![]() |
| Presiden FIFA, Sepp Blatter |
Presiden FIFA, Sepp Blatter mengatakan tuduhan korupsi terkait dengan terpilihnya Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 bermotif rasisme.
Negara di kawasan teluk itu terpilih sebagai tuan rumah Klik Piala Dunia 2022 pada Desember 2010 lalu dengan mengalahkan saingannya yaitu Australia, Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.
Namun muncul tuduhan bahwa kemenangannya diwarnai dengan korupsi, yang membuat FIFA melancarkan penyelidikan independen.
"Ada semacam badai melawan FIFA terkait dengan Piala Dunia Qatar. Sayangnya ada sejumlah besar diskriminasi dan rasisme," jelas Blatter dalam Sidang Umum Konfederasi Sepak Bola Afrika, CAF, di Sao Paulo, Brasil.
Sidang CAF itu digelar Senin 9 Juni menjelang Piala Dunia 2014 yang akan dibuka Kamis 12 Juni waktu Brasil.
Sebelumnya Blatter mengatakan keputusan terkait pemilihan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 dan Rusia untuk 2018 Klik akan diputuskan September atau OktoberKlik tahun ini.
Kepada para pejabat sepak bola dari kawasan Afrika, Blatter mengatakan bahwa tuduhan atas Qatar akan dibahas dalam Kongres FIFA, pada hari Selasa dan Rabu.
Blatter juga menegaskan bahwa FIFA perlu memberantas segala hal yang berbau diskriminasi dan rasisme.
Qatar sudah berulang kali membantah tuduhan adanya korupsi di balik kemenangannya dan yakin pemilihan berlangsung adil.
FIFA akan memutuskan keabsahan proses pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022 pada bulan September atau Oktober.
Hal tersebut disampaikan Presiden FIFA, Sepp Blatter, di hadapan peserta Konferensi Sepak Bola Asia di Sao Paulo, Senin 9 Juni.
Blatter juga menegaskan setelah keputusan diambil maka masalah tersebut akan ditutup.
Qatar terpilih sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 pada Desember 2010 lalu dengan mengalahkan Australia, Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.
Namun kemenangan Qatar diwarnai dengan sejumlah tuduhan korupsi.
Penyilidikan independen
Seorang ahli hukum Amerika Serikat, Michael Garcia, saat ini terlibat dalam penyelidikan independen atas proses terpilihnya Qatar dan akan menyampaikan laporannya kepada FIFA pertengahan Juli.
Garcia direncanakan akan menjelaskan perkembangan penyelidikannya di hadapan para peserta Kongres FIFA, yang akan dimulai Selasa 10 Juni.
Dia akan menyelidiki semua yang terkait dengan proses pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2018, yang dimenangkan Rusia, dan Piala Dunia 2018.
Komite Piala Dunia Qatar berulang kali menolak tuduhan korupsi di balik kemenangannya dan yakin pemilihan berlangsung adil,
Sebuah surat kabar Inggris, The Sunday Times menuduh mantan wakil presiden FIFA Mohamed bin Hammam Klik membayar £3 jutaKlik kepada sejumlah pejabat FIFA di seluruh dunia untuk membantu agar Qatar terpilih.
FIFA berada di bawah tekanan karena keputusan kontroversialnya memilih Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 mendatang.
Satu dari sponsor utamanya, Sony, meminta badan regulasi sepak bola itu untuk melakukan "penyelidikan yang pantas" terhadap klaim adanya praktik suap dalam prosesnya.
Permintaan ini muncul setelah surat kabar Sunday Times mempublikasikan dugaan baru yang terungkap dari jutaan dokumen rahasia.
Sunday Times menuduh mantan wakil presiden FIFA Mohamed bin Hammam Klik membayar £3 jutaKlik kepada sejumlah pejabat FIFA di seluruh dunia untuk membantu Qatar memenangkan undian pada Desember 2010 lalu.
Wakil Presiden FIFA Jim Boyce mengatakan dia akan mendukung adanya pemilihan ulang jika dugaan korupsi tersebut bisa dibuktikan.
Membantah
Panitia Piala Dunia Qatar dengan konsisten membantah tuduhan dan Bin Hammam enggan berkomentar.
Anggota komite eksekutif FIFA di Inggris Jim Boyce mengatakan kepada BBC bahwa pekan lalu dalah pekan yang sulit dan badan sepak bola dunia ini sedang mengalami perubahan.
"Sejak saya bergabung dengan Komite Eksekutif FIFA pada tahun 2011 setengah dari panitia sudah keluar," katanya.
"Bin Hammam, yang banyak dibicarakan baru-baru ini, telah dilarang berkarir di organisasi sepak bola seumur hidup oleh FIFA, dan banyak dari orang-orang lain yang disebut sekarang sudah tidak lagi di FIFA.
"Ada banyak orang yang sangat baik di FIFA dan orang-orang yang hanya tertarik dalam memajukan permainan sepak bola." BBC

No comments:
Post a Comment