.Januari, Inflasi Indonesia 8,22%
Inflasi Indonesia tetap tinggi pada Januari lantaran naiknya harga makanan akibat distribusi yang terhambat banjir. Bank Indonesia (BI) pun terus didesak untuk mempertahankan pengetatan kebijakan meski pertumbuhan ekonomi melamban.
Inflasi on year Januari tercatat 8,22% atau lebih rendah dari inflasi Desember yang sebesar 8,38%, demikian menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), Senin. Angka ini masih lebih tinggi dari target inflasi BI tahun ini yang berkisar 3,5% -5,5%.
Dibandingkan sebulan sebelumnya, harga-harga naik 1,07% atau lebih tinggi dari kenaikan 0,55% untuk Desember.
Median prediksi sembilan ekonom yang disurvei The Wall Street Journal untuk inflasi tahunan adalah 8,30%. Sementara median prediksi dari tujuh ekonom adalah 1,0% untuk kenaikan inflasi bulanan.
BI telah menaikkan suku bunga acuan BI rate sebesar total 175 basis poin tahun lalu untuk mengurangi dampak kenaikan inflasi dan defisit neraca berjalan yang melebar. Defisit juga berdampak negatif pada nilai tukar rupiah sejak Mei lalu.
Sejumlah ekonom mengatakan BI mungkin terpaksa menaikkan BI rate jika sentimen investor global atas negara berkembang memburuk.
Inflasi inti Januari sebesar 4,53% atau lebih rendah dari inflasi inti Desember yang sebesar 4,98%. Inflasi inti tidak mencakup harga makanan yang bergejolak dan harga yang ditentukan pemerintah.
Harga makanan pokok naik 2,72% pada Januari jika dibandingkan Desember, ujar Kepala BPS Suryamin dalam konferensi pers.|BBC

No comments:
Post a Comment