!-- Javascript Ad Tag: 6454 -->

Sunday, February 2, 2014

.Indonesian Rupiah akan Terus Melemah Hingga Pemilu Presiden



.Indonesian Rupiah akan Terus Melemah Hingga Pemilu Presiden

Ekonom Standard Chartered Bank Fauzi Ichsan, berpendapat rupiah akan terus melemah terhadap nilai tukar dollar Amerika Serikat hingga Pemilihan Presiden 2014.

"Rupiah sulit untuk bisa mencapai Rp 10.000 per dollar, paling hanya bisa mencapai Rp 11.000 per dollar setelah Pemilu presiden pada Oktober 2014 nanti," kata Fauzi Ichsan di Jakarta, Senin (3/2).

Menurut Ichsan saat ini nilai tukar dolar terhadap rupiah masih terus menguat hingga hari ini di angka Rp 12.215. Kondisi ini diperkirakan akan terus berlanjut hingga semester II-2014 ini dan diperkirakan rupiah akan menguat ke angka Rp 11.000/perdollar di semester II-2014. Dolar masih akan menguat hingga selesainya pemilihan umum.

"Di semester pertama 2014 dollar akan menguat pada angka Rp 12.500/per dollar, di semester kedua nanti rupiah akan menguat menjadi Rp 11.400," tegas Fauzi Ichsan.

Menurut Fauzi Ichsan, saat ini, ada 3 faktor yang membuat rupiah masih melemah terhadap dolar. Fauzi mengatakan, isu tapering yang masih berjalan membuat rupiah belum akan menguat dalam waktu dekat, ditambah defisit neraca berjalan yang masih besar.

Di semester pertama masih akan melemah karena ada beberapa issue quantitative easing, defisit neraca berjalan dan juga pemilu. Karena dipengaruhi ketiga faktor tersebut juga, rupiah akan menguat pada semester kedua.

Pada semester kedua nanti Pemilu akan selesai dan muncul pemerintahan baru yang mana akan terbentuk suatu euphoria baru yang berpengaruh pada penguatan nilai tukar rupiah.

No comments:

Post a Comment