Indikator Manufaktur Indonesia Naik Tipis
Indikator manufaktur PMI (Purchasing Managers Index) Indonesia yang dirilis HSBC menunjukkan kenaikan tipis pada Januari. Namun, terdapat kekhawatiran bahwa pengetatan kebijakan Bank Indonesia kemungkinan tidak berjalan secepat yang diharapkan, tulis HSBC, Senin.
Indeks mencapai 51,0 pada Januari ketimbang 50,9 pada Desember. Kondisi tersebut mencerminkan sedikit perkembangan pada sektor operasional manufaktur.
“Perkembangan [PMI] sekarang ini menjadi proyeksi positif sektor manufaktur,” ujar ekonom HSBC, Su Sian Lim.
.Tetapi, Lim menengarai kenaikan pesanan baru pada Januari tampaknya secara khusus mendapat dorongan dari ranah domestik daripada mancanegara. Menurutnya, Bank Indonesia harus tetap mewaspadai kondisi demikian.
Indeks di bawah 50 mengindiksikan kontraksi dalam aktivitas manufaktur, sementara indeks di atas 50 menunjukkan ekspansi.
Pemerintah berharap tingkat perekonomian dapat tumbuh 6,0% tahun ini, turun dari ramalan 2013 antara 6,2% hingga 6,5% seturut melemahnya permintaan atas ekspor dari Indonesia serta serangkaian pengetatan kebijakan Bank Indonesia dan pemerintah yang dimaksudkan untuk mengurangi impor dan defisit transaksi berjalan.

No comments:
Post a Comment