.Aliansi Pengapalan Raksasa, gabungan Denmark, Prancis dan Swiss Siap Guncang Dunia
Badan regulator Amerika Serikat meloloskan proposal pembentukan aliansi oleh perusahaan pengapalan terbesar dunia. Persekutuan ini berpotensi mengguncang industri kontainer dunia dengan cara melakukan pemangkasan ongkos bagi operator besar, sehingga menjepit perusahaan kecil.
Proposal P3 Alliance dari Maersk Line milik A.P. Moeller-Maersk asal Denmark, CMA-GSM dari Prancis, dan Mediterranean Shipping asal Swiss—tiga perusahaan dengan kapasitas pengangkutan terbesar dunia—mendapatkan persetujuan dari Komisi Perairan Federal Amerika Serikat pada Kamis. Para regulator Eropa dan Cina masih harus memberikan persetujuannya. Namun, tinjauan dari para regulator AS dianggap sebagai ganjalan terbesar. Menurut aliansi tersebut, operasi gabungan akan mulai berjalan tahun ini.
Jika proposal disetujui, para eksekutif industri menaksir tiga perusahaan tersebut akan menguasai hingga 40% total kontainer kargo dari Asia ke Eropa yang melintasi samudera Pasifik dan Atlantik. Ketiganya sepakat mengerahkan 255 kapal berkapasitas 2,6 juta kontainer.
Aliansi tersebut memungkinkan ketiga perusahaan mencapai pemangkasan ongkos dengan memanfaatkan fasilitas kapal dan pelabuhan milik satu sama lain. Mereka pun memanfaatkan kekuatan geografis masing-masing perusahaan untuk mempercepat pengiriman dan memangkas ongkos.
Analis Macquarie Research memproyeksikan bahwa Maersk Line diharapkan memangkas ongkos $1 miliar per tahun dalam rute perdagangan Asia ke Eropa, berkat efisiensi jaringan baru tersebut.
Aliansi semacam itu bukan hal baru. Tetapi perusahaan pengapalan, kargo, dan pemasok bahan bakar lebih kecil telah menekan para regulator untuk menolak proposal aliansi itu. Mereka cemas bahwa negosiasi tarif akan kian alot.
.
“P3 hampir seperti praktik monopoli,” ujar John Lu, presiden direktur Asian Shippers Forum, pihak yang mewakili pemilik kargo serta perusahaan pengiriman dan penerimaan barang terbesar Asia. “Pemusatan kapasitas semacam itu tak boleh terus berlanjut.”
Komisi perairan AS menyatakan telah menetapkan bahwa aliansi tersebut sepertinya “pada saat ini tidak akan membuat tarif pengiriman naik secara tidak wajar akibat pengurangan kompetisi. Penurunan layanan transportasi secara tak wajar pun tak akan terjadi.”
Industri pengapalan kontrainer dirundung masalah kelebihan kapasitas setelah mencatat rekor pemesanan kapal baru pada 2007, tepat sebelum krisis finansial mengusik perdagangan dunia. Tarif pengapalan di Asia dan Eropa turun hampir 50% sejak awal tahun. Namun, tingginya harga bahan bakar meningkatkan permintaan desain kapal baru yang lebih besar dan irit. Dengan demikian, di pasar yang telah jenuh, jumlah kapal pun terus bertambah.WSJ

No comments:
Post a Comment