TEMPO.CO, Santa Barbara - Kematian tragis Miss Honduras
2014 Maria Jose Alvarado berimbas pada absennya negara itu dalam ajang Miss
World 2014 di London, Inggris, pada Desember nanti. Penyelenggara Miss
Honduras, Eduardo Zablah, mengatakan tidak akan mengirim pengganti Maria dalam
ajang ratu kecantikan internasional itu.
"Padahal kami sudah membuat gaun dan busana
tradisional untuk Maria. Kami dapat pastikan Honduras tidak akan ikut kompetisi
tahun ini karena kematian Maria yang amat tragis," kata Zablah, seperti
dilaporkan AP, Kamis, 20 November 2014. (Baca: Hilang Sepekan, Miss Honduras
2014 Ditemukan Tewas)
Gaun cantik yang disiapkan Maria itu kini tanpa tuan.
Mayat Maria ditemukan sudah terkubur di daerah terpencil di Santa Barbara,
California. Maria ditembak oleh Plutarco Ruiz, pacar adiknya sendiri--Sofia
Trinidad. Adik Maria juga tewas dan mayatnya ditemukan di lokasi yang sama.
Ibu kakak beradik ini, Teresa Munoz, tidak menyangka
kedua putrinya akan tewas mengenaskan. Sebelum mayat mereka ditemukan, keduanya
menghilang saat menghadiri pesta ulang tahun bersama Ruiz.
"Ruiz menelepon ke rumah setelah kedua anak saya
hilang. Dia bilang dia sangat takut dan mengatakan bahwa Maria dan Sofia
meninggalkan pesta dengan mobil bersama orang lain," kata Munoz.
Kontes kecantikan adalah acara yang paling populer di
Amerika Latin. Peserta dan pemenang kontes ini dipandang bak selebriti dan
sering diundang dalam sejumlah acara hiburan televisi lokal.
TEMPO.CO, Santa Barbara - Miss Honduras 2014 Maria Jose
Alvarado ditemukan tewas setelah merayakan sebuah pesta ulang tahun bersama
adiknya, Sofia Trinidad, setelah sepekan dinyatakan hilang oleh polisi. Tubuh
Maria dan Sofia ditemukan terkubur di halaman sebuah tempat spa terpencil di
kawasan Santa Barbara, California.
"Pelakunya adalah pacar si adik. Dia mengaku
menembak dua wanita itu lantaran cemburu karena pacarnya menari dengan pria
lain," kata polisi setempat, seperti dilaporkan AP, Kamis, 20 November
2014. (Baca: Jelang Miss World 2014, Miss Honduras Diculik?)
Menurut pengakuan pelaku, Plutarco Ruiz, dia menembak dua
gadis itu di sebuah sungai di daerah terpencil. Pelaku terlebih dulu menembak
Sofia. Lalu, Ruiz menembak Maria karena mencoba melarikan diri. "Dia
(Maria) ditembak dua kali di bagian punggungnya," ujar Jenderal Ramon
Sabillon.
Mayat Maria dan Sofia ditemukan pada Rabu pagi waktu
setempat setelah menelusuri jejak kaki dan mobil. Mayat kakak beradik ini
dikubur pelaku di daerah pegunungan terpencil, berjarak 400 kilometer dari ibu
kota Honduras, Tegucigalpa. Saat ini polisi masih mencari satu pelaku lainnya
yang melarikan diri.
Maria Jose Alvarado terpilih sebagai Miss Honduras pada
April lalu dan akan mewakili negaranya dalam ajang Miss World 2014 di London,
Inggris. Panitia Miss Honduras memutuskan tidak ikut dalam kontes ratu sejagad
itu untuk menghormati Maria.

No comments:
Post a Comment