![]() |
| Orang tua Peter Kassig |
Orang tua Peter Kassig berusaha maafkan pembunuh anaknya
Orang tua Abdul Rahman Kassig memanjatkan doa untuk anak
mereka.
Orang tua Abdul-Rahman Kassig, seorang mualaf asal
Amerika Serikat yang dipenggal oleh kelompok milisi Negara Islam atau ISIS,
mengaku berupaya memaafkan pembunuh anak mereka.
“Hati kami remuk, namun akan menyatu kembali. Dunia kami
hancur, namun akan pulih,” kata Ed dan Paula Kassig, orang tua Abdul-Rahman
Kassig.
Kassig, seorang mualaf yang dulunya bernama Peter Kassig,
26, adalah sandera asal negara Barat kelima yang dibunuh oleh IS.
Abdul-Rahman Kassig bekerja untuk organisasi kemanusiaan
ketika disergap milisi ISIS di Suriah, tahun lalu.
Dalam peristiwa-peristiwa sebelumnya, ISIS telah
memenggal dua wartawan AS, James Foley dan Steven Sotloff, pekerja kemanusiaan
Inggris David Haines, serta pengemudi taksi dari Inggris bernama Alan Henning.
”Putra tercinta kami..tidak lagi berjalan di dunia ini.
Walau berat, hati kami bisa melalui peristiwa ini berkat cinta dan sokongan
yang diberikan dalam beberapa hari terakhir,” kata Ed Kassig.
Dia kemudian meminta khalayak dunia memanjatkan doa untuk
putranya dan para tawanan di Irak, Suriah, dan di seantero jagat.
Abdul-Rahman Kassig merupakan seorang mualaf asal Negara
Bagian Indiana, AS.
”Terakhir, mohon berikan keluarga kami waktu dan privasi
untuk berduka, menangis, dan ya, memaafkan dan memulihkan diri,” kata Ed
Kassig.
Dalam tayangan video yang dirilis ISIS, pada Minggu
(16/11), seorang pria bercadar berdiri dekat sebuah kepala yang terpenggal.
Gedung Putih mengonfirmasi kepala itu ialah kepala
Abdul-Rahman Kassig.
Abdul-Rahman sedang bekerja untuk organisasi bantuan
kemanusiaan yang didirikannya, Tanggap Darurat dan Bantuan Khusus (Special
Emergency Response and Assistance SERA), ketika ia disergap ISIS dalam
perjalanan ke Deir Ezzor di Suriah timur tahun lalu.

No comments:
Post a Comment