!-- Javascript Ad Tag: 6454 -->

Thursday, January 1, 2015

Tim evakuasi temukan dua jenazah AirAsia QZ8501

Kapal singapura
Tim evakuasi temukan dua jenazah AirAsia QZ8501

Kapal Singapura
Dua jenazah lagi ditemukan hari Kamis (01/01) dari perairan di Selat Karimata, tempat jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501, yang hilang dari radar dalam perjalanan dari Surabaya ke Singapura.

Wartawan harian Borneo News, Budi Baskoro, kepada BBC mengatakan ia melihat dua jenazah tiba di Pangkalan Bun, kota yang menjadi pusat operasi pencarian pesawat dan penumpang QZ8501.

Dengan penemuan dua jenazah ini, secara keseluruhan tim evakuasi sudah mendapatkan sembilan jenazah, enam di antaranya diterbangkan ke Surabaya dalam dua hari terakhir untuk dilakukan identifikasi.

Tim DVI (disaster victim identification) Polri sudah berhasil mengidentifikasi satu korban, yang dinyatakan sebagai Hayati Lutfia Hamid.

Satu jenazah lagi belum bisa bisa dipastikan identitasnya, namun kepala tim DVI, Kombes Polisi Budiyono menjelaskan korban berjenis kelamin laki-laki.

AirAsia QZ8501 hilang dari radar pada Minggu pagi (28/12) tidak lama setelah meminta izin untuk menaikkan ketinggian pesawat guna menghindari awan.




Hayati Lutfia, korban pertama AirAsia yang selesai diidentifikasi


Jenazah penumpang dan awak AirAsia dibawa ke Surabaya untuk diidentifikasi oleh tim DVI Polri.

Satu jenazah penumpang dan awak AirAsia QZ8501, yang jatuh di Laut Jawa, berhasil diidentifikasi oleh tim DVI (disaster victims identification) Kamis siang (01/01).

Kepala tim DVI Polda Jawa Timur, Komisaris Besar Polisi Budiyono, menjelaskan bahwa jenazah tersebut adalah Hayati Lutfia Hamid.
Budiyono mengatakan kepastian identitas jenazah didapatkan berdasarkan sumber primer yaitu sidik jari.

"Sidik jari dipastikan matching (sama antara sidik jari korban dan data sidik jari yang didapatkan tim DVI)," kata Budiyono, dalam keterangan pers di Surabaya.

Sumber lain yang dipakai untuk memastikan jenazah tersebut di antaranya adalah perhiasan, seperti kalung, dan kartu identitas atas nama Hayati Lutfia, yang ditemukan di badan korban.
Pesawat AirAsia dengan nomor penerbangan QZ8501 hilang dalam penerbangan dari Surabaya ke Singapura pada Minggu pagi (28/12). Terdapat 155 penumpang dan tujuh awak di pesawat tersebut.

Tim pencari dan AirAsia sudah menyatakan bahwa pesawat tersebut jatuh ke laut.

Pejabat Indonesia telah mengonfirmasi bahwa pesawat AirAsia QZ 8501, yang hilang pada 28 Desember 2014, jatuh ke perairan Selat Karimata.

Pesawat Airbus A320-200 yang membawa 162 orang penumpang dari Surabaya ke Singapura itu, baru terbang selama 40 menit ketika pesawat hilang kontak di tengah cuaca buruk.

Puing dan jenazah penumpang ditemukan pada hari ketiga pencarian, sekitar 16 kilometer dari koordinat terakhir pesawat.
Lepas landas

Penerbangan QZ 8501 tinggal landas dari Surabaya pada pukul 05.35 WIB pada Minggu (28/12) dengan mengangkut 162 orang, termasuk tujuh kru.

Ketujuh kru terdiri dari dua pilot, empat awak kabin, dan seorang teknisi. Adapun 155 penumpang, termasuk 17 anak-anak dan satu bayi.

Hampir semua penumpang dan awak adalah warga negara Indonesia, kecuali kopilot berkebangsaan Prancis dan beberapa penumpang berkewarganegaraan Singapura, Malaysia, Inggris, dan Korea Selatan.

Pesawat itu dijadwalkan menempuh dua jam perjalanan ke Singapura.

Pilot menghubungi menara pengawas pada pukul 06.12 WIB untuk meminta izin terbang lebih tinggi guna menghindari cuaca buruk.
Para pejabat mengatakan lalu lintas penerbangan yang padat di wilayah itu berarti pesawat tersebut tidak bisa mendapatkan izin untuk melakukan hal itu dalam waktu singkat.

airasia
Pesawat hilang
Ketika menara pengawas berusaha menghubungi pesawat, tidak ada jawaban.
Pesawat hilang dari radar hanya dalam hitungan menit tanpa mengeluarkan sinyal tanda bahaya.

AirAsia mengatakan pilot telah meminta izin untuk menaikkan ketinggian dari 32.000 kaki ke 38.000 kaki untuk menghindari awan badai besar yang sering muncul di wilayah itu.


Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan awan badai saat itu berada di ketinggain 44.000 kaki, lebih tinggi dari rute terbang pesawat komersial mana pun di wilayah itu. (BBC)

وقعت الردة، وعدد من المسلمين تنازلي

ملاحظة 2014
وقعت الردة، وعدد من المسلمين تنازلي

REPUBLIKA.CO.ID، جاكرتا - رئيس محمدية، Yunahar إلياس عدد هائل من المسلمين الاندونيسيين لا تزال عاما متزايد في الانخفاض. أساسا من الردة عن المعتقدات الأخرى.
وقال "ما يثير القلق بشكل خاص الآن هي النسبة المئوية للمسلمين في إندونيسيا قد انخفض إلى حد كبير"، وقال Yunahar عندما اتصلت رول.
وفقا لسجلات إحصائية وزارة الدينية، وكشف Yunahar، عدد المسلمين حاليا نحو 207 ملايين من إجمالي عدد السكان 250 مليون نسمة.
الوسائل، وقال: عدد المسلمين في إندونيسيا، حوالي 83 في المئة فقط. على الرغم من أن حقبة ما بعد الاستقلال، فإن عدد سكان اندونيسيا هو 95 في المئة مسلم.
ولذلك، قال Yunahar، تحتاج الحكومة إلى التفكير جديا تقليل سبب واحد هو أن الردة.
كما سلط الضوء على مشكلة الردة كما يتضح من الفيديو الذي عمم في 3 نوفمبر تشرين الثاني. أشرطة الفيديو التي تم تحميلها من خلال موقع يوتيوب يظهر أن تحدث في عملية الردة السيارات يوم الحرة الحدث في جاكرتا.
وقال Yunahar، وانتشار محاولات تحويل الدينية يمكن تصنيفها إلى الجريمة. ومع ذلك، حتى الآن لا توجد قواعد والأحكام التي تنظم انتشار مثل هذا العمل.
في الأساس، وأوضح Yunahar، كل دين لديه مهمة لنشر الدين. ومع ذلك، لا مبرر لنشر بطريقة غير صحيح.
على سبيل المثال، أشار إلى أنه مساعدات الإغاثة لضحايا الكوارث الذين تسللوا في وقت لاحق مهمة التبشير.

تقديرات Yunahar، إذا لم يتم النظر في مسألة الردة، ثم في 50 عاما المسلمين لن تكون على الأغلبية المطلقة في إندونيسيا.

Apostasy occurred, number of Muslims Descending

Note 2014
Apostasy occurred, number of Muslims Descending

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Chairman of Muhammadiyah, Yunahar Ilyas alarming number of Indonesian Muslims are increasingly years continues to decline. Mainly of apostasy from other beliefs.

"What is particularly worrying now is the percentage of Muslims in Indonesia has greatly decreased," said Yunahar when contacted ROL.

According to the statistical records of religious ministry, Yunahar revealed, the number of Muslims currently about 207 million of the total population of 250 million people.

Means, he said, the number of Muslims in Indonesia, only about 83 percent. Though the post-independence era, the population of Indonesia is 95 percent Muslim.

Therefore, Yunahar said, the government needs to examine seriously decrease the one cause that is apostasy.

He also highlighted the problem of apostasy as seen from the video that circulated on November 3. Videos uploaded through YouTube is shown to occur in the process of apostasy Car Free Day event in Jakarta.

Yunahar said, the spread of religious conversion attempts can be classified into crime. However, so far there are no rules and provisions governing the spread of such action.

Basically, Yunahar explained, every religion has a mission to spread the religion. However, it is not justified to deployment in a way that is not true.

For example, he pointed out, relief assistance to disaster victims who subsequently infiltrated proselytizing mission.


Yunahar estimates, if the issue of apostasy is not considered, then in 50 years Muslims will not be an absolute majority in Indonesia.

Terjadi Pemurtadan, Jumlah Muslim Menurun

Catatan 2014
Terjadi Pemurtadan, Jumlah Muslim Menurun

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua PP Muhammadiyah, Yunahar Ilyas mengkhawatirkan jumlah umat muslim Indonesia yang kian tahun terus menurun. Terutama dari pemurtadan dari keyakinan lain.

"Yang sangat mengkhawatirkan sekarang ini adalah presentase umat Islam di Indonesia sudah sangat menurun," kata Yunahar saat dihubungi ROL.

Menurut catatan statistik kementerian agama, Yunahar mengungkapkan, jumlah umat Islam saat ini sekitar 207 juta dari populasi yang sebanyak 250 juta jiwa.

Berarti, kata dia, jumlah umat Muslim di Indonesia hanya sekitar 83 persen. Padahal pada era setelah kemerdekaan, jumlah penduduk muslim Indonesia ada 95 persen.

Karenanya, kata Yunahar, pemerintah perlu mengkaji secara serius penurunan yang salah satu penyebabnya yaitu pemurtadan.
Ia pun menyoroti masalah pemurtadan seperti terlihat dari video yang beredar pada 3 November lalu. Video yang diunggah melalui Youtube tersebut memerlihatkan proses pemurtadan yang terjadi di ajang Car Free Day Jakarta.

Yunahar mengatakan, penyebaran agama upaya pemurtadan dapat digolongkan ke dalam tindak kriminalitas. Namun, selama ini tidak ada aturan dan pasal-pasal yang mengatur mengenai aksi penyebaran agama seperti itu.

Pada dasarnya, Yunahar menjelaskan, setiap agama mempunyai misi untuk menyebarkan agama. Namun, tidak dibenarkan melakukan penyebaran dengan cara yang tidak benar.

Misalnya, ia mencontohkan, pertolongan bantuan terhadap korban bencana yang kemudian disusupi misi pemurtadan.


Yunahar memperkirakan, kalau isu pemurtadan tidak diperhatikan, maka dalam 50 tahun umat Islam tidak akan menjadi mayoritas mutlak di Indonesia.

الرئيس جوكو ويدودو غير عادلة للمسلمين

الرئيس جوكو ويدودو غير عادلة للمسلمين

ملاحظة 2014
عام 2014، MUI: الإسلام دمرت عمدا وحذفت

REPUBLIKA.CO.ID، جاكرتا - Wasekjen مجلس العلماء الاندونيسي (MUI)، تنكو معدل ذو القرنين، هناك تهميش محاولة من المسلمين في جميع أنحاء 2014. كل من دور السياسة والاقتصاد والثقافة.
على سبيل المثال، وقال: لا صرف أموال المساعدة الاجتماعية (المساعدات الاجتماعية) للمنظمات الإسلامية اليوم.
"الاسلام دمرت عمدا وإزالتها. من خلال عدم تمييع الواضح bansos قتل منظمات المجتمع المحلي والمنظمات الإسلامية بشكل خاص" قال تنكو عندما اتصلت ROL الثلاثاء (30/12).
في الواقع، وفقا لتنكو والمنظمات لها دور في تعزيز المجتمع الإندونيسي من حيث الدين. جهود تهميش واضح أيضا من تدمير المسجد لبناء المباني في المناطق الحضرية واحتكر بوضوح من خلال الثقافة الأجنبية والرأسمالي.
طوال عام 2014، معدل تنكو، والحكومة لا ينصف مسلمي اندونيسيا الذي هو في الواقع غالبية السكان. يعتبر ظهور العديد من الصراعات خلال هذا أيضا حيث الغالبية من المسلمين كما المهمشة.
حذر تنكو انه اذا كانت الحكومة لا تولي اهتماما حقا أن المسلمين الأغلبية، ثم سوف يستمر الصراع إلى أن أشعلت في عام 2015.
يسلط الضوء تنكو تعتبر قلق الرئيس جوكو ويدودو (Jokowi) إلى أن تكون أقل المؤيدة للالإسلامية.
"كل احتفالات المسلمين لم يأت. ولكن بعد ذلك استعداد ليذهب كل في طريقه الى بابوا. انها شفافة إلى أن يرى الناس وقفت الحكومة مع الأقلية،" تنكو بابار.

لتجنب الصراع في عام 2015، اقترح تنكو الحكومة جوكو ويدودو تكون عادلة ومتناسبة.

President Joko Widodo unfair to Muslims

President Joko Widodo unfair to Muslims

Note 2014
2014, MUI: Islam Intentionally Destroyed and Omitted

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Wasekjen Indonesian Ulema Council (MUI), Tengku Zulkarnain rate, there is an attempt marginalization of Muslims throughout 2014. Both of the role of politics, economics and culture.

For example, he said, no disbursement of funds social assistance (social assistance) for Islamic organizations today.

"Islam deliberately destroyed and removed. By not dilute bansos obviously kill CBOs particularly Islamic organizations," said Tengku when contacted ROL, Tuesday (30/12).

In fact, according to Tengku, organizations have a role in fostering the Indonesian society in terms of religion. Efforts marginalization is also evident from the destruction of the mosque for the construction of urban buildings are clearly monopolized by foreign culture and capitalist.

Throughout 2014, Tengku rate, the government does not do justice to the Muslims of Indonesia which in fact is the majority of the population. The emergence of many conflicts during this also regarded as the majority of Muslims as it marginalized.

Tengku warned that if the government did not really pay attention to Muslims as the majority, then the conflict will continue to be ignited in 2015.

Tengku highlights the concern of President Joko Widodo (Jokowi) are considered to be less pro-Islamic.

"Every Muslim celebrations never came. But then willing to go all the way to Papua. It's transparent to the people to see the government sided with the minority," Tengku Papar.


To avoid the conflict in 2015, Tengku suggested the government Joko Widodo be fair and proportionate.

Presiden Joko Widodo tidak adil terhadap Umat Islam


Presiden Joko Widodo tidak adil terhadap Umat Islam

Catatan 2014
2014, MUI: Islam Sengaja Dihancurkan dan Dihilangkan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Tengku Zulkarnain menilai, ada upaya peminggiran terhadap umat Islam sepanjang 2014. Baik dari peran politik, ekonomi dan budaya.

Misalnya, kata dia, tidak cairnya dana bantuan sosial (bansos) bagi ormas-ormas Islam hingga saat ini.
"Islam sengaja dihancurkan dan dihilangkan. Dengan tidak mencairkan bansos jelas-jelas membunuh ormas-ormas terutama ormas Islam," kata Tengku saat dihubungi ROL, Selasa (30/12).

Padahal, menurut Tengku, ormas memiliki peran dalam membina masyarakat Indonesia dari segi agama. Upaya peminggiran juga terlihat dari penghancuran masjid untuk pembangunan gedung perkotaan yang jelas dimonopoli oleh budaya asing dan kapitalis.

Sepanjang 2014, Tengku menilai, pemerintah tidak adil terhadap umat Islam Indonesia yang notabene merupakan penduduk mayoritas. Timbulnya banyak konflik selama ini juga dianggap karena umat Muslim sebagai kaum mayoritas justru dipinggirkan.

Tengku mengingatkan, jika pemerintah tidak sungguh-sungguh memperhatikan umat Muslim sebagai mayoritas, maka konflik akan terus tersulut di 2015.

Tengku menyoroti kepedulian Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dianggap kurang berpihak kepada Islam.
"Setiap ada perayaan umat Islam tidak pernah datang. Tapi kemudian rela jauh-jauh pergi ke Papua. Ini kan secara transparan rakyat melihat pemerintah berpihak ke minoritas," Papar Tengku.


Untuk menghindari konflik pada 2015, Tengku menyarankan agar pemerintah Joko Widodo bersikap adil dan proporsional.

كل يوم (الصباح / الفجر) إلى الأرض فئتين من الملائكة

رحلة لم تكتمل (173)


كل يوم (الصباح / الفجر) إلى الأرض فئتين من الملائكة

 (الجزء 173، ديبوك، غرب جاوة، اندونيسيا، 1 يناير 2915، 16:15 مساء)

 الأستاذ Badrussalam في محاضرة في مدينة Barkah، كولينان، بوجور في جاوة الغربية، التي تنبعث من راديو Rodja، رواية القصص في daurahnya (المشورة):
 النبي محمد عندما الإسراء Mirad (الرحلة من المسجد الحرام (مكة) إلى المسجد الأقصى (Jeusalem) ثم إلى السماء السابعة، بالإضافة إلى الاجتماع مع نبي مثل موسى وعيسى، ويظهر الله أيضا مع الدولة من السماء والجحيم.
 رأى النبي محمد الجحيم تسكنها غالبية النساء، في حين أن سكان السماء ويسكن معظمهم من الفقراء.
 لماذا معظم النساء تذهب إلى الجحيم لهم لأنهم لا طاعة الزوج، إهمال في الصلاة، وصوم رمضان الإهمال، ولم يتمكن من صاحب الديك وtidah نفس الزوج مطيعا.
 ولم يتمكن من صاحب الديك، من بين أمور أخرى، والغش (الزانية) مع رجل آخر (وليس الزوج) لأي سبب من الأسباب. كما الصبر الزوج menhadapi المريض حتى لا الانتظار فترة طويلة جدا لأن زوجها لا يمانع يعيشون أعضاء (الجنس)، لأن الزوج كان مريضا. على الرغم من أن المريض ليس له حدود، والموت فقط أن كان الحد من الصبر. على الرغم الله مع الصابرين، المريض جيدا لأنه عانى سوء حظ في شكل من أشكال المرض أو الفقر أو سوء حظ (الامتحانات) الأخرى.
 رأى النبي السماء، معظمها يسكنها الفقراء، لأنه في وقت لاحق في الآخرة هو ليس كثيرا الثروة لديهم الحاجة إلى أن تكون مسؤولة أمام الله.
 في حين أن الناس مثل الساحة الغنية، ثم طلبت قرش setap الله حيث ان الاموال جاءت من، سواء حصلت عليها قانونيا أو غير قانوني، سواء حصلت عليها الراتب أعمى (عادة الموظفين) الذين نادرا ما دخل المكتب رواتب (غائبة / غائب)، ولكن لا يزال يمكن الشهري، أو الفساد، أو أكل الربا المال (الفائدة).
 دعونا ONH زائد الحج إلى مكة المكرمة كل عام، وإذا كانت عائدات الفساد، بل هو غير قانوني.

 نحن أيضا بخيل (الصعبة) الصادرة ifaq (الصدقات) للفقراء، أو الأخ الذي واجه صعوبة في (ورطة)، في حين الصباح setap أسفل فئتين من الملائكة، الملاك يصلي دائما أن الله سوف تحل محل أولئك الذين berinfaq (صدقات / إعطاء الصدقة ل للمحتاجين)، ومجموعة واحدة تطلب مرة أخرى الله لتدمير (استعادة) الممتلكات شخص بخيل.
 الأغنياء في بعض الأحيان، وقال كثير من الناس يحصلون على إنفاق بخيل ثرواتهم، في حين أن الفقراء (بالكاد) أكثر سخاء.
 كان لا شيء غير رغبة الشيطان بحيث الأغنياء سوف تذهب إلى الجحيم مرافقة الشيطان.
 نرى، والكثير من الأغنياء الذين يستطيعون الإسراف بسهولة، وتنفق الكثير من المال فقط لحفلات الزفاف، والسيارات الفاخرة، عطلة والبقاء في الفنادق الفاخرة والمواد الغذائية الفاخرة في المطعم، كل يوم ملابس جديدة وأحذية جديدة، موقد الجديد محل عام setap، في حين بالفعل هناك بنود مماثلة لديهم.
 حاول إذا كان بعض من تلك الأموال التي تم توفيرها عن الآخرة، من خلال Infaq (صدقة).
 ولكن، إذا كان المال (الملكية) بالفعل في متناول اليد بفضل الخداع من الشيطان، ونحن لن ينسى حياة أكثر من الضروري أن الآخرة. وبمجرد أن مصيبة، مثل المرض والفقر والمصائب الأخرى ثم علينا أن نتذكر في الله سبحانه وتعالى. ولكن ناهيك عن كل المصائب التي حلت علينا لرعاية الله عنا، بحيث في نهاية الحياة يمكننا أن يتوب Nasuha (حتى يتسنى لجميع الخطايا تغفر من قبل الله.)





 امرأة سهلة إلى السماء إلا مزدحمة في الجحيم

 لمدة أربعة زوجات الشرط الوحيد بالنسبة لهم إلى السماء "إذا كانت الزوجة لا يصلي 5 مرات، والقيام شهر الصوم، والحفاظ على شرفه (الأعضاء التناسلية)، وتطيع زوجها، nescaya انه سوف يدخل الجنة". (رواه الإمام البزار من خلال أنس r.a)

 وقال بدلا من أنس عن النبي صلى عليه Wasallam أن ينوي: "إذا تأسست امرأة الصلوات الخمس، وصوم الشهر (رمضان)، والحفاظ على الشرف وطاعة زوجها، وقالت انها سوف يطلب لدخول الجنة من خلال كل مكان الباب تروق لها." (الحديث التاريخ أحمد)

 النساء لا تحتاج إلى الخروج للجهاد أو القتال، ببساطة الحج أو العمرة التي شروطا كافية.

 بدلا عائشة قانون الجمهورية قال: قلت: "يا رسول الله، ونحن نعلم أن الجهاد هو أفضل الأعمال. ؟ وبالتالي إذا علينا أن النساء لا ينضم الجهاد "أجاب الملك تابع:" بالنسبة لكم جميعا (النساء) الجهاد الأكثر ممتاز يقوم به الحج الحج والحصول على Mabrur.

 قال رسول الله SAW: "الناس الجهاد هم من كبار السن والعجزة والنساء هو أن يذهب للحج" (AN-ناسا) "

 من أي وقت مضى وقال النبي صلى نية: "إذا كان في حالة وجود أمر من الله لإرسال البشر تنحني إلى السجود البشري nescaya قلت للزوجة لزوجها".

 ولكن النساء هن أكثر ازدحاما في الجحيم

 عن عبد الله بن عمر قال: قال رسول الله: "يا معشر النساء! Perbanyakkanlah لك الصدقة والمغفرة وهذا هو، يستجدون الرحمة. لأنني رأيت أكثر من النساء الذين احتشدوا في سكان الجحيم "امرأة ذكية بما فيه الكفاية منهم سأل:" يا رسول الله، لماذا نحن النساء هي أكثر ازدحاما في سكان الجحيم "، وقال رسول الله SAW:" أنت الكثير من الشتم وحرمان الزوج . أنا لا أرى أولئك الذين يفتقرون إلى العقل والدين وسيطرة معقولة أكثر من مالك، بدلا من مجموعتك. سألت مرة أخرى: "يا رسول الله! هل تقصد نقص العقل والدين؟ "قال رسول الله:" وهذه النقطة هي تفتقر إلى أي معنى شهادة امرأتين تساوي شهادة رجل. وهذا ما تفتقر إلى أي معنى. وبالمثل، فإن النساء لا تثبت العبادة في تلك الليالي في طريقها ثم كسر الحيض رمضان kerana. لذلك هذا هو ما نقص الدين "


 الإسلام يشجع بقوة أتباعه على berinfaq. اقتراح أنه حتى في بداية سورة البقرة تم ذكرها الله تعالى وا Subhaanahu يوضح واحدة من الشخصيات الرئيسية شخص تقي.

 "ALM. الكتاب (القرآن) لا يوجد شك في ذلك. التوجيه لأولئك الذين يخشون الله، (أي) الذين يؤمنون بالغيب، الذين يقيمون الصلاة والنقر infaq-وsebahagian القوت الذي قمنا أسبغ عليهم ".
 (سورة البقرة الآيات 1-3)

 في الآية المذكورة أعلاه ذكر الله تعالى المتقين berinfaq حرف حرف المعتاد معا بجد فرض الصلاة. في القرآن تقريبا التمسك دائما الطابع صلاة وinfaq الصادرة المذكورة في سلسلة من أزواج. فمن السهل أن نفهم لماذا الإسلام قد أكد دائما التوازن في كل شيء. الإسلام ليس مجرد تعليم يجسد العلاقة بين العبد مع ربه أو hablum minallah، ولكن أيضا على العلاقة بين العبد مع زملائه خادمة أو hablum Minan-سيئ الحظ.

 فريد، في الإسلام عندما أمر من الله تعالى أعدم، ثم ليس فقط أنها لا تثبت الامتثال سوف عبده ربه، ولكن غير مضمونة لتحقيق الفوائد التي تعود على العبد. وهذا ما يسمى الفضيلة أو فضيلة من 'الأعمال الخيرية. الليل على سبيل المثال أو صلاة التهجد. الله تعالى واعدة عن الجاني ستكسب قوة التأثير عند الحديث.

 "يا أيها ملفوفة (محمد)، حتى (للصلاة) ليلا، إلا قليلا (منها)، (أي) seperduanya أو طرح منه نصف قليلا، أو أكثر من نصف هذا العدد. وقراءة القرآن ببطء. في الواقع، وسوف نقوم بتخفيض الوزن من الكلمات لك. "(سورة AlMuzzammil الآيات 1-5)

 مثال آخر إذا كان شخص ما يحسن التفاني في الله تعالى بين الفضيلة ثم سوف يحصل هو إضافة لعلم الله تعالى، وسيلة للخروج من مصاعب الحياة والتوجيه رزقي بشكل غير متوقع.

 "واتقوا الله. الله (إرادة) تعليم ". (سورة AlBaqarah الفقرة 282)
 "أولئك الذين يخشون الله، وسيجرى له مخرجا. ومنحه الرزق من غير متوقعة الاتجاهات، ولكن يعتقد شيئا. "(سورة اته-Thalaq الفقرة 2-3)

 وبالمثل مع berinfaq. وعود الله تعالى الفضيلة وراء شخص berinfaq بجد الكرم.

 "قل:" حقا، ربي يبسط الرزق لمن يشاء من عباده وتضييق الفجوة (من يشاء) ". وما العناصر التي تنفق، الله سوف تحل محلها، وكان هو واهب الرزق، وكذلك ممكن. "(سورة سبأ الآية 39)

 حتى في حديث النبي shollallahu "آلائه وسلم وصف الفوائد التي ستتحقق من قبل شخص berinfaq بجد في الصباح في وسوف تعرض نفس الخسائر إذا كان لا يهتم berinfaq في الصباح

 عن أبي هريرة رضي الله عنه أن النبي محمد قال في الواقع shollallahu "alahi وسلم:" لا يوجد أحد آخر الذين عانوا في عباد الله إلا الملكين في وقت مبكر ينزل لهم. واحد من اثنين صلى: "يا الله، وإعطاء التغيير بالنسبة للأشخاص الذين berinfaq"، في حين أن آخرين يصلي "يا الله، منح تعويضات لأولئك الذين يحملون (الثروة)" (HR البخاري 5/270)

 عزيزي القارئ، دعونا تحفيز berinfaq في الصباح حتى أن الملائكة تصلي رحابة رزقي أن هناك حاجة ملحة لتسهيل العبادة، والإحسان ورعة، الدعوة والجهاد الولايات المتحدة في العالم. وعدم السماح لا أحد يمر من دون berinfaq pagipun أنه هو نفس السبب فإننا ندعو تدمير الحياة كما الملاك الوحيد في الصلاة كل صباح.

 تعرف، بدلا من وجود عدد كبير من infaq المهم إنما استمراريتها. أفضل berinfaq طفيف ولكن ثابت مستمر بدلا من berinfaq بأعداد كبيرة ولكن مرة واحدة فقط عام أو مدى الحياة. الناس الذين باستمرار berinfaq لن تتأثر مواسم. في الأوقات العجاف لا تزال berinfaq، والحصاد هو بالتأكيد أكثر غموضا.
 "وأنتم على عجل لمغفرة من ربكم وجنة عرضها السماوات والأرض أعدت للمتقين، (أي) الذين ينفقون (بحرية)، سواء في الزمان أو المكان."

 (سورة آل عمران الآية 133-134 علي)

Every day (morning / dawn) down to earth two classes of angels

Unfinished journey (173)

Every day (morning / dawn) down to earth two classes of angels

(Part one hundred and seventy-three, Depok, West Java, Indonesia, January 1, 2915, 16:15 pm)

Ustad (Islamic preacher) Badrussalam in a lecture in Al Barkah, Cileungsi, Bogor, West Java, which is emitted by Radio Rodja, storytelling in daurahnya (advice):

Prophet Muhammad when Isra Mirad (journey from  Haram Mosqe (Mecca) to the Aqsa Mosque (Jeusalem) and then to the seventh heaven in addition to meeting with the prophet like Moses and Jesus, God is also shown with the state of heaven and hell.

Prophet Muhammad saw hell inhabited mostly women, while the inhabitants of heaven is mostly inhabited the poor.

Why do most women go to hell them because they do not obey the husband, negligent in prayer, fasting Ramadan neglect, could not keep his cock and no same obedient husband.

Could not keep his cock, among others, cheating (adulterous) with another man (not the husband) for any reason whatsoever. As impatient to have ailing husband so do not wait too long because her husband does not mind living members (sex), because the husband was ill. Though the patient has no limits, only death that was the limit of patience. Though God is with those who are patient, good patient because he suffered misfortune in the form of illness, poverty or misfortune (exams) other.

The Prophet saw Heaven, mostly inhabited the poor, because later in the hereafter is not much wealth they have the need to be accountable to God.
While people like rich people, then each penny God has asked where the money came from, whether obtained by lawful or unlawful, whether obtained by blind salary (usually servants) who rarely enter the office (absent / absent), but still can salaries monthly, or corruption, or eat money usury (interest).
Event they went to ONH-Plus pilgrimage to Mecca each year, if the proceeds of corruption, it is unlawful.

We also stingy (difficult) issued ifaq (alms) to the poor, or the brother who had trouble (trouble), whereas every morning down two classes of angels, the angel always pray that God will replace those who berinfaq (ALMS / give charity to the needy), and one group again ask Allah to destroy (take back) property stingy person.

Sometimes the rich, said many people are getting stingy expend their wealth, while the poor (just barely) more generous.

It was none other than the desire of Satan so that rich people will go to hell accompany devil.

See, a lot of rich people who can easily wasteful, spending a lot of money just for weddings, luxury cars, holiday and stay in luxury hotels and luxury food in the restaurant, every day new clothes, new shoes, new stove replace setap year, whereas already there are similar items they have.

Try if some of that money saved for the hereafter, through Infaq (charity).
But, if the money (property) already in hand thanks to trickery of Satan, we will forget the lives of the more essential that the hereafter. Once we misfortune befalls, such as illness, poverty, and other calamities then we remember In God almighty. But never mind all the calamities that befall us because God care about us, so that at the end of life we can repent Nasuha (so that all sins forgiven by God.)

Woman easy to heaven but crowded in hell


For four wives only requirement for them to Heaven "If a wife do pray 5 times, doing fasting month, maintaining his honor (genitalia), and obey her husband, nescaya he will enter paradise". (Reported by Imam Bazzar through Anas r.a)

Instead of Anas, the Prophet Sallallahu Alaihi Wasallam said that intends to: "If a woman founded the five daily prayers, fasting month (Ramadan), maintaining the honor and obey her husband, she will be asked to enter heaven through everywhere door to her liking." (Hadith History Ahmad)

Women do not need to go out for jihad or fighting, quite simply do Hajj or 'Umrah for which sufficient conditions.

Instead Aishah r.a. he said, I said, "O Messenger of Allah, we know THAT jihad is the best of deeds. Thus if we women should not join the jihad? "Replied the King continued:" For all of you (women) most excellent jihad is doing hajj pilgrimage and get Mabrur.

Rasulullah SAW said: "Jihad people are elderly, infirm and women is to go for Hajj" (an-Nasa) "

Ever Prophet SAW said intent: "If in case there is a command from Allah to send humans bow down to human prostrate nescaya I told the wife to her husband."

But women are more crowded in hell

From Abdullah ibn Umar said: Messenger of Allah has said: "O women! Perbanyakkanlah you give charity and forgiveness that is, begging for mercy. Because I saw more of the women who crowded into the inhabitants of Hell. "A woman who is smart enough of them asked:" O Messenger of Allah, why are we women are more crowded into the inhabitants of Hell? "Rasulullah SAW said:" You are a lot of cursing and denying the husband . I do not see those who lack reason and religion are more reasonable control of the owner, rather than your group. She asked again: "O Messenger of Allah! Did you mean a shortage of reason and religion? "The Messenger of Allah said:" The point is testimony lacked any sense of two women equal to the witness of a man. This is what lacked any sense. Likewise, women do not establish worship on those nights in its path and then breaking the Ramadan kerana menstruation. So this is what religion shortage "


Prayer ANGELS at dawn
Islam strongly encourages its followers to give charity (berinfaq). Suggestion that even at the beginning of surah Al-Baqarah been mentioned by Allah wa ta'aala Subhaanahu illustrates one of the main characters pious person.

"ALM. The Book (Qur'an) there is no doubt in it; guidance for those who fear Allah, (ie) those who believe in the unseen, who establish worship and clicking some infaq-the sustenance which We have bestowed upon them. "
(Surat al-Baqarah verses 1-3)

In the above verse Allah ta'aala mention Muttaqin usual character character to give charity (berinfaq) together diligently enforce prayer. In the Qur'an almost always uphold prayers character and issued infaq mentioned in a series of pairs. It is easy to understand why Islam has always stressed balance in everything. Islam is not merely teaching that embodies the relationship between servant with his Lord or hablum minallah, but also the relationship between slave with fellow servant or hablum Minan-unlucky.

Uniquely, in Islam when a command of Allah ta'aala executed, then not only does it demonstrate compliance will servant his Lord, but is guaranteed to bring benefits to the slave. This is called fadhilah or virtue of a 'charitable deeds. Eg night or Tahajjud prayers. Allah ta'aala promising for the culprit would gain power of influence when talking.

"O you wrapped (Muhammad), up (for prayer) at night, except a little (thereof), (ie) seperduanya (half) or subtract from it a little half, or more than half that. And read the Qur'an it slowly. Indeed, we will reduce the weight of words to you. "(Surah AlMuzzammil verses 1-5)

Another example if someone improve devotion to Allah ta'aala between fadhilah then he will get is the addition of the science of Allah ta'aala, way out of the difficulties of life and rizqi direction unexpectedly.

"And fear Allah; Allah (will) teach. "(Surah AlBaqarah paragraph 282)
"Those who fear Allah, He will hold for him a way out. And give him sustenance from unexpected directions-but thought nothing. "(Surah Ath-Thalaq paragraph 2-3)

Similarly with (charity) berinfaq. God promises fadhilah ta'aala behind someone who diligently berinfaq generosity.

"Say," Verily, my Lord enlarges the provision for whom He wills of His servants and narrow the divide (whom He wills). "And what items you spend, Allah will replace them, and He was the Giver of sustenance as well as possible. "(Surah Saba 'verse 39)

Even in a hadith of the Prophet shollallahu 'alaih wa sallam describe the benefits that would be achieved by someone who diligently berinfaq in the morning at the same losses will be suffered if he does not care berinfaq in the morning

From Abu Hurayrah that the Prophet Muhammad actually shollallahu 'alahi wa sallam said: "There is no one else who experienced early in the servants of God except the two angels come down to them. One of the two prayed: "O Allah, give change for people who give charity (berinfaq)", while the other prayed "O Allah, grant damages to those who hold (wealth)" (HR Bukhary 5/270)

Dear reader, let us stimulate berinfaq in the morning so that the angels pray rizqi spaciousness that is urgently needed to facilitate worship, pious charity, da'wah and jihad us in the world. And do not let no one pass without berinfaq pagipun that it is the same reason we invite destruction of life as the only angel in prayer every morning.

Know, instead of the large number of important infaq but its continuity. Better berinfaq slight but constant continuous rather than berinfaq in large numbers but only once a year or a lifetime. People who constantly berinfaq will not be affected by the seasons. In lean times remain berinfaq, the harvest is certainly more uncertain.
"And ye haste to forgiveness from your Lord, and to Paradise as wide as the heavens and the earth, prepared for those who fear Allah, (ie) those who spend (freely), whether in time or space."

(Surah Ali Imran verse 133-134)

Setiap hari (pagi/subuh) turun ke bumi dua golongan malaikat

Perjalanan yang belum selesai (173)

Setiap hari (pagi/subuh) turun ke bumi dua golongan malaikat

(Bagian ke seratus tujuh puluh tiga, Depok, Jawa Barat, Indonesia, 1 Januari 2915, 16.15 WIB)

Ustad Badrussalam dalam ceramah di Masjid Al Barkah, Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, yang dipancarkan oleh Radio Rodja, bercerita dalam daurahnya (nasehat):

Nabi Muhammad SAW ketika Isra Mirad (perjalanan dari Masjid Haram (Mekah) ke Masjid Aqsho (Jeusalem) lalu ke langit ketujuh selain bertemu dengan para nabi seperti nabi Musa dan Nabi Isa, juga diperlihatkan Allah dengan keadaan sorga dan neraka.

Nabi Muhammad melihat sebagian besar neraka di huni kaum perempuan, sedangkan penghuni sorga kebanyakan dihuni orang miskin.

Kenapa sebagian besar kaum perempuan masuk neraka diantaranya karena mereka tidak patuh pada suami, lalai dalam sholatnya, lalai dalam puasa bulan Ramadhan, tidak bisa menjaga kemaluannya dan tidah patuh sama suami.
Tidak bisa menjaga kemaluannya, antara lain selingkuh (berzinah ) dengan lelaki lain (bukan suami) karena alasan apapun juga. Seperti tidak sabar menhadapi suami yang sedang sakit sehingga tidak sabar karena suami terlalu lama tidak member nafkah batin (sex), karena suami sedang sakit.

 Padahal sabar itu tidak ada batasnya, hanya kematian lah batas kesabaran itu. Padahal Allah bersama orang-orang yang bersabar, baik dia sabar karena menderita musibah berupa sakit, kemiskinan atau musibah (ujian) lainnya.
Nabi melihat Sorga, sebagian dihuni kaum miskin, karena nanti di akherat tidak banyak harta benda yang mereka miliki yang perlu dipertanggungjawabkan kepada Allah.

Sedangkan orang kayak arena kaya, maka setap sen yang dimilikinya ditanya Allah dari mana uang itu berasal, apakah diperoleh secara halal atau haram, apakah diperoleh dengan gaji buta (biasanya pegawai negeri) yang jarang masuk kantor (bolos/absen) , tetapi tetap dapat gaji bulanan, atau korupsi, atau makan uang riba (bunga).

Biar kita naik haji ONH-Plus ke Mekah tiap tahun, bila uang hasil korupsi, maka haram hukumnya.

Kita juga pelit (sulit) mengeluarkan ifaq (sedekah) pada orang fakir miskin, atau pada saudara yang menderita kesulitan (kesusahan), padahal setap pagi turun dua golongan malaikat, satu Malaikat selalu mendoakan agar Allah mengganti orang yang berinfaq (sedekah/give charity to the needy), dan satu golongan lagi meminta pada Allah agar membinasakan (mengambil kembali) harta orang yang pelit.

Kadang orang kaya, kata banyak orang semakin pelit mengeluarkan hartanya, sedangkan orang miskin (pas-pasan) semakin dermawan.
Itu tidak lain dari keinginan syaitan agar orang kaya itu nantinya masuk neraka menemani syaitan.

Lihat saja, banyak orang kaya yang dengan mudah boros, mengeluarkan banyak uang hanya untuk pesta perkawinan, mobil mewah, liburan dan tinggal di hotel mewah dan makanan mewah di restaurant, setiap hari beli baju baru, sepatu baru, setap tahun ganti kompor baru, padahal sudah ada barang serupa yang mereka miliki.

Coba seandainya sebagian uang itu ditabung untuk akherat, melalui Infaq (charity).

Tapi, kalau uang (harta) sudah di tangan berkat tipu daya syaitan, kita akan lupa akan kehidupan yang lebih hakiki yaitu akherat. Begitu kita ditimpa musibah, berupa sakit, kemiskinan, dan musibah lainnya baru kita ingat Pada Allah maha kuasa. Tapi tidak mengapa semua musibah yang menimpa kita itu karena Allah sayang sama kita, agar di akhir hayat kita bisa bertaubat Nasuha (agar semua dosa diampuni Allah.)





Perempuan mudah masuk syurga tapi ramai di neraka

Bagi isteri hanya 4 syarat untuk mereka ke syurga “Apabila seorang isteri mengerjakan solat 5 waktu, mengerjakan puasa sebulan, memelihara kehormatannya (aurat) serta mentaati suaminya, nescaya dia akan masuk syurga”. (Riwayat Imam Bazzar melalui Anas r.a)

Daripada Anas, Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda yang bermaksud: “Apabila seorang perempuan mendirikan sembahyang lima waktu, berpuasa sebulan (Ramadhan), menjaga kehormatan dan taat kepada suami, dia akan disuruh memasuki syurga melalui mana-mana pintu yang dia sukai.” (Hadis Riwayat Ahmad)

Perempuan tidak perlu keluar berjihad atau berperang, cukup sekadar mengerjakan haji atau umrah bagi yang cukup syaratnya.

Daripada Aishah r.a. katanya, aku berkata, “Ya Rasulullah, kita mengetahui bahawa jihad adalah sebaik-baik amalan. Oleh itu apakah kami kaum wanita tidak boleh ikut berjihad?” Baginda terus menjawab: “Bagi kamu semua (kaum wanita) jihad yang paling baik ialah mengerjakan haji dan mendapatkan haji mabrur.

Rasulullah SAW bersabda: ” Jihad orang yang tua, lemah dan wanita ialah menunaikan haji” (an-Nasa’i)”

Pernah Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud : “Jikalau sekiranya ada perintah dari Allah SWT untuk menyuruh manusia sujud kepada manusia nescaya aku suruh isteri sujud kepada suaminya.”

Namun perempuan lebih ramai di neraka

Dari Abdullah bin Umar r.a katanya: Rasulullah s.a.w telah bersabda: “Wahai kaum wanita! Bersedekahlah kamu dan perbanyakkanlah istighfar iaitu memohon ampun. Kerana aku melihat kaum wanitalah yang lebih ramai menjadi penghuni Neraka.” Seorang wanita yang cukup pintar di antara mereka bertanya: “Wahai Rasulullah, kenapa kami kaum wanita yang lebih ramai menjadi penghuni Neraka?” Rasulullah S.A.W bersabda: “Kamu banyak mengutuk dan mengingkari suami. Aku tidak melihat mereka yang kekurangan akal dan agama yang lebih menguasai pemilik akal, daripada golongan kamu. Wanita itu bertanya lagi: “Wahai Rasulullah! Apakah maksud kekurangan akal dan agama itu? “Rasulullah s.a.w bersabda: “Maksud kekurangan akal ialah penyaksian dua orang wanita sama dengan penyaksian seorang lelaki. Inilah yang dikatakan kekurangan akal. Begitu juga wanita tidak mendirikan sembahyang pada malam-malam yang dilaluinya kemudian berbuka pada bulan Ramadhan kerana haid. Maka inilah yang dikatakan kekurangan agama”


Islam sangat menganjurkan pemeluknya untuk berinfaq. Anjuran yang bahkan pada bagian awal surah Al-Baqarah telah disebutkan oleh Allah subhaanahu wa ta’aala menggambarkan salah satu karakter utama orang bertaqwa.

“Alif Laam Miim. Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat dan meng-infaq-kan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka.”
(QS Al-Baqarah ayat 1-3)

Dalam ayat di atas Allah ta’aala menyebutkan karakter muttaqin yang biasa berinfaq bersama karakternya yang rajin menegakkan sholat. Di dalam Al-Qur’an hampir selalu karakter menegakkan sholat dan mengeluarkan infaq disebutkan dalam suatu rangkaian berpasangan. Hal ini mudah dimengerti sebab ajaran Islam selalu menekankan keseimbangan dalam segala sesuatu. Islam bukan semata ajaran yang mewujudkan hubungan antara hamba dengan rabbnya atau hablum minAllah, tetapi juga hubungan antara hamba dengan sesama hamba atau hablum minan-naas.

Uniknya lagi, di dalam ajaran Islam bila suatu perintah Allah ta’aala dilaksanakan, maka bukan saja hal itu menunjukkan kepatuhan seorang hamba akan rabbnya, melainkan dijamin bakal mendatangkan manfaat bagi si hamba. Ini yang disebut dengan fadhilah atau keutamaan suatu ’amal-perbuatan. Misalnya sholat malam atau tahajjud. Allah ta’aala menjanjikan bagi pelakunya bakal memperoleh kekuatan daya pengaruh ketika berbicara.

“Hai orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit, atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al-Qur'an itu dengan perlahan-lahan. Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat.” (QS AlMuzzammil ayat 1-5)

Contoh lainnya bila seseorang meningkatkan ketaqwaan kepada Allah ta’aala maka di antara fadhilah yang akan ia peroleh adalah penambahan ilmu dari Allah ta’aala, jalan keluar kesulitan hidupnya serta rizqi dari arah yang tidak disangka-sangka.

”Dan bertakwalah kepada Allah; Allah (akan) mengajarmu.” (QS AlBaqarah ayat 282)
”Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS Ath-Thalaq ayat 2-3)

Demikian pula dengan berinfaq. Allah ta’aala menjanjikan fadhilah di balik kedermawanan seseorang yang rajin berinfaq.

“Katakanlah, "Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)." Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” (QS Saba’ ayat 39)

Bahkan dalam sebuah hadits Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menggambarkan keuntungan yang bakal diraih seseorang yang rajin berinfaq di pagi hari sekaligus kerugian yang bakal dideritanya bilamana ia tidak peduli berinfaq di pagi hari

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu sesungguhnya Nabi Muhammad shollallahu ‘alahi wa sallam bersabda: “Tidak ada satu subuh-pun yang dialami hamba-hamba Allah kecuali turun kepada mereka dua malaikat. Salah satu di antara keduanya berdoa: “Ya Allah, berilah ganti bagi orang yang berinfaq”, sedangkan yang satu lagi berdo’a “Ya Allah, berilah kerusakan bagi orang yang menahan (hartanya)” (HR Bukhary 5/270)

Pembaca yang budiman, marilah kita galakkan berinfaq di pagi hari agar malaikat mendoakan kelapangan rizqi yang memang sangat kita perlukan untuk memperlancar ibadah, amal sholeh, da’wah dan jihad kita di dunia. Dan jangan biarkan ada satu pagipun yang berlalu tanpa berinfaq sebab itu sama saja kita mengundang kerusakan dalam hidup sebagaimana doa malaikat yang satunya di setiap pagi hari.

Ketahuilah, bukan banyaknya jumlah infaq yang penting melainkan kontinuitas-nya. Lebih baik berinfaq sedikit namun konstan terus-menerus daripada berinfaq dalam jumlah besar namun hanya sekali setahun atau seumur hidup. Orang yang konstan berinfaq tidak bakal dipengaruhi oleh musim. Dalam masa paceklik tetap berinfaq, dalam masa panen tentu lebih pasti.
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit.”
(QS Ali Imran ayat 133-134)