!-- Javascript Ad Tag: 6454 -->

Thursday, December 19, 2013

Rakyat Menjerit, Tarif Listrik Semakin Tidak Terjangkau


Rakyat Menjerit, Tarif Listrik Semakin Tidak Terjangkau

ASATUNEWS - Saya setuju dengan pendapat Menteri Perindustrian MS Hidayat bahwa Listrik PLN termahal di Asia Tenggara. ‘’Karena tarif yang berlaku saat ini membuat industri tidak bisa berdaya saing. Apa lagi tarif listrik di Indonesia termasuk paling tinggi di bandingkan dengan negara ASEAN lainnya’’, kata Menteri Perindustrian MS Hidayat usai menghadiri pengesahan UU Perindustrian di Geduang DPR-RI Jakarta Kamis (19/12).

‘’Bayangkan saja listrik rumah saya 2,300 Watt bulan lalu paling mahal Rp.300,000 perbulan, bulan ini saya harus membayar Rp.550.000 per bulan, saya sampai membatalkan pembayaran karena kenaikannya terlalu tinggi, padagal ketika saya ke loket pembayaran koperasi PLN di jalan raya bogor hanya membawa uang Rp 400.000,- kata Imas (51) warga Villa Pertiwi Depok.

Keluhan serupa juga dialami Ida (46) warga Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat. ‘’Saya biasanya bayar iuran Listrik paling tinggi per bulannya hanya Rp 600.000, bulan November 2013 ini melonjak hingga lebih Rp 1.000.000 per bulan,’’ kata Ibu Ida.

Beberapa ibu-ibu lain yang hanya menggunakan 900 watt listrik di Perumnas Depok juga mengeluhkan kenaikan tariff listrik PLN ini. Padahal para pejabat PLN hidup mewah. ‘’Teman saya yang selalu menang tender membersihkan turbin PLN pun bisa kaya raya dari bisnis dengan PLN, jadi mungkin korupsi dan tidak efisiennya PLN penyebab listrik PLN mahal.|ASN-013/MJF

No comments:

Post a Comment