![]() |
| Ilustrasi budak moden |
714.100 Orang Indonesia jadi korban perbudakan modern
MERDEKA.COM. Indeks Perbudakan Dunia/The Global Slavery
Index (GSI) 2014 yang dirilis Walk Free Foundation menyebutkan perbudakan
modern di Indonesia masih sangat tinggi. Indonesia berada di peringkat kedua
se-Asia Timur dengan korban 714.100 orang.
"Tiongkok memiliki jumlah tertinggi korban
perbudakan modern di Asia Timur, yaitu 3.241.400 orang, diikuti Indonesia
714.100, Thailand 475.300 dan Vietnam 322.200," kata Peneliti Walk Free
Foundation, Khaterine Bryant di Jakarta, Selasa (18/11).
Bryant menjelaskan istilah perbudakan modern ini tak sama
dengan perbudakan konvensional seperti pudak ada zaman dahulu. Dimana budak
adalah harta utuh milik majikan.
"Perbudakan modern ini meliputi perdagangan manusia,
pekerja paksa, kerja ijon, kawin paksa dan perbudakan seks komersial,"
jelasnya Bryan.
Walk free Foundation adalah organisasi hak asasi manusia
dunia yang bertujuan untuk mengakhiri perbudakan modern dalam satu generasi.
Dia menjelaskan perbudakan modern di seluruh Asia ini
tidak hanya dialami perorangan melainkan terkadang dialami semua anggota
keluarga melalui kerja paksa.
"Kerja paksa ini biasanya terjadi karena terjerat
utang baik itu dalam bidang kontruksi, pertanian, pembuatan bata, pabrik dan
konveksi pakaian," Menurut dia praktik perbudakan modern tersebut dipicu
oleh ketimpangan ekonomi dan korupsi.
Oleh sebab itu, dia mengajak pemerintah, pengusaha dan
masyarakat untuk mengakhiri bentuk eksploitasi manusia yang paling parah ini.

No comments:
Post a Comment