GREAT HOTELS ROOM

Sunday, August 4, 2013

Tempat Wisata Menarik di Arab Saudi

Al Hijr
Kaba
Tempat Wisata Menarik di Arab Saudi



Nabi Muhammad SAW dalam hadistnya menyebutkan sebaik baiknya bersafar atau mengadakan perjalanan jauh adalah berkunjung ke kota Mekah dan Madinah untuk berangkat haji atau umroh.




Ini Dia Delapan Tempat Wisata Menarik di Arab Saudi

 

Al Hijr

Jika ada waktu lebih setelah menunaikan haji atau umroh, maka ada delapan tempat wisata menarik di Arab Saudi yang layak Anda kunjungi.

Berikut adalah kedelapan tempat menarik itu:
Situs Arkeologi Al-Hijr (Madain Shalih).  Ini adalah situs arkeologi pra Islam di sektor Al-Ula. Tempat itu juga dikenal Mada'in Saleh atau kotanya nabi Shaleh AS yang dibangun oleh kaum Tsamud.
Kota Tua Jeddah.  Ini adalah rangkaian bangunan tradisional dan rumah-rumah bertingkat pedagang yang mencerminkan identitas budaya Saudi.

Riyadh adalah ibukota Saudi Arabia yang adalah daerah yang mempunyai tempat hiburan, museum dan olah raga paling lengkap.

Dataran Tinggi Nejd.  Ini adalah tempat tinggal suku asli Arab atau Badui yang masih tinggal di gurun dan berpindah-pindah.
Resort Abha.  Adalah tempat wisata di provinsi Asir yang menjadi magnetis bagi wisatawan karena acara olah raga, seni pertunjukan, dan konser musik senantiasa hadir di sini. Di kota tersebut juga terdapat Istana Shadda yang dibangun pada 1820 dan kini menjadi museum.

Hira adalah gua di Gunung Jabal Nur, sekitar 2 mil dari Mekah.  Gua ini adalah tempat Nabi Muhammad SAW menerima wahyu kenabian yang pertama.

Masjid Nabawi. Adalah masjid suci di kota Madinah, di mana Nabi Muhammad SAW dimakamkan.

Masjid Al-Haram. Selain sebagai tempat Anda berhaji dan beribadah, mesjid ini tidak pelak menjadi juga tempat Anda bisa mengagumi banyak hal di luar ibadah dan Islam.  Jadi, selesai berhaji, jangan cepat-cepat meninggalkan masjid ini


.10 Tempat Wisata Belanja di Arab Saudi


1.      Pasar Bab Mekkah

Meski namanya Pasar Bab Mekah, lokasi pasar ini terletak di Suhaifa, di salah satu sudutkotaJeddah, Arab Saudi. Pasar tradisional ini buka setiap pagi dan tutup menjelang shalat Dzuhur. Pasar ini merupakan lokasi favorit untuk memborong oleh-oleh karena selain barang-barang yang dijual lengkap, harganya pun murah dibandingkan dengan pasar atau pusat perbelanjaan lain.

Pasar Bab Mekkah dapat dijangkau dengan mobil dari pusatkota, jaraknya hanya 10 menit. Semua harga barang yang dijual di Pasar Bab Mekkah terjangkau dan termasuk murah dibandingkan dengan di tempat lain. Oleh karena itu, pastikan Anda mencatat semua kebutuhan Anda sebelum membeli sehingga tidak menguras isi dompet Anda.

Sebagai perbandingan harga, parfum yang dijual di Pasar Bab Mekkah misalnya, parfum Ted Lapidus, ukuran 100 ml dijual seharga 50 Riyal atau sekitar Rp150 ribu, padahal di Indonesia biasa dijual di atas Rp500 ribu. Sementara, parfum yang sama dijual di Corniche dengan harga paling murah 60 Riyal. Selain parfum, kurma nabi atau Kurma Ajwa dijual 60 Riyal per kilogram. Harga tersebut lebih murah 25% daripada yang dijual di Madinah dan Mekkah yang seharga 80 Riyal. Begitu pula dengan pewarna kuku yang seharga 15 sampai 20 Riyal, surban seharga 10 Riyal.

2.      Pasar Kurma Madinah

Jika Anda ingin berbelanja busana atau peralatan elektronik, jangan berbelanja di Madinah karena harga yang ditawarkan termasuk mahal. Akan tetapi, jika Anda mencari kurma, Madinahlah tempat yang tepat. Di Pasar Kurma Madinah dijual berbagai jenis kurma yang harganya bervariasi, mulai dari 30 Riyal sampai 90 Riyal. Selain kurma, Anda juga dapat menemukan biskuit-biskuit yang terbuat dari bahan dasar kurma di pasar ini. Pasar Kurma Madinah terletak sekitar 60 meter di sebelah selatan Masjid Nabawi. Pasar ini dibuka sejak pukul 7 hingga 23 malam waktu setempat pada musim haji.

3.      Pasar Zakfariah

Pasar `borong` atau Pasar Zakfariah terletak sekitar 1 kilometer dari Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi. Pasar tradisional ini menjual berbagai keperluan ibadah, termasuk perhiasan emas, jam tangan, dan barang-barang elektronik berupa telepon genggam.

Parapedagangnya rata-rata dapat menggunakan bahasa Indonesia walaupun dengan logat Arab. Tawar-menawar juga lazim dilakukan di pasar yang tepat waktu sholat langsung tutup dan digelar karpet untuk alas sholat di lorong-lorong jalan pasar itu.

Pasar Zakfariah disebut juga sebagai pasar `borong` karena para pembeli yang umumnya jamaah haji banyak yang berbelanja dengan memborong barang sebagai oleh-oleh dan harganya umumnya relatif di bawah harga eceran di pasar lainnya.

4.      Pusat perbelanjaan Bin Dawood

Pusat perbelanjaan ini terletak di daerah Aziziyah, Misfalah, Sulaymaniyah, dan Ajyad. Berbagai barang dan kebutuhan dijual di tempat tersebut dengan harga yang bersaing.

Seperti halnya di supermarket diIndonesia, diskon menarik bisa didapatkan di tempat belanja ini apabila Anda membeli barang dalam jumlah besar. Jika satu potong gamis yang dijual di toko-toko busana di sekitar Masjidil Haram dibanderol dengan harga 40 riyal, Anda dapat membeli satu kodi (20 potong) baju yang sama di Bin Dawood dengan harga 20 riyal per potong.

5.      Pasar Seng

Lokasi belanja yang dapat memuaskan pengunjung yang tengah mencari cindera mata berupa emas dan perak dikenal di antara jamaah haji asal Indonesiadengan nama Pasar Seng. Pasar ini terletak di dekat Masjidil Haram. Orang Arab sering menyebut pasar ini dengan nama Suqudz Dzahab. Namun, kabarnya karena perluasan Masjidil Haram, pasar ini ikut digusur.

6.      Pasar Ukaz

Pasar Ukaz banyak menjual berbagai jenis buah kurma. Pasar ini terletak dikotaMekkah. Dulu, Pasar Ukaz merupakan pusat perdagangan masyarakat Mekkah yang selalu ramai. Namun sekarang pasar ini agak sepi pengunjung. Luas Pasar Ukaz lebih kecil dibandingkan dengan Pasar Aziziyah.

7.      Balad

Salah satu kawasan yang bisa menjadi surga bagi pebelanja adalah Balad. Selain memiliki pusat perbelanjaan kelas tinggi yang menawarkan produk terbaru dari merek fesyen ternama dariMilandanParis, kawasankotatua di Jeddah ini juga dipadati pedagang tradisional dan pasar terbuka yang menawarkan aneka produk fesyen dan souvenir dengan harga relatif murah.

Pada malam hari, pusat perbelanjaan ini padat oleh pengunjung. Kepadatan pusat perbelanjaan yang terletak di daerah Corniche ini memuncak selama musim haji karena jamaah haji biasanya menyempatkan diri mampir ke Jeddah untuk membeli buah tangan.

Karpet, abaya, aneka merk minyak wangi dengan kemasan unik, tasbih, sajadah, jam tangan, aneka produk kulit, kerudung, pasmina, hingga celak mata dan hena bisa dibeli di pusat perbelanjaan yang setiap waktu shalat tiba ditutup beberapa saat ini.

Sebagian besar barang yang dijual di pasar ini diimpor dari negara lain sepertiIndia,Pakistan,Bangladesh, dan tentu saja, Cina. Hampir semua produk suvenir yang dijual di pasar Balad, termasuk tasbih dan kaligrafi, merupakan barang impor dari Cina. Barang-barang impor dari Cina ini rata-rata dijual grosiran dan harganya sangat murah. Harga satuan tasbih batu aneka warna hanya 1 riyal dan harga satuan aneka dompet kulit hanya antara 10 hingga 15 riyal.

Di Balad, harga jual setiap produk sangat bervariasi sesuai dengan kualitasnya dan bisa ditawar. Sebagian pedagang juga bisa berbahasaIndonesiameski terbatas pada angka-angka sehingga pengunjung asalIndonesiayang tidak bisa berbahasa Arab tetap bisa melakukan tawar menawar harga.

Di antara toko-toko di Balad, Toko Ali Murah merupakan toko yang paling banyak didatangi jamaah hajiIndonesia. Meski namanya Ali Murah, namun harga barang yang dijual di toko ini sebenarnya relatif lebih mahal dibandingkan harga barang di toko yang lain. Jamaah hajiIndonesiarata-rata lebih memilih berbelanja di toko ini karena transaksi bisa dilakukan dengan bahasa Indonesia dan pembayaran dapat dilakukan dengan Rupiah. Semua pelayan di toko ini orangIndonesia, si empunya toko pun fasih berbahasaIndonesia.

8.      Haraj al-Sawarikh

Selain Balad, pusat belanja murah juga ada di kawasan Haraj Al-Sawarikh, sebuah los pasar panjang yang menjual aneka barang baru dan bekas. Karpet, lampu kristal, barang pecah belah, kosmetik, barang elektronik, produk fesyen dan souvenir banyak dijual di kawasan ini. Jika pandai menawar dan memilih, Anda dapat mendapatkan barang bagus dengan harga murah di sini.

9.      Tahlia street

Tahlia Streetberada di tengah Kota Jeddah. Anda dapat berbelanja di pusat perbelanjaan dan butik yang menjual produk-produk fashion ternama dunia seperti Prada, Gucci, dan Giorgio Armani. Harganya tentu ratusan hingga ribuan riyal per item. Kawasan ini disebut-sebut sebagai salah satu pusat perbelanjaan modern terbesar di Arab Saudi.

10.  Falestin street

Jika Anda ingin berbelanja produk elektronik,Falestin Streettempatnya. Di kanan kiri jalan ini berjajar toko-toko yang menjual aneka merk telepon genggam, kamera, MP3, MP4, MP5 dan komputer jinjing beserta aksesorisnya.

Harganya relatif lebih murah dibandingkan dengan harga barang elektronik di tanah air. Selisih harganya berkisar antara puluhan ribu rupiah hingga Rp1 juta.

Senangnya berbelanja oleh-oleh untuk sanak saudara di tanah air dapat menjadi momen istimewa bagi Anda. Sampaikanlah kebahagiaan tersebut dengan mengirimkan foto atau sekadar berkomunikasi oleh-oleh apa yang tepat untuk kerabat Anda.

Untuk memudahkan komunikasi Anda dengan keluarga dan rekan di tanah air, Anda dapat menggunakan layanan Indosat Haji. Dengan Indosat Haji, roaming di tanah suci, tak perlu khawatir. Anda dapat dengan mudah dan murah mengakses internet, Blackberry, telepon dan SMS.

Promo tarif menarik dapat Anda nikmati mulai dari Gratis 1 Menit setelah Nelpon 2 Menit, Akses Blackberry dan internet hanya Rp19.000/hari.

Dengan menggandeng operator STC (Saudi Telecom Company) yang merupakan jaringan terluas di Arab Saudi, Indosat memastikan komunikasi Anda dengan keluarga di tanah air lancar tanpa hambatan. Program Indosat Haji berlaku untuk pelanggan prabayar dan pascabayar dan untuk mengaktifkannya, Anda perlu melakukan setting secara manual HP, smartphone, atau tablet Anda. Setelah mensetting, Anda harus memilih jaringan ALJAWAL/STC/KSA01/420-01 setelah berada di Arab Saudi.

Selain kemudahan dalam berkomunikasi, Anda juga dapat menikmati berbagai informasi dan serba-serbi haji secara GRATIS dengan mengakses  *123# atau *122*1*3#  dengan tarif Rp2000/minggu. Layanan ini dapat diaktifkan pada saat berada di Arab Saudi atau Indonesia.

Selain kemudahan dalam berkomunikasi, Anda juga dapat menikmati berbagai informasi seputar ibadah haji secara GRATIS dengan mengakses  *123# atau *122*1*3#  dengan tarif Rp2000/minggu. Layanan ini dapat diaktifkan pada saat berada di Arab Saudi atau Indonesia.

 ‘tempat wisata di madinah’

Misteri Jabal Magnet, Endapan Larva Berumur Ratusan Juta Tahun


Selainmenjadi Kota Suci kedua umat Islam setelah Makkah Al Mukarramah, Madinah Al Munawarah juga memiliki sejumlah tempat wisata yang menarik dan sayang untuk tidak didatangi. Salah satunya adalah Jabal Magnet (Magnetic Hill) atau Gunung Magnet.

Mungkin bagi senbagian masayarakat Indonesia yang pernah berhaji atau mengunjungi Arab Saudi pernag mendengar dan mendatangi tempat itu. Seperti yang dilakukan sejumlah wartawan yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) pun yang mengunjungi tempat itu, yang kira-kira 60 kilometer dari Kota Madinah, beberapa waktu lalu dan sempat di ulang pada hari Selasa (15/12/2009).

Dalam perjalanan menuju kawasan Jabal Magnet dari Madinah, rombongan tidak habis-habisnya melepaskan pandangan ke bagian kiri dan kanan kendaraan yang terlihat sejumlah perkebunan kurma dan hamparan bukit berbatuan. 10 kilometer menjelang Jabal Magnet, rombongan melewati sebuah danau buatan yang cukup besar.


Ketika sampai di lokasi, rombongan sempat membuktikan misteri Gunung Magnet yang didominasi warna hitam dan merah bata itu. Rombongan turun dari mobil dinas Misi Haji Indonesia, Samsul Ali sang pengemudi pun mematikan mobil dan hanya menyalakan lampu sen.

Alhasil, mobil berjalan sendiri ke arah berlawanan (mundur), bakan sanggup mendaki tanjakan. Tidak hanya itu, jarum penunjuk kompas yang dibawa tim MCH juga tidak bekerja sebagaimana mestinya. Arah utara-selatan menjadi kacau. Selain itu, Samsul Ali menyebutkan, beberapa pengunjung mengaku pernah kehilangan data di telepon selulernya di lokasi tersebut.

“Inilah kekuatan medan magnet yang ada di gunung ini, sanggup menggerakkan mobil,” kata pria asal Pamekasan, Madura, Jawa Timur itu. Samsul Ali memang kerap mengantarkan jamaah atau petugas haji yang ingin menyaksikan misteri Gunung Magnet.

Magnetic Hill, atau warga setempat menyebutnya Manthiqa Baidha, yang berarti perkampungan putih. Namun, banyak yang menamainya Jabal Magnet. Jabal Magnet menyimpan misteri dan decak kagum bagi siapa saja yang berkunjung ke kawasan ini.

Daya dorong dan daya tarik magnet di berbagai bukit di sebelah kiri dan kanan jalan, membuat kendaraan yang melaju dengan kecepatan 120 kilo meter per jam, ketika memasuki kawasan ini, speed-nya perlahan-lahan turun ke 5 kilo meter per jam. Sehingga, gigi perseneling terpaksa diubah ke posisi dua. Sebaliknya, jika meninggalkan kawasan ini, mobil tanpa diinjak gas pun, bisa melaju dengan kecepatan hingga 120 km per jam.

Jabal Magnet yang menjadi kawasan wisata penduduk Madinah awalnya ditemukan oleh orang suku Baduy. Saat musim haji, banyak jamaah yang menyambanginya. Pemerintah Arab Saudi lalu membangun jalan menuju lokasi tersebut. Di daerah yang terhitung hijau karena banyak ditumbuhi pohon kurma itu, juga dilengkapi sarana wisata lainnya. Ada tenda-tenda untuk pengunjung, ada mobil mini yang bisa disewa untuk merasakan tarikan medan magnet itu.

Samsul Ali, mengutip pengamat geologi Ma’rufin menyebutkan, secara geologis, fenomena Jabal Magnet bisa dijelaskan dengan logika. Karena, Kota Madinah dan sekitarnya berdiri di atas Arabian Shield tua yang sudah berumur 700-an juta tahun.

Kawasan itu berupa endapan larva “alkali basaltik” (theolitic basalt) seluas 180.000 km persegi yang berusia muda (muncul 10 juta tahun silam dengan puncak intensitas 2 juta tahun silam). Lava yang bersifat basa itu muncul ke permukaan bumi dari kedalaman 40-an kilo meter melalui zona rekahan sepanjang 600 kilo meter yang dikenal sebagai “Makkah-Madinah-Nufud volcanic line”.

Banyak gunung berapi terbentuk di sepanjang zona rekahan itu. Seperti Harrah Rahat, Harrah Ithnayn, Harrah Uwayrid dan Harrah Khaybar. Tidak seperti di Indonesia yang gunung-gunungnya berbentuk kerucut, sehingga memberi pemandangan eksotis, gunung-gunung di Arab berbentuk melebar dengan puncak rendah. Kompleks semacam ini cocok disebut volcanic field atau harrah dalam bahasa Arab.

Harrah Rahat adalah bentukan paling menarik. Dengan panjang 310 km membentang dari utara Madinah hingga ke dekat Jeddah dan mengandung sedikitnya 2.000 km kubik endapan larva yang membentuk 2.000 lebih kerucut kecil (scoria) dan 200-an kawah maar. Selama 4.500 tahun terakhir, Harrah Rahat telah meletus sebanyak 13 kali dengan periode antarletusan rata-rata 346 tahun.

Letusan besar terakhir terjadi pada 26 Juni 1256, yang memuntahkan 500 juta meter kubik lava lewat 6 kerucut kecilnya selama 52 hari kemudian.


Jabal Magnet (Bukit Magnet). Itulah nama yang dikenal oleh jamaah haji Indonesia untuk diziarahi saat berada di Madinah. Tempat ini diyakini mengandung unsur magnet yang sangat tinggi. Para jamaah pun dibuat penasaran, termasuk tim liputan haji 1429 hijriah dari Indonesia.

Reporter detikcom Muhammad Nur Hayid berkesempatan mengunjungi kawasan ini, Selasa (11/11/2008), bersama rombongan wartawan daerah kerja (daker) Madinah. Rombongan yang mengunakan mobil L300 berpenumpang 12 orang itu dapat ‘mencicipi’ keajaiban Jabal Magnet yang dikenal sebagai ‘mantiqotul baido’ oleh orang Arab di saat teriknya matahari Madinah.

Jabal Magnet berjarak sekitar 30 menit perjalanan dengan menggunakan mobil dari pusat Kota Madinah. Panorama di sepanjang jalan menuju kawasan ini cukup indah. Selain jalannya yang lurus dan bersih, di sebelah kiri kanannya terdapat kebun kurma dan pohon-pohonan hijau yang membuat padang gurun yang gersang tampak berwarna. Di sepanjang jalan, kita bisa menjumpai gerombolan masyarakat Arab yang menernakkan unta mereka.

Jabal Magnet tidak ditandai secara khusus seperti layaknya tempat wisata yang lain. Hanya saja di kawasan itu dibangun sebuah bundaran yang didalamnya terdapat taman bunga dan tenda-tenda sewaan yang diperuntukkan bagi para peziarah.

Meski hanya berupa hamparan gunung dan pasir berwarna agak keputihan, areal ini cukup menarik hati para jamaah haji dari berbagai negara, termasuk tentu saja dari Indonesia. Dari pantauan detikcom, setidaknya rombongan jamaah haji dari Pakistan dan Bangladesh turut mengunjungi areal ini.

Keajaiban Jabal Magnet terletak pada pengaruh yang diberikannya kepada logam besi. Yang paling terasa ketika kita naik mobil hendak meninggalkan areal tersebut. Dengan posisi mesin mobil normal, kendaraan roda empat itu bisa melaju sekencang 120 km/jam saat meninggalkan Jabal Magnet. Pengaruh itu terasa hingga berjarak antara 1 sampai 4 km dari lokasi.

Namun pengaruh berkebalikan dirasakan ketika kita mendekati areal tersebut. Daya yang ditimbulkan oleh bukit magnet ini membuat kendaraan yang hendak mendekat merasakan daya tolak sehingga terasa lebih berat.

“Ini terasa banget kalau mau nyampe. Berat meski kita setel perseneling 4. Tapi kalau pas pulang, kita kosongkan dengan posisi normal, mobil jalan sendiri. Subhanallah,” kata sopir kami, Sapak Sully, seraya menggumamkan ketakjuban dengan menyebut nama Allah.

Masjid Qishos di Jeddah, yang Masih Menjadi Primadona Wisata Para Jamaah Haji Indonesia

Ada Rumput Sintetis untuk Buang Kesan Mengerikan
Masjid Qishos di Jeddah masih menjadi tempat wisata yang hampir selalu dikunjungi para jamaah haji, terutama dari Indonesia. Khusus selama musim haji, eksekusi hukuman “mengerikan” yang biasanya dilaksanakan setiap selesai salat Jumat di masjid itu diliburkan dulu. Mengapa? Inilah catatan wartawan Jawa Pos (induk Jambi Independent) Agus Wirawan yang baru pulang dari sana.

JIKA hukuman qishos diterapkan, majikan perempuan Sumiati (TKW yang disiksa di Arab Saudi) seharusnya mengalami siksaan seperti yang dialami Sumiati. Itu pun jika majikan Sumiati tersebut dinyatakan terbukti bersalah.

Jika majikan Sumiati itu benar-benar di-qishos, eksekusi akan dilaksanakan di Masjid Qishos, Jeddah. Masjid tersebut tidak jauh dari pusat perbelanjaan Corniche atau yang biasa disebut Pasar Balad, yakni sekitar 500 meter. Tempat itu juga menjadi lokasi belanja terfavorit yang dikunjungi para jamaah haji Indonesia.

Hukuman paling mengerikan yang dilaksanakan di halaman masjid tersebut adalah pancung bagi para pelaku pembunuhan. Bagi mereka yang mencuri, tangannya akan dipotong. “Hukuman potong tangan kali terakhir sekitar tiga bulan lalu sebelum haji,” kata Mursyid, seorang WNI yang tinggal di sekitar kawasan Kandara, Jeddah.

Informasi yang didengar Mursyid, si pencuri itu ditangkap saat beraksi di salah satu supermarket di wilayah Laut Merah. Namun, aksi tersebut bisa diketahui berkat rekaman kamera CCTV. Akibatnya, pencuri itu harus rela kehilangan salah satu tangannya karena tindakan tidak terpuji tersebut. “Hukuman berat itulah yang membuat di Arab Saudi sangat jarang ada kasus pencurian,” ungkapnya.

Selama tiga tahun bekerja di Arab Saudi, Mursyid yang sehari-hari bekerja di sebuah biro perjalanan itu tak pernah mendengar adanya kasus pencurian mobil. “Kalau mobil, paling yang hilang cuma spion atau aksesori lain yang mahal-mahal. Kalau mobilnya, nggak pernah ada pencurian,” ceritanya.

Bagi pelaku pembunuhan, hukumannya lebih mengerikan. Yakni, kepalanya dipancung oleh para askar (polisi Arab Saudi, red). Eksekusi itu dilakukan di hadapan khalayak ramai di pelataran Masjid Qishos. Pemancungan kepala dilaksanakan di bawah tenda permanen dari besi di pelataran masjid tersebut. Sebuah alat potong seperti pisau besar baru didatangkan ketika hukuman akan dilaksanakan.

Sayang, kata Mursyid, hukuman qishos terkesan diskriminatif. Sebab, hukuman itu tidak berlaku bagi warga negara Saudi yang membunuh TKW. “Dulu pernah ada, tapi tidak di-qishos. Dia hanya bayar denda,” ujarnya, kesal.

Muhammad Firdaus, ketua masjid Indonesia Jeddah, mengakui bahwa hukuman qishos memang masih diberlakukan di negara tersebut. Sebab, Saudi merupakan negara kerajaan yang berdasar ajaran Islam sehingga semua aturan yang dijalankan sesuai syariat Islam. “Untuk yang mencuri, tangannya akan dipotong, sedangkan pelaku pembunuhan akan dipenggal kepalanya,” tuturnya.

Hukuman pancung seperti itu, menurut dia, biasanya dilakukan selesai (ba`da) salat Jumat di Masjid Qishos. Petugas akan mengumumkan melalui loudspeaker masjid tentang hukuman tersebut sesaat sebelum pelaksanaan.
“Hukuman pancung memang sengaja dilakukan di hadapan umum,” lanjutnya.

Tujuannya, lanjut Firdaus, memberikan efek jera bagi mereka yang menonton agar tidak meniru perbuatan si terpidana. Meski aktivis hak asasi manusia (HAM) di berbagai belahan dunia menentang pemberlakuan hukuman seperti itu, pemerintah Saudi masih menjalankannya. “Tapi, kalau pas musim haji, hukuman itu diliburkan dulu,” tambahnya.

Pemerintah Saudi, tampaknya, tidak menginginkan hukuman seperti itu menjadi cerita buruk tentang negaranya. “Mungkin pemerintah Saudi tidak ingin jamaah haji yang menjadi tamunya ngeri melihat hukuman seperti itu,” ungkapnya.

Sebaliknya, pemerintah Saudi berusaha membuang kesan angker di masjid tersebut. Caranya, di halaman masjid itu dibikin taman dengan rumput hijau sintetis. Di belakang masjid bercat putih yang di atasnya terdapat sekitar sepuluh kubah tersebut juga dibikin danau buatan yang sangat luas. Tak heran, pada musim-musim haji seperti sekarang ini, banyak jamaah yang berkunjung ke masjid itu.

Ketika berada di masjid tersebut, Jawa Pos bertemu sekitar 200 jamaah haji plus Al-Aziziyah dari Surabaya. Ruangan Masjid Qishos yang sebelumnya lengang langsung terisi 80 persen orang Indonesia saat salat Asar. “Pesawat (ke Indonesia) kami pukul 10 malam nanti. Jadi, masih ada waktu untuk jalan-jalan di Jeddah,” kata Haji Munif, salah seorang pemandu jamaah.

Dia menyatakan, Masjid Qishos merupakan lokasi wisata pertama yang didatangi rombongannya ketika tiba di Jeddah. Setelah itu, jamaah Al Aziziyah akan berbelanja di Pasar Balad, kemudian dilanjutkan wisata ke masjid terapung di Laut Merah. “Kami pengen tahu seperti apa hukuman Islam diterapkan di negara ini,” jelasnya

Wisata di Riyadh,Kemana Saja ?
Jika dibandingkan dengan tempat tujuan wisata dunia lainnya,Riyadh bukanlah destinasi wisata yang paling dicari wisatawan.Untuk wisata rokhani saja masih kalah dengan kota senegaranya,Madinah dan Makkah serta Jeddah.

Karena secara historis kota Riyadh tidak terlalu bersinggungan dengan sejarah Islam.Hanya populer dalam sejarah penaklukan Nejd saja oleh dinasti Saud yang sedang berkuasa saat ini.Jadi,tidak heran peminat untuk jalan-jalan ke Riyadh tidak terlalu banyak.

Tempat tujuan wisata peringkat 1 destinasi wisata Riyadh adalah Gedung Faisaliyah dan Gedung Tower Kerajaan (Kingdom Center Tower).Terkenal dengan nama bahasa Arab Gedung Mamlaka,yang artinya Kerajaan.Meskipun ini bukan bangunan resmi Kerajaan Saudi,tetapi karena namanya memakai nama Kingdom,maka lebih populer sebagai Tower Mamlaka (The Tower of Kingdom).

Dari Gedung Mamlaka yang terunik adalah ketika kita bisa mengobservasi dan melihat semua pemandangan sekitar kota Riyadh dari jembatan di puncak Gedung yang berbentuk hurup V ini.Yaitu di bagian dak tertinggi.Di lantai bawah gedung ini terdapat restauran dan Mall kelas Internasional.Termasuk gerai-gerai produk kelas jet set berharga mahal.

Begitupun di Gedung yang masih satu blok lokasinya dengan Tower Kerajaan Mamlaka.Masih wisata melihat bangunan pencakar langit yang unik,ada gedung berbentuk kerucut yang di dekat puncaknya ada bagian berbentuk Globe.Bangunan bagian ini terkenal dengan nama Globe Emas, didalamnya terdapat restauran dan berbagai gerai kelas atas.Itulah Gedung Faisaliyah.

Gedung Fasilayah dan Gedung Mamlaka saat ini merupakan Ikon kota Riyadh.Terletak di distrik Olaya tepat di tengah jantung kota Riyadh.Dan jangan lupa,bertanyalah dulu ke petugas jika mau membidik memotret-motret apapun di sana,karena tidak bebas memoto objeknya.

Selain dua gedung itu,di Riyadh jika Anda berminat masih bisa meneruskan jalan-jalan ke wisata Mall.Misalnya ke Granada Center (Gornata,bs Arab) di eksit 9 Jalan Lingkar Utama.Ke pasar grosir Batha,atau ke Mall-mall yang banyak bertebaran di seantero sudut Riyadh.

Wisata belanja banyak mall misalnya,Panorama Mall,Riyadh Gallery,Al Othaim Mall,Khurais Mall,Marina mall,Sahara Plaza,Pusat grosir Batha yang ada mall orang Pinoy semua (Filipina) namanya Manilla Mall dan sebagainya.

Atau bagi yang suka wisata alam terbuka dan tanah lapang,Anda sekeluarga bisa masuk ke daerah Al Thumamah,samping Bandara King Khalid.Di sana bisa olahraga naik kuda,balapan motor,atau santai di taman-taman fantasy sekelas Ancol kalau di tanah air,namun tidak seramai Ancol sih.

Jika menyukai sejarah dan masa lalu serta museum benda-benda bersejarah,bisa masuk ke daerah Hayyi Dira ada Museum King Abdul Aziz,ada mesjid Hayyi Dira yang konon di sana tempat mengeksekusi orang di hukum pancung.

Wisata museum ada tempat bersejarah Old Diriyyah di Diriyyah,Sager-Aljazirah Aviation Museum di eksit 10,National Museum,King Abdul Aziz Historical Center dan sebagainya.

Untuk yang mau melihat “sungai’ di tengah gurun,lebih tepatnya sungai buatan yang airnya adalah tampungan dari seluruh saluran air pembuangan dari kota Riyadh.Saking besarnya volume air dari pemukiman Riyadh,maka di hilirnya bisa serupa aliran sungai selebar kurang lebih 5-8 meter dengan kedalaman di titik terdalam bisa mencapai 80 cm.

Wisata sekitar sungai aliran air pembuangan ini namanya Wadi Hanifah.Di sini bisa menikmati  seperti di pantai-pantai daerah aliran sungai di kita,namun di tengah gurun.Tetapi bagi yang pertama kali ke sana tidak akan tahan dengan aroma bau airnya.Bau bangkai karena maklumlah air kumpulan pembuangan kota.

Untuk yang suka berkuda bisa wisata ke Equestrian Club of Riyadh,yaitu wisata melihat lintasan pacuan kuda.Untuk melihat kondisi perkotaan yang ramai mau melihat banyak orang berjalan di trotoar dan bebas keluar masuk dari toko ke toko,saya sarankan Anda jalan ke daerah distrik Al Dirra,Al Batha sampai ke Pasar Kharaj,pusat perdagangan barang bekas terbesar di Riyadh.

Dan masih banyak lagi yang lainnya.Secara umum tidak terlalu banyak yang menarik secara keindahan,kalah jauh dengan tempat-tempat indah di tanah air.Tetapi mungkin bagi yang sedang meneliti,atau sedang iseng saja jalan-jalan di Ibukota Kerajaan Saudi ini,semoga bermanfaat info sekilas ini.

Yang patut kita ketahui nilai lebihnya wisata di Riyadh adalah faktor keamanan lebih baik,sistem lalu lintas yang sudah modern dan tidak terlalu macet,jangan khawatir tersesat,tidak terlalu hiruk pikuk dengan pedagang asongan,atau pemotor da pejalan kaki.

Selain itu,tempat parkir yang gratis,tis-tis,aman dan tak akan ada yang mengawal lalu minta uang keamanan dari petugas lalu lintas di sini.Fasilitas umum keperluan WC,mandi cuci kakus tersedia dengan mudah di setiap tempat dan lokasi gratis,serta  jangan kahawatir,air bersih melimpah walau di negeri gurun pasir.

Khusus bagi Anda yang senang berpetualang di tempat terbuka,gemar berkemping,ya Anda bisa bebas sebebas-bebasnya menikmati alam terbuka menghampar,mau kemping dimana saja,parkir dimana saja,tidak akan ada preman menghampiri,gurun bebas biasa disebut mereka Bar,tempat terbuka bebas di gurun.Bebas,luas terhampar lautan sahara yang bagai tanpa ujung.

Dan sejumlah yang tidak bisa saya tulis semuanya,misalnya tentang restauran-restauran kelas Internasional dan Hotel-hotelnya.Hanya yang pernah saya lihat dan pernah dikunjungi atau dilewati saja di kenyataan selama “jadi kuli” di Riyadh.

No comments:

Post a Comment