!-- Javascript Ad Tag: 6454 -->

Sunday, March 23, 2014

NSA Diduga Intai Cina, dengan Menyadap Komunikasi Internal Huawei

NSA Diduga Intai Cina, dengan Menyadap Komunikasi Internal Huawei

.
Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS) atau NSA diduga mengintai perusahaan teknologi Cina Huawei Technologies Co pada awal 2009, menurut majalah mingguan Der Spiegel. Menurut media Jerman itu, pengintaian NSA juga menyasar petinggi Cina, termasuk presiden Cina saat itu, Hu Jintao.

Dugaan tersebut tercantum dalam nukilan artikel yang akan terbit di edisi pekan depan. Tulisan itu mengutip dokumen yang dibocorkan mantan kontraktor NSA Edward Snowden.

Di samping Hu, target NSA mencakup Kementerian Perdagangan Cina, Kementerian Luar Negeri, serta jajaran bank yang tak teridentifikasi, menurut laporan Der Spiegel. Majalah itu tak memperinci bentuk pengintaian terhadap pejabat Cina.

Mengacu pada sebuah presentasi rahasia NSA, Der Spiegel menyatakan badan keamanan itu mengakses arsip surat elektronik dalam jaringan milik Huawei, perusahaan pemasok peranti jaringan telekomunikasi. Materi yang disadap termasuk pesan dari dan kepada CEO Huawei, Ren Zhengfei.

More In Dunia

Penyebab Hilangnya MH370 Masih Kabur
Turki Tembak Jatuh Jet Tempur Suriah
NSA Diduga Intai Cina
Milisi Pro-Rusia Serang Pangkalan Militer Ukraina
Ring Politik Kakak-Beradik Klitschko
NSA juga mengakses kode sumber rahasia produk Huawei terkini. Operasi NSA yang menyasar Huawei juga melibatkan Gedung Putih, Badan Pusat Intelijen (CIA), serta Biro Investigasi Federal (FBI), imbuh Der Spiegel.

Gedung Putih pada Sabtu belum berkomentar soal artikel Der Spiegel.

Jika laporan itu akurat, kata juru bicara Huawei, perusahaan mengecam infiltrasi akan jaringan internalnya. Mereka juga bakal mendesak pendekatan kooperatif soal masalah keamanan.

“Kami menekankan bahwa Huawei menolak semua aktivitas yang mengancam jaringan keamanan. Kami bersedia bekerja sama dengan semua pemerintah, pemangku kepentingan, serta konsumen dalam proses yang transparan dan terbuka, guna menangani persoalan jaringan keamanan,” kata juru bicara Scott Sykes.

Kementerian luar negeri Cina belum merespons permintaan berkomentar.

Der Spiegel hanyalah satu dari sekian media yang menerbitkan dokumen hasil bocoran Snowden. Mereka menerbitkan artikel-artikelnya sejak pertengahan 2013.

Majalah berita mingguan Jerman itu menyatakan juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS Caitlin Hayden menolak berkomentar soal aktivitas intelijen di beberapa negara. Namun, Hayden mengatakan, “Kami tak membagi data intelijen ke perusahaan AS dengan niat agar mereka bisa memperkuat daya saing internasional.”

No comments:

Post a Comment