!-- Javascript Ad Tag: 6454 -->

Thursday, May 8, 2014

Harvard akan berlakukan 'sumpah kejujuran'

Harvard akan berlakukan 'sumpah kejujuran'

Universitas Harvard akan memperkenalkan kode etik kejujuran yang mewajibkan para pelajar berjanji untuk tidak berbuat curang dalam kegiatan belajar.

Ini merupakan pertama kalinya universitas bergengsi di Amerika Serikat ini meminta pelajarnya untuk membuat komitmen publik agar tidak melakukan plagiarisme atau menyontek dalam tugas atau ujian.


Pada 2012, Harvard pernah menghadapi skandal menyontek terbesar di ujian akhir, dan sejumlah Klik mahasiswa yang terlibat dikeluarkan.
Dikenal dengan nama "kode kehormatan", aturan ini sebetulnya bukan hal baru dan sudah dilakukan disejumlah universitas AS untuk meminimalisir aksi menyontek.

'Penegasan integritas'
Harvard sebelumnya tidak menjadikan kode ini sebagai syarat, tetapi Fakultas Seni dan Ilmu Pengetahuan sudah memutuskan untuk memperkenalkannya dan membuat semacam dewan untuk mengawasi.

Kode ini akan memuat bahwa berbuat curang, plagiarisme, dan ketidakjujuran akademik, atau kekeliruan merepresentasikan ide atau bahasa yang dimiliki oleh orang lan akan menjadi pelanggaran dari standar komunitas.

Pengajuan kode etik baru ini berarti pelajar di Harvard mulai tahun 2015 sudah harus menyetujui "penegasan integritas".

Namun bagaimana janji ini diucapkan dan seberapa sering siswa akan diwajibkan untuk membacanya masih akan diputuskan kemudian.

Harvard keluarkan mahasiswa peniru

Harvard, seperti juga sejumlah universitas lain di dunia, tengah menghadapi tantangan untuk mencegah siswa menyalin informasi dari internet dan bagaimana sebuah materi bisa dikutip dengan legal.

Universitas Harvard yang selama ini dikenal sebagai salah satu institusi pendidikan terbaik di dunia diguncang skandal mencontek.

''Lebih dari setengah'' dari 125 mahasiswa yang diselidiki dalam skandal ini dilaporkan telah dikeluarkan dari kampus ini, kata seorang dekan Harvard dalam surat elektronik yang dikirim ke semua mahasiswa.

Sebuah penyelidikan dimulai saat seorang pengajar menemukan adanya jawaban identik dalam lembar ujian yang dikerjakan di rumah untuk jurusan politik mahasiswa tingkat sarjana.

Penyelidikan kemudian diperluas ke hampir setengah dari 279 mahasiswa jurusan tersebut, demikian laporan koran mahasiswa the Harvard Crimson.
Wartawan BBC melaporkan ada keluhan terkait kebijakan ujian mata kuliah Pengenalan Kongres itu yang dianggap tidak jelas, dan protes terkait penanganan kampus dalam penyelidikan kasus ini.

Instropeksi ke dalam
Dalam sebuah surat elektronik, Dekan Fakultas Sains dan Seni Michael Smith mengatakan kasus tersebut kini telah terpecahkan.
"Agak lebih dari setengah'' dari kasus ini berakhir dengan permintaan untuk mundur, katanya.

Sekitar setengah lainnya dikenakan hukuman disiplin dengan masa percobaan dan sisanya dibebaskan dari tuduhan.
Sejumlah mahasiswa yang terjerat dalam skandal mencontek ini adalah anggota tim olahraga Harvard.

Dua kapten bersama tim basket telah dikeluarkan dari tim, sementara laporan sebelumnya di koran kampus menyebutkan anggota tim sepak bola, bisbol dan hoki es kemungkinan juga terlibat.

Dekan menambahkan bahwa sebuah komite internal mengedepankan rekomendasi untuk mempromosikan kejujuran dalam institusi pendidikan terkemuka ini.

"Saat ini adalah waktu untuk melakukan instropeksi ke dalam dan beraksi,'' kata Smith. ''Kami bertanggung jawab untuk menciptakan komunitas dimana siswa kami belajar dan kita semua tumbuh sebagai cendekia.''

Harvard selidiki skandal pencontekan massal

Puluhan mahasiswa Universitas Harvard diselidiki karena diduga mencontek dalam ujian.

Sebanyak 125 mahasiswa program S1 dicurigai saling berbagai jawaban atau melakukan plagiarisme.

Dugaan mengenai praktik pencontekan terorganisir juga ditemukan di separuh lembar ujian di kelas berisi 250 mahasiswa tersebut.
Jika terbukti, ini adalah skandal terbesar yang menimpa universitas 'Ivy League' paling elit di AS tersebut.

Kecurigaan pertama kali muncul ketika seorang asisten dosen menyadari ada yang aneh dengan lembar ujian tersebut, termasuk paragraf yang persis sama dalam jawaban mahasiswa, seperti dilaporkan kantor berita Associated Press.

Universitas itu belum menyebut mata kuliah atau kelas mana yang diduga melakukan tindakan tidak terpuji itu.

Sejumlah sanksi menanti mahasiswa yang terbukti mencontek mulai dari peringatan tingkat pertama hingga diskorsing dari kegiatan perkuliahan selama satu tahun.

"Dugaan-dugaan ini, jika terbukti, mewakili perilaku tak terpuji dari kepercayaan yang menjadi pondasi intelektual di Harvard," kata rektor Harvard Drew Faust.

Jay Harries, dekan pendidikan S1, menekankan tidak ada bukti bahwa pencontekan massal terjadi di Harvard.

"Fakta yang ada di hadapan kita adalah kita memiliki masalah dengan satu kelas ini," kata Harris pada AP.

"Melihat para mahasiswa dan kerja keras yang mereka lakukan, saya akan dibenci jika mengatakan bahwa hal ini adalah gambaran mahasiswa Harvard."BBC

No comments:

Post a Comment