!-- Javascript Ad Tag: 6454 -->

Tuesday, May 20, 2014

Prabowo tangkap bahasa tubuh SBY isyaratkan dukungan

Prabowo. SBY. Hataa
Prabowo tangkap bahasa tubuh SBY isyaratkan dukungan


Calon Presiden Prabowo Subianto mengatakan Ketua Umum Partai Demokrat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengisyaratkan dukungan kepada pencalonannya dalam Pemilihan Presiden 2014.

"Tadi malam (saya) diundang ke kediaman pribadi Ketua Umum Partai Demokrat. Dari bahasa tubuh dan dari senyumannya, kalau tidak salah ya Pak Hatta, (SBY) senyum-senyum terus semalam. Jadi ini bisa dikatakan sebagai koalisi penuh senyum," kata Prabowo sembari melirik pasangannya Hatta Rajasa, usai menyerahkan berkas pendaftaran peserta Pilpres di Gedung KPU Pusat Jakarta, Selasa.

Prabowo masih menunggu keputusan resmi Partai Demokrat untuk bergabung bersama PAN, Partai Golkar, PPP, PKS dan PBB.

"Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama mereka akan menentukan pilihan yang baik untuk bangsa dan negara ini. Insya Allah," katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Partai Gerindra Suhardi mengatakan sejauh ini belum ada kesepakatan resmi dan tertulis dari Partai Demokrat untuk mendukung koalisi Partai Gerindra.

Namun, lanjut Suhardi, berdasarkan hasil pertemuan semalam tersirat bahwa Partai Demokrat di daerah akan diarahkan untuk mendukung Prabowo-Hatta.

"Sepertinya akan dipanggil seluruh pengurus Partai Demokrat di tingkat provinsi dan juga kepala daerah dari (Partai) Demokrat untuk diminta membantu dukungan ke Prabowo-Hatta," kata Suhardi.

Prabowo Subianto-Hatta Rajasa resmi mendaftarkan diri sebagai peserta Pilpres 2014 ke KPU Pusat pada hari terakhir masa pendaftaran peserta Pilpres.

Calon presiden dan wakil presiden usungan koalisi Partai Gerindra, PAN, PPP, PKS, Partai Golkar dan PBB itu tiba di ruang pendaftaran di lantai dua Gedung KPU Pusat pukul 14.10 WIB.

Rombongan Prabowo-Hatta kompak mengenakan kemeja polos putih dan berpeci hitam.

Turut hadir bersama Prabowo-Hatta adalah Ketua Majelis Pertimbangan PAN Amien Rais, Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, Ketua Umum PPP Suryadharma Ali, Sekjen Gerindra Ahmad Muzani dan Ketua Umum PKS Anis Matta.

Ketua DPP PKB Abdul Kadir Karding mengaku mengkhawatirkan Partai Demokrat akan bergabung ke kubu Prabowo Subianto, menyusul Partai Golkar yang sebelumnya sudah menempuhnya.

Dia berharap, Tim Joko Widodo segera berkoordinasi, baik secara struktural maupun kultural, agar tidak kalah pada Pemilihan Presiden.

"Tentu hal itu tidak boleh dianggap enteng. Melihat struktur partai di Prabowo, maka Tim Jokowi harus menambah speed dan kerja keras seperti melakukan koordinasi tim, membagi tugas secara baik. Tugas struktural dan kultural harus jalan. Ada kekhawatiran terhadap tim Prabowo Subianto," kata Karding di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa.

Kekhawatiran lain adalah ditunjuknya mantan Ketua MK Mahfud MD sebagai Ketua Tim Sukses Prabowo-Hatta Rajasa.

"Pasti ada pengaruh dengan Mahfud menjadi Timses Prabowo-Hatta. Tapi tidak signifikan," kata Wakil Ketua Badan Legislatif DPR RI itu, menunjuk suara Nadhlatul Ulama (NU).

"Bagaimanapun suara akan terpecah. Seharusnya Mahfud MD sebagai tokoh reformasi menjadi bagian dari Tim Jokowi," kata Karding.

Sedangkan Sekretaris Fraksi Partai Hanura Saleh Husin meminta birokrasi, inteligen dan kepala daerah netral pada Pilpres 9 Juli mendatang.

"Peran inteligen, institusi negara harus netral. Jangan sampai ada peran yang berpihak pada kelompok tertentu. Tim Jokowi perlu kerja keras untuk mengawal suara rakyat," kata dia.

Namun dia meyakini Jokowi-JK akan memenangkan pertarungan karena penentu adalah figur, bukan partai.

"Partai hanya sarana. Figur ini sangat menentukan," kata Saleh.Ditunjuknya mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menjadi Ketua Tim



Pemenangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dikhawatirkan membelah pendukung pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla.


Mahfud MD sebagai tim pemenangan Prabowo-Hatta Rajasa

"Efek ditunjuknya Mahfud MD sebagai tim pemenangan Prabowo-Hatta tentu ada. Mudah-mudahan tidak signifikan terhadap suara Nadhlatul Ulama. Memang suara NU akan terpecah. Tapi masih yakin NU ke Jokowi," kata Ketua DPP PKB Abdul Kadir Karding di Jakarta, Selasa.

Karding menyayangkan Mahfud MD sebagai tokoh reformasi tidak bergabung dengan Jokowi yang dinilainya sebagai orang bersih dan pro reformasi.

"Kita sih berharap Mahfud bergabung dengan kita. Semata-mata bukan karena PKBnya, tapi karena beliau pro reformasi, Jokowi bersih, harusnya gabung secara moral," kata Wakil Ketua Badan Legislatif DPR RI itu.

Ia menduga Mahfud kecewa kepada PKB. "Karena Ketum PKB selalu menyodorkan nama Mahfud ke Jokowi," ujarnya.  Antara

No comments:

Post a Comment