Polisi Cina menembak mati enam 'tersangka' pengebom di
Xinjiang
Pihak berwenang Cina menanggapi aksi kekerasan dengan
operasi besar-besaran.
Polisi di Provinsi Xinjiang, Cina, menembak mati enam
orang yang diduga akan meledakkan bom, seperti dilaporkan media setempat.
Situs internet pemerintah daerah, Tianshan Net,
mengatakan insiden tersebut terjadi di kawasan Shule, di kota Kashgar.
Disebutkan para penduduk melaporkan seorang pria yang
membawa peralatan yang mencurigakan dan ketika polisi mendekat, pria tersebut
berupaya menyerang polisi dan memicu bahan peledak namun ditembak mati.
Lima orang lainnya kemudian juga ditembak mati karena
berupaya meledakkan bahan peledak, namun informasi ini belum bisa dikukuhkan
oleh sumber yang mandiri.
Xinjiang, yang berpenduduk mayoritas umat Uighur Islam,
menderita serangkaian kekerasan dalam beberapa bulan belakangan di
tengah-tengah meningkatnya ketegangan etnis antara umat Uighur dan warga Han.
Bulan September 2014, sedikitnya 50 orang tewas dalam
aksi kekerasan di Xinjiang yang disebut polisi sebagai sebuah 'serangan teroris
serius.'
Aparat keamanan Cina menanggapi rangkaian aksi kekerasan
itu dengan operasi penggerebekan secara besar-besaran.
Ratusan orang ditangkap dan puluhan sudah dieksekusi,
walau informasi pastinya tidak bisa dikukuhkan secara mandiri karena kawasan
Xinjiang yang dikendalikan dengan ketat.
Pemerintah Beijing menuding kelompok separatis Uighur
-yang mendapat dukungan dari ekstrimis luar negeri- yang berada di rangkaian aksi
kekerasan tersebut. (BBC)

No comments:
Post a Comment