![]() |
| Jokowi |
![]() |
| Prabowo |
Tim sukses kandidat calon presiden Jokowi dan Prabowo diharapkan dapat membuka kelemahan pesaingnya dengan berdasarkan bukti-bukti dan tidak terjebak dalam kampanye hitam.
"Buka kelemahan masing-masing kandidat (capres), tetapi harus ada bukti, supaya membantu para pemilih menilai track record mereka," kata pengamat politik dan pengajar Fisip UGM, Arie Sujito, kepada wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan, Minggu (25/05) sore.
Dia mengkhawatirkan, apabila kampanye hitam atau fitnah diantara tim sukses kandidat capres ini dibiarkan terjadi, masyarakat akan dirugikan.
"Selain secara umum merugikan kedua pihak, tetapi yang paling penting, (kampanye hitam) tidak membantu kualitas pemilu," kata Arie.
Semua pihak harus memberitahu calon pemilih bahwa pemilu yang fair adalah pemilu yang ditandai sikap kritis bukan kampanye hitam, katanya.
Sebelumnya, seorang pengamat media sosial mengatakan, kampanye hitam melalui media sosial terkait pilpres Klik diperkirakan akan terus mengalami kenaikan hingga pemilu presiden Juli nanti.
"Selain secara umum merugikan kedua pihak, tetapi yang paling penting, (kampanye hitam) tidak membantu kualitas pemilu."
Menu utama kampanye hitam itu banyak dijumpai di media sosial Twitter dan Facebook, yang dibanjiri mulai isu rasial, agama, politik, hingga persoalan masa lalu pribadi Jokowi dan Prabowo.
Lebih lanjut Arie Sujito mengatakan, dia meminta KPU, Bawaslu, tim sukses kandidat capres, media massa dan semua kalangan ikut berperan aktif untuk "menerjemahkan gagasan positif dalam kampanye."
Isu agama
Kubu kandidat capres Jokowi dan Prabowo selalu menyatakan, mereka adalah pihak yang menjadi korban dari kampanye hitam itu. BBC


No comments:
Post a Comment