![]() |
| Muhammad Jusuf Kalla |
JK Ungkap Harga BBM Bisa Naik Lagi Jika Hal Ini Terjadi
Liputan 6Liputan 6
Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengumumkan kenaikan
harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis premium dan solar sebesar Rp 2.000
per liter. Saat ini harga premium dijual Rp 8.500 dan solar Rp 7.500 per liter.
Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan tak menutup
kemungkinan terjadinya kembali kenaikan BBM subsidi.
"Ya, nanti kita lihat lagi. Tapi kalau harga minyak
naik US$ 50, kita hitung ulang (dan BBM bisa naik)," kata JK usai membuka
acara OJK bertajuk 'Risk and Governance 2014', di Hotel Dharmawangsa, Jakarta,
Selasa (18/11/2014).
Akibat dari kenaikan itu, JK melihat selama seminggu ke
depan, masyarakat akan lebih berhemat. Ia pun mengetahui di beberapa daerah
sudah ada masyarakat yang memborong BBM, dan dipastikan penggunaannya akan
sehemat mungkin.
"Ya karena diborong semalam. Borong beli bensin
tidak semalam? Karena diborong semalam otomastis habis. Tapi juga kebutuhannya
langsung menurun. Selama satu minggu akan turun. Ada orang punya mobil agak
kurangi perjalanan karena dia beli bensin untuk satu minggu," tuturnya.
Dalam kesempatan ini, JK memastikan kembali pemerintah
menaikkan harga BBM subsidi demi masyarakat. Pemerintah memindahkan subsidi
konsumtif ke produktif.
"Akibat kebijakan itu kenaikan BBM. Jadi BBM naik
itu akibat saja. Supaya Anda punya jalan lebih baik, sekolah lebih baik rumah
sakit lebih baik," tegasnya.
Kenaikan Rp 2.000 per liter ini akan membuat Indonesia
menghemat Rp 100 triliun. Terkait hal itu, JK menuturkan uang sedemikian besar
tidak akan langsung didapat.
"Itu kan setahun, nanti tahun depan. Tidak langsung
dinaikkan langsung ada duit. Tidak. Tempo satu tahun (uang itu akan digunakan)
Ya untuk bikin jalan, rumah sakit, pendidikan," tandas JK.

No comments:
Post a Comment