!-- Javascript Ad Tag: 6454 -->

Tuesday, December 17, 2013

Wartawan Harus Jaga Hubungan Baik



Wartawan Harus Jaga Hubungan Baik

ASATUNEWS - Salah satu kunci utama yang harus dimiliki wartawan adalah terjalinnya hubungan baik dengan narasumber. Dengan menjalin hubungan baik itulah kelak wartawan akan dapat memetik manfaatnya. Demikian disampaikan oleh redaktur ASATUNEWS.com, Muhammad Jusuf, dalam acara Kajian Selasa Malam, yang kami adakan untuk kedua kalinya, Selasa (17/12).

Pria berusia 54 tahun ini menjelaskan, dirinya secara pribadi telah menjalin komunikasi baik dengan berbagai kalangan, khususnya dengan narasumber. Hubungan baik tersebut telah dirintis oleh Jusuf sejak lama. Dirinya pernah menjalin hubungan baik dengan seorang prajurit TNI Angkatan Darat pada era 1980-an. Kala itu, serdadu berdinas di Kodam Jaya, Jakarta, dan hanya bertugas sebagai juru foto.

Namun, setelah 20 tahun tidak berjumpa, prajurit tersebut telah naik pangkat menjadi seorang perwira menengah berpangkat kolonel.

Pada suatu hari, Jusuf terjebak dalam konflik sadis yang menewaskan banyak manusia tersebut. "Saat itu, saya terjebak di daerah Batu Merah, Ambon. Merasa keadaan terjepit segera saya hubungi tentara itu. Walhasil, datang pertolongan dan saya dijemput oleh prajurit Kopassus, kemudian diungsikan di daerah yang relatif aman," kenang Jusuf.

Selain itu, ia juga mengisahkan pengalamannya melawat ke belasan negara dalam menjalankan tugas kewartawanannya. Salah satu liputan yang paling berkesan adalah perjalanan dirinya dalam meliput KTT OPEC pada tahun 1985. Kala itu, KTT OPEC dilaksanakan di Muscat, Oman, Timur Tengah. Sesuai jadwal, dirinya hanya bisa meliput kegiatan negara penghasil minyak.

Namun, naluri kewartawanannya mengarahkan dia untuk juga mencari berita di negara lain, hingga ia akhirnya tiba di New York, Amerika Serikat, setelah dari Oman. Itu bisa ia lakukan dengan gratis dengan kiat-kiat tertentu, yang ia informasikan kepada kami malam itu. | BAHAUDIN MARCOPOLO/ASN-024/DJE

Pada suatu hari, Jusuf terjebak dalam konflik sadis yang menewaskan banyak manusia tersebut. "Saat itu, saya terjebak di daerah Batu Merah, Ambon. Merasa keadaan terjepit segera saya hubungi tentara itu. Walhasil, datang pertolongan dan saya dijemput oleh prajurit Kopassus, kemudian diungsikan di daerah yang relatif aman," kenang Jusuf.

Selain itu, ia juga mengisahkan pengalamannya melawat ke belasan negara dalam menjalankan tugas kewartawanannya. Salah satu liputan yang paling berkesan adalah perjalanan dirinya dalam meliput KTT OPEC pada tahun 1985. Kala itu, KTT OPEC dilaksanakan di Muscat, Oman, Timur Tengah. Sesuai jadwal, dirinya hanya bisa meliput kegiatan negara penghasil minyak.

Namun, naluri kewartawanannya mengarahkan dia untuk juga mencari berita di negara lain, hingga ia akhirnya tiba di New York, Amerika Serikat, setelah dari Oman. Itu bisa ia lakukan dengan gratis dengan kiat-kiat tertentu, yang ia informasikan kepada kami malam itu. | BAHAUDIN MARCOPOLO/ASN-024/DJE

No comments:

Post a Comment