Tuesday, October 21, 2014

Jokowi Received U.S. Foreign Affairs, Discussed climate change and APEC SUMMIT

US Secretary of state John Kerry and Indonesian President Joko widodo
Jokowi  Received U.S. Foreign Affairs, Discussed climate change and APEC SUMMIT

Joko Widodo said President, climate change issues and plan a meeting with us President Barack Obama, became a Minister while receiving the U.S. discussion of John Kerry.

After the President is inaugurated, Joko Widodo (Jokowi) received a number of leaders and envoys of foreign countries, including the United States Secretary of State John Kerry at Istana Merdeka, Jakarta, Monday night (20/10).

President Jokowi said the issue of climate change and plans to meet with PresidentBarrack Obama became one of the topics of conversation with John Kerry.

Jokowi says, "Oh nah. Yesteryear (discuss) problem (the issue of) climate change (climate change). Then a second later met up with Obama in the APEC. That's all. "

Meeting of President Obama and his Jokowi will take place in the Asia-Pacific economic cooperation forum or the Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) held in China, in November.

President Joko Widodo (right) received the Minister of Foreign Affairs AS John Kerry in Jakarta (20/10).
President Joko Widodo (right) received the Minister of Foreign Affairs AS John Kerry in Jakarta (20/10).

The President added, a meeting with John Kerry also raised the related question ofinvestment and infrastructure. However there is not much talk about things technicaland substantive and considering himself has just appointed, and does not yet have the Cabinet.

"Yes, she's not just his ministers have not dapet. I am anu-kan is the infrastructure and industry. I just tell you that there is indeed an investment in industry andinfrastructure, Yes please. But for more details after the later we met with President Obama. But it's still impersonal ketemuan of yesteryear, "said Jokowi.

In addition to meet Kerry, Jokowi on Monday night also receives other leaders fromforeign countries, namely Australia Prime Minister Tony Abbott, Prime Minister of Malaysia Datuk Sri Mohd Najib Tun Abdul Razak and Singapore Prime Minister Lee Hsien Loong. According to the President of Jokowi, an average of talks with leaders of these countries to discuss investment issues.

However, according to the President, the Chairman of the foreign countries thatgenerally appreciates Indonesia's Presidential Inauguration procession.

"Frankly just now from the start of Prime Minister, Minister of Foreign Affairs trus lastYes emang shock. They delivered a populist democracy that's really growing up inIndonesia. They appreciate it, "added Jokowi.

During a visit to Indonesia in February, United States Secretary of State John Kerrywarns that the threat of climate change can no longer looked upon lightly. Kerry said the United States continued to urge all countries, including Indonesia, to anticipatethe threat.

"If we want to prevent the most severe consequences, we certainly don't have the timeanymore to do the debate over who is the most responsible. The answer is simple ... "It is the responsibility of all of us. In the end all the countries in the world have a responsibility to take part. If we have any hope to leave to the next generation, i.e. the Earth which is healthy and safe, "according to Kerry's explanation. (VOA)

Jokowi Terima Menlu AS, Bahas Perubahan Iklim dan KTT APEC

Jokowi Terima Menlu AS, Bahas Perubahan Iklim dan KTT APEC

Presiden Joko Widodo mengatakan, isu perubahan iklim dan rencana pertemuan dengan Presiden Amerika Barack Obama, menjadi pembahasan saat menerima Menlu AS John Kerry.

Seusai dilantik, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima sejumlah pemimpin dan utusan Negara sahabat, di antaranya  Menteri Luar negeri Amerika Serikat John Kerry di Istana Merdeka, Jakarta, Senin malam (20/10).

Presiden Jokowi mengatakan, isu perubahan iklim dan rencana bertemu dengan Presiden Barrack Obama menjadi salah satu topik pembicaraan dengan John Kerry.

Jokowi mengatakan, "Oh enggak. Tadi (membahas) masalah (isu) perubahan iklim (climate change). Kemudian yang kedua nanti ketemu dengan Obama di APEC. Hanya itu saja."

Pertemuan Presiden Jokowi dan Obama rencananya akan berlangsung dalam forum Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik atau Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) yang berlangsung di China, bulan November mendatang.

President Joko Widodo (kanan) menerima Menlu AS John Kerry di Jakarta (20/10).
President Joko Widodo (kanan) menerima Menlu AS John Kerry di Jakarta (20/10).
Presiden menambahkan, pertemuan dengan John Kerry juga mengemukakan terkait soal  investasi dan juga infrastruktur. Namun demikian tidak banyak membicarakan hal-hal substantif dan teknis mengingat dirinya baru saja dilantik, dan belum memiliki kabinet.

"Ya kan belum, wong menterinya saja belum dapet. Yang saya anu-kan yang bersifat infrastruktur dan industri. Saya hanya bilang kalau memang ada investasi di bidang industri dan infrastruktur ya silakan. Tapi untuk lebih jelasnya setelah nanti kita bertemu dengan Presiden Obama. Tapi sih ketemuan tadi masih bersifat umum," ujar Jokowi. 

Selain bertemu Kerry, Jokowi pada Senin malam juga menerima pimpinan lain dari negara sahabat, yakni Perdana Menteri Australia Tony Abbott, Perdana Menteri Malaysia Datuk Sri Mohd Najib Tun Abdul Razak, serta Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong. Menurut Presiden Jokowi, rata-rata pembicaraan dengan para pimpinan negara sahabat tersebut membicarakan masalah investasi.

Namun, menurut Presiden, para pimpinan neg
Menlu AS John Kerry dan Presiden RI Joko Widodo
ara sahabat itu umumnya mengapresiasi prosesi pelantikan Presiden di Indonesia.

"Terus terang tadi dari mulai Perdana Menteri, trus Menlu tadi ya emang kaget. Mereka menyampaikan demokrasi kerakyatan itu betul-betul tumbuh di Indonesia. Mereka mengapresiasi itu," tambah Jokowi.

Saat berkunjung ke Indonesia pada Februari lalu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry mengingatkan bahwa ancaman perubahan iklim tidak bisa lagi dipandang remeh. Kerry mengatakan Amerika Serikat terus mendorong semua negara, termasuk Indonesia, untuk mengantisipasi ancaman itu.

"Kalau kita ingin mencegah konsekuensi yang paling parah, kita tentunya tidak punya waktu lagi untuk melakukan perdebatan siapa yang paling bertanggung jawab. Jawabannya sederhana .. ini tanggung jawab kita semua. Pada akhirnya semua negara di dunia mempunyai tanggung jawab untuk mengambil bagian. Kalau kita punya harapan untuk meninggalkan ke generasi berikutnya, yaitu Bumi yang sehat dan aman," demikian menurut penjelasan Kerry. (VOA)

US Foreign Minister Urges To Asia Leaders to Increase Efforts Opposed To ISIS

US Foreign Minister Urges To Asia Leaders to Increase Efforts Opposed To ISIS
John Kerry and Joko Widodo

Prevent the recruitment of ektremis in Southeast Asia is the main non-militarypriorities of the Coalition AS a unified group to quell ISIS.

Secretary of State John Kerry on Monday (20/10) called on Asian countries to increasetheir efforts against the extremist Islamic State (ISIS) and a lethal Ebola virus.

In Jakarta for the inauguration of the President of the "Jokowi" Joko Widodo, Kerrytook that opportunity to meet separately with Prime Minister of Malaysia Najib Razakand Australia Prime Minister Tony Abbott.

He also met Singapore Prime Minister Lee Hsien Loong, Philippine Foreign MinisterAlbert del Resario and also the President of Jokowi.

Officials in the Entourage of Kerry say preventing recruitment of ektremis in Southeast Asia, especially in Muslim majority countries such as Indonesia and Malaysia, is the main non-military priorities of the Coalition AS a unified group to quell ISIS.

United States wants these countries "do more and cooperate" to drive out extremistswho preach the news out of their territories, to oppose the ideology-the ideology ofextremists, prevent the flow of foreign fighters and take a crackdown on terrorist financing, according to the officials.

Kerry did not mince words in conveying his message, thank PM Najib over "strongstatements" his country against the radical ideology of ISIS, according to the officials.But Kerry also stressed that the international community should continue to taketough measures to foreign fighters, they said.

At Abbott, Kerry praised Australia's role in the Coalition, which includes a significantmilitary component, and said that Australia has felt the society own the problemscreated for foreign fighters.

The presence of citizens of Australia among the Warriors of ISIS "to make all people aware of how important the joining the global coalition and for all parties tounderstand the pertaruhannya," said Kerry on Abbott.

He also spoke of the efforts of the coalition military that has gotten a boost in recent days from the election, Interior Minister and Minister of defence of the new Iraq.

"It is especially helpful in the planning and implementation of our efforts," said Kerry.

Kerry's visit to Jakarta, which requires more than 26 hours trip just to be on the ground for 24 hours before he went to Germany Tuesday, aims to highlight thecommitment of the Government of Barack Obama in the Asia Pacific region, especiallyexpectations for Indonesia, the largest Muslim country in the world and third largestdemocracies.

Asia is home to the economy-the economy with the fastest growth. Kerry has madeeight visits to Asia in the last 20 months, and President Obama will fly to China,Myanmar and Australia next month.

Ebola-related, Kerry asked Asian countries to increase their contributions to the globaleffort to stop the spread of the virus, according to u.s. officials. (AP)

U.S. Commander: Kobani might fall into the hands of ISIS
General Lloyd Austin said at the Pentagon Friday (17/10) that the Group ISIS seems toprioritize to seize the town of Kobani in Syria.

Commander of the U.s. central command, which oversees the Middle East saysairstrikes U.S. led coalition and Kurdish ground forces had reached an "encouragingprogress" over the militant Islamic State or the ISIS tried to seize the Kobani, a border town in Syria but it was still "very likely" fall into the hands of such groups.

General Lloyd Austin told reporters at the Pentagon Friday (17/10) that the Groupseemed to have that ISIS took a decision to prioritize the seizure of Kobani.

Although the U.S. help in fighting in Kobani, General Austin says the u.s. military's primary focus is Iraq and help Iraq in the fight against forces of ISIS.

In an interview with VOA, the head of Iraq's military staff Babakir Zebari said he wassure Iraq's forces can "perform her duties" in defeating the Warriors of ISIS "if they geta strong support from the air as well as training."

General Austin said of the overall campaign against Iraq and Syria in ISIS that resulted in a weakening of the capabilities of ISIS, but "still need time." (VOA)

Menlu AS Desak Asia Tingkatkan Upaya Lawan ISIS

John Kerry dan Joko Widodo
Menlu AS Desak Asia Tingkatkan Upaya Lawan ISIS

Mencegah perekrutan ektremis di Asia Tenggara merupakan prioritas non-militer utama dari Koalisi AS yang bersatu untuk menumpas kelompok ISIS.
Menteri Luar Negeri John Kerry pada Senin (20/10) meminta negara-negara Asia untuk meningkatkan upaya mereka melawan para ekstremis Negara Islam (ISIS) dan virus Ebola yang mematikan.

Berada di Jakarta untuk pelantikan Presiden Joko "Jokowi" Widodo, Kerry mengambil kesempatan itu untuk bertemu secara terpisah dengan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak dan Perdana Menteri Australia Tony Abbott.

Ia juga bertemu Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, Menteri Luar Negeri Filipina Albert del Resario dan juga Presiden Jokowi.

Para pejabat dalam rombongan Kerry mengatakan mencegah perekrutan ektremis di Asia Tenggara, terutama di negara-negara mayoritas Muslim seperti Indonesia dan Malaysia, merupakan prioritas non-militer utama dari Koalisi AS yang bersatu untuk menumpas kelompok ISIS.

Amerika Serikat ingin negara-negara ini "melakukan dan bekerjasama lebih banyak" untuk mengusir ekstremis yang berceramah keluar dari wilayah mereka, menyanggah ideologi-ideologi ekstremis, mencegah aliran pejuang asing dan mengambil tindakan keras atas pembiayaan teroris, menurut para pejabat tersebut.

Kerry tidak berbasa-basi dalam menyampaikan pesannya, berterima kasih pada PM Najib atas "pernyataan-pernyataan kuat" negaranya melawan ideologi radikal ISIS, menurut para pejabat itu. Namun Kerry juga menekankan bahwa komunitas internasional harus terus mengambil tindakan keras untuk pejuang asing, ujar mereka.

Pada Abbott, Kerry memuji peran Australia dalam koalisi, yang termasuk komponen militer signifikan, dan mengatakan bahwa masyarakat Australia telah merasakan sendiri masalah yang diciptakan para pejuang asing.

Kehadiran warga Australia diantara para pejuang ISIS "membuat semua orang sadar betapa pentingnya bergabung dengan koalisi global dan untuk semua pihak memahami pertaruhannya," ujar Kerry pada Abbott.

Ia juga mengemukakan upaya-upaya militer koalisi yang telah mendapatkan dorongan dalam beberapa hari ini dari pemilihan menteri dalam negeri dan menteri pertahanan Irak yang baru.

"Hal tersebut terutama membantu dalam perencanaan dan implementasi upaya-upaya kami," ujar Kerry.

Kunjungan Kerry ke Jakarta, yang memerlukan lebih dari 26 jam perjalanan hanya untuk berada di darat selama 24 jam sebelum ia pergi ke Jerman Selasa, bertujuan untuk menyoroti komitmen pemerintahan Barack Obama di wilayah Asia Pasifik, terutama harapan-harapan untuk Indonesia, negara berpenduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia dan negara demokrasi terbesar ketiga.

Asia merupakan tempat ekonomi-ekonomi dengan pertumbuhan tercepat. Kerry telah melakukan delapan kunjungan ke Asia dalam 20 bulan terakhir, dan Presiden Obama akan terbang ke China, Myanmar dan Australia bulan depan.

Terkait Ebola, Kerry meminta negara-negara Asia untuk meningkatkan kontribusi mereka pada upaya global untuk menghentikan penyebaran virus tersebut, menurut para pejabat AS. (AP)

Panglima AS: Kobani Mungkin Jatuh ke Tangan ISIS
Jenderal Lloyd Austin mengatakan di Pentagon hari Jumat (17/10) bahwa kelompok ISIS sepertinya memprioritaskan untuk merebut kota Kobani di Suriah.
Panglima Komando Pusat AS yang membawahi kawasan Timur Tengah mengatakan serangan udara koalisi yang dipimpin AS dan pasukan darat Kurdi telah mencapai kemajuan yang “membesarkan hati” atas militan Negara Islam atau ISIS yang berupaya merebut Kobani, tetapi kota perbatasan di Suriah itu masih “sangat mungkin” jatuh ke tangan kelompok tersebut.

Jenderal Lloyd Austin mengatakan kepada para wartawan di Pentagon hari Jumat (17/10) bahwa kelompok ISIS itu sepertinya telah mengambil keputusan untuk memprioritaskan perebutan Kobani.

Meskipun AS membantu dalam pertempuran di Kobani, Jenderal Austin mengatakan fokus utama militer AS adalah Irak dan membantu pasukan Irak dalam bertempur melawan ISIS.

Dalam wawancara dengan VOA, Kepala Staf Militer Irak Babakir Zebari mengatakan dia yakin pasukan Irak dapat “menjalankan tugasnya” dalam mengalahkan para pejuang ISIS “jika mereka mendapatkan dukungan yang kuat dari udara serta pelatihan.”

Jenderal Austin mengatakan secara keseluruhan kampanye melawan ISIS di Irak dan Suriah tersebut berdampak pada melemahnya kapabilitas ISIS, namun “masih memerlukan waktu.” (VOA)

China's execution of 2,400 People In 2013

China territory
China's execution of 2,400 People In 2013

The number of death penalty is a State secret in China, HUMAN RIGHTS groupsinsisted that relying on the reports of the second party and the statements of officialswithout their identity.

The number of executions in China is reported to be reduced to 20 percent by 2013

A U.S.-based organization said, the number of executions carried out in China seems to be reduced to 20 percent by 2013.

In a report Monday (20/10), Dui Hua Foundation estimate that China executes over 2,400 people in 2013 and may execute the same amount this year as well. That's more than three times that of what was said the organisation Amnesty International the number of executions in other countries combined in the world by 2013.

The number of death penalty is a State secret in China, HUMAN RIGHTS groupsinsisted that relying on the reports of the second party and the statements of officialswithout their identity.

The Foundation's report was based on Dui Hua's information published in theinfluential newspaper and relatively progressive, "Southern Weekly" based inGuangzhou. Dui Hua also received statements from a legal officer who is rumored tohave access to the number of executions carried out each year.

China is alleged to have conducted fewer executions, following a 2007 ruling outgiving authority to the High people's Court to review all death penalty verdict.

China put to death two Men related to the murder of the priest
Two men were sentenced to death and another life sentence for killing a priest in the city of Kashgar Government pro, Western China, Thursday (29/9).

China's State Media, Tianshan Net, Thursday (29/9), reported that a court in KashgarSunday (28/9) convicting Gheni Nurmemet Abidilimit Hasan and for leading a terrorgroup, but affect a planned assassination.

A third man, Atawulla Tursun, convicted for participating in the activities of the terrorgroup and sentenced to a lifetime.

Chinese Media say Nurmemet Abidilimit and two other men, killing the priest JumeTahir, aged 74 years, after 30ru dawn on a large mosque, 30 last July.

The murder was committed in the middle of a series of riots in the Uighur minoritycitizens waged against the institutions of Government and his supporters.

Nurmemet Abidilimit was arrested, and two others were shot dead by police. Nearly 400 people were killed in riots over the past one and a half years. (VOA)

China Eksekusi 2.400 Orang Dalam Tahun 2013

Wilayah China
China Eksekusi 2.400 Orang Dalam Tahun 2013

Jumlah hukuman mati adalah rahasia negara di China, memaksa kelompok-kelompok HAM mengandalkan pada laporan-laporan dari pihak kedua dan pernyataan-pernyataan dari pejabat tanpa jati diri mereka.

Jumlah eksekusi di China dilaporkan berkurang hingga 20 persen tahun 2013 

Jumlah eksekusi di China dilaporkan berkurang hingga 20 persen tahun 2013 

Sebuah organisasi yang berkedudukan di AS mengatakan, jumlah eksekusi yang dilaksanakan China tampaknya berkurang hingga 20 persen tahun 2013. 

Dalam sebuah laporan hari Senin (20/10), Yayasan Dui Hua memperkirakan China mengeksekusi 2.400 orang pada tahun 2013 dan mungkin akan mengeksekusi jumlah yang sama tahun ini juga. Itu lebih dari tiga kali dari apa yang dikatakan organisasi Amnesty International jumlah eksekusi di gabungan negara-negara lain di dunia tahun 2013.

Jumlah hukuman mati adalah rahasia negara di China, memaksa  kelompok-kelompok HAM mengandalkan pada laporan-laporan dari pihak kedua dan pernyataan-pernyataan dari pejabat tanpa jati diri mereka.

Laporan Yayasan Dui Hua itu berdasarkan pada informasi yang diterbitkan dalam suratkabar berpengaruh dan  relatif progresif, “Southern Weekly” yang berbasis di Guangzhou. Dui Hua juga menerima pernyataan-pernyataan dari seorang pejabat hukum yang dikabarkan mempunyai akses terhadap jumlah eksekusi yang dilakukan setiap tahun.

China diduga telah melakukan lebih sedikit eksekusi, setelah keluar putusan tahun 2007 yang memberi wewenang kepada Mahkamah Tinggi Rakyat untuk meninjau semua vonis hukuman mati.

China Hukum Mati 2 Pria Terkait Pembunuhan Imam
Dua pria dijatuhi hukuman mati dan seorang lagi hukuman seumur hidup karena membunuh seorang imam yang pro pemerintah di kota Kashgar, China barat, Senin (29/9).

Media pemerintah China, Tianshan Net, hari Senin (29/9), melaporkan bahwa sebuah pengadilan di Kashgar hari Minggu (28/9) memvonis Gheni Hasan dan Nurmemet Abidilimit karena memimpin sebuah kelompok teror, sekaligus melalukan pembunuhan terencana.

Pria ketiga, Atawulla Tursun, divonis karena ikut serta dalam aktivitas kelompok teror tersebut dan dijatuhi hukuman seumur hidup.

Media China menyebutkan Nurmemet Abidilimit dan dua lelaki lain, membunuh imam Jume Tahir, umur 74 tahun, seusai solat subuh di sebuah masjid besar, 30 Juli lalu.

Pembunuhan tersebut dilakukan di tengah-tengah serangkaian kerusuhan yang dilancarkan warga masyarakat minoritas Uighur terhadap lembaga-lembaga pemerintah dan para pendukungnya.

Nurmemet Abidilimit ditangkap, dan kedua lainnya ditembak mati oleh polisi. Hampir 400 orang tewas dalam kerusuhan selama satu setengah tahun belakangan ini. (VOA)

China Noted the economic growth Since Late 2009

China Noted the economic growth Since Late 2009
Chenese car
The leaders predicted would not issue a drastic step to encourage economic growthunless there is a major downturn in the employment market.

Visitors see the electric car company-made EV E30 China Dongfeng Motor Co., in the China industry exhibition in Shanghai. (Photo: Dok)
Visitors see the electric car company-made EV E30 China Dongfeng Motor Co., in the China industry exhibition in Shanghai. (Photo: Dok)

IMF: Global Economic Growth Melamban
U.S. capital markets authority: there is a practice of pyramid schemes $ 129 Million in China
The Growth Of Asian Billionaires Fortune Fastest-
The Government is optimistic the investment Target of 2014 will be achieved
The security of supply of the meat is in doubt, the U.S. Franchise Restaurants in Chinalose money

China's economy grew by 7.3 percent only in the third quarter from a year earlier, lategrowth since the beginning of 2009 in the world's second largest economy is.

Figures issued Tuesday (21/10) by the National Bureau of statistics that beat market expectations, but raised concerns that China will not meet the target growth of 7.5percent this year.

"Despite the slowdown of GDP the third quarter, the number of workers and pricesgenerally stable. The national economy is currently in a situation that makes sense. For the three quarters accumulated growth was 7.4, the third quarter was 7.3. This is aslowdown, compared to the same period last year, according to Sheng Laiyun, spokesman for the National Bureau of statistics.

This year China announced stimulus measures, including increased spending forinfrastructure projects, such as railways, public housing and credit enhancement.

But the leaders predicted would not issue a drastic step to encourage economic growth unless there is a major downturn in the employment market.

The Growth Of Asian Billionaires Fortune Fastest-

Although Asia is behind Europe and North America in terms of the total number ofbillionaires, but they noted the region's fastest-growing wealth.

In Asia, China has the most billionaires with 190 people.
In Asia, China has the most billionaires with 190 people.

The number of Billionaires 2.170 World People
The rich Asian population Increased in the year 2012

Billionaires-Asian billionaires led by tycoons-tycoons in China enjoy the fastest wealthgrowth this year compared to other rich people in the world, according to a report,Tuesday (17/9).

The combined wealth of the billionaires of Asia grew by 18.7 percent from a year agoto US $ 1.41 trillion, according to a report of the Wealth-X, a research firm specializingin high-income individuals, and UBS Switzerland bank.

Asia add 52 billionaires earning US dollars this year, making the total number ofbillionaires in the region of 560 people. As many as 33 of the 52 new billionaires camefrom China, or 63,5 per cent.

Although Asia is in third position behind Europe and North America in terms of the total number of billionaires, those from Asia recorded the fastest growth of wealththan any other region in the world.

Asia covers 30 percent of the net increase in billionaires globally in 2014, according tothe report.

The number of billionaires in the world went up 7 percent from last year to 2,325, which is a record, or an increase of 155 people. If merged, their wealth reaches $ 7.3trillion, or up 12 percent.

Most Asian billionaires earned their wealth in the area of real estate and industrialconglomerate. Only 11 percent of amassing a fortune from the financial sector, banking and investment, much smaller than in other countries.

Asian billionaires billionaires-the youngest in the world, also with an average age of 61 years, and only 13 percent who inherited wealth in full.

In Asia, China has the most billionaires with 190 people, followed by India (100), HongKong (82), Japan (33), Singapore (32), Taiwan (29), Taiwan (29), South Korea (21),Indonesia (19), Thailand (17) and the Philippines (13). (AFP/VOA)

China Catat Pertumbuhan Ekonomi Terlambat Sejak 2009

Mobil China
China Catat Pertumbuhan Ekonomi Terlambat Sejak 2009

Para pemimpin diperkirakan tidak akan mengeluarkan langkah drastis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kecuali ada penurunan besar dalam pasar lapangan kerja.

Pengunjung melihat mobil listrik E30 EV buatan perusahaan China Dongfeng Motor Co., di pameran industri China di Shanghai. (Foto: Dok)
Pengunjung melihat mobil listrik E30 EV buatan perusahaan China Dongfeng Motor Co., di pameran industri China di Shanghai. (Foto: Dok)

IMF: Pertumbuhan Ekonomi Global Melamban
Otoritas Pasar Modal AS: Ada Praktik Skema Piramida $129 Juta di China
Pertumbuhan Kekayaan Milyarder Asia Paling Pesat
Pemerintah Optimis Target Investasi 2014 akan Tercapai
Keamanan Pasokan Daging Diragukan, Restoran Waralaba AS di China Merugi

Ekonomi China hanya tumbuh 7,3 persen dalam kuartal ketiga dari setahun sebelumnya, pertumbuhan terlambat sejak awal 2009 di ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut.

Angka yang dikeluarkan Selasa (21/10) oleh Biro Statistik Nasional itu mengalahkan ekspektasi pasar, namun memunculkan keprihatinan bahwa China tidak akan memenuhi target pertumbuhan 7,5 persen tahun ini.

"Meski ada perlambatan PDB kuartal ketiga, jumlah pekerja dan harga pada umumnya stabil. Ekonomi nasional saat ini ada dalam situasi yang masuk akal. Pertumbuhan terakumulasi untuk tiga kuartal adalah 7,4, kuartal ketiga adalah 7,3. Ini merupakan perlambatan, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu," menurut Sheng Laiyun, juru bicara Biro Statistik Nasional.

China pada tahun ini mengumumkan langkah-langkah stimulus, termasuk meningkatkan pengeluaran untuk proyek-proyek infrastruktur, seperti jalur kereta api, perumahan rakyat dan peningkatan kredit.

Namun para pemimpin diperkirakan tidak akan mengeluarkan langkah drastis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kecuali ada penurunan besar dalam pasar lapangan kerja.

Pertumbuhan Kekayaan Milyarder Asia Paling Pesat

Meski Asia ada di belakang Eropa dan Amerika Utara dalam hal jumlah total milyarder, namun mereka dari wilayah ini mencatat pertumbuhan kekayaan paling pesat.

Di Asia, China memiliki jumlah miliarder terbanyak dengan 190 orang.
Di Asia, China memiliki jumlah miliarder terbanyak dengan 190 orang.

Jumlah Milyarder Dunia 2.170 Orang
Populasi Orang Kaya Asia Meningkat di Tahun 2012

Milyarder-milyarder Asia yang dipimpin oleh taipan-taipan China menikmati pertumbuhan kekayaan tercepat tahun ini dibandingkan orang-orang kaya lainnya di dunia, menurut sebuah laporan, Rabu (17/9).

Gabungan kekayaan milyarder Asia tumbuh 18,7 persen dari tahun lalu menjadi US$1,41 triliun, menurut laporan Wealth-X, sebuah firma riset dengan spesialisasi individu berpenghasilan tinggi, dan bank Swiss UBS.

Asia menambahkan 52 milyarder berpenghasilan dolar AS tahun ini, membuat jumlah total milyarder di wilayah ini 560 orang. Sebanyak 33 dari 52 milyarder baru tersebut datang dari China, atau 63,5 persen.

Meski Asia ada di posisi ketiga di belakang Eropa dan Amerika Utara dalam hal jumlah total milyarder, mereka yang dari Asia mencatat pertumbuhan kekayaan paling pesat dibandingkan wilayah manapun di seluruh dunia.

Asia mencakup 30 persen dari peningkatan bersih milyarder global pada 2014, menurut laporan tersebut.

Jumlah milyarder di dunia naik 7 persen dari tahun lalu menjadi 2,325, yang merupakan rekor, atau bertambah 155 orang. Jika digabung, kekayaan mereka mencapai $7,3 triliun, atau naik 12 persen.

Sebagian besar milyarder Asia memperoleh kekayaannya di dalam wilayah tersebut dari real estat dan konglomerasi industri. Hanya 11 persen yang mengumpulkan kekayaan dari sektor keuangan, perbankan dan investasi, jauh lebih kecil dibandingkan negara-negara lain.

Milyarder-milyarder Asia juga termuda di dunia, dengan usia rata-rata 61 tahun, dan hanya 13 persen yang mewarisi kekayaan secara penuh.

Di Asia, China memiliki jumlah milyarder terbanyak dengan 190 orang, diikuti India (100), Hong Kong (82), Jepang (33), Singapura (32), Taiwan (29), Taiwan (29), Korea Selatan (21), Indonesia (19), Thailand (17) dan Filipina (13). (AFP/VOA)

Joko widodo evaluation of candidate names his Ministers

Joko widodo and Muhammad Jusuf Kalla
Joko widodo evaluation of candidate names his Ministers

President of Joko Widodo and Vice President Jusuf Kalla was sworn in on Wednesday(20/10) then.

President of Joko Widodo said it the middle name some re-evaluating the potentialMinisters.

This step was taken following the input of the corruption eradication Commission, theKPK, that some candidates are considered "problematic".
"It should be like that (there is a re-evaluation). That's the point of KPK and PPATK, "said Jokowi at the Merdeka Palace, Jakarta, Tuesday (21/10).

In the process of drafting the Cabinet, Jokowi gave up 43 names to the KPK and the center of financial transaction reporting and analysis (PPATK).

Jokowi do not break when the process of the determination of the Minister finish.
"As soon as possible," said Jokowi short.

Jokowi called his cabinet will contain 33 Ministers and 4 position Coordinating Minister or coordinating Minister for. The Ministers comprising 18 comes fromprofessionals and 15 representatives of the political parties supporting the coalition.
Jokowi also reiterates ministers coming from the political parties cannot be a duplicatepost.

The previous anti-corruption organization ICW urged delaying Jokowi announced the names of the Ministers for alleged corruption case related.

Up to now, it seems the President Joko Widodo take a different approach whenselecting candidates for Ministers in his Cabinet.
Practically no frenzied politics such as Susilo Bambang Yudhoyono's predecessor,Jokowi, selecting candidates Minister publicly.
PDI Perjuangan politician, one of the party who brings the Jokowi, Ario Bimo, ensuringeven seem to do the process of secretly Jokowi opened the door for publicparticipation.
"Since the beginning of Pak Jokowi always says, please, all the elements of the public to propose names (Minister)," said Ario.

"The final decision certainly is in a pack of Jokowi, which has the prerogative. Thisprocess certainly has its spectral type is widespread, "he said.
The names of prospective Ministers are already circulating in some last time. A number of media reported Jokowi sudha surrendered 43 candidates to Minister of KPK.
' Inevitable '

First want to create a leaner Cabinet, so there is a coalition Cabinet, which heproposed be equal their fat.
Cecep Hidayat said

Also available on internet sites that ask the public to choose who the Minister they want although not known for sure whether the site has a connection with the teamwho helped put together the Cabinet Jokowi.

Jokowi has confirmed that his cabinet contains 34 Ministers, 16 of which came fromthe party, which he described as professional party.
The number of candidates of political parties is something that is inevitable, saidpolitical observer from the University of Indonesia, Cecep Hidayat.
"Difficult indeed nullifying that sort of thing (for-for a Chair Minister to the people of the Centre). Jokowi have also been changed (mind). First want to create a leanerCabinet, so there is a coalition Cabinet, which he proposed to be the same gemuknya(with President Yudhoyono's Cabinet), "said Cecep.

Cecep adding various parties promise Jokowi will be waiting if he could compose the Cabinet contains people who are capable and has a clean track record. (BBC)