Rusia Abaikan Sanksi Baru AS dan Uni Eropa Terkait Krimea
Presiden Amerika Barack Obama telah memberlakukan
larangan perdagangan yang luas di semenanjung Krimea yang dicaplok Rusia
melalui perintah eksekutif yang melarang ekspor barang dan jasa utama Amerika
dan memblokir impor dari Krimea.
:
Marinir Rusia ikut serta dalam parade tahunan perayaan
liburan menyambut akhir tahun di Sevastopol, Krimea (29/11). (Foto: dok).
Rusia menyatakan secara sejarah berhak atas Krimea dan
telah mengabaikan sanksi-sanksi baru Amerika yang diberlakukan terhadap Rusia
karena mencaplok wilayah itu.
Kementerian Luar Negeri Rusia hari Sabtu (20/12)
mengatakan sanksi-sanksi itu tidak akan memaksa Rusia menyerahkan Krimea karena
Krimea merupakan "bagian bersejarah dan tidak terpisahkan dari
Rusia."
Presiden Amerika Barack Obama telah memberlakukan
larangan perdagangan yang luas di semenanjung Krimea yang dicaplok Rusia
melalui perintah eksekutif yang melarang ekspor barang dan jasa utama Amerika
dan memblokir impor dari Krimea.
Pernyataan Gedung Putih hari Jumat (19/12) menyebutkan
perintah itu "untuk memberi kejelasan sikap Amerika bagi
perusahaan-perusahaan Amerika yang berbisnis di wilayah itu." Pernyataan
itu juga menyebutkan tindakan Obama untuk menunjukkan bahwa Amerika "tidak
akan menerima pendudukan Rusia" atas Krimea.
Krimea dulu adalah republik bekas Uni Soviet, tetapi
tahun 1954 dijadikan Republik Sosialis Ukraina Soviet. Krimea tetap menjadi
bagian Ukraina ketika negara itu merdeka seiring pecahnya Uni Soviet.
Larangan perdagangan itu termasuk sanksi terhadap 24
orang dan perusahaan yang diketahui mendukung kerusuhan di Ukraina timur.
Parlemen Rusia April lalu memutuskan mencaplok wilayah itu, meski diprotes Uni
Eropa dan Amerika.
Langkah-langkah Amerika itu mengikuti langkah serupa
pekan ini oleh Uni Eropa dan Kanada.
Presiden Obama hari Kamis menandatangani undang-undang,
mengizinkan sanksi-sanksi tambahan terhadap Rusia karena mendukung
pemberontakan pro-Rusia berkelanjutan di Ukraina timur. (VOA)

No comments:
Post a Comment