!-- Javascript Ad Tag: 6454 -->

Monday, December 9, 2013

Pengamat: Terjadi Pertarungan Opini di Media, yang Terus Menghantam Pemerintahan SBY



Pengamat: Terjadi Pertarungan Opini di Media, yang Terus Menghantam Pemerintahan SBY

Jelang pemilu 2014 mendatang pemerintah dinilai tidak menjalankan pemerintahan dengan efektif lagi.

Pengamat politik Gungun Heryanto menjelaskan ada beberapa penyebab pemerintah tidak efektif jelang dilakukannya pemilu.

"Ada setidaknya lima faktor yang menyebabkan pemerintah tidak bisa menjalankan roda pemerintahan dengan baik jelang pemilu," ucap Gun dalam diskusi dengan tema efektifitas Pemerintah jelang Pemilu 2014 di Perpustakaan MPR RI,Senin (9/12).

Problem pertama yang dihadapi oleh pemerintah adalah problem sistemik dimana pemerintah yang menggunakan prinsip Presidensial harus bersanding dengan konteks partai.

"Dengan hal ini siapapun yang terpilih menjadi presiden akan mengalami masalah yang sama yakni terjebak pada politik transaksional, solusinya perlu adan penyederhanaan terhadap parpol," ucapnya.

Kedua adalah problem personalitas dimana dalam konteks ini dialami SBY dan Boediono dimana mereka melakukan komunikasi konteks tinggi. Membuka seluruh area (parpol) untuk berpastipasi dalam kekuasaan besar. "Mereka berpikir pemerintahan akan stabil jika didukung koalisi besar di DPR. Tapi yang terjadi koalisi besar tidak menjamin solidnya kekuasaan," jelasnya.

Dilanjutkan olehnya masalah yang ketiga adalah problem struktural dimana empat atau lima bulan sebelum dilakukan pemilu pemerintah seperti memposisikan diri sebagai birokrasi adhoc tanpa melakukan suatu terobosan apapun.

Masalah keempat adalah kekuasaan dan dedikasi jabatan dimana dalam kasus ini beberapa menteri harus membagi pemikirannya dengan jabatan ketua umum di parpol.

 "SBY bilang dia akan fokus di pemerintahan tapi dikesempatan berbeda dia melakukan hal yang sama dengan ketum parpol lain yang duduk sebagai menteri," jelasnya.

Yang terakhir, lanjut Gun adalah pertarungan opini di media dimana kasus demi kasus muncul dan terus menghantam pemerintahan.

 "Saya melihat problem ini menjadikan pemerintah tidak efektif dan mereka seakan memposisikan diri dalam putaran pertaruhan," tukasnya.

No comments:

Post a Comment