![]() |
| SBY |
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, dia akan meminta sejumlah menteri yang menjadi tim sukses calon presiden Jokowi atau Prabowo untuk mengundurkan diri dari jabatannya.
Presiden SBY menyatakan hal itu karena khawatir aktivitas politik sebagian menterinya dapat menganggu kinerja kabinetnya.
"Kalau memang tidak mungkin lagi mengurusi kementeriannya, karena harus aktif di sebuah tim sukses misalnya, atau bergerak ke sana-kemari, saya persilakan untuk mengundurkan diri," kata Presiden Yudhoyono.
Pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu disampaikan dalam rapat koordinasi nasional membahas persiapan pemilu 2014, yang dihadiri sejumlah menteri dan pejabat terkait, Selasa (03/05) siang di Sentul, Bogor, Jawa Barat.
Hampir separuh menteri dalam kabinet SBY telah menjadi tim sukses calon presiden Prabowo atau Jokowi.
"Kalau memang tidak mungkin lagi mengurusi kementeriannya, karena harus aktif di sebuah tim sukses misalnya, atau bergerak ke sana-kemari, saya persilakan untuk mengundurkan diri."
Presiden SBY.
Sejauh ini tidak ada aturan yang melarang anggota kabinet untuk berkampanye selama pemilu, namun ditekankan mereka harus cuti terbatas dan tidak boleh menganggu tugas utamanya sebagai pembantu presiden.
Pertanyakan konsistensi SBY
Juru bicara kampanye calon presiden Prabowo Subianto dan Hatta Radjasa, Tantowi Yahya, mempersilakan Presiden SBY jika ingin memecat menterinya, karena itu merupakan hak prerogatifnya.
"Tidak perlu presiden melempar isu ini, seperti ingin mendapatkan persetujuan dari publik. Lakukan saja (pemberhentian menteri yang bersangkutan) kalau menurut presiden menteri itu tidak efektif lagi kerjanya. Silakan berhentikan," kata Tantowi kepada wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan, Selasa (03/05) malam.BBC

No comments:
Post a Comment