!-- Javascript Ad Tag: 6454 -->

Monday, March 24, 2014

Rupiah menguat jadi Rp11.358 per dolar, Indeks BEI dibuka turun 14,17 poin


Rupiah menguat jadi Rp11.358 per dolar, Indeks BEI dibuka turun 14,17 poin


 Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi menguat 10 poin menjadi Rp11.358 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp11.368 per dolar AS.


Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan nilai tukar rupiah mendapat sentimen positif dari respons pelaku pasar terhadap kesiapan pemerintah dan Bank Indonesia (BI) menghadapi kebijakan moneter The Federal Reserve Amerika Serikat.


"The Fed rencananya akan menaikan suku bunganya paska pengurangan stimulus keuangannya selesai dilakukan. Kondisi itu sempat menggoyahkan mata uang rupiah, namun pemerintah dan BI menyatakan kesiapannya menghadapi itu," kata dia.


Menurut dia, kenaikan nilai tukar rupiah juga berkaitan dengan ekspektasi pasar tentang kemungkinan Tiongkok melakukan pelanggaran setelah indeks manufakturnya turun.


"Pasar keuangan domestik menyambut baik kemungkinan itu, terlihat mata uang yuan juga mengalami penguatan," kata dia.


Sementara Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan dolar AS cenderung melemah terhadap mayoritas mata uang dunia setelah data manufaktur AS melambat.


"Melambatnya data manufaktur AS tersebut melengkapi pelambatan data manufaktur negara-negara Euro," kata dia.


 Indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa dibuka turun 14,17 poin atau 0,30 persen menjadi 4.706,26.


Adapun indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 3,67 poin (0,46 persen) ke level 788,46.


"Bursa Asia, termasuk Indeks harga saham gabungan BEI, pagi ini cenderung bergerak melemah seiring dengan sentimen negatif dari buruknya data indeks manufaktur di beberapa negara maju mulai dari Tiongkok, Jerman, Amerika Serikat, dan Uni Eropa," kata analis Samuel Sekuritas, Yualdo Yudoprawiro.


Pergerakan pasar, kata dia, juga dibayangi kekhawatiran dari potensi perlambatan ekonomi Rusia akibat sanksi dan embargo setelah aneksasi atas Krimea.


"Saat ini belum ada sentimen yang cukup kuat untuk menggerakkan pasar ke area positif," kata dia.


Sementara Tim Analis Teknikal Mandiri Sekuritas dalam kajiannya menyatakan bahwa secara teknikal potensi penguatan indeks BEI masih ada jika indeks tidak menembus level batas bawah di 4.700 poin.


"Dalam indikator stochastic indeks BEI masih berpotensi bergerak mixed to up pada hari Selasa ini untuk menguji level batas atas di 4.733 poin," kata Tim Mandiri.


Di sisi lain, menurut mereka, kalangan investor juga sedang menanti rilis data ekonomi Indonesia yang akan diumumkan pada pekan depan. 


Di bursa regional, indeks Hang Seng melemah 64,07 poin (0,29 persen) ke level 21.782,38, indeks Nikkei turun 86,57 poin (0,60 persen) ke level 14.389,60, dan Straits Times melemah 6,35 poin (0,20 persen) ke posisi 3.105,62.


No comments:

Post a Comment