!-- Javascript Ad Tag: 6454 -->

Monday, December 9, 2013

Analis : NU dan Muhammadiyah Rentan Dipolitisir


.
Analis : NU dan Muhammadiyah Rentan Dipolitisir


Analis politik Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS) Toto Sugiarto memastikan partai politik akan berusaha sekuat tenaga menancapkan pengaruh pada ormas keagaaman dalam menghadapi pileg dan pilpres tahun depan.

Toto mensinyalir, sejumlah ormas keagamaan semisal Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah dipastikan akan disusupi oleh elit politik tertentu dan dijadikan kendaraan politik guna mendongkrak perolehan suara pada pemilu 2014.

"Kedua ormas tersebut selalu menjadi kendaraan politik bagi elit-elitnya dan oleh politikus yang  bisa memanfaatkannya," kata Toto saat dihubungi Asatunews. Com, Senin (9/12).

Lebih jauh Toto menerangkan, kedua ormas keagamaan tersebut merupakan ormas terbesar dan tertua di republik Indonesia. Sebagai ormas papan atas tentu saja keduanya mempunyai basis massa yang cukup besar dan bertebaran di berbagai pelosok nusantara.

Berkaca dari realitas itulah, tentu saja kedua ormas tersebut menjadi primadona bagi partai politik untuk di dekati serta dicuri suaranya.

"Di sisi lain, partai yang  mengklaim sebagai  partainya orang  NU atau Muhammadiyah yaitu PKB dan PAN tentu akan mempertahankan identifikasi mereka terhadap kedua ormas tersebut," tegas Toto.

Seperti diketahui, ormas Muhammadiyah mengklaim diri mempunyai pengikut sebanyak 35 juta penduduk, sementara itu, ormas NU menegaskan pihaknya mempunyai jamaa'ah sebanyak 50 juta lebih yang terbentang dari sabang sampai Merauke. Atas dasar itulah, kedua ormas tersebut terlihat begitu seksi dan rentan dipolitisir oleh kepentingan politik tertentu. .

No comments:

Post a Comment