Seorang gadis Palestina yang bernama Bashaer Othman, menjadi Menteri termuda di dunia setelah hari Kamis dua pekan lalu dia menjadi salah satu Menteri Urusan Desa di tepi Barat, Palestina. Namun ia menduduki Menteri itu hanya satu hari ketika hanya menggaantikan Menteri Besaisso daridee yang seharusnya mengunjungi desanya.
Bashaer Othman mengambil alih pemerintahan lokal selama sehari setelah sebelumnya pada tahun 2012, dia juga menjabat sebagai Walikota Alar selama dua bulan.
Bashaer ketika menjabat sebagai walikota dan Menteri ‘’sementara’ telah menjadi berita dunia setahun yang lalu ketika ia menjadi walikota kota Allar, Tepi Barat yang berpenduduk 9000 jiwa, selama dua bulan.
Setelah itu, fotonya yang menggunakan hijab (jilbab Islam yang mencakup rambut tetapi meninggalkan wajah terbuka) menunjukkan dia duduk pada meja besar ketika tengah menerima telepon dari seluruh dunia menghiasi berbagai media di dunia.
Menurut Bashaer Othman, dia sendiri yang membuat proposal kepada Menteri "Mr Besaisso’’ ketika ia mengunjungi kotanya dan dia tahu saya seorang Walikota. Saya mengajukan saran dan ide dan dan menurut Besaisso ide dia dianngap menakjubkan (...). Aku bilang aku tertarik dengan proposal yang aku buat antara lain soal kebersihan dan Tempat Pembuangan Sampah di kota ini, dan untuk bisa saya pelihatkan kepada orang-orang muda Palestina bahwa sesungguhnya tidak ada yang mustahil untuk dikerjakan untuk bangsa Palestina ,"katanya kepada koran Spanyol ABC.
Ia menambahkan bahwa, dalam perayaan hari pemuda internasional, ini akan menjadi cara yang baik untuk "menempatkan orang-orang muda bisa masuk dalam agenda politik wilayah Palestina."
.
Wanita muda ini ingin, pada suatu hari, ia ingin membuat keputusan untuk Bangsa Palestina dan tepi Barat dan memberikan suara kepada orang-orang muda.
Oleh karena itu ia berniat untuk menciptakan sebuah Dewan untuk pemuda yang memiliki pengaruh dalam pembuatan kebijakan. Dia bermimpi mengajukan proposal itu , dan ingin mengajukan proposal yang berisi program dan kebijakan
pendidikan yang lebih baik.
Dia menambahkan, bagaimanapun, apa yang telah dia lakukan ini adalah untuk hari ini, dan untuk masa depan bangsa Palestina..
Tujuan lain jangka pendek adalah untuk mengirim surat dan proposal untuk meminta adanya intervensi dalam kasus penutupan tempat pembuangan sampah di kota Al Bira PBB. Menurut para tetangga di kota itu bahwa mereka tidak memiliki pilihan lain: kecuali mereka diwajibkan untuk membakar sampah di depan rumah mereka.
"Tentara Israel menutup TPA dan sekarang orang membuat api unggun sampah di mana mereka tinggal, dengan konsekuensi bisa berdampak begi kesehatan penduduk dan pencemaran lingkungan.
Hal ini tak tertahankan dan saya akan meminta PBB untuk berbicara kepada Israel untuk membuka kembali TPA atau menemukan solusi alternatif,"kata Bashaer.
Selama dua bulan ketika dia menjabat adalah Walikota Allar, Tepi Barat, dia kerap meresmikan kegiatan musim panas yang ditujukan untuk memberdayakan orang-orang muda, Bashaer mengurus semua hal yang berkaitan dengan kebijakan Kewalikotaan mulai dari pengawasan karyawan sampai menandatangani dokumen resmi, kecuali urusan keuangan. Ia bekerja di bawah pengawasan Walikota Sufian Shadid, yang mengatakan dia berharap bahwa perannya sebagai otoritas mendorong perempuan untuk berpartisipasi lebih aktif dalam politik.
Terpilihnya Bashaer Othman sebagai Wali Kota Allar, sebuah kota kecil di wilayah utara Tepi Barat, Palestina, mematik semangat para pemuda-pemudi Palestina. Meski hanya dua bulan menjabat sebagai wali kota, tapi ia telah membangkitkan kepercayaan diri para pemuda
"Prestasi yang telah saya capai (sebagai wali kota selama dua bulan), di antaranya membangun sebuah pabrik bahan bangunan, membangun taman-taman kota, membuat sistem pertahanan sipil yang lebih aplikatif bagi para pemuda dan remaja, serta membangkitkan kepercayaan diri para pemuda untuk terlibat di kegiatan-kegiatan seperti ini, dari mulai terlibat di organisasi sampai pelatihan kepemimpinan sebagai persiapan untuk menjadi pemimpin di masa depan," papar Bashaer.
Sebagai anak muda, gadis 16 tahun itu mengungkapkan mengapa ia memilih wali kota sebagai jalur perjuangan. "Saya berpikir bahwa memulai segalanya itu adalah dari hal yang kecil terlebih dahulu. Jabatan wali kota di sebuah kota kecil di Palestina adalah hal yang paling dekat di atas organisasi pemuda yang saya pimpin," sebut dia.
Kedatangannya ke Jakarta untuk memenuhi undangan World Peace Movement guna menerima penghargaan 'The World Youngest Mayor Award' dari Royal World Records. Bashaer menyatakan, tahun depan dirinya ingin melanjutkan kepemimpinan di sebuah sub yang lebih tinggi. "Seperti menteri, perdana menteri, atau presiden. Saya akan menantang posisi-posisi itu," tukasnya mengakhiri.
Pengangguran menjadi isu yang sangat fundamental di Palestina. Hal itu diakui mantan Wali Kota Allar, sebuah kota kecil di wilayah utara Tepi Barat, Palestina, Bashaer Othman.
Saat ditanya bagaimana para pemuda di Palestina, khususnya di Tepi Barat, Bashaer yang menjadi wali kota termuda dunia itu mengatakan, banyaknya pengangguran di Palestina karena banyak lulusan sekolah dan perguruan tinggi yang lulus. "Akan tetapi tidak banyak proyek maupun lapangan pekerjaan yang menampung mereka," kata gadis 16 tahun itu.
.
Kendati demikian, Bashaer mengungkapkan para pemuda Palestina tetap optimis menyambut masa depannya. "Karena kami mencintai Palestina," ujar Bashaer yang menjadi wali kota hanya dua bulan.
Kedatangannya ke Jakarta untuk memenuhi undangan World Peace Movement guna menerima penghargaan 'The World Youngest Mayor Award' dari Royal World Records.
"Kami menginginkan adanya perdamaian serta melakukan banyak hal. Tidak hanya melakukan demonstrasi yang sering dipandang negatif, banyak dari kami juga terlibat di forum-forum konstruktif seperti forum kebudayaan dan pendidikan."
Gadis 16 tahun itu melanjutkan, "Percayalah, para pemuda di Palestina tidak tinggal diam. Kami mengupayakan (perdamaian) dengan berbagai cara."
Kami semua menginginkan perdamaian, kata Bashaer Othman, mantan Wali Kota Allar, sebuah kota kecil di wilayah utara Tepi Barat, Palestina. Wali kota termuda dunia itu mengaku sedih hidup di tanah penjajahan.
"Siapa yang tak sedih jika bangsanya dijajah. Semua anak muda di Palestina pasti menginginkan perdamaian," kata Bashaer Othman.
Kedatangannya ke Jakarta untuk memenuhi undangan World Peace Movement guna menerima penghargaan 'The World Youngest Mayor Award' dari Royal World Records. Gadis 16 tahun itu enggan berkomentar tentang konflik di negaranya.
"Saya tidak bisa mengomentari lebih jauh mengenai konflik negara kami karena saya telah memperoleh mandat dari Dubes (Palestina di Indonesia) untuk tidak mengomentari persoalan politik," sebut Bashaer yang menjabat Wali Kota Allar selama dua bulan.
Ia menyatakan, misinya ke Indonesia untuk mengispirasi para pemuda. "Misi saya datang ke Indonesia adalah sebagai seorang pemuda yang berusaha menginspirasi para pemuda yang lain," tukasnya. (Pravda/AbC).

No comments:
Post a Comment