![]() |
| Trans Jakarta gunakan BBG |
Ahok Pastikan Tarif Transjakarta Tidak Naik
Jakarta (Antara) - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja
Purnama memastikan tarif angkutan massal bus Transjakarta tidak mengalami
kenaikan seiring dengan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.
"Kemungkinan besar tarif bus Transjakarta tidak akan
naik, masih tetap Rp3.500. Akan tetapi, pihaknya akan mengkaji kembali tarif
angkutan bus kota lainnya," kata Basuki di Balai Kota, Jakarta Pusat,
Rabu.
Menurut pria yang akrab disapa Ahok itu, penggunaan gas
sebagai bahan bakar kendaraan merupakan salah satu cara untuk menyiasati
kenaikan harga BBM.
"Penggunaan Bahan Bakar Gas (BBG) juga bisa jadi
solusi bagi para sopir angkutan umum. Oleh karena itu, kita akan terus
mendorong agar semua angkutan umum beralih menggunakan gas," ujar Ahok.
Ia menuturkan program penggunaan BBG untuk angkutan umum
di wilayah Kota Jakarta telah lama dicanangkan. Akan tetapi, para pemilik
angkutan umum kerap mempertanyakan ketersediaan stasiun pengisian BBG.
"Memang sudah lama kita dorong agar angkutan umum
pakai BBG, tapi yang jadi masalah adalah ketersediaan stasiun BBG di lapangan.
Maka dari itu, SPBG di Jakarta harus diperbanyak," tutur Ahok.
Sementara itu, di sisi lain, dia mengungkapkan pihaknya
juga akan melakukan kajian lebih lanjut mengenai kenaikan tarif angkutan umum
selain bus Transjakarta seiring kenaikan harga BBM.
"Tarif angkutan umum jenis lain sepertinya tidak
terlalu bisa ditekan karena armada bus Transjakarta juga masih kurang, sehingga
warga tidak punya pilihan banyak. Makanya, harus kita kaji lagi," ungkap
Ahok.

No comments:
Post a Comment