!-- Javascript Ad Tag: 6454 -->

Monday, December 16, 2013

Tentara Israel Dibunuh Penembak Jitu Lebanon

Tentara Israel Dibunuh Penembak Jitu Lebanon

Seorang tentara Israel tewas terbunuh penembak jitu Lebanon, Minggu malam. Menurut militer Israel, saat itu korban tengah berkendara di dekat Rosh Hanikra, perbatasan Lebanon. Penembakan itu mengisyaratkan peluang balas dendam oleh Israel.

.
Tak hanya itu, insiden tersebut juga memperbesar peluang konflik di kawasan itu, yang cenderung tenang sesudah pertempuran pada pertengahan 2006 silam. Hizbullah, kelompok milisi Lebanon yang berperang dengan Israel tujuh tahun lalu, diduga tak terlibat dalam insiden Minggu.

Kantor Berita Nasional Lebanon membenarkan penembakan dilakukan tentara Lebanon. Penyebab serangan belum bisa dipastikan. Selama ini tentara Lebanon melakukan penembakan jika menilai tentara Israel tengah berupaya menyusup. Pejabat keamanan Lebanon belum berkomentar.

Letnan Kolonel Peter Lerner, juru bicara tentara Israel, menyatakan Israel telah mengajukan protes mengenai “pelanggaran kedaulatan Israel” ini kepada pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNIFIL). Ia juga meminta pasukan memperkuat kesiapan mereka.

“Kami tak akan menoleransi agresi terhadap negara Israel, dan kami mempertahankan hak untuk mempertahankan diri terhadap pelaku serangan atas Israel serta warganya,” papar Lerner.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki-moon menyatakan kedua kubu mesti “bekerja sama dengan PBB…untuk memperjelas fakta.” Ban juga mendesak Israel dan Lebanon untuk menahan diri.

Sejak perang 2006 silam, perbatasan Israel-Lebanon menghadapi serangkaian kerusuhan sporadis. Israel merespons serangan roket serta penembakan di sekitar perbatasan dengan serangan udara serta tembakan artileri.

Dalam insiden paling serius, seorang petinggi militer Israel tewas terbunuh penembak jitu Lebanon pada 2010, sesudah pasukan Israel berupaya menebang sebatang pohon di perbatasan. Israel membalas lewat tembakan artileri, menewaskan dua tentara Lebanon serta seorang jurnalis.

Andrea Tenenti, juru bicara pasukan PBB di selatan Lebanon, menyatakan PBB mendapat informasi tentang “insiden serius” di perbatasan. Menurut Tenenti, pasukan UNIFIL sudah mengontak tentara Lebanon dan Israel. Keduanya, kata Tenenti, sama-sama kooperatif.

“Insiden terjadi di jalur biru perbatasan di wilayah Israel,” katanya, mengacu pada garis demarkasi yang ditetapkan PBB untuk Israel dan Lebanon. Ia tak menjabarkan lebih lanjut dan hanya mengatakan UNIFIL masih menyelidiki serangan.

Perang 2006 meretas sesudah pasukan gerilya Hizbullah menerobos wilayah Israel. Di sana, mereka menawan dua tentara Israel. Perang selama sebulan menewaskan sekitar 1.200 warga Lebanon dan 160 orang Israel.

Hizbullah memiliki puluhan ribu rudal dan roket untuk menyerang Israel. Namun kini kelompok milisi Lebanon itu tengah disibukkan oleh upayanya menyokong pasukan Presiden Suriah Bashar al-Assad dalam perang saudara Suriah. Petinggi Israel menilai Hizbullah saat ini tak berniat membuka pertempuran baru dengan Israel.

No comments:

Post a Comment