![]() |
| Maxime Hauchard, pejihad Prancis |
Barat memburu militan ISIS pembunuh Kassig
Maxime Hauchard, pejihad Prancis yang diyakini Mendagri
Prancis terlibat pemenggalan Kassig.
Para petugas intelijen Barat berusaha mengidentifikasi
militan ISIS yang terlihat dalam video yang menunjukkan pemenggalan pekerja
bantuan Amerika Serikat Abdul-Rahman Kassig dan 18 tahanan Suriah.
Abdul-Rahman Kassig, seorang mualaf yang dulunya bernama
Peter Kassig, 26, adalah sandera Barat kelima yang dibunuh oleh IS.
Salah satu militan diduga adalah warga Prancis bernama
Maxime Hauchard, 22, kata menteri dalam negeri Prancis.
Seorang militan lain, sempat diduga adalah warga Inggris
bernaman Nasser Muthana, 20, menyusul laporan di harian Daily Mail yang
menyebut bahwa ayahnya Ahmed Muthana, mengatakan "sepertinya anak
saya".
Tapi Ahmed Muthana kemudian mengatakan anaknya tidak
berada di antara 16 pelaku jihad dalam video.
Menteri Dalam Negeri Prancis Bernard Cazeneuve
mengatakan, analisis yang dilakukan intelijen Perancis "menyimpulkan bahwa
sangat mungkin bahwa warga negara Perancis mengambil bagian langsung dalam
kejahatan mengerikan itu".
Nasser Muthana, diapit dua pejihad asing lain dalam
gambar yang disebarkan ISIS
"Penyelidikan masih sedang berlangsung, namun sangat
diyakini bahwa orang itu kemungkinan besar Maxime Hauchard, lahir pada tahun
1992, berasal dari provinsi Eure, yang berangkat ke Suriah pada Agustus 2013,
setelah bermukim di Mauritania pada tahun 2012."
Sementara di Inggris, ayah Muthana, Ahmed, awalnya
mengatakan itu adalah anaknya, tetapi kemudian mengatakan gambar itu terlalu
buram dan ia tidak yakin.
Belakangan ia mengatakan bahwa kendati belum melihat
rekaman videonya, dari gambar yang sudah ia lihat ia bisa memastikan bahwa itu
bukan anaknya.
Orang yang dimaksud berdiri di sebelah kanan pria lain,
yang diduga adalah militan Inggris dijuluki "Jihadi John". Ia
berpakaian hitam dengan penutup muka, sedangkan para militan lain mengenakan
seragam tentara.
"Jihadi John" telah muncul dalam video-video
ISIS sebelumnya yang menunjukkan pemenggalan para sandera barat lain: dua warga
Inggris Alan Henning dan David Haines, serta dua jurnalis AS James Foley dan
Steven Sotloff. (BBC)

No comments:
Post a Comment