!-- Javascript Ad Tag: 6454 -->

Saturday, September 14, 2013

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono optimistis sektor pariwisata Indonesia dapat terus berkembang

Komodo

Komodo Island

Susilo Bambang Yudhoyono
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono optimistis sektor pariwisata Indonesia dapat terus berkembang

 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono optimistis sektor pariwisata nasional dapat terus berkembang antara lain melalui kerja sama antara pemerintah daerah dengan sektor swasta.

"Potensi ekonomi dari sektor wisata kita tinggi dan masih bisa kita kembangkan. Saya mengajak daerah dan dunia bisnis untuk bekerjasama," kata Presiden dalam akun twitternya @SBYudhoyono, Minggu.

Presiden yang menghadiri acara Sail Komodo di NTT, pada Sabtu (14/9), mengatakan salah satu sarana pengembangan pariwisata yang dilakukan pemerintah yakni menyelenggarakan acara sail dan juga wisata yang sudah dilakukan secara terus menerus selama lima tahun.

"Acara sail dan wisata telah lima kali kita selenggarakan. Manfaat sosial dan ekonominya nyata. Saya tetapkan untuk menjadi kegiatan tahunan," kata Presiden menegaskan.

Presiden Yudhoyono mencontohkan dalam Sail Komodo 2013, pemerintah dan TNI serta Polri dan dunia bisnis juga melaksanakan operasi bakti dan bantuan ial untuk membantu masyarakat yang memerlukan.

Kehadiran peserta dari mancanegara, kata Presiden, juga bisa mempromosikan keindahan alam Indonesia.

"Kehadiran peserta asing dapat memperkenalkan pulau Komodo dan sekitarnya yang bisa mendatangkan wisatawan asing lebih banyak lagi," kata Presiden di Twitter-nya.


Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo mengatakan sejumlah investor asing menyatakan tertarik untuk mengembangkan sejumlah pulau kecil di Indonesia.

"Sudah ada beberapa investor yang serius mengembangkan pulau yang ditawarkan pemerintah," kata Sharif Cicip Sutardjo dalam rilis Kementerian Kelautan dan Perikanan yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Menurut Sharif, sejumlah pulau yang menarik investor antara lain adalah pulau-pulau yang berada di lokasi Kepulauan Riau, Kepulauan Raja Ampat dan Nusa Tenggara Barat.

Ia juga mengemukakan, investor yang tertarik dengan program pemberdayakan pulau kecil berasal dari negara seperti Singapura, Maladewa, dan kawasan Timur Tengah.

"Rencana investasi masih dalam kajian dan perencanaan bisnis. Untuk itu kita dorong mereka untuk investasi secepatnya," katanya.

Apalagi, ujar dia, para investor itu sangat berminat untuk menggarap pulau Anambas di Kepulauan Riau, pulau Raja Ampat Papua dan pulau tiga Gili di Nusa Tenggara Barat.

Sharif menambahkan, salah satu program KKP untuk mempromosikan pulau-pulau kecil diantaranya adalah kegiatan Sail Komodo 2013 merupakan penyelenggaraan Sail Indonesia yang ke-5 kalinya sejak 2009.

Acara bertararf internasional itu dimulai dengan penyelenggaraan Sail Bunaken tahun 2009, Sail Banda 2010, Sail Wakatobi-Belitong 2011 dan Sail Morotai 2012.

"Kegiatan Sail, termasuk Sail Komodo 2013 merupakan event internasional yang bertujuan untuk meningkatkan perekonomian daerah terutama melalui sektor pariwisata bahari," katanya.

Menurut dia, acara tersebut juga dapat menjadi momentum untuk memajukan wisata bahari di pulau-pulau kecil serta menjadi destinasi utama wisata dunia di tingkat global atau internasional.

"Dengan kebijakan KKP tersebut, kami yakin investasi di pulau kecil tersebut akan terealisasi dengan baik, terutama pengembangan konsep minawisata," katanya.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, Sail Komodo 2013 menjadi momentum yang tepat untuk mempromosikan kekayaan bahari Indonesia kepada dunia.

"Acara-acara seperti ini merupakan bagian dari tonggak sejarah kebangkitan negara kita di era pasifik dan kita tunjukkan negara kita tidak hanya kaya dalam sumberdaya alam tapi juga memiliki potensi pariwisata," kata Presiden saat meresmikan puncak Sail Komodo 2013 di Labuan Bajo, Sabtu.

Persemian Sail Komodo ditandai dengan penekanan tombol oleh Presiden didampingi Menko Kesra Agung Laksono, Menteri Kelautan dan Perikanan Syarif C Sutarjo dan Gubernur NTT Frans Lebu Raya.

Sail Komodo 2013 yang mengusung tema jembatan emas menuju NTT menjadi tujuan wisata kelas dunia juga sebagai momentum menjadikan NTT sebagai pintu gerbang selatan pembangunan Indonesia.

Banyaknya kapal yang singgah di kawasan Pulau Komodo dan sekitarnya akan semakin menggairahkan pariwisata di NTT.

"Saya berharap dalam waktu tidak lama ini kawasan Pulau Komodo dan sekitarnya akan menjadi destinasi wisata kelas dunia," kata Presiden.

Pada kesempatan itu, Presiden juga mengundang wisatawan manacanegara melalui peserta Sail Komodo untuk melihat dan mengunjungi Pulau Komodo.

Puncak Sail Komodo juga dihadiri Ibu Ani Yudhoyono, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Azwar Abubakar, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri serta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Marie Elka Pangestu.

Juga hadir Panglima TNI Jenderal Moeldoko, Kapolri Jenderal Timur Pradopo, sejumlah anggota DPR RI, Jaksa Agung Basrie Arief, para duta besar negara sahabat dan peserta Sail Komodo.

Pelaksanaan Sail Komodo merupakan sail kelima setelah sebelumnya berlangsung Sail Bunaken di Manado pada 2009, Sail Banda di Ambon 2010, Sail Wakatobi dan Bitong di Wakatobi dan Bitong 2011 dan Sail Morotai di Morotai pada 2012.

Rangkaian Sail Komodo dimulai sejak enam bulan terakhir diisi berbagai kegiatab seperti pelayanan kesehatan dan bantuan ke pulau-pulau dan daerah terpencil oleh kementerian serta yacht rally yang diikuti juga dari sejumlah negara.

No comments:

Post a Comment