!-- Javascript Ad Tag: 6454 -->

Monday, March 31, 2014

IHSG BEI Naik 27,89 Poin, Emas dan Minyak Turun

IHSG BEI Naik 27,89 Poin, Emas dan Minyak Turun



IHSG BEI dibuka naik 27,89 poin, Harga emas turun di pasar New York, Wall Street ended up driven technology stocks , global stock markets rose driven Fed statement

 Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa, dibuka naik sebesar 27,89 poin didorong ekspektasi positif pasar terhadap data ekonomi Indonesia.

IHSG BEI dibuka naik 27,89 poin atau 0,58 persen menjadi 4.796,16. Sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 7,23 poin (0,90 persen) ke level 806,74.

"Ekpektasi positif terhadap data ekonomi Indonesia yang akan dipublikasikan pada hari ini menjadi katalis bagi IHSG BEI, seperti inflasi dan neraca perdagangan," kata Head of Research Valbury Asia Securities Alfiansyah di Jakarta, Selasa.

Ia mengemukakan bahwa inflasi Maret 2014 diperkirakan masih terkendali sesuai dengan proyeksi Bank Indonesia (BI) di kisaran 0,1 persen. Selain itu, Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan tren surplus neraca perdagangan akan mulai terjadi pada Bulan Februari hingga akhir tahun 2014.

Menurut dia, itu akan dapat terus mendorong aliran dana asing masuk (capital inflow) ke dalam bursa saham domestik.

Sementara itu, Tim Analis teknikal Mandiri Sekuritas dalam kajiannya memprediksi bahwa akan terjadi surplus perdagangan sebesar 490 juta dolar AS pada Februari. Patut digarisbawahi bahwa BI juga telah memprediksi surplus perdagangan dapat mencapai 700 juta dolar AS pada Februari.

"Dengan kondisi itu, indeks BEI masih berpotensi bergerak mixed dengan kecenderungan menguat. Pada perdagangan Selasa ini, IHSG BEI diperkirakan bergerak di kisaran 4.747--4.784 poin.

Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng menguat 147,30 poin (0,66 persen) ke level 22.298,36, indeks Nikkei turun 2,29 poin (0,02 persen) ke level 14.825,08 dan Straits Times menguat 12,53 poin (0,40 persen) ke posisi 3.201,37.

Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange ditutup turun untuk sesi keempat berturut-turut pada Senin (Selasa pagi WIB), karena banyak laporan ekonomi diperkirakan dapat menciptakan beberapa sesi volatil sepanjang pekan ini.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Juni turun 10,5 dolar AS atau 0,81 persen menjadi menetap di 1.283,8 dolar AS per ounce. Pelacakan kontrak teraktif, harga emas berada 2,9 persen lebih rendah untuk Maret, tetapi naik 6,8 persen untuk kuartal pertama dan sejauh tahun ini, data statistik menunjukkan.

Harga emas pada Senin adalah posisi penutupan terendah untuk kontrak teraktif sejak 10 Februari. Menurut beberapa analis pasar, karena ekonomi AS membaik dan Federal Reserve mulai menarik ekses likuiditas di jalan menuju menaikkan suku bunga, harga logam mulia kemungkinan akan turun.

Minggu ini akan berakhir dengan laporan pekerjaan AS bulanan, dan laporan-laporan penting lainnya akan dirilis dalam beberapa hari ke depan termasuk laporan klaim pengangguran awal. Pada basis teknikal, dukungan berikutnya untuk harga emas dekat tingkat 1.253 dolar AS, beberapa analis pasar mengatakan.

Perak untuk pengiriman Mei melemah 3,8 sen atau 0,19 persen menjadi ditutup pada 19,752 dolar per AS ounce, demikian Xinhua melaporkan.

Harga minyak dunia turun pada Senin (Selasa pagi WIB), karena investor mengambil untung setelah kenaikan kuat pekan lalu dipicu oleh data ekonomi AS yang positif dan ketegangan atas Ukraina.

Dalam perdagangan di New York Mercantile Exchange, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei turun sembilan sen menjadi ditutup pada 101,58 dolar AS per barel.

Di London, minyak mentah Brent North Sea untuk penyerahan Mei merosot 31 sen menjadi berdiri di 107,76 dolar AS per barel.

Tidak adanya kemajuan apapun selama akhir pekan pada pertikaian antara Rusia dan Barat atas Ukraina membantu mengambil beberapa tekanan terhadap harga, meskipun situasi tetap tegang.

Pasukan Rusia yang berkumpul di perbatasan timur Ukraina, memicu kekhawatiran tentang rencana Moskow setelah mengambil alih Semenanjung Krimea bulan ini.

Harga minyak turun karena AS dan Rusia berusaha untuk menyelesaikan krisis Ukraina melalui jalur diplomatik.

Pembicaraan akhir pekan antara Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dan Menteri Luar Negeri AS John Kerry tidak mencapai kesepakatan apapun. Tetapi pasar mengambil itu sebagai tanda bahwa kedua belah pihak tampaknya telah terbuka untuk bertukar pandangan.

Meskipun kedua belah pihak pada Minggu (30/3) gagal mencapai terobosan kesepakatan di Paris, mereka setuju untuk melanjutkan pembicaraan setelah apa yang digambarkan sebagai negosiasi yang "terang" dan "konstruktif".

Rusia menyediakan sekitar seperempat dari pasokan gas alam di Eropa, dengan sekitar setengah dari ekspor mereka dikirim melalui jaringan pipa di Ukraina, analis mengatakan.

"Pasar minyak masih terkunci ke dalam keseimbangan risiko geopolitik dan pasokan yang cukup," kata Phil Flynn dari Price Futures Group.

"Pembicaraan dengan Rusia yang tampak ke mana-mana meningkatkan kemungkinan bahwa akan ada sanksi lebih mengarah kepada Rusia. Pasukan Rusia masih berada di perbatasan Ukraina."

Juga membantu melemahkan harga minyak adalah dimulainya produksi dari ladang Qurna Barat-2 di Irak, diawali pada 120.000 barel per hari namun diperkirakan akan meningkat menjadi 420.000 barel per hari pada akhir tahun.

Pedagang juga terus mengawasi jalur lalu lintas penting di Selat Hormuz, di mana sebuah kapal perang bersenjata menyerang sebuah kapal tanker minyak pada Minggu.

Sementara Ketua Federal Reserve Janet Yellen pada Senin mengatakan bahwa perekonomian akan memerlukan dukungan lebih lanjut. Komentarnya membantu minyak mentah memangkas kerugian awalnya.

Masih ada ruang bagi Fed untuk meningkatkan ekonomi AS melalui kebijakan "luar biasa" dalam bentuk program pembelian obligasi besar-besaran dan tingkat suku bunga mendekati nol, Yellen mengatakan.

Pidatonya meyakinkan investor setelah Yellen menyatakan pada konferensi pers pertamanya sebagai ketua Fed setelah pertemuan kebijakan Fed Maret bahwa kenaikan pertama suku bunga federal fund bisa terjadi enam bulan setelah pengurangan stimulus berakhir, lebih awal dari ekspektasi pasar, demikian mengutip AFP dan Xinhua.

No comments:

Post a Comment