!-- Javascript Ad Tag: 6454 -->

Saturday, May 24, 2014

Iklim Ekstrim Picu Strategi Persatuan dalam Meteorologi di Afrika

Pohon kayubesi (Prosopis africana) di Senegal, Afrika Barat, adalah salah satu pohon yang mati akibat perubahan iklim.
Iklim Ekstrim Picu Strategi Persatuan dalam Meteorologi di Afrika

Walaupun persetujuan internasional mengenai iklim masih belum jelas, negara-negara Afrika sedang bergerak menuju strategi persatuan.

 Afrika telah mengalami  keadaan iklim yang  lebih  ekstrim dalam tahun-tahun belakangan ini dengan semakin tingginya  suhu  global.

Dr. Joseph Mukabana mengatakan benua Afrika  berada di garis depan  dalam  menghadapi perubahan iklim.

Ia mengatakan, ini telah menghasilkan rancangan – yang disebut --  Rencana Implementasi Strategi Afrika  yang Terintegrasi mengenai  Meteorologi.

”Afrika adalah  benua yang paling rawan   dalam perubahan iklim.  Diantara 48 negara terbelakang, 33 berada di Afrika. Jadi prioritas di Afrika  adalah  menyesuaikan dengan  perubahan iklim. Jadi harus menyesuaikan  iri atau mati,” papar Mukabana.

Mukabana adalah  Direktur    regional untuk  Afrika dan  Negara-Negara  Kurang Maju  dalam Organisasi Meteorologi Dunia. Ia mengatakan,
keadaan dan perubahan iklim  yang jauh dari Afrika mempunyai dampak terhadap benua  itu.

“Es di daerah-daerah kutub mencair, sehingga  permukaan laut naik dan  pulau-pulau kecil tentu saja terancam tenggelam, dan juga  kawasan-kawasan pantai  yang  letaknya rendah. Jadi,  diperkirakan suatu ketika  antara 25 sampai 50 tahun dari sekarang, wilayah-wilayah pantai yang letaknya rendah mungkin akan  tenggelam, dan  itu akan  meliputi  wilayah-wilayah   yang sekarang berpenduduk,” lanjut Mukabana.

Menurutnya,  penting sekali melindungi  garis pantai  Afrika.

“Perusakan  wilayah-wilayah pantai  juga  berdampak pada penduduk wilayah pantai. Misalnya, di beberapa daerah,  hutan bakau  ditebangi  dan hutan bakau  sangat baik untuk  lingkungan pantai. Batu-batu karang juga terkikis dan hancur. Kalau ukurannya besar terumbu karang  bisa membentuk pertahanan alam, kalau terjadi tsunami misalnya. Jadi kalau kita menghancurkan kawasan pantai, itu akan berdampak pada  manusia,” lanjut Mukabana.

Sementara permukaan laut yang naik  merupakan salah satu  persoalan  terkait perubahan iklim, kurangnya hujan  di beberapa daerah menimbulkan  masalah lain,  yaitu  musim kemarau yang lebih sering.

Untuk mengatasi ancaman perubahan iklim  di Afrika,  Organisasi Meteorologi Dunia dan  Komisi Persatuan Afrika  atau African  Union Commission mengadakan pertemuan  di Nairobi tahun 2010. Hampir  0  menteri dari  negara-negara di seluruh  benua itu hadir. VOA

No comments:

Post a Comment