!-- Javascript Ad Tag: 6454 -->

Tuesday, May 20, 2014

Cina kecam dakwaan AS terhadap perwira

Cina menunda aktivitas kerja sama dengan AS terkait dakwaan terhadap pejabat militernya
Cina kecam dakwaan AS terhadap perwira

Cina mengecam dakwaan Amerika Serikat terhadap lima perwira militer yang dituduh melakukan aksi spionase untuk kepentingan ekonomi 'Negeri Tirai Bambu'.

Beijing mengatakan "tak pernah terlibat atau berpartisipasi" dalam pencurian cyber dan menyebut dakwaan AS itu dapat membahayakan kerja sama antara kedua negara.

Amerika Serikat, Cina, Internet
Sebelumnya, Jaksa Agung AS Eric Holder mengatakan dakwaan dikenakan terhadap lima perwira militer sebagai bentuk "reaksi agresif".

Jaksa AS menyebutkan lima perwira tersebut mencuri Klik data rahasia dagang dan dokumen internal dari lima perusahaan dan sebuah serikat pekerja.

Namun, Kementerian Luar Negeri Cina mendesak Washington untuk "segera mengoreksi kesalahan" dan menarik dakwaan.

Juru bicara Kemenlu Cina, Qin Gang, seperti dikutip kantor berita Xinhua, mengatakan bahwa dakwaan tersebut "tidak berdasar dan memiliki tujuan tersembunyi".

Dia mengatakan Cina telah memutuskan untuk menunda aktivitas bersama Kelompok Kerja Cyber Cina-AS yang dibentuk pada April lalu.

"Mengingat pihak AS kurang bersungguh mencari penyelesaian masalah yang berkaitan dengan keamanan cyber melalui dialog dan kerja sama, Cina telah memutuskan untuk menunda aktivitas Kelompok Kerja Cyber Cina-AS," kata Qin.

Beijing kerap menyatakan bahwa pihaknya merupakan korban dari pencurian data cyber, penyadapan, dan aktivitas pengawasan oleh AS.
Qin menambahkan: "Sekali lagi kami mendesak pihak AS untuk memberikan penjelasan yang jelas mengenai apa yang terjadi dan segera menghentikan aktivitas seperti itu."

Dia juga memperingatkan Cina dapat bertindak lebih jauh, tetapi tidak menjelaskan secara detail.


Lima tentara Cina didakwa curi rahasia dagangAmerika Serikat

mengenakan dakwaan kepada lima tentara Cina karena meretas perusahaan swasta dalam upaya mendapatkan keuntungan bagi perusahaan negara itu.

Dakwaan ini adakah kasus spionase internet pertama yang pernah diajukan.

Amerika Serikat, Cina, Internet
Jaksa Agung Eric Holder mengatakan peretasan yang dilakukan "signifikan" dan pihaknya menuntut "tanggapan agresif."

Kejaksaan Amerika mengatakan lima tentara itu mencuri rahasia perdagangan dan dokumen internal dari lima perusahaan dan satu serikat buruh.

Cina sebelumnya menyanggah meretas Amerika dan mengatakan mereka juga menghadapi serangan yang sama.
'Infiltrasi sasaran komersial'

Holder mengatakan di Washington Senin (19/05) bahwa dakwaan peretasan terhadap warga Cina itu merupakan yang pertama terhadap pihak "yang menginfiltrasi sasaran komersial Amerika melalui internet.

Holder menyebutkan korban peretasan tentara Cina itu adalah Westinghouse Electric, US Steel, Alcoa Inc, Allegheny Technologies, SolarWorld dan serikat buruh, Steelworkers Union.

"Dugaan peretasan itu dilakukan tanpa alasan lain kecuali keuntungan untuk perusahaan negara dan kepentingan lain di Cina dengan kerugian yang ditimbulkan terhadap bisnis di Amerika Serikat," kata Holder.

Dalam dakwaan yang diajukan di Pennsylvania, pusat industri baja Amerika, Amerika menyebut Wang Dong, Sun Kailiang, Wen Xinyu, Huang Zhenyu, dan Gu Chunhui, perwira di Unit 61398 Tentara Pembebasan Rakyat Cina sebagai terdakwa. BBC

No comments:

Post a Comment