!-- Javascript Ad Tag: 6454 -->

Friday, September 13, 2013

Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta bisa terus digunakan untuk memberangkatkan jemaah yang hendak menunaikan ibadah haji ke Arab Saudi



Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta bisa terus digunakan untuk memberangkatkan jemaah yang hendak menunaikan ibadah haji ke Arab Saudi

Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta bisa terus digunakan untuk memberangkatkan jemaah yang hendak menunaikan ibadah haji ke Arab Saudi karena sudah memiliki fasilitas pendukung memadai.

"Saya kira mungkin ini bisa seterusnya karena fasilitas memadai, landasan cukup. Kecuali kalau menggunakan pesawat A380," katanya pada Senin petang, saat meninjau kesiapan Bandara Halim menjelang pemberangkatan kelompok terbang jemaah haji pertama.

Menurut dia pemberangkatan jemaah haji lebih baik dilakukan melalui Bandara Halim di Jakarta Timur dibandingkan melalui Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten.

"Karena lebih jauh, macet dan membutuhkan waktu lebih lama jarak tempuh dari Pondok Gede maupun Bekasi ke Soekarno Hatta," katanya.

Ia menambahkan Bandara Halim bisa ditempuh hanya dalam waktu sekitar 15 menit dari Asrama Haji Pondok Gede.
Sesampai di Bandara Halim jemaah bisa langsung naik ke pesawat karena pemeriksaan barang dan dokumen lain bisa dilakukan di Asrama Haji Pondok Gede.

Sementara waktu tempuh dari Asrama Haji Bekasi ke Bandara Halim, menurut perkiraan Menteri Agama, paling lama sekitar 45 menit.

Kelompok terbang pertama jamaah haji Indonesia akan berangkat ke Arab Saudi melalui Bandara Halim pada Selasa (10/9) dalam dua penerbangan.

Jamaah dari embarkasi JKG Jakarta yang terdiri atas 455 orang akan berangkat dari Asrama Haji Pondok Gede ke Bandara Halim pukul 11.19 WIB.

Sementara jamaah dari embarkasi JKS (Jawa Barat) yang terdiri atas 450 orang akan berangkat dari Asrama Haji Bekasi pukul 10.00 WIB menuju Bandara Halim.

Sebanyak 450 Calon Jamaah Haji keberangkatan pertama Kloter 05 Kota Tangerang dilepas Pemerintah Kota Tangerang pada Kamis (12/9).
Para jamaah tersebut diangkut Sepuluh (10) armada bus menuju Embarkasih Haji Pondok Gede, Jakarta Timur yang akan diberangkatkan pada 12 September 2013.

Plt Sekretaris Daerah Kota Tangerang, H. Moh. Rakhmansyah memimpin langsung pelepasan keberangkatan calon jamaah haji tersebut. "Lakukan dengan tekun dan manfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk beribadah," tuturnya saat Acara Pelepasan Keberangkatan Calhaj Kota Tangerang di Masjid Raya Al-Adzhom, Kota Tangerang, Kamis (12/09).

Ia juga menyatakan kepada seluruh Calon Jamaah Haji agar selalu menjaga kondisi fisik serta kesehatan selama prosesi ibadah haji.

Sehingga selama ibadah haji bisa dilakukan sesuai dengan rukun dan aturan yang telah ditentukan.  Ia berharap kepada semua jamaah bisa kembali berkumpul ke tanah air sebagai haji mabrur.
Selanjutnya ia menuturkan meski khusyu menjalankan ibadah haji, jangan sampai mengabaikan keberadaan individu lainnya. Terlebih bagi yang membutuhkan pertolongan ataupun dengan barang-barang bawaan sebagai penunjang kegiatan ibadah di sana.

"Jangan lengah. Jaga selalu persatuan dan kesatuan diantara sesama jamaah dengan saling membantu satu sama lain," ucapnya.

Rakhmansyah menambahkan kepada para jamaah agar selalu menjaga kebersamaan dan saling membantu dalam kondisi apapun.

Pemkot Tangerang memberikan insentif kepada para jamaah dengan memberikan fasilitas transportasi bus serta tes kesehatan gratis.

Ia berharap jamaah selalu menjaga nama baik Kota Tangerang serta menjaga kekompakan di antara sesama jamaah haji Kota Tangerang maupun dengan ketua rombongan serta pendamping para Calhaj selama berada di tanah suci.

 Kelompok Terbang (Kloter) V Jawa Barat Jamaah Haji asal Kabupaten Bekasi siang ini resmi diberangkatkan. Keberangkatan ini dilepas langsung Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bekasi Jaja Jaelani.

Dia mengatakan kepada Republika, Kamis (12/9), kloter lima ini merupakan kloter pertama untuk Jamaah Haji asal Kabupaten Bekasi. Dia menyampaikan, ada sekitar 450 Jamaah Haji yang diberangkatkan siang ini.

Namun, seorang Jamaah Haji asal Kabupaten Bekasi ini terpaksa tidak ikut berangkat dikarenakan sakit. "Ada lima kloter Jamaah Haji yang berasal dari Kabupaten Bekasi," ungkapnya.

Dia menegaskan, dua kloter diantaranya digabung dengan kabupaten lainnya. Sementara, tiga kloter lainnya full diberangkatkan. Full ini maksudnya, lanjut Jaja, yakni 450 Jamaah.

Dia menjelaskan, keberangkatan berikutnya yakni 17 September 2013 untuk kloter 15, kloter 24 diberangkatkan 20 September, disusul kloter 57 diberangkatkan 4 Oktober, dan kloter 68 diberangkatkan pada 8 Oktober mendatang.

Komisi VIII DPR meminta Kementerian Agama memberikan perhatian serius terhadap jamaah haji Indonesia yang sudah mulai diberangkatkan ke Tanah Suci. Apalagi terkait renovasi yang masih berlangsung di Masjidil Haram.

"Pemerintah mesti menjamin kesediaan sarana dan prasana yang diperlukan jamaah agar mereka bisa ibadah dengan khusyuk," kata anggota Komisi VIII, Inggrid Kansil di Kompleks Parlemen Senayan, Kamis (12/9).

Renovasi perluasan Masjidil Haram tidak hanya berdampak pada pengurangan kuota jamaah haji di negara-negara Organisasi Konfrensi Islam (OKI).

 Renovasi itu menurut Inggrid juga berdampak pada kualitas pelayanan yang diberikan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi kepada jamaah.Inggrid mengatakan, renovasi Masjidil te
lah mengakibatkan kerugian sekitar Rp 800 miliar.

 Jamaah juga dirugikan karena daftar antrean keberangkatan haji yang semakin panjang. Dalam situasi itu penting bagi pemerintah meminta kejelasan kepada Pemerintah Kerajaan Arab Saudi soal pelayanan terhadap para jamaah.

"Komisi VIII yang menangani masalah haji meminta beberapa penegasan kepada Kemenag terkait optimalisasi pelayanan bagi jamaah baik transportasi dan akomodasi selama di Arab," ujarnya."

Menurut politisi Partai Demokrat ini ada sejumlah hal yang mesti menjadi perhatian pemerintah soal dampak renovasi Masjidil Haram. Misalnya, larangan penggunaan transportasi pemerintah Indonesia yang belum disetujui Kerajaan Arab Saudi, penyediaan katering yang belum jelas, penambahan petugas keamanan untuk menjaga jamaah haji Indonesia, dan penegasan untuk yang tertunda tahun ini menjadi jamaah prioritas di 2014 tanpa menambah selisih biaya haji.

Inggrid juga meminta pemerintah memberikan perhatian khusus terkait prosesi lempar jumrah. Menurutnya prosesi Jumrah rawan masalah karena dalam prosesi ini seluruh jamaah haji dari penjuru dunia berkumpul di satu titik.

Untuk mengantisipasi hal tersebut DPR meminta Kemenag menambah jumlah personel keamanan, kesehatan, dan armada transportasi bagi jamaah haji Indonesia "Komisi VIII berharap keluhan pelayanan haji di tahun ini bisa diminimalisasi dengan melayani jamaah secara optimal," kata Inggrid.

 Maraknya kasus kriminal yang dialami Jamaah Haji, Direktur Jenderal (Dirjen) Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Kementerian Agama, Anggito Abimanyu mengimbau para Jamaah Haji untuk tidak menyimpan dan membawa uang dalam bentuk tunai (cash) selama pelaksanaan Ibadah Haji.

Kepada Republika, Kamis (12/9) ia menyampaikan, Kementerian Agama bersama beberapa Bank Milik Pemerintah seperti Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BRI, Bank Syariah Mandiri melakukan kerja sana guna meluncurkan Kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

ATM ini, ia melanjutkan, dapat dipergunakan sebagai sistem penyimpanan uang melalu kartu debit dan sistem aliran informasi pengendalian jamaah.

Dia mengakui, Kementerian Agama memang sedikit terlambat mengantisipasi maraknya tindak kriminal pencurian uang yang menghantui para Jamaah Haji.

Oleh sebab itu, menurut dia, Program ATM Bank Mitra ini merupakan sarana untuk menekan tingkat kriminalitas pencurian bagi Jamaah Haji.

Anggito menjelaskan, berdasarkan data keamanan panitia penyelenggaraan haji 2012 menemukan, 269 kasus kejahatan yang merugikan material mencapai Rp 668 juta atau setara dengan 283.569 Riyal.

"Dengan layanan ini, pihak keluarga para jamaah haji bisa mentransfer uang dengan menggunakan rekening yang ada pada Bank Mitra," ujarnya.
Dia menambahkan, masing-masing Bank Mitra memiliki area embarkasi yang berbeda-beda dari satu daerah dengan daerah yang lainnya. Dia menambahkan, khusus untuk Jamaah Haji Bekasi, layanan ATM Bank Mitra ini di lakukan Bank BNI.

Ia menambahkan, layanan tersebut memang terbentuk demi kenyamanan para Jamaah Haji agar tenang dalam beribadah.

Dia menegaskan, seluruh produk yang di luncurkan ini semata hanya ingin memberikan pelayanan yang prima kepada Jamaah Haji agar dapat menjalankan Ibadah Haji dengan tenang, nyaman dan khusuk.

No comments:

Post a Comment