!-- Javascript Ad Tag: 6454 -->

Wednesday, May 21, 2014

Ledakan di Xinjiang, 31 orang tewas

Aparat keamanan bersiaga setelah ledakan terjadi di pasar Urumqi.
Ledakan di Xinjiang, 31 orang tewas

Sebuah ledakan menewaskan sedikitnya 31 orang dan mencederai 94 lainnya setelah beberapa orang melemparkan bom molotov dan menabrakkan dua mobil ke sebuah pasar di ibu kota Xinjiang, Urumqi.
Sebagaimana diberitakan kantor berita Xinhua, salah satu kendaraan meledak dalam serangan yang terjadi pada Kamis (23/05) pagi.

Foto-foto saksi mata yang disebarkan melalui situs jejaring sosial Cina, Weibo, menunjukkan serangan terjadi tatkala pasar dipadati pengunjung.
"Saksi mata menyebutkan dua kendaraan berjalan dari utara ke selatan dan kemudian menabrak orang yang berasa di pasar pada pukul 07:50 waktu setempat. Bahan peledak dilemparkan dari kendaraan," seperti dilaporkan Xinhua.

Insiden itu merupakan peristiwa kekerasan terkini di Xinjiang yang dihuni oleh etnik muslim Uighur.

Bulan lalu, sebuah serangan bom terjadi di Stasiun Urumqi yang menewaskan tiga orang dan puluhan orang terluka. Cina menuduh kelompok separatis Uighur berada di balik serangan tersebut.

Pemerintah Cina mengontrol dengan ketat penyebaran informasi berkaitan insiden di wilayah tersebut, yang dilanda ketegangan antara etnik Uighur dan Han Cina.

Aparat Xinjiang tangkap ratusan orang

Aparat keamanan wilayah Xinjiang, Cina, telah menahan lebih dari 200 orang sepanjang enam pekan terakhir atas tuduhan penyebaran video teroris. Aksi itu dilakoni di tengah gelombang serangan di sejumlah stasiun kereta api.

Sebagaimana dilansir harian pemerintah, Global Times, kepolisian di wilayah berpenduduk mayoritas muslim etnik Uighur itu menahan sebanyak 232 orang.

Mereka dituding telah menyebarkan berbagai rekaman video di dunia maya yang mempromosikan terorisme. Sebelumnya, pada akhir Maret lalu,

pemerintah daerah Xinjiang resmi melarang pengunduhan, penyimpanan, dan penyebaran video terkait aksi terror melalui internet.

Teror yang dimaksud juga berupa ekstremisme agama dan separatisme kelompok-kelompok etnik.

Penangkapan ratusan orang dengan tuduhan menyebarkan video terorisme dilakukan aparat Cina di tengah gelombang insiden penyerangan di stasiun kereta di wilayah Xinjiang dan sekitarnya.

Pada April lalu, sekelompok orang bersenjata belati menyerbu stasiun kereta di Urumqi, ibu kota Xinjiang, sehingga menyebabkan tiga orang tewas dan 79 lainnya cedera.

Kemudian pada Maret silam, 29 orang tewas dan 143 lainnya luka-luka tatkala sekelompok orang bersenjata parang menyerang stasiun kereta di Kota Kunming
.
Separatis
Beijing menuduh kelompok separatis, seperti Partai Islam Turkistan (TIP) dan gerakan Islam Turkistan Timur (ETIM) sebagai dalang di balik rentetan kejadian tersebut.

Dilshat Rexit, juru bicara Kongres Uighur Sedunia, mengkritik rangkaian penangkapan di Xinjiang. Menurutnya, pemerintah Cina sengaja memakai peristiwa penyerangan baru-baru ini sebagai alasan untuk menangkap kaum muslim etnik Uighur.

“Aksi itu dilakoni untuk menangkapi orang-orang Uighur yang menggunakan internet demi mengungkap kebijakan-kebijakan Cina yang tidak menjunjung toleransi,” kata Rexit.

Sejumlah kelompok pembela hak asasi manusia mengatakan ketegangan di Xinjiang disebabkan oleh penindasan budaya dan kebijakan pemerintah Cina yang mengirim orang-orang etnik Han secara besar-besaran ke wilayah Xinjiang.BBC

No comments:

Post a Comment