muncul 30 orang pendusta, yang mengaku Rasul/Nabi, pada zaman setelah Rasul penutup Nabi Muhammad wafat (meninggal).
Namun, kepada kaum Muslimin dan Muslimat, diharapkan kita bersiap-siap menyongsong datangnya kiamat kecil (diwafatkan nya/meninggal/mati) kita sebelum menghadapi kiamat besar itu.
Karena kiamat besar, mengutip sebuah hadist, hanya terjadi dan menimpa orang kafir, kufur saja, sedangkan orang beriman, walaupun tingkat keimanannnya sangat kecil, hanya pernah mengucapkan kelimat tauhid Laillahaillaulah (Tiada Tuhan yang wajib disembah) saja, tanpa mengamalkan rukun iman yang lain (karena mungkin masuk Islam karena keturunan/tanpa pernah belajar atau diajari tentang Islam), mereka akan diwafatkan terlebih dahulu oleh Allah oleh tiupan angin yang ringan sebelum terjadinya kiamat besar yang menimpa orang kafir.
Untuk mempersiapkan kiamat kecil (meninggal) hendaknya kaum Muslimin dan Muslimat segera bertaubat dan segera mengamalkan rukun iman.
Segera konsisten melaknakan sholat lima waktu, memperbanyak sholat sunnah, berpuasa pada bulan Ramadhan dan berusaha meraih malam Lailatul Qadar pada sepuluh hari terakhir pada malam ganjil bulan ramadhan agar kita memperoleh pahala setara beribadah selama 82 tahun, membayar zakat, banyak berinfak dan mengeluarkan harta yang kita miliki dijalan Allah, meyantuni orang yang membutuhkan, terutama kedua orang tua kita, saudara-saudarakandung kita, dan kaum fakir miskin, mereka yang menderita kelaparan, sedang menerima ujian berupa sakit, ditinggal mati anggota keluarga, serta menolong orang yang tertimpa musibah antara lain membebaskan para pengutang yang tidak mampu lagi membayar utang yang telah kita pinjamkan.
Banyak berzikir dan beristigfar (minta ampun pada Allah atas segala perbuatan maksiat yang telah kita lakukan).
Nabi Muhammad sendiri dalam sebuah hadist dijelaskan melakukan Istighfar 100 kali sehari, walaupun Nabi Muhammad adalah Maksum (dijaga Allah dari perbuatan dosa) dan telah dijamin masuk surga.
Serta rajin membaca surah al-ikhlas 10 kali seuai berzikir dan beristighfar.
Karena kata Nabi Muhammad, pahala membaca surah Al-Ikhlas setara membaca 2/3 Al Quran, padahal pahala membaca Al Quran terbata-bata satu huruf mendapat dua pahala, kalau kita membacanya dengan fasih dan mengerti arti kandungannya maka Malaikat akan beserta kita mendoakan agar kita masuk surga.
Dalam sebuah hadist dijelaskan bahwa, bagi seseorang yang pernah membaca Al Ikhlas 10 kali, maka Allah akan menghadiahi kita Istana di Surga.
Kita harus mengamalkan seperti diterangkan diatas agar tumbuh kecintaan kita pada Allah dan Rasul melebihi selain keduanya.
Bila segala amal perbuatan kita dilakukan karena kecintaan kita pada Allah dan Rasul Nabi Muhammad, maka kita akan menjadi orang yang berbahagia dunia , akherat.
Allah berfirman,’’ Orang yang paling mulia disisi Allah adalah orang yang paling bertakwa’’ bukan orang paling kaya harta, paling berkuasa, atau paling cantik, paling ganteng.
Semoga kita segera bertaubat (Istighfar) sebelum nyawa kita sampai di tenggorokan/sekarat) amin.


Test Keperawanan Masuk TNI: Pendekatan moral dan sekuler ?.

Perjalanan yang belum selesai (283)

(Bagian ke dua ratus delapan puluh tiga, Depok, Jawa Barat, Indonesia, 18 Mei 2015, 07.28 WIB)

Test Keperawanan Masuk TNI: Pendekatan moral dan sekuler ?.

Dalam acara dialog Prime Time News Metro TV Senin pagi (01.00 WIB/18 Mei 2015) pembawa acara membahas masalah test keperawanan yang dilakukan calon taruni TNI bagi perempuan.
Selain menghadirkan Jurubicara TNI yang juga Kapuspen TNI, juga menampilkan dua tokoh perempuan, satu Ketua Komnas Perempuan dan satu lagi perempuan anggota DPR RI komisi I dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.
Secara fisik sudah saya duga, bahwa pendekatan dua tokoh perempuan itu pasti pendekatan sekuler, karena keduanya tidak mengenakan jilbab (hijab), karena sudah pasti pengetahuannya tentang moral Islam pasti minim. Karena kalau dia Muslimah, dan kuat imannya pasti dia melundungi auratnya dengan hijab jilbab), atau keduanya bukan Muslimah.
Kalaupun keduanya bukan Muslimah yang mengeteahui sedikit banyak Pancasila, pasti setiap kebijakan apapun yang menyangkut bela negara memilih putra dan putri terbaik pasti pendekatan moral pertama adalah Pancasila, yang sila pertama adalah mengedepankan Hak Allah (Tuhan yang Maha Esa ) dulu, baru kemudian hak azasi manusia.
Tapi dalam dialog nampaknya hanya Kapuspen TNI yang dengan lantang membela tegaknya Pancasila di Indonesia sebagai ideologi, bukan dua perempuan yang jadi lawan dialog, yang justru nampak terkesan sebagai jurubicara WHO dan negara barat dan Lembaga swadaya internasional yang sekuler.
Memang tidak selamanya pedekatan sekuler (pendekatan dunia) yang hanya mengandalkan pikiran manusia semata (filsafat) itu kurang baik, namun seperti peringatan Allah dalam firmannya di Al Quran dan Hadist, diluar firman Allah dan Sunnah (yang juga berasal dari Allah), pati ada ikut campur iblis yang ingin menjerumuskan seluruh manusia masuk neraka bersama iblis.
Dua perempuan itu beralasan pendekatan Barat yang lebih scientific, ilmiah dan hak-hak azasi manusia, namun tiga pendekatan ini tanpa pendekatan moral (Pancasila/agama) secara moral pasti akan bertabrakan.
Karena pendekatan sekuler, hanya pendekatan fisik yang bisa dirasakan dan disntuh manusia, sedangkan pendekatan moral (non-fisiK), pendekatan iman, yang hanya diketahui Allah, sedangkan manusia hanya mengetahui tanda-tandanya saja, seperti keperawanan, atau perilaku calon melalui investigasi orang sekitar calon Taruni, seperti anggota keluarga, dan tetangga, masyarakat sekitar.
Berkali-kali dua pembicara perempuan itu berargumentasi bahwa tantangan TNI (Tentara Nasional Indonesia) jauh lebih banyak dan besar dibandingkan masalah keperawanan, dan lagi-lagi pendekatan Barat.
Menurut Kepala Pusat Penerangan TNI, dalam menghadapi perang tentu pendekatan negara barat yang sudah maju berbeda dengan Indonesia.
‘’Negara Barat dengan alat persenjataan moden (alutista) hanya mengandalkan sumberdaya manusia sedikit bisa menyerang musuhnya dengan cepat (tank,pesawat tempur. Peluru kendali), sedangkan Indonesia yang persenjaannya masih minim, tentunya memerlukan sumber daya manusia yang lebih banyak dan tangguh, juga bermoral tinggi.
Walaupun dalam perang modern, seperti perang Vietnam dan Afghanistan, kecanggihan militer Amerika Serikat dikalahkan tentara Vietcong (vietnam utara) yang lebih lemah, tetapi memiliki moral (semangat tinggi) sehingga mengalahkan tentara sekutu.
Juga tentara komunis Uni Soviet yang jauh lebih canggih, kalah semangat jihad dari Mujahidin Afghanistan.
Jadi, kalau kini misalnya Indonesia diserang secara mendadak oleh Australia dan sekutunya (AS, Selandia Baru dan Nato), tidak bisa lain semangat Jihad bela negara yang dimiliki para anggota TNI.
Karena Australia dan sekutunya punyak kapal induk yang membawa banyak pesawat tempur canggih, banyak kapal selam yang membawa peluru kendali berkepala nuklir, dan yang dimiliki Indonesia hanya sedikit senjata, dan yang paling jitu semangat juang (jihad) bela negara, yang di Al Quran dan Hadist, bela negara adalah kewajiaban setiap warga negara dan dinili sebagai jihad (yang kalau tewas) yang kalu dia berjihad karena Allah pasti dijamin masuk surga.
Saya kecewa dengan seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat komisi I dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu, yang nampaknya belum siap jadi anggota DPR, karena visi Pancasila belum ada pada mereka.
Saya kuatir seorang angota DPR yang belum memiliki visi Pancasila yang kuat, produk undang-undang yang dikeluarkan akan dipengaurhi pendekatan sekuler dan pendekatan komunis, yang bisa menghancurkan bangsa Indonesia secara moral, seperti yang kini terjadi di negara Barat.
Saya terima kasih pada TNI sebagai ujung tombak yang menjaga NKRI dan menjaga moral bangsa, tidak ingin disusupi virus sekuler dan komunis, dalam tubuh TNI, karena bila sudah masuk, maka bagai penyakit kanker atau virus HIV Aids, perlahan akan menggerogoti bangsa Indonesia menuju kebinasaan dan kehancuran.
Tapi sayang Metro TV, yang berkibar di negara Pancasila menghadirkan nara sumber harus seimbang, bukan melulu nara sumber yang sekuler,tapi juga Pancasilais seperti angota Komnas Perempuan Nahdlatul Ulama dan Komnas Permpuan Muhammadiyah.pendi
Para pendiri bangsa sudah mengikrarkan bahwa ideologi bangsa Indonesia adalah Pancasila, bukan Negara sekuler, atau Komunis. Itu sebabnya Presiden Indonesia Joko Widodo yang menjadi Presiden yang menjadi orang nomer satu penjaga Moral bangsa dan ideologi Pancasila, secara fisik sudah mengikrarkan diri sebagai orang bermoral (secara fisik sudah diperlihatkan dia setelah Joko Widodo naik Haji dan Umroh ke Mekah,Arab Saudi, walaupun apa yang terjadi di hati Presiden hanya Allah yang Maha Kuasa yang tahu.Jadi secara moral perbuatan zina (gonta ganti pasangan) hanya Allah yang tahu, tapi tanda-tanda secara fisik seseorang itu bermoral apa tidak, adalah keperawanan atau keperjakaan seseorang. Hidup TNI. Semoga seluruh anggota TNI diberi Rahmat dan hidayah dan keimanan yang kuat dari Allah, agar mampu mempertahankan keutuhan NKRI (negara kesatuan republik indonesia) dan moral bangsa.


Keutamaan malam Nisfu Syaban.

Perjalanan yang belum selesai (281)

(Bagian ke dua ratus delapan puluh satu, Depok, Jawa Barat, Indonesia, 16 Mei 2015, 20.04 WIB)

Keutamaan malam Nisfu Syaban.

Malam Nisfu Syaban, hari ke 15 bulan syaban (Radjab) memiliki keutamaan.
Ustad dalam tauziahnya di Radio Rodja Sabtu petang (16 Mei 2015) yang mengutip hadist sahih menjelaskan keutamaan di malam Nisfu Syaban adalah seluruh dosa kita diampuni Allah, kecuali tiga perkara.
Perkara pertama Allah tidak mengampuni dosa Musyrik (syirik/menyekutukan Allah, kedua memusuhi saudara Muslim yang lain, termasuk membenci para Sahabat (Abu Bakar, Umar bib khattab, Usman bin Affan dan Ali Bin Abi Thalib dan sahabat lainnya). Ketiga, Allah tidak mengampuni dosa para pelaku bidah(mengada adakan ibadah yang baru tanpa dalil).
Termasuk perbuatan bidah, sholat khusus malam nisfu syaban.
Pada malam Nisfu Syaban memang dianjurkan memperbanyak sholat sunnah, seperti sholat malam (Tahajud) sholat dhuha, sholat shunnah yang lain.
Menurut Imam Nawawi, sholat khusus malam nisfu syaban adalah perbuatan bidah (tanpa dalil Hadist dan Al Quran).

Jadi perbuatan syirik, memusuhi sesama Muslim dan perbuatan bidah, kalau pelakunya tidak Taubat Nasuha dulu, maka dosanya tidak diampuni Allah pada malam Nisfu Syaban.

Durhaka pada kedua orang tua: termasuk perbuatan dosa besar



Perjalanan yang belum selesai (280)

(Bagian ke dua ratus delapan puluh , Depok, Jawa Barat, Indonesia, 13 Mei 2015, 08.41 WIB)

Durhaka pada kedua orang tua: termasuk perbuatan dosa besar

Allah dalam surah An Nissa ayat 36 befirman:  “Sembahlah Allah  dan janganlah kamu mempersekutukannnya dengan sesuatupun.  Dan berbuat baiklah kepada dua orang orang ibu-bapa, karib kerabat , anak-anak yatim , orang-orang miskin , tetangga yang dekat  dan tetangga yang jauh. Teman sejawat , ibnu sabil, dan hamba sahayamu, sesungguhnya Allah tidak menyukai oramg-orang yang sombong dan membaga-banggakan diri.

Dosa durhaka pada kedua orang tua,  terutama pada ibu kandung, kata Nabi Muhammad dalam sabdanya termasuk perbuatan dosa yang sangat besar.

Jangan sampai kedua orang tua kita berkata: Nak, nanti Ayah/Ibu akan ganti uang yang telah anak keluarkan untuk biaya makan/berobat yang digunakan selama ini”
Bahkan dalam hadist Nabi juga bersabda, kita dilarang menghina kedua orang tua orang lain, karena boleh jadi orang lain yang dihina itu akan membalas menghina kedua orang tua kita.
Kita kata Nabi, tidak akan bisa mampu membalas jasa yang telah diberikan kedua orang tua kita pada kita, karena pengorbanan ibu tidak bisa disetarakan dengan jumlah uang, mulai dari pengorbanan seorang ibu menjaga dan merawat kehamilannya, menyusui, merawat sejak bayi, sampai kasih sayang yang besar.
Salah satu bentuk durhaka anak kepada orang tua adalah kita tidak pernah mendoakan kedua orang tua kita baik ketika masih hidup dan juga ketika sudah meninggal.

Doa kepada orang ini selalu dilakukan dan menjadi kebiasaan para nabi dan Rasul seperti dilakukan Nabi Nuh, Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad.

Pentingnya setiap Muslim menhormati kedua orang tua juga difirmankan Allah dalam Al Quran, surah Ibrahim 40-41,
Surah Nuh 38, surah Al Annam 52, surah Al Isra 22-23, 24 tua kita, bahkan dalam hadist Nabi Muhammad memerintahkan
Dalam surah Al Isra ini kita diwajibkan mendoakan kedua orang kita untuk selalu mendoakan kedua orang tua kita setiap kali seusai sholat.
Perintah ini juga terdapat di surah An Nur 36, surah Lukman 14-15
Dalam surah Lukman ini Allah meminta kita bersyukur pada Allah (melalui mengerjakan sholat dan bersyukur kepada kedua orang tua melalui darma bakti kita dan mendoakan untuk kedua orang tua.
Kedurhakaan akan mendatangkan murka Allah, dan diancam tidak masuk surga.
Bahkan Nabi Muhammad melalui Malaikat jibril bahwa orang yang sangat berbakti pada kedua orang tuanya, seperti Uais bin Amir Koroni asal Yaman walaupun orang miskin, karena ketakwaannya dan darma bhakti pada Ibu, setiap doanya diijabah (pasti dikabulkan Allah).
Nabi Muhammad sebelum wafat berwasiat kepada para sahabatnya, ada seorang asal Yaman namnya Uais bin Amir Koroni, ada bekas sopak di badannya, karena penyakit kusta.
Uais ini, kata Nabi Muhammad karena baktinya pada Ibu Kandungnya, antara lain selalu mengendong ibunya yang lumpuh, kemana saja Uais pergi, memiliki karunia dan rahmat Allah berupa doanya diijabah Allah.
‘’Nanti kalau kamu menemui Uais ini, mintakan doa padanya,’’ wasiat Nabi Muhammad.
Ketika Nabi Wafat, pada masa kekhalifahan Abu Bakar belum menemui Uais.
Namun pada masa kekhalifahan Umar Bin Khattab barulah Uais ditemukan anak buah Umar yang memeriksa satu persatu para kabilah yang datang dari Yaman.
Setelah bertemu Uais, Umar berkata; Doa kan kami wahai Uais,: ‘’Apalah artinya saya yang miskin, dan hanya tukang mencari rumput makanan unta kabilah ini,’’jawab Uais. Namun setelah Umar menjelaskan adanya pesan dan wasiat dari Nabi Muhammad, barulah Uais mengangkat kedua tangannya ke atas berdoa bagi kebaikan Kekhalifahan Umar dan rakyatnya.
Ini menunjukkan orang terbaik dan termulia disisi Allah adalah orang yang paling bertakwa seperti yang dicontohkan Uais bin Amir Koroni asal Yaman ini.
Setelah berbakti pada kedua orang tua kita disuruh berbuat baik pada karib kerabat, termasuk pada adik, kakak, paman , dan karib kerabat lain, bantu mereka bila tengah diuji Allah deingan kesempitan rezeki (miskin), jangan bakhil (pelit) terhadap mereka.
Nabi Muhammad bersabda, bahwa setiap pagi (subuh), turun dua jenis malaikat, yang satu mendoakan setiap orang yang berinfak (sedakoh) agar ditambah rezekinya, dan satu malaikat lainnya melaknat orang Pelit dan mendoakan agar Allah membinasakan (mengambil kembali) harta orang yang pelit. Walaupun secara fisik orang pelit tidak berkurang satu sen uangnya, tapi kesempitan hidup akan melanda dia, karena selalu tidak puas atas harta yang telah dimilikinya, hidupnya pun tidak berkah, harta yang dimilikinya karena tidak dikeluarkan di jalan Allah akan menjadi ular berbisa siap menerkam tuannya di neraka.
Karena pelit adlaah satu perbuatan dosa besar.
Ketika kaya raya, sudah jatuh kewajiban Naik Haji/Umroh dia selalu tunda- tunda, tetapi tidak tour ke negeri Maksiat.Bertaubatlah.


Indonesia in Focus: Pengungsi rohingya: berkah bagi Muslim Indonesia.

Indonesia in Focus: Pengungsi rohingya: berkah bagi Muslim Indonesia.: Perjalanan yang belum selesai (282) (Bagian ke dua ratus delapan puluh dua, Depok, Jawa Barat, Indonesia, 17 Mei 2015, 14.28 WIB) P...

Indonesia in Focus: Pengungsi rohingya: berkah bagi Muslim Indonesia.

Indonesia in Focus: Pengungsi rohingya: berkah bagi Muslim Indonesia.: Perjalanan yang belum selesai (282) (Bagian ke dua ratus delapan puluh dua, Depok, Jawa Barat, Indonesia, 17 Mei 2015, 14.28 WIB) P...

Pengungsi rohingya: berkah bagi Muslim Indonesia.

Perjalanan yang belum selesai (282)

(Bagian ke dua ratus delapan puluh dua, Depok, Jawa Barat, Indonesia, 17 Mei 2015, 14.28 WIB)

Pengungsi rohingya: berkah bagi Muslim Indonesia.

Dalam beberapa pekan terakhir terdapat rasusan pengungsi Muslim Rohingya-Bangladesh di Aceh dan Sumatera Utara.
Pengungsi ini sebelumnya juga mengungsi ke Thailand dan Malaysia, namun di kedua negara ini mereka di tolak kedatangannya.
Thailand yang menemui kapal pengungsi ini di tengah laut setelah membantu bahan makanan dan bahan bakar kemudian di usir ke luar perairan mereka. Nampaknya keengganan juga dilakukan pemerintah Malaysia.
Kita sebagai bangsa mayoritas Muslim di dunia harus menunjukkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang beradab dan menghargai hak asasi manusia.
Dari segi biaya memang akan menjadi beban pemerintah, yang kini menghadapi kesulitan ekonomi dan tingkat penganguran yang tinggi.
Namun, harus diingat pengungsi Rohingya, sebutan rohingya adalah istilah pengungsi muslim asal bangladesh yang mengungsi ke Myanmar.
Mereka mengungsi karena di bangladeh mereka menghadapi kehidupan yang sulit, miskin, dan terancam kelaparan. Seperti diketahui Bangladesh adalah salah satu negara termiskin di dunia, yang miskin sumber daya alam, dan berpenduduk padat, sehingga sulit bagi pemerintah Bangladesh mengentaskan kemiskinan, sedangkan negara lain , terutama Barat enggan membantu Bangladesh, karena miskin sumber daya alam, sehingga tidak memiliki harapan yang baik untuk mereka agar bisa menjual berbagai produk ke bangladesh.
Tidak seperti Indonesia kaya sumber daya alam, walaupun banyak dikuras dan dimanfaatkan kembali negara maju.
Menengok kembali masalah pengungsi Bangladesh/rohingya kita sebagai bangsa Muslim terbesar di dunia harus membantu mereka, ini perlu kita lakukan sebagai rasa syukur kita pada Allah yang maha memiliki seluruh kekayaan alam semesta, yang telah memberi karunia rezeki berupa kekayaan alam, batu bara, minyak bumi, gas, kelapa sawit yang bisa juga diolah jadi biodiesel, potensi panas bumi terbesar di dunia, tambang emas, timah dan kekayaan sumber daya manusia perlu bersyukur pada Allah dan berterima kasih pada Allah atas karunianya itu melalui uluran tangan kita pada saudara kita pengungsi Rohingya.
Kita yang diberikan kekayaan alam dari Allah, jangan selalu mempertimbangkan dari sisi dunia, namun juga dari sisi akherat, bukankah Allah akan memberi rezeki kepada suatu kaum yang bertakwa, yang datngnya tidak disangka-sangka sebelumnya.
Lihat Jepang, Korea, China kurang memiliki kekayaan alam, harus bekerja keras dan menjual produk mereka dulu baru rakyatnya sejahtera.
Perhatikan negeri yang mayoritas bertakwa, Allah memberi rezeki kekayaan alam melimpah, tanpa rakyatnya lebih kerja keras, dan berpikir keras agar produk mereka bisa di jual negara lain dan produksi pertanian mereka lebih produktif.
Qatar negeri Muslim walaupun kecil wilayahnya misalnya kini jadi negara pengekspor gas alam cair (LNG) terbesar di dunia, disusul Australia, Malaysia, Brunei Darusalam baru Indonesia.
Lihat Arab Saudi, menjadi produsen minyak mentah terbesar di dunia (11 juta barel minyak per hari), belum lagi Oman, Persatuan Emirat Arab, Yaman dan Irak, serta Iran.
Kecuali Amerika Serikat yang selain memiliki sumber daya manusia pintar dan wilayah luas, tapi juga memiliki sumber daya alam besar seperti minyak bumi dan gas alam, tapi juga digaris bawahi bahwa pertumbuhan Muslim di AS adalah tercepat di dunia, hampir di seluruh kota besar di AS memiliki Masjid dan Musholla, warga Muslim diberikan kebebasa beragama dan hak hidup setara warga lain, sehingga Allah juga tidak melupakan AS dengan Rahmat dan karunianya berupa kekayaan alam yang besar.

Nampaknya sebagian masyarakat Indonesia tidak perlu menunggu uluran tangan pemerintah, sebagian masyarakat Aceh kini berbondong-bondong memberi bantuan spontan, belum lagi sekelompok lembaga bantuan masyakat, termasuk Yayasan cahaya Sunnah Radio Rodja ingin mengetuk hati Muslim Indonesia untuk membantu pengungsi.
Nabi Muhammad dalam sebuah hadist berdialog dengan para sahabatnya:
‘’Siapa hari ini tengah berpuasa (puasa sunnah,’’. Aku”, jawab Abu Bakar Siddik, “Lalu siapa hari ini yang menjenguk orang sakit,’’ ‘’ aku,’’ jawab Abu Bakar lagi. Kemudian, Nabi bertanya lagi siapa hari ini yang telah menyolatkan jenazah. ‘’Aku,’’ jawab Abu Bakar. Dan pertanyaan yang keempat Nabi Muhammad bertanya lagi:’’ siapa hari ini sudah berinfak (sadakoh) pada fakir miskin,’’Dijawab Abu Bakar lagi ‘’aku,’’.
Oleh sebab itu Nabi Muhammad dalam sabdanya bahwa Abu Bakar yang  melakukan empat kebaikan dalam satu itu dalam satu hari, dinilai Nabi Muhammad sebagai salah satu orang generasi para sanabat yang paling bertakwa.
Jadi infak (sadakoh) kita pada pengungsi Rohingya adalah sebagai bentuk ketakwaan kita pada Allah. Kedatangan pengungsi Rohingya juga sebagai salah satu ujian keimanan bagi bangsa Indonesia apakah kita tega menzolimi saudara kita sendiri dengan mengusir nya ke tengah laut. Kalau ini kita lakukan, tunggu saja azab Allah akan menimpa, berupa kesempitan rejeki dan kemiskinan karunia Allah. Hati-hatilah.
Karena siapa tahu diantara pengungsi rohingya ada yang rajin beribadah pada Allah dan banyak berzikir pada Allh, Ingat orang yang terzolimi itu doa (kemarahan hatinya) diijabah Allah. Jangan sampai berbagai musibah melanda Indonesia karena kita menzolimi pengungsi Rohingya.
Saya ingat cerita Nabi Muhammad dalam sabdanya, nanti (pada generasi Tabiin, generasi kedua Islam), setelah generasi Nabi Muhammad ada orang yang bernama Uais bin Amir Koroni, asal Yaman,.
Dia adalah orang miskin, namun taat beribadah, selalu berdarma bhakti pada ibunya, karena ibunya lumpuh, kemana-mana selalu dia gendong.
Kata Nabi Muhammad, salah satu ciri Uais bin Amir koroni adalah ada sopak di badanya bekas terkena sakit kusta.
‘’Jika Anda menemui Uais ini, mintakan doa darinya, doanya diijabah Allah, karena ketakwaannya itu,’’ Kata Nabi Muhammad kepada para Sahabatnya.
Seusai Nabi Muhammad Wafat, kekhalifahan Abu Bakar belum menemui Uais bin Amir Koroni.
Namun pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab barulah ditemui Uais bin Amir Koroni itu setelah anak buah Umar memeriksa para kabilah yang datang dari Yaman.
Ternyata Uais yang bekerja sebagai tukang mencari rumput Onta para kabilah asal Yaman itu setelah diperiksa ciri-cirinya sama dengan seperti yang telah diutarakan Nabi Muhammad.
Lalu setelah dibawa menghadap Umar, sesuai wasiat Nabi Muhammad kami minta di doakan dari Anda wahai Uais, semula Uais enggan,’’: Apalah artinya seorang miskin seperti saya dibandingkan Umar yang mulia,kata Uais, namun, karena diceritakan ada pesan dan wasiat dari Nabi Muhammad ini Uais lalu memanjatkan doa pada Allah untuk kebaikan Umar dan kekhalifannya.
Ini menunjukkan, bahwa orang yang paling mulia disisi Allah adalah bukan orang paling kaya harta, tetapi orang yang paling bertakwa seperti Abu Bakar dan orang miskin Uais bin Amir Koroni.
Jadi pengungsi Rohingya juga adalah saudara kita sesama Muslim, jangan sampai kita menzolimi dan menyia-nyiakan mereka.
Ingat doa (sakit hati) orang yang terzolimi pasti di ijabah (dikabulkan) Allah.
Kata Nabi Muhammad tidak ada penghalang (batas) doa (sakit hati) orang yang terzolimi dengan Allah.
Ingat orang terzolimi kadang tidak ada sekat agama,  karena rahmat Allah untuk semua mahluk selama mereka hidup di dunia, sedangkan rahmat Allah untuk kehidupan akherat hanya diberikan Allah untuk mereka yang bertakwa pada Allah.
Salah satu contoh orang yang dizolimi adalah ketika, Utusan anak Geng His Khan, Hulagu Khan mengirim utusan (duta) ke penguasa Islam di Baghdad. Namun utusan Hulagu Khan yang tengah membawa surat pesan dari raja Mongolia itu, kemudian dipancung (dipenggal atas perintah pengusa.  Irak). Kemarahan Hulagu Khan (menjadi orang terzolimi) dikabulkan Allah, akhirnya kekhalifahan Irak kalah dalam perang melawan tentara Hulagu Khan, dan banyak kaum Muslimin, termasuk perempuan dan anak-anak yang dibantai tentara Hulagu Khan, dan banyak buku-buku Islam yang dibakar dan banyak ulama Irak dipenggal.
Jadi doa orang terzolimi itu juga ke luar batas keimanan seseorang, karena Rahmat Allah di dunia berlaku untuk semua mahluk, termasuk semua suku, ras, dan semua agama.
Kalau Rahmat Allah di dunia untuk semua mahluk(termasuk berbeda agama, ras, suku, dan berbeda asal usul), maka untuk di Akherat, tentu saja Rahmat Allah hanya diberikan pada orang yang beriman (rukun Iman dan rukun Islam) dan juga orang kafir bila Allah berkehendak, seperti penduduk terpencil yang belum mendengar datangnya Islam, orang bisu tuli, dari sejak kecil sakit pelupa, dan penyskit lain yang menghalangi dia mempelajari Islam
Makanya dari sisi harta di dunia, bisa saja orang kafir jauh lebih kaya dibandingkan orang Islam yang kebanyakan tidak memiliki harta dunia, namun Kata Allah orang paling kaya disisi Allah adalah orang yang paling bertakwa.
Apalagi bangsa Rohingya adalah suku yang tidak disukai dan dikehedaki kedatangannya di Myanmar, tekanan dan intimadasi dan teror kerap dilakukan masyarakat Myanmar lain yang mayoritas Budha itu, ini juga terbukti ketika pemerintah Myanmar segera mengirim pesawat Myanmar Airways ke Ambon, Maluku, menjemput para nelayan myanmar yang bekerja sebagai nelayan di Tual, namun diperlakukan sebagai pekerja budak, tapi ini tidak dilakukan terhadap pemgungsi Rohingya baik di Thailand, Malaysia maupun Indonesia. Kasihan bangsa Rohingya di intimidasi di Myanmar, kehadirannya di negara lain juga tidak diinginkan. Padahal mereka selain mahluk Allah sesama saudara seiman (muslim), hak-haknya sebagai manusia juga harus dihormati.

Orang Rohingya
Daripada Wikipedia, ensiklopedia bebas.
Rohingya
Flag of the Rohingya
Jumlah penduduk
3 juta, anggaran[1]
Kawasan ramai penduduk
Myanmar (Arakan)
Bangladesh, Pakistan, UAE, Arab Saudi,Thailand
Bahasa
Bahasa Rohingya, Bahasa Burma

Agama
Islam, Sunnah

Kelompok etnik berkaitan
Senarai kumpulan-kumpulan etnik di Burma

Orang Rohingya kebanyakannya adalah satu kumpulan etnik beragamaIslam di utara Negeri Rakhine yang terletak di Barat Burma. Kebanyakan populasi Rohingya tertumpu di dua buah bandar utara Negeri Rakhine (yang dahulunya dikenali sebagai Arakan):

Isi kandungan  [sorokkan]
1 Sejarah
1.1 Pencabulan Hak-hak Asasi Kemanusiaan
1.2 Pelarian
2 Penafian hak warganegara
3 Bahasa
4 Catatan
5 Rujukan
6 Pautan luar
Sejarah[sunting | sunting sumber]
Sejarah orang Rohingya dikatakan bertarikh dari awal kurun ke-7 di Negeri Arakan yang menjadi penempatan pedagang-pedagang Arab yang beragama Islam, namun bukti sejarah tersebut adalah sedikit.[2]

Orang Rohingya memiliki persamaan fizikal, bahasa dan budaya dengan orang Asia Selatan, terutamanya orang Benggali. Malahan, sesetengah orang Rohingya yang menetap di Arakan adalah keturunan orang Arab, orang Parsi dan orang Pashtun yang berhijrah ke Arakan semasa era pemerintahan Empayar Mughal.

Sultan Mahmood, seorang Rohingya yang kaya dan berpengaruh, merupakan setiausaha politik dalam kerajaan U Nu dan kemudiannya dilantik sebagai Menteri Kesihatan. Orang Islam Rohingya lain dalam kerajaan U Nu yang menjadi setiausaha parlimen antaranya ialah Sultan Ahmed dan Abdul Gaffar. Abdul Bashar, Zohora Begum, Abul Khair, Abdus Sobhan, Rashid Ahmed dan Nasiruddin (U Pho Khine) ialah juga ahli-ahli parlimen dalam kabinet U Nu.[perlu rujukan]

Pencabulan Hak-hak Asasi Kemanusiaan[sunting | sunting sumber]
Lihat juga: Penindasan ke atas orang Islam di Burma
Menurut Amnesty International, orang Rohingya terus menerus menderita akibat pencabulan hak kemanusiaan oleh juntatentera Myanmar sejak tahun 1978, dan akibatnya ramai yang telah melarikan diri ke negara jiran seperti Bangladesh.[3]

"Gerakan pembebasan orang Rohingya disekat dengan keras dan pada hakikatnya sebahagian besar mereka telah dinafikan kewarganegaraan Myanmar mereka. Mereka juga tertakluk pada pelbagai bentuk pemerasan dan pencukaian sembarangan; penyitaan tanah; pengusiran paksa dan pemusnahan rumah; dan sekatan kewangan ke atas perkahwinan. Orang Rohingya terus menerus dipaksa menjadi buruh dalam pembinaan jalan raya dan di kem-kem tentera walaupun jumlah buruh paksa di utara Negeri Rakhine telah menurun sejak sedekad yang lalu."
"Pada tahun 1978, dianggarkan seramai 200,000 orang Rohingya telah melarikan ke Bangladesh berikutan operasi Nagamin’ (‘Raja Naga’) tentera Myanmar. Secara rasmi kempen ini mensasarkan "pemeriksaan setiap individu yang tinggal dalam negeri tersebut, menandai warganegara dan orang asing bertepatan dengan undang-undang dan mengambil tindakan terhadap orang asing yang menyusup masuk ke dalam negara secara haram". Kempen ketenteraan ini disasarkan secara terus kepada orang awam, dan mengakibatkan pembunuhan, rogol dan pemusnahan masjid serta penindasan agama secara besar-besaran."
"Semasa 1991-92, satu gelombang baru orang Rohingya yang dianggarkan berjumlah suku juta orang telah melarikan diri ke Bangladesh. Mereka melaporkan tentang buruh paksa di samping hukuman mati terus, penyeksaan dan rogol. Orang Rohingya dipaksa bekerja tanpa bayaran oleh tentera Myanmar di projek-projek infrastruktur dan ekonomi, lazimnya dalam keadaan yang teruk. Banyak pencabulan hak-hak kemanusiaan lain berleluasa dalam konteks buruh paksaan orang awam Rohingya oleh pasukan keselamatan."
Pada 6 Februari 2009, Menteri Luar Indonesia, Hassan Wirajuda telah mengkritik Burma kerana menzalimi pelarian Rohingya, selepas hampir 400 orang pelarian Rohingya diselamatkan di pantai Sumatra pada Januari 2009.[4]

Pelarian[sunting | sunting sumber]
Gelombang berikutnya yang mengandungi ratusan ribu orang Rohingya yang melarikan diri daripada Burma dan ramai pelarian itu membanjiri negara jiran iaitu Bangladesh seramai 250,000 orang pada tahun 1978 kesan daripada Operasi King Dragon di Arakan. Pada tahun 1991, berikutan tindakan keras terhadap orang Rohingya, seramai 250,000 orang pelarian mencari perlindungan di daerah Cox's Bazar di Bangladesh. Sesetengah mereka kemudiannya dihantar pulang ke negara tersebut yang menafikan kewarganegaraan mereka. Sesetengahnya masil berada dalam buangan dan tinggal di Bangladesh,Pakistan, Arab Saudi, UAE, Thailand, Malaysia dan Indonesia. Bermula pada tahun 2005, UNHCR telah membantu penghantaran pulang orang Rohingya dari Bangladesh, tetapi tuduhan mengenai pencabulan hak asasi manusia di kem-kem pelarian tersebut telah mengancam usaha ini.[5]

Di sebalik usaha-usaha terdahulu oleh PBB, majoriti besar pelarian Rohingya masih kekal di Bangladesh yang tidak dapat pulang kerana tidak diterima oleh rejim di Burma. Kini mereka menghadapi masalah-masalah di Bangladesh yang di sana mereka tidak mendapat sokongan daripada kerajaaan.[6] Pada Februari 2009, ramai pelarian Rohingya telah ditolong olehpelaut-pelaut Aceh di Selat Melaka selepas berada selama 21 hari.[7]

Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu (PBB) menjangka kira-kira terdapat seramai 800,000 orang etnik Rohingya berada di Myanmar.

Penafian hak warganegara[sunting | sunting sumber]
Myanmar tidak mengiktiraf etnik Rohingya yang berketurunan Bengali sebagai rakyatnya kerana kumpulan itu hanya memasuki negara ini pada kurun ke-19 ketika pemerintahan Britain.

Menurut Perlembagaan Myanmar, hanya keturunan Bengali yang tinggal di negara ini sebelum kemerdekaan daripada Britain pada 1948 serta anak mereka, dianggap sebagai warganegara.

Justeru, mereka yang menetap di Myanmar selepas kemerdekaan secara rasminya dianggap sebagai pendatang asing dan mengancam keselamatan negara ini.

Pada asasnya, sukar untuk kebanyakan keturunan Bengali mendapatkan status warganegara dan mereka menghadapi diskriminasi selain pergerakan yang dihadkan, isu perkahwinan dan anak.[8]

Sunday, May 10, 2015

Golongan di bawah Perlindungan Allah

Perjalanan yang belum selesai (273)

(Bahagian ke dua ratus tujuh puluh tiga, Depok, Jawa Barat, Indonesia, 03 Mei 2015, 17.13 WIB)

Golongan di bawah Perlindungan Allah

Allah melalui Sabda Nabi Muhammad bersabda ada tujuh golongan yang akan berada di bawah naungan (perlindungan) Allah pada hari kiamat.
Mereka antara lain Pertama, Imam yang adil, Imam atau pemimpin, presiden atau raja yang selalu berbuat adil terhadap rakyatnya.
kedua Pemuda yang tumbuh beribadah pada Allah, pemuda ini tumbuh dan beranjak dewasa terus berbuat sesuatu kerana Allah, baik dalam menuntut Ilmu, bekerja secara profesional, mencari jodoh dan semua kegiatannya dilakukan kerana Allah.
Ketiga, dua orang laki-laki saling mencintai kerana Allah, artinya bukan saling mencintai seperti layaknya seorang homoseksual yang sangat dilaknat Allah dan dianggap berbuat zina, namun saling mencintai kerana Allah semata sebagai sahabat dan sebagai teman sejati, yang saling menjenguk ketika sakit, saling membantu ketika salah satu mengalami musibah (sakit, kemiskinan, musibah lain), dan berpisah kerana Allah. (Yang satu berjihad ke medan jihad atau berhijrah ke tempat lain kerana Allah.)
Keempat, seorang laki-laki dirayu berbuat zina dari sesorang perempuan yang mempunyai kedudukan tinggi dan cantik, tetapi lelaki itu menolak ajakan berzina itu, kerana takut pada Allah (salah satu contoh adalah perbuatan Nabi Yusuf yang dirayu isteri petinggi Kerajaan di Mesir).
Kelima, selalu berzikir ketika dalam bersendirian, sehingga air matanya mengucur dalam setiap kesempatan terutama berzikir dan beristighfar seusai solat.
Keenam. Seorang lelaki yang hatinya terikat dengan Masjid, dia selalu mendatangi Masjid untu solat lima waktu untuk solat berjamaah.
Ketujuh, orang yang bersedekah melalui tangan kanan, tangan kirinya tidak mengetahui, artinya dalam bersedekah dia ikhlas kerana Allah tidak riya, atau tidak diketahui orang lain termasuk anak dan isterinya.

Dzikir Pagi Dan Petang, Bacaan Dan Syarat Membacacanya


Bacaan Do'a dan Dzikir Pagi dan Petang Sesuai Sunnah
 Bismillah, pecinta Radio Kita FM rohimakumullah banyak sekali keutamaan yang boleh kita dapatkan jika kita mengamalkan sunnah Rasulullah صلي الله عليه وسلم iaitu membaca dan mengamalkan doa dan dzikir pagi dan petang.
Salah satunya adalah hadits dari Anas bin Malik رضي الله عنه ia berkata: "Rasulullah صلي الله عليه وسلم bersabda: 'Aku duduk bersama orang-orang yang berdzikir kepada Allah dari mulai solat Subuh hingga terbit matahari lebih aku sukai dari memerdekakan empat orang budak dari anak Isma'il. Dan aku duduk bersama orang-orang yang berdzikir kepada Allah dari mulai shalat 'Ashar hingga terbenam matahari lebih aku cintai daripada memerdekakan empat orang budak.' "(HR. Abu Dawud no. 3667, lihat Shahiih Abi Dawud 11/698 no. 3114 - MisykaatulMashaabiih no. 970, hasan).
Imam Ibnu Qayyim رحمه الله berkata:
"Waktunya antara Shubuh hingga terbit matahari, danantara 'Ashar hingga terbenam matahari."
Dalil dari al-Qur-an tentang Dzikir Pagi dan Petang.
يا أيها الذين آمنوا اذكروا الله ذكرا كثيرا. وسبحوه بكرة وأصيلا
"Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut Nama) Allah dzikir yang se¬banyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang. "(QS. Al-Ahzab: 41-42).
Al-Jauhari (seorang ahli bahasa Arab) ber¬kata: (أصيلا) artinya, waktu antara 'Ashar hingga Maghrib. "
فاصبر إن وعد الله حق واستغفر لذنبك وسبح بحمد ربك بالعشي والإبكار
"Maka bersabarlah kamu, kerana sesungguhnya janji Allah itu benar, dan mohonlah ampunan untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Rabb-mu pada waktu petang dan pagi." (QS. Al-Mu'min: 55)
(الإبكار) artinya, awal siang hari, sedangkan (العشي) artinya, akhir siang hari.
Allah سبحانه و تعالي berfirman:
فاصبر على ما يقولون وسبح بحمد ربك قبل طلوع الشمس وقبل الغروب
"Maka bersabarlah kamu terhadap apa yang mereka katakan dan bertasbihlah sambil me¬muji Rabb-mu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam (nya)." (QS. Qaaf: 39).
Ini merupakan tafsiran dari apa yang di¬sebutkan dalam beberapa hadis Rasulullah صلي الله عليه وسلم, bahawa siapa yang mengucapkan begini dan begitu pada pagi dan petang hari ..., maksudnya adalahsebelum terbit matahari dan sebelum terbenam¬nya, iaitu bermula sesudah solat Subuh dan selepas itu.
Dalam posting ini kami akan hadirkan baca'an do'a dan dzikir pagi dan sore yang sesuai dengan sunnah.
Di bawah ini adalah lafaz dari bacaan do'a dan dzikir pagi dan sore hari:
Membaca Ayat Kursi (Pagi dan Petang 1x)
أعوذ بالله من الشيطان الرجيم
"Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk."
الله لا إله إلا هو الحي القيوم, لا تأخذه سنة ولا نوم, له ما في السماوات وما في الأرض, من ذا الذي يشفع عنده إلا بإذنه, يعلم ما بين أيديهم وما خلفهم, ولا يحيطون بشيء من علمه إلا بما شاء, وسع كرسيه السماوات والأرض , ولا يئوده حفظهما, وهو العلي العظيم
"Allah tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi) me¬lainkan Dia Yang Hidup Kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang (berada) dihadapan mereka, dan dibelakang mereka dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari Ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kerusi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. "Al-Baqarah: 255) (Dibaca pagi dan sore 1x) [1]
Membaca Surat Al-Ikhlas (Dibaca Pagi dan Sore 3x)
بسم الله الرحمن الرحيم
قل هو الله أحد الله الصمد لم يلد ولم يولد ولم يكن له كفوا أحد
"Katakanlah, Dia-lah Allah Yang Maha Esa. Allah adalah (Rabb) yang segala sesuatu bergantung kepada-Nya. Dia tidak beranak dan tidak pula diper-anakkan. Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan-Nya. '"(QS. Al-Ikhlash: 1-4). (Dibaca pagi dan sore 3x). [2]
Membaca Surat Al-Falaq (Dibaca Pagi dan Sore 3x)
بسم الله الرحمن الرحيم
قل أعوذ برب الفلق من شر ما خلق ومن شر غاسق إذا وقب ومن شر النفاثات في العقد ومن شر حاسد إذا حسد
"Katakanlah: 'Aku berlindung kepada Rabb Yang menguasai (waktu) Subuh dari kejahatan makhluk-Nya. Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gelita. Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul. Serta dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki. "'(QS. Al-Falaq: 1-5). (Dibaca pagi dan sore 3x). [3]
Membaca Surat An-Naas (Dibaca Pagi dan Sore 3x)
 بسم الله الرحمن الرحيم
قل أعوذ برب الناس ملك الناس إله الناس من شر الوسواس الخناس الذي يوسوس في صدور الناس من الجنة و الناس
"Katakanlah, 'Aku berlindung kepada Rabb (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan (Ilah) manusia. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi. Yang membisik¬kan (kejahatan) ke dalam dada-dada manusia. Dari golongan jin dan manusia. '"(QS. An-Naas: 1-6) (Dibaca pagi dan sore 3x) [4]
Membaca (Dibaca Pagi 1x)
Ketika pagi, Rasulullah صلي الله عليه وسلم membaca:
أصبحنا وأصبح الملك لله, والحمد لله, لا إله إلا الله وحده لا شريك له, له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدير. رب أسألك خير ما في هذا اليوم وخير ما بعده, وأعوذ بك من شر ما في هذا اليوم وشر ما بعده, رب أعوذ بك من الكسل وسوء الكبر, رب أعوذ بك من عذاب في النار وعذاب في القبر.
"Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji hanya milik Allah. Tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) kecuali Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabb, aku mohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabb, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabb, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di Neraka dan siksaan di kubur. "(Dibaca pagi 1x) [5]
Membaca (Dibaca Sore 1x)
Dan ketika sore, Rasulullah صلي الله عليه وسلم membaca:
أمسينا وأمسى الملك لله, والحمد لله, لا إله إلا الله وحده لا شريك له, له الملك وله الحمد, وهو على كل شيء قدير, رب أسألك خير ما في هذه الليلة وخير ما بعدها, وأعوذبك من شر ما في هذه الليلة وشر ما بعدها, رب أعوذبك من الكسل وسوء الكبر, رب أعوذبك من عذاب في النار وعذاب في القبر
"Kami telah memasuki waktu sore dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji hanya milik Allah. Tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) kecuali Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabb, aku mohon kepada-Mu kebaikan di malam ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung ke¬pada-Mu dari kejahatan malam ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabb, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabb, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di Neraka dan siksaan di kubur. "(Dibaca Sore 1x)
Membaca (Dibaca Pagi 1x)
Ketika pagi, Rasulullah صلي الله عليه وسلم membaca:
اللهم بك أصبحنا, وبك أمسينا, وبك نحيا, وبك نموت وإليك النشور.
"Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu sore. Dengan rahmat dan kehendak-Mu kami hidup dan dengan rahmat dan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu kebangkitan (bagi semua makhluk). "(Dibaca pagi 1x) [6]
Membaca (Dibaca sore 1x)
Dan ketika sore, Rasulullah صلي الله عليه وسلم membaca:
اللهم بك أمسينا, وبك أصبحنا, وبك نحيا, وبك نموت, وإليك المصير.
"Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu sore dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi. Dengan rahmat dan kehendak-Mu kami hidup dan dengan rahmat dan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu tempat kembali (bagi semua makhluk). "(Dibaca sore 1x)
Membaca Sayyidul Istighfar (Dibaca Pagi dan Sore 1x)
اللهم أنت ربي لا إله إلا أنت, خلقتني وأنا عبدك, وأنا على عهدك ووعدك ما استطعت, أعوذ بك من شر ما صنعت, أبوء لك بنعمتك علي, وأبوء بذنبي فاغفر لي فإنه لا يغفر الذنوب إلا أنت.
"Ya Allah, Engkau adalah Rabb-ku, tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) kecuali Engkau, Engkau-lah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjian¬ku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung ke¬pada-Mu dari kejelekan (apa) yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu (yang diberikan) kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh kerana itu, ampuni¬lah aku. Sesungguhnya tidak ada yang dapat me¬ngampuni dosa kecuali Engkau. "(Dibaca pagi dan sore 1x) [7]
Membaca (Dibaca Pagi dan Sore 3x)
اللهم عافني في بدني, اللهم عافني في سمعي, اللهم عافني في بصري, لا إله إلا أنت. اللهم إني أعوذ بك من الكفر والفقر, وأعوذ بك من عذاب القبر, لا إله إلا أنت
"Ya Allah, selamatkanlah tubuhku (dari penyakit dan dari apa yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkanlah pendengaranku (dari penyakit dan maksiat atau dari apa yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkanlah penglihatanku, tidak ada Ilah (yang berhak disembah) kecuali Engkau. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, tidak ada Ilah (yang berhak disembah) kecuali Engkau. "(Dibaca pagi dan sore 3x) [8]
Membaca (Dibaca Pagi dan Sore 1x)
اللهم إني أسألك العفو والعافية في الدنيا والآخرة, اللهم إني أسألك العفو والعافية في ديني ودنياي وأهلي ومالي اللهم استر عوراتى وآمن روعاتى. اللهم احفظني من بين يدي, ومن خلفي, وعن يميني وعن شمالي, ومن فوقي, وأعوذ بعظمتك أن أغتال من تحتي.
"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan ke¬selamatan dalam agama, dunia, keluarga dan harta¬ku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tentramkan-lah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari depan, belakang, kanan, kiri dan dari atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (aku berlindung dari dibenamkan ke dalam bumi). "(Dibaca pagi dan sore 1x) [9]
Membaca (Dibaca Pagi dan Sore 1x)
اللهم عالم الغيب والشهادة فاطر السماوات والأرض, رب كل شيء ومليكه, أشهد أن لا إله إلا أنت, أعوذ بك من شر نفسي, ومن شر الشيطان وشركه, وأن أقترف على نفسي سوءا أو أجره إلى مسلم.
"Ya Allah Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Rabb Pencipta langit dan bumi, Rabb atas segala sesuatu dan Yang merajainya. Aku bersaksi bahawa tidak ada Ilah (yang berhak disembah) kecuali Engkau. Aku berlindung ke¬pada-Mu dari kejahatan diriku, syaitan dan sekutu¬nya, (aku berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan atas diriku atau mendorong seorang muslim kepadanya. "(Dibaca pagi dan sore 1x) [10]
Membaca (Dibaca Pagi dan Sore 3x)
بسم الله لا يضر مع اسمه شيء في الأرض ولا في السماء وهو السميع العليم
"Dengan Nama Allah yang tidak ada bahaya atas Nama-Nya sesuatu di bumi dan tidak pula dilangit. Dia-lah Yang Mahamendengar dan Mahamengetahui. "(Dibaca pagi dan sore 3x) [11]
Membaca (Dibaca Pagi dan Sore 3x)
رضيت بالله ربا, وبالإسلام دينا, وبمحمد صلى الله عليه وسلم نبيا
"Aku rela (redha) Allah sebagai Rabb-ku (untuk¬ku dan orang lain), Islam sebagai agamaku dan Muhammad صلي الله عليه وسلم sebagai Nabiku (yang diutus oleh Allah)." (Dibaca pagi dan sore 3x) [12]
Membaca (Dibaca Pagi dan Sore 1x)
يا حي يا قيوم برحمتك أستغيث, أصلح لي شأني كله ولا تكلني إلى نفسي طرفة عين.
"Wahai Rabb Yang Mahahidup, Wahai Rabb Yang berdiri sendiri (tidak butuh segala sesuatu) dengan rahmat-Mu aku meminta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku meski sekejap mata sekali pun (tanpa mendapat pertolongan dari-Mu)." (Dibaca pagi dan sore 1x) [13]
Membaca (Dibaca Pagi 1x)
أصبحنا على فطرة الإسلام وعلى كلمة الإخلاص, وعلى دين نبينا محمد صلى الله عليه وسلم, وعلى ملة أبينا إبراهيم, حنيفا مسلما وما كان من المشركين ..
"Di waktu pagi kami berada diatas fitrah agama Islam, kalimat ikhlas, agama Nabi kami Muham¬mad صلي الله عليه وسلم dan agama ayah kami, Ibrahim, yang ber¬diri di atas jalan yang lurus, muslim dan tidak ter¬golong orang-orang musyrik. "(Dibaca pagi 1x) [14]
Membaca (Dibaca Sore 1x)
Dan ketika sore, Rasulullah صلي الله عليه وسلم membaca:
أمسينا على فطرة الإسلام وعلى كلمة الإخلاص, وعلى دين نبينا محمد صلى الله عليه وسلم, وعلى ملة أبينا إبراهيم, حنيفا مسلما وما كان من المشركين.
"Di waktu petang kami berada diatas fitrah agama Islam, kalimat ikhlas, agama Nabi kita Muhammad صلي الله عليه وسلم dan agama ayah kami, Ibrahim, yang berdiri di atas jalan yang lurus, muslim dan tidak tergolong orang-orang yang musyrik." (Dibaca sore 1x)
Membaca (Dibaca setiap hari 10x atau 1x)
لا إله إلا الله وحده لا شريك له, له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدير.
"Tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji. Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. "(Di¬baca 10x [15] atau dibaca 1x) [16]
Membaca (Dibaca setiap hari 100x)
لا إله إلا الله وحده لا شريك له, له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدير.
"Tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji. Dan Dia Maha kuasa atas segala sesuatu. "(Di¬baca setiap hari 100x) [17]
Membaca (Dibaca Pagi 3x)
سبحان الله وبحمده: عدد خلقه, ورضا نفسه, وزنة عرشه ومداد كلماته
"Maha suci Allah, aku memuji-Nya sebanyak bi¬langan makhluk-Nya, Maha suci Allah sesuai ke-ridhaan-Nya, Maha suci seberat timbangan 'Arsy-Nya, dan Mahasuci sebanyak tinta (yang menulis) kalimat-Nya." (Dibaca pagi 3x ) [18]
Membaca (Dibaca Pagi 1x)
اللهم إني أسألك علما نافعا, ورزقا طيبا, وعملا متقبلا
"Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang halal, dan amalan yang diterima." (Dibaca pagi 1x) [19]
Membaca (Dibaca Pagi dan Petang 100x)
سبحان الله وبحمده
"Maha suci Allah, aku memuji-Nya." (Dibaca pagi dan sore 100x) [20]
Membaca (Dibaca setiap hari 100x)
أستغفر الله وأتوب إليه
"Aku memohon ampunan kepada Allah dan ber¬taubat kepada-Nya." (Dibaca setiap hari 100x) [21]
Membaca (Dibaca Sore 3x)
أعوذ بكلمات الله التامات من شر ما خلق
"Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari kejahatan sesuatu yang diciptakan-Nya." (Dibaca sore 3x) [22]
Membaca Shalawat (Dibaca Pagi dan Petang 10x)
اللهم صل وسلم على نبينا محمد
"Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada Nabi kami Muhammad." (Dibaca pagi dan sore 10 x) [23] (*)
_________
Fote Noote: [1] Nabi صلي الله عليه وسلم bersabda: "Sesiapa yang membaca ayat ini ketika pagi hari, maka ia dijaga dari (gangguan) jin hingga sore hari. Dan barangsiapa mengucapkannya ketika sore hari, maka ia dijaga dari (gangguan) jin hingga pagi hari. "(HR. Al-Hakim 1/562, Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib 1/418 no. 662, shahih).
[2] HR. Abu Dawud no. 5082, an-Nasa-i VIII / 250 dan at-Tirmidzi no. 3575, Ahmad V / 312, Shahiih at-Tirmidzi no. 2829, Tuhfatul Ahwadzi no. 3646, Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib 1/411 no. 649, hasan shahih
[3] Ibid.
[4] "Barangsiapa membaca tiga surat tersebut setiap pagi dan sore hari, maka (tiga surat tersebut) cukup baginya dari segala sesuatu". At-Tirmizi berkata "Hadits ini hasan shahih" HR. Abu Dawud no. 5082, an-Nasa-i VIII / 250 dan at-Tirmidzi no. 3575, Ahmad V / 312, Shahiih at-Tirmidzi no. 2829, Tuhfatul Ahwadzi no. 3646, Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib 1/411 no. 649, hasan shahih
[5] HR. Muslim IV / 2088 no. 2723, Abu Dawud no. 5071, at-Tirmidzi 3390, sahih
[6] HR. Al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad, lafazh ini ada¬lah lafaz al-Bukhari, at-Tirmidzi no. 3391, Abu Dawud no. 5068, Ahmad 11/354, Ibnu Majah no. 3868, Shahiih al-Adabil Mufrad no. 911, sahih. Lihat pula Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah no. 262.
[7] "Barangsiapa membacanya dengan yakin di waktu pagi lalu ia meninggal sebelum masuk waktu petang, maka ia ter¬masuk ahli Syurga. Dan barangsiapa membacanya dengan yakin di waktu sore lalu ia meninggal sebelum masuk waktu pagi, maka ia termasuk ahli Syurga. "(HR. Al-Bukhari no. 6306, 6323, Ahmad IV / 122-125, an-Nasa-i VIII / 279 -280)
[8] HR. Al-Bukhari dalam Shahiib al-Adabil Mufrad no. 539, Abu Dawud no. 5090, Ahmad V / 42, hasan
[9] HR. Al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad, Abu Dawud no. 5074, Ibnu Majah no. 3871, al-Hakim 1 / 517-518, Shahiih al-Adabul Mufrad no. 912, sahih
[10] Nabi صلي الله عليه وسلم bersabda kepada Abu Bakar ash-Shiddiq رضي الله عنه "Ucapkanlah pagi dan petang dan apabila engkau hendak tidur." HR. At-T irmidzi no. 3392 dan Abu Dawud no. 5067, lihat Shahiih at-Tirmidzi no. 2071, Shahiih al-Adabil Mufrad no. 914, sahih. Lihat Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah no. 2753
[11] "Barangsiapa membacanya sebanyak tiga kali ketika pagi dan sore hari, maka tidak ada sesuatu pun yang mem¬bahayakan dirinya." HR. At-Tirmidzi no. 3388, Abu Dawud no. 5088, Ahmad no. 446 dan 476, Tahqiq Ahmad Syakir dan Ibnu Majah no. 3869, lihat Shahiih Ibni Majah no. 3120, al-Hakim 1/513, Shahiih al-Adabil Mufrad no. 513, Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib 1/413 no. 655, sanad-nya shahih.
[12] "Barangsiapa membacanya sebanyak tiga kali ketika pagi dan sore, maka Allah memberikan keridhaan-Nya kepada¬nya pada hari Kiamat." HR. Ahmad IV / 337, Abu Dawud no. 5072, at-Tirmidzi no. 3389, Ibnu Majah no. 3870, an-Nasa-i dalam 'Amalul Yaum wal Lailah no. 4 dan Ibnus Sunni no. 68, Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib 1/415 no. 657, dishahihkan oleh Imam al-Hakim dalam al-Mustadrak 1/518 dan disetujui oleh Imam adz-Dzahabi, hasan. Lihat juga Shahiih al-Waabilish Shayyib hal. 170, Zaadul Ma'aad II / 372, Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah no. 2686.
[13] HR. An-Nasa-i, al-Bazzar dan al-Hakim 1/545, lihat Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib 1 / AV7 no. 661, hasan
[14] HR. Ahmad III / 406, 407, V / 123, ad-Darimi II / 292 dan Ibnus Sunni dalam Amalul Yaum bulu Lailah no. 34, Misykaatul Mashaabiih no. 2415, Shahiihal-Jaami'ish Shaghiir no. 4674, sahih
[15] HR. Muslim no. 2693, Ahmad V / 420, Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah no. 113 dan 114, Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib 1/416 no. 660, sahih.
[16] HR. Abu Dawud no. 5077, Ibnu Majah no. 3867, Shahiih Jaami'ish Shaghiir no. 6418, MisykaatulMashaabiih no. 2395, Shahiih at-Targhiib 1/414 no. 656, sahih.
[17] "Barangsiapa membacanya sebanyak 100x dalam sehari, maka baginya (pahala) seperti memerdekakan sepuluh budak, ditulis seratus kebaikan, dihapus darinya seratus keburukan, baginya perlindungan dari syaitan pada hari itu hingga sore hari. Tidaklah seseorang itu dapat men¬datangkan yang lebih baik dari apa yang dibawanya ke¬cuali ia melakukan lebih banyak lagi dari itu. "HR. Al-Bukhari no. 3293 dan 6403, Muslim IV / 2071 no. 2691 (28), at-Tirmidzi no. 3468, Ibnu Majah no. 3798, dari Sahabat Abu Hurairah رضي الله عنه. Penjelasan: Dalam riwayat an-Nasa-i ('Amalul Yaum wal Lailah no. 580) dan Ibnus Sunni no. 75 dari 'Amr bin Syu'aib dari ayahnya dari datuknya lafazhnya: "Barangsiapa membaca 100x pada pagi hari dan 100 x pada sore Hari." ... Jadi, dzikir ini dibaca 100x diwaktu pagi dan 100x diwaktu petang. Lihat Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah no. 2762
[18] HR. Muslim no. 2726. Syarah Muslim XVII / 44.
[19] HR. Ibnu Majah no. 925, Shahiib Ibni Majah 1/152 no. 753 dan Ibnus Sunni dalam 'Amalul Yaum walLailah, sahih.
[20] HR. Muslim no. 2691 dan no. 2692, Syarak Muslim XVTV 17-18, Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib 1/413 no. 653. Jumlah yang terbanyak dari dzikir-dzikir Nabi adalah seratus diwaktu pagi dan seratus diwaktu petang. Adapun riwayat yang menyebutkan sampai seribu adalah mungkar, karena haditsnya dha'if. (Silsilah al-Ahaadiits adh-Dha-'iifah no. 5296).
[21] HR. Al-Bukhari / Fat-hul Baari XI / 101 dan Muslim no.2702
عن ابن عمر قال: قال رسو ل الله صلي الله عليه وسلم: ياايها النس, توبواإلي الله. فإني اتوب في اليوم إليه مانة مرة
Dari Ibnu 'Umar ia berkata: "Rasulullah صلي الله عليه وسلم ber¬sabda:' Wahai manusia, bertaubatlah kalian kepada Allah, sesungguhnya aku bertaubat dalam sehari seratus kali. '" HR. Muslim no. 2702 (42).
Dalam riwayat lain dari Agharr al-Muzani, Rasulullah صلي الله عليه وسلم bersabda:
[إنه ليغان على قلبي وإني لأستغفر الله في اليوم مائة مرة]
"Sesungguhnya hatiku lupa padahal se-sungguhnya aku istigfar (minta ampun) kepada Allah dalam sehari seratus kali." (HR. Muslim no. 2702 (41)
Nabi صلي الله عليه وسلم bersabda: "Sesiapa yang mengucapkan:
أستغفر الله العظيم الذي لا إله إلا هو الحي القيوم وأتوب إليه
'Aku memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung, Yang tidak ada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha hidup lagi Mahaberdiri sendiri dan aku ber¬taubat kepada-Nya.'
Maka Allah akan mengampuni dosanya meskipun ia pernah lari dari medan perang. "HR. Abu Dawud no. 1517, at-Tirmidzi no. 3577 dan al-Hakim I / 511. Lihat Shahiih at-Tirmidzi III / 282.
Ayat yang menganjurkan istighfar dan taubat di antara¬nya: (QS. Hud: 3), (QS. An-Nuur: 31), (QS. At-Tahriim: 8) dan lain-lain.
[22] HR. Ahmad 11/290, an-Nasa-i dalam 'Amalul Yaum wal Lailah no. 590, Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib 1/412 no. 652, Shahiih al-Jaami 'ish Shaghiir no. 6427

[23] Dari Abu Darda ', Nabi shallallahu' alaihi wa sallam bersabda, "Barangsiapa bershalawat untukku sepuluh kali di pagi dan sore hari, maka ia akan mendapatkan syafa'atku di hari kiamat nanti." (HR. Thobroni melalui dua isnad, keduanya jayyid. Lihat Majma 'Az Zawaid (10/120) dan Shahih At Targhib wa At Tarhib (1/273, no. 656))