!-- Javascript Ad Tag: 6454 -->

Wednesday, December 17, 2014

Kematian Akibat Diabetes Meningkat, disusul stroke, kanker

Kematian Akibat Diabetes Meningkat, disusul stroke, kanker

Waspada, Kematian Akibat Diabetes Meningkat
VIVAlife – Menurut analisa komprehensif dari data-data kesehatan di 188 negara, kematian akibat pneumonia turun 52 persen sejak 1990-2013. Namun pada saat yang sama, sejumlah penyakit, termasuk diabetes dan stroke malah menyebabkan kematian lebih banyak di Indonesia, dibanding tahun 1990.

Tahukah Anda, apa saja penyebab utama kematian di negara kita? Jawabannya adalah stroke, penyakit jantung, dan TBC yang tercatat hingga 38 persen, dari total kematian pada 2013.

Di Indonesia, diabetes dan stroke merenggut lebih banyak nyawa pada 2013 jika dibanding tahun 1990, dengan masing-masing mencatat angka kematian meningkat 135 persen dan 126 persen. Sementara kematian akibat kanker paru-paru juga meningkat 124 persen antara 1990 - 2013.

“Kita berhasil mencatat perkembangan berarti, dalam mengurangi angka kematian karena beberapa penyakit. Hal ini menunjukkan bagaimana komitmen pemerintah senantiasa meningkatkan kondisi kesehatan masyarakat,” ujar Soewarta Kosen, seorang dokter sekaligus peneliti senior dari National Institute of Health Research & Development, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Secara global, orang-orang hidup 6,2 tahun lebih lama, dibanding tahun 1990, dengan usia harapan hidup, bertambah hingga usia 72 tahun pada 2013. Kaum wanita memperlihatkan rata-rata penambahan lebih tinggi (sekitar 6,6 tahun) dibanding pria (5,8 tahun).

Peningkatan kondisi kesehatan, berkurangnya kesuburan, serta perubahan pola usia hidup di dunia, menyumbang terjadinya pertambahan usia harapan hidup manusia di seluruh dunia.


“Namun demikian, kami juga masih mencatat adanya peningkatan angka kematian pada anak, serta kematian yang disebabkan berbagai kondisi lain. Data-data ini sangat penting bagi kita, untuk memahami kondisi yang ada, serta pencapaian yang telah diraih. Juga untuk memberi arahan dalam mengurangi angka kematian di masa datang,” kata Soewarta.

No comments:

Post a Comment