Russia pledged to help Syria dialogue
Russia vowed to provide all possible assistance to encourage dialogue between the Syrian government and the opposition, said the Foreign Ministry in Moscow on Friday.
"Russia, in cooperation with the UN and other international partners, will provide maximum support to the efforts aimed at forging a political solution, a comprehensive, based on mutual agreement between the parties," the ministry said in a statement, as reported by RIA Novosti .
The ministry said that the countries involved in the multinational reconciliation talks should encourage the Syrian government and opposition to compromise.
Previously, the Special Representative of the UN-Arab League Lakhdar Brahimi, Friday (30/1) called for peace talks between the Syrian government and the opposition resumed in Geneva, Switzerland, on February 10.
DI JUAL tanah 350 m2 JL TNH MERDEKA GG GEBRAS NO 16 KP RAMBUTAN Jaktim murah HARGA MAU NAIK JADI RP 20 JT/m2 (lokasi dkt toll, mau di bangun Apartemen) Hub: sdr Rachmat Edy (Tlp) 08158034244, Wahyu Eko Buwono 089622855780
!-- Javascript Ad Tag: 6454 -->
Saturday, February 1, 2014
Rusia berikrar bantu dialog Suriah
Rusia berikrar bantu dialog Suriah
Rusia berikrar akan memberikan segala bantuan yang memungkinkan untuk mendorong dialog antara pemerintah Suriah dan oposisi, kata Kementerian Luar Negeri di Moskow, Jumat.
"Rusia, dalam kerja sama dengan PBB dan para mitra internasional lainnya, akan memberikan bantuan yang maksimal terhadap upaya yang bertujuan untuk menempa solusi politik, yang komprehensif, berdasarkan kesepakatan bersama antara para pihak," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan, seperti dilaporkan RIA Novosti.
Kementerian itu mengatakan bahwa negara-negara yang terlibat dalam pembicaraan rekonsiliasi multinasional tersebut harus mendorong pemerintah Suriah dan oposisi untuk berkompromi.
Sebelumnya, Utusan Khusus PBB-Liga Arab Lakhdar Brahimi, Jumat (30/1) menyerukan agar perundingan damai antara Pemerintah Suriah dan oposisi dilanjutkan di Jenewa, Swiss, pada 10 Februari.
Gunfire , explosions shook Thailand general election
Gunfire , explosions shook Thailand general election
Dozens of gunfire and at least two explosions in the capital city of Thailand , Saturday, raising tensions during the anti-government protests in the capital city .
The incidents that occurred prior to the general election - which views will not be able to restore stability in the country .
According to Reuters , at least three people were injured in the violence that took place in front of a shopping center in northern Bangkok .
The gunman in the crowd likelihood hide their weapons before retreating from the shooting area . The gunfire continued as the sun begins to set .
There is no clarity about whether the protesters or those who were injured are supporters of the government or his party .
Most opponents are determined to block a vote - which almost certainly will return Prime Minister Yingluck Shinawatra to power .
Saturday's attacks occurred at Laksi district in Bangkok , which is adjacent to the Dong Muang airport . Dong Muang into the castle party Yingluck , Puea Thai .
The Yingluck supporters had gathered to demand that the vote Sunday unhindered .
The political violence that took place since late November have killed 10 people and injured at least 577 others .
The protesters took to the streets in the last round of the eight -month conflict that broadly involve the middle of Bangkok, Thailand and southern resident royalist supporters villagers against Yingluck and her brother , former premier Thaksin Shinawatra .
Thaksin was ousted from his seat in 2006 in a coup .
Protest leader Suthep Thaugsuban streets calling for peaceful deterrence , but at the same time he promised not to hinder the people who will be voting .
" People are not going to close the polling booths , but will be in the streets protesting . They will demonstrate with calm , peaceful , non-violent ... We're not going to do anything that would hinder the people cast their votes , " said Suthep on on Friday.
Election Commission secretary-general Puchong Nutrawong said preparations for the elections have been " almost 100 per cent ready " in the northern provinces , northeastern and central .
However , there was a problem sending ballots to the districts in Bangkok and the 12 provinces in the south , which was blocked by the protesters .
Dozens of gunfire and at least two explosions in the capital city of Thailand , Saturday, raising tensions during the anti-government protests in the capital city .
The incidents that occurred prior to the general election - which views will not be able to restore stability in the country .
According to Reuters , at least three people were injured in the violence that took place in front of a shopping center in northern Bangkok .
The gunman in the crowd likelihood hide their weapons before retreating from the shooting area . The gunfire continued as the sun begins to set .
There is no clarity about whether the protesters or those who were injured are supporters of the government or his party .
Most opponents are determined to block a vote - which almost certainly will return Prime Minister Yingluck Shinawatra to power .
Saturday's attacks occurred at Laksi district in Bangkok , which is adjacent to the Dong Muang airport . Dong Muang into the castle party Yingluck , Puea Thai .
The Yingluck supporters had gathered to demand that the vote Sunday unhindered .
The political violence that took place since late November have killed 10 people and injured at least 577 others .
The protesters took to the streets in the last round of the eight -month conflict that broadly involve the middle of Bangkok, Thailand and southern resident royalist supporters villagers against Yingluck and her brother , former premier Thaksin Shinawatra .
Thaksin was ousted from his seat in 2006 in a coup .
Protest leader Suthep Thaugsuban streets calling for peaceful deterrence , but at the same time he promised not to hinder the people who will be voting .
" People are not going to close the polling booths , but will be in the streets protesting . They will demonstrate with calm , peaceful , non-violent ... We're not going to do anything that would hinder the people cast their votes , " said Suthep on on Friday.
Election Commission secretary-general Puchong Nutrawong said preparations for the elections have been " almost 100 per cent ready " in the northern provinces , northeastern and central .
However , there was a problem sending ballots to the districts in Bangkok and the 12 provinces in the south , which was blocked by the protesters .
Tembakan, ledakan guncang Thailand menjelang pemilu
Tembakan, ledakan guncang Thailand menjelang pemilu
Lusinan tembakan senjata dan setidaknya dua ledakan di ibu kota negara Thailand, Sabtu, meningkatkan ketegangan di saat berlangsungnya unjuk rasa antipemerintah di ibu kota negara.
Insiden-insiden itu terjadi menjelang penyelenggaraan pemilihan umum --yang dilihat tidak akan mampu mengembalikan stabilitas di negara tersebut.
Menurut Reuters, setidaknya tiga orang mengalami luka-luka dalam kekerasan yang terjadi di depan sebuah pusat perbelanjaan di Bangkok utara.
Pelaku penembakan di antara kerumuman kemungkinan menyembunyikan senjata-senjata mereka sebelum mundur dari daerah penembakan. Letusan senjata terus berlangsung di saat matahari mulai terbenam.
Belum ada kejelasan soal apakah para pengunjuk rasa ataupun mereka yang luka-luka merupakan para pendukung pemerintah atau pihak lawannya.
Sebagian lawan bertekad untuk menghadang pemungutan suara --yang hampir pasti akan mengembalikan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra ke kursi kekuasaan.
Serangan hari Sabtu terjadi di distrik Laksi di Bangkok, yang berdekatan dengan bandar udara Dong Muang. Dong Muang menjadi benteng partai Yingluck, Puea Thai.
Para pendukung Yingluck telah berkumpul untuk menuntut agar pemungutan suara hari Minggu tidak dihalang-halangi.
Kekerasan politis yang berlangsung sejak akhir November lalu telah menewaskan 10 orang dan melukai setidaknya 577 lainnya.
Para pengunjuk rasa turun ke jalan-jalan dalam putaran terakhir konflik delapan bulan yang secara luas melibatkan kalangan menengah Bangkok, warga selatan Thailand dan pendukung kerajaan melawan para warga desa pendukung Yingluck dan saudara laki-lakinya, mantan perdana menteri Thaksin Shinawatra.
Thaksin terguling dari kursi jabatannya pada tahun 2006 melalui kudeta.
Pemimpin pengunjuk rasa Suthep Thaugsuban menyerukan dilakukannya penghadangan jalanan secara damai, namun pada saat yang sama ia berjanji tidak akan menghalangi orang-orang yang akan memberikan suara.
"Rakyat tidak akan menutup bilik-bilik suara, tapi akan berunjuk rasa di jalanan. Mereka akan berdemonstrasi dengan tenang, damai, tanpa kekerasan... Kita tidak akan melakukan hal apapun yang akan menghalangi orang-orang memberikan suara mereka," kata Suthep pada Jumat.
Sekretaris jenderal Komisi Pemilihan Puchong Nutrawong mengatakan persiapan pemilu sudah "hampir 100 prosen siap" di provinsi-provinsi utara, timur laut dan tengah.
Namun, ada masalah pengiriman kertas suara ke distrik-distrik di Bangkok serta ke 12 provinsi di selatan, yang dihadang oleh para pengunjuk rasa.
Lusinan tembakan senjata dan setidaknya dua ledakan di ibu kota negara Thailand, Sabtu, meningkatkan ketegangan di saat berlangsungnya unjuk rasa antipemerintah di ibu kota negara.
Insiden-insiden itu terjadi menjelang penyelenggaraan pemilihan umum --yang dilihat tidak akan mampu mengembalikan stabilitas di negara tersebut.
Menurut Reuters, setidaknya tiga orang mengalami luka-luka dalam kekerasan yang terjadi di depan sebuah pusat perbelanjaan di Bangkok utara.
Pelaku penembakan di antara kerumuman kemungkinan menyembunyikan senjata-senjata mereka sebelum mundur dari daerah penembakan. Letusan senjata terus berlangsung di saat matahari mulai terbenam.
Belum ada kejelasan soal apakah para pengunjuk rasa ataupun mereka yang luka-luka merupakan para pendukung pemerintah atau pihak lawannya.
Sebagian lawan bertekad untuk menghadang pemungutan suara --yang hampir pasti akan mengembalikan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra ke kursi kekuasaan.
Serangan hari Sabtu terjadi di distrik Laksi di Bangkok, yang berdekatan dengan bandar udara Dong Muang. Dong Muang menjadi benteng partai Yingluck, Puea Thai.
Para pendukung Yingluck telah berkumpul untuk menuntut agar pemungutan suara hari Minggu tidak dihalang-halangi.
Kekerasan politis yang berlangsung sejak akhir November lalu telah menewaskan 10 orang dan melukai setidaknya 577 lainnya.
Para pengunjuk rasa turun ke jalan-jalan dalam putaran terakhir konflik delapan bulan yang secara luas melibatkan kalangan menengah Bangkok, warga selatan Thailand dan pendukung kerajaan melawan para warga desa pendukung Yingluck dan saudara laki-lakinya, mantan perdana menteri Thaksin Shinawatra.
Thaksin terguling dari kursi jabatannya pada tahun 2006 melalui kudeta.
Pemimpin pengunjuk rasa Suthep Thaugsuban menyerukan dilakukannya penghadangan jalanan secara damai, namun pada saat yang sama ia berjanji tidak akan menghalangi orang-orang yang akan memberikan suara.
"Rakyat tidak akan menutup bilik-bilik suara, tapi akan berunjuk rasa di jalanan. Mereka akan berdemonstrasi dengan tenang, damai, tanpa kekerasan... Kita tidak akan melakukan hal apapun yang akan menghalangi orang-orang memberikan suara mereka," kata Suthep pada Jumat.
Sekretaris jenderal Komisi Pemilihan Puchong Nutrawong mengatakan persiapan pemilu sudah "hampir 100 prosen siap" di provinsi-provinsi utara, timur laut dan tengah.
Namun, ada masalah pengiriman kertas suara ke distrik-distrik di Bangkok serta ke 12 provinsi di selatan, yang dihadang oleh para pengunjuk rasa.
Track the trail Stan Greenberg - James Riady Behind Jokowi ( 1 )
Track the trail Stan Greenberg - James Riady Behind Jokowi ( 1 )
ASATUNEWS - The phenomenon of the rise of the popularity and electability Joko Widodo ( Jokowi ) , the highest peak to the majority of the survey , poll , polls and media coverage raises questions outstanding against a large majority of people who see a lot of anomalies ( anomaly ) around Jokowi .
How media coverage can never stop all activities Jokowi broadcast . Various events ( activities ) looks so real scripted for the benefit coverage and push Jokowi popularity to the highest point . Not quite up there , ' special forces ' in cyberspace ( blogs , socmed , articles - articles in online media , and so on ) as - if operated 24 hours to figure Jokowi campaign . Additional Tasks ' cyber army ' are slaughtered / attack anyone who pass judgment or criticize Jokowi skewed .
In general , the popularity and eletabilitas Jokowi Jokowi is a series of activities supported by the massive media coverage , intensive and systematic . Reinforced with comments - comments from academics / observer specific group that is part of a successful team Jokowi . In any event Jokowi not forget deployed special teams ' enliven and give a positive contribution ' to the activity.
As governor , Jokowi more geared to making programs - programs that are populist with organizing the event - party , race , inviting world-class celebrities , visit - visit directly to the lower classes ( blusukan ) , in the form of donations and other money to citizens poor , and so on .
All the activities Jokowi , mostly using state funds ( city budget ) , more intended for personal use Jokowi of the interests of the country , the people or the government of Jakarta . World events such as the Festival Palace , Jakarta anniversary celebrations , new year celebration , and various folk festivals or parties who use the city budget budget but its main purpose is to provide space and opportunity for Jokowi and timsesnya to toss Jokowi name through coverage - coverage of all kinds media that has been prepared timses Jokowi .
Creation or engineering popularity Jokowi was conducted by a team of extraordinary political consultant , cost-prohibitive and work for longer periods of time , starting from the beginning of the election preparation Jakarta early 2012 until the time of the presidential election in July 2014 .
Pattern or shape of a covert campaign conducted Jokowi timses this is the work of Stanley Greenberg , the most prominent political consultant who has managed to win the world's 11 heads of government ( president / prime minister ) , hundreds of members of congress , senators and governors in the United States , as well as imaging and consultants politics to giant multinational companies ( British Petroleum , Mosanto and others - others ) .
Involvement Stanley ' Stan ' Greenberg in successful teams and team Jokowi politics can not be separated from the figure of James Riady , Lippo Group conglomerate and owner of First Media Group . James Riady and Stan Greenberg is being the same - the same good friend of former U.S. president , Bill Clinton . James Riady and Stan Greenberg was credited with two figures who drove Bill Clinton was elected President of the United States at the 1992 and 1996 presidential elections . Both are also listed as members of an elite organization , Arkansas Connection .
Arkansas Connection is a non-formal organization refers to a limited group , mostly related to the area of origin and the past of Bill Clinton as Attorney General and Governor of Arkansas . Elite group dubbed as the Arkansas Connection This is a group of very powerful people in the U.S. Democratic Party and has outstanding access to U.S. government today where Barack Obama became U.S. president . Arkansas Connection is a mentor or mentors of Obama since the beginning of the 2008 presidential election until Obama 's re-election in the 2012 presidential election . Arkansas Connection known many give advice and counsel in every decision and policy Obama as U.S. president .
James Riady and Obama's relationship apart linked by Connetion Arkansas and Clinton , Obama also historical ties with Indonesia . Stepfather and brother - half-brother of Obama is an Indonesian citizen . Obama 's childhood in Indonesia never even been to school in Menteng , Central Jakarta . ( To be continued )
ASATUNEWS - The phenomenon of the rise of the popularity and electability Joko Widodo ( Jokowi ) , the highest peak to the majority of the survey , poll , polls and media coverage raises questions outstanding against a large majority of people who see a lot of anomalies ( anomaly ) around Jokowi .
How media coverage can never stop all activities Jokowi broadcast . Various events ( activities ) looks so real scripted for the benefit coverage and push Jokowi popularity to the highest point . Not quite up there , ' special forces ' in cyberspace ( blogs , socmed , articles - articles in online media , and so on ) as - if operated 24 hours to figure Jokowi campaign . Additional Tasks ' cyber army ' are slaughtered / attack anyone who pass judgment or criticize Jokowi skewed .
In general , the popularity and eletabilitas Jokowi Jokowi is a series of activities supported by the massive media coverage , intensive and systematic . Reinforced with comments - comments from academics / observer specific group that is part of a successful team Jokowi . In any event Jokowi not forget deployed special teams ' enliven and give a positive contribution ' to the activity.
As governor , Jokowi more geared to making programs - programs that are populist with organizing the event - party , race , inviting world-class celebrities , visit - visit directly to the lower classes ( blusukan ) , in the form of donations and other money to citizens poor , and so on .
All the activities Jokowi , mostly using state funds ( city budget ) , more intended for personal use Jokowi of the interests of the country , the people or the government of Jakarta . World events such as the Festival Palace , Jakarta anniversary celebrations , new year celebration , and various folk festivals or parties who use the city budget budget but its main purpose is to provide space and opportunity for Jokowi and timsesnya to toss Jokowi name through coverage - coverage of all kinds media that has been prepared timses Jokowi .
Creation or engineering popularity Jokowi was conducted by a team of extraordinary political consultant , cost-prohibitive and work for longer periods of time , starting from the beginning of the election preparation Jakarta early 2012 until the time of the presidential election in July 2014 .
Pattern or shape of a covert campaign conducted Jokowi timses this is the work of Stanley Greenberg , the most prominent political consultant who has managed to win the world's 11 heads of government ( president / prime minister ) , hundreds of members of congress , senators and governors in the United States , as well as imaging and consultants politics to giant multinational companies ( British Petroleum , Mosanto and others - others ) .
Involvement Stanley ' Stan ' Greenberg in successful teams and team Jokowi politics can not be separated from the figure of James Riady , Lippo Group conglomerate and owner of First Media Group . James Riady and Stan Greenberg is being the same - the same good friend of former U.S. president , Bill Clinton . James Riady and Stan Greenberg was credited with two figures who drove Bill Clinton was elected President of the United States at the 1992 and 1996 presidential elections . Both are also listed as members of an elite organization , Arkansas Connection .
Arkansas Connection is a non-formal organization refers to a limited group , mostly related to the area of origin and the past of Bill Clinton as Attorney General and Governor of Arkansas . Elite group dubbed as the Arkansas Connection This is a group of very powerful people in the U.S. Democratic Party and has outstanding access to U.S. government today where Barack Obama became U.S. president . Arkansas Connection is a mentor or mentors of Obama since the beginning of the 2008 presidential election until Obama 's re-election in the 2012 presidential election . Arkansas Connection known many give advice and counsel in every decision and policy Obama as U.S. president .
James Riady and Obama's relationship apart linked by Connetion Arkansas and Clinton , Obama also historical ties with Indonesia . Stepfather and brother - half-brother of Obama is an Indonesian citizen . Obama 's childhood in Indonesia never even been to school in Menteng , Central Jakarta . ( To be continued )
Melacak Jejak Stan Greenberg - James Riady Dibalik Jokowi (1)
Melacak Jejak Stan Greenberg - James Riady Dibalik Jokowi (1)
ASATUNEWS - Fenomena melejitnya popularitas dan elektabilitas Joko Widodo (Jokowi), ke puncak teratas mayoritas hasil survey, poling, jajak pendapat dan liputan media massa yang luar biasa terhadapnya menimbulkan pertanyaan besar sebagian orang yang melihat banyak keganjilan (anomali) di sekitar Jokowi.
Liputan media bagai tak pernah henti menyiarkan segala aktifitas Jokowi. Berbagai event (kegiatan) terlihat begitu nyata diskenariokan untuk kepentingan peliputan Jokowi dan mendorong popularitasnya hingga ke titik tertinggi. Tidak cukup sampai di situ, 'pasukan khusus' di dunia maya (blog, socmed, artikel - artikel di media online, dan seterusnya) seolah - olah beroperasi 24 jam untuk mengkampanyekan sosok Jokowi. Tugas tambahan 'cyber army' ini adalah membantai/menyerang siapa saja yang memberikan penilaian miring atau mengkritik Jokowi.
Secara umum, popularitas dan eletabilitas Jokowi adalah rangkaian kegiatan Jokowi yang didukung oleh peliputan media yang masif, intensif dan sistematis. Diperkuat dengan komentar - komentar dari akademisi /pengamat kelompok tertentu yang merupakan bagian dari tim sukses Jokowi. Dalam setiap kegiatan Jokowi tidak lupa dikerahkan tim khusus yang 'memeriahkan dan memberi kontribusi positip' terhadap kegiatan tersebut.
Sebagai gubernur, Jokowi lebih banyak diarahkan untuk membuat program - program yang bersifat populis dengan menyelenggarakan acara - acara pesta, perlombaan, mengundang selebritis kelas dunia, kunjungan - kunjungan langsung ke masyarakat kelas bawah (blusukan), pemberian sumbangan dalam bentuk uang dan lainnya kepada warga miskin, dan seterusnya.
Semua kegiatan Jokowi tersebut, yang sebagian besar menggunakan uang negara (APBD DKI), lebih banyak ditujukan untuk kepentingan pribadi Jokowi dari pada kepentingan negara, rakyat atau pemerintah DKI Jakarta. Acara seperti Festival Keraton Sedunia, perayaan ulang tahun Kota Jakarta, perayaan tahun baru, dan berbagai festival atau pesta rakyat yang menggunakan anggaran APBD DKI Jakarta tetapi tujuan utamanya adalah memberikan ruang dan kesempatan bagi Jokowi dan timsesnya untuk melambungkan nama Jokowi melalui liputan - liputan semua jenis media yang sudah dipersiapkan timses Jokowi.
Penciptaan atau rekayasa popularitas Jokowi ini dilakukan oleh sebuah tim konsultan politik yang luar biasa, berbiaya sangat mahal dan bekerja untuk waktu yang cukup lama, terhitung sejak awal persiapan Pilkada DKI Jakarta awal tahun 2012 sampai masa pemilihan presiden Juli 2014.
Pola atau bentuk kampanye terselubung yang dilakukan timses Jokowi ini merupakan karya Stanley Greenberg, Konsultan politik paling terkemuka di dunia yang telah berhasil memenangkan 11 kepala pemerintahan (presiden / perdana menteri), ratusan anggota kongres, senator dan gubernur di Amerika Serikat, serta konsultan pencitraan dan politik untuk berbagai perusahaan multinasional raksasa (British Petroleum, Mosanto dan lain - lain).
Keterlibatan Stanley 'Stan' Greenberg dalam tim sukses dan tim politik Jokowi tidak dapat dipisahkan dari sosok James Riady, konglomerat pemilik Lippo Grup dan First Media Grup. James Riady dan Stan Greenberg merupakan dua tokoh yang sama - sama sahabat baik mantan presiden AS, Bill Clinton. James Riady dan Stan Greenberg adalah dua tokoh yang sangat berjasa mengantarkan Bill Clinton terpilih sebagai Presiden AS pada pemilihan presiden 1992 dan 1996. Keduanya juga tercatat sebagai anggota organisasi elit, Arkansas Connection.
Arkansas Connection adalah sebuah organisasi non formal yang merujuk pada sebuah kelompok terbatas, umumnya terkait pada daerah asal dan masa lalu Bill Clinton sebagai Jaksa Agung dan Gubernur Arkansas. Kelompok elit yang dijuluki sebagai Arkansas Connection ini adalah kelompok orang yang sangat berkuasa di Partai Demokrat AS dan memiliki akses luar biasa terhadap pemerintahan AS sekarang ini di mana Barrack Obama menjadi Presiden AS. Arkansas Connection merupakan mentor atau pembimbing Obama sejak awal masa pemilihan presiden tahun 2008 sampai terpilihnya kembali Obama pada pilpres 2012. Arkansas Connection diketahui banyak memberikan saran dan nasihat dalam setiap keputusan dan kebijakan Obama sebagai presiden AS.
Hubungan James Riady dan Obama selain ditautkan oleh Arkansas Connetion dan Clinton, juga hubungan historis Obama dengan Indonesia. Ayah tiri dan saudara - saudara tiri Obama adalah warga negara Indonesia. Obama sendiri masa kecil pernah di Indonesia, bahkan pernah bersekolah di SD Menteng, Jakarta Pusat. (Bersambung)
BNPB : 14 dead were killed by the eruption of Sinabung
BNPB : 14 dead were killed by the eruption of Sinabung
The death toll hit by hot clouds from the eruption of Mount Sinabung in Karo , North Sumatra ( North Sumatra ) , reached 14 people , according to the National Disaster Management Agency ( BNPB ) on Saturday night .
" Killed 14 people , injured three people , " said Head of Data Information and Public Relations BNPB Sutopo Purwo Nugroho in a brief message .
According to Sutopo , it has managed to identify the dead and injured from exposure to hot clouds of Mount Sinabung, which occurred at 10:30 pm Saturday at the .
A total of 14 victims killed were Alexander Sembiring ( student ) , David Surbakti ( student ) , Dipa Nusantara ( student ) , David ( students ) , and Expensive Sembiring ( Gurukinayan Village elementary teacher salaries ) , Signed Sembiring , and Courteous Siregar ( students ) .
Then , Fitriany Boru Napitupulu , Asran Lubis , and Marudut Barisan Sihite ( student ) , Rizal Sahputra ( Journal reporter Sumatra) , Daniel Siagian ( student ) , Julpiandi Mori ( student ) , and Tomas Lakae .
The victims were injured by hot clouds there are three persons , namely Healthy Sembiring ( 48 ) and his son Surya Sembiring ( 21 ) Kabanjahe citizens who will pilgrimage to the village of Suka Hilariously ataudi 2.7 km from the crater of Mount Sinabung .
Meanwhile , according to him , one more Milala Doni ( 60 ) Sukameriah villagers who were left to look after the condition of his house displaced .
The whole of the dead and injured were hit by hot clouds sweep in the village of Suka Meriah which is only within a radius of approximately three miles from Mount Sinabung .
Search and rescue teams ( search and rescue / SAR ) and the joint task force of the eruption of Mount Sinabung handling the evacuation of casualties will continue on Sunday ( 2/2 ) , he added .
BNPB: 14 tewas akibat erupsi Sinabung
BNPB: 14 tewas akibat erupsi Sinabung
Jumlah korban tewas terkena awan panas dari erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut), mencapai 14 orang, demikian laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sabtu malam.
"Tewas 14 orang, luka-luka tiga orang," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam pesan singkatnya.
Menurut Sutopo, pihaknya telah berhasil mengidentifikasi korban tewas dan luka akibat terkena awan panas dari Gunung Sinabung yang terjadi pada Sabtu pukul 10.30 WIB tersebut.
Sebanyak 14 korban tewas itu adalah Alexander Sembiring (pelajar), Daud Surbakti (pelajar), Dipa Nusantara (pelajar), David (pelajar), dan Mahal Sembiring (guru honor SD Desa Gurukinayan), Teken Sembiring, dan Santun Siregar (mahasiswa).
Kemudian, Fitriani Boru Napitupulu, Asran Lubis, dan Marudut Barisan Sihite (mahasiswa), Rizal Sahputra (wartawan Jurnal Sumut), Daniel Siagian (mahasiswa), Julpiandi Mori (mahasiswa), dan Tomas Lakae.
Adapun korban luka-luka akibat awan panas ada tiga orang, yakni Sehat Sembiring (48) dan anaknya Surya Sembiring (21) warga Kabanjahe yang akan ziarah ke Desa Suka Meriah ataudi 2,7 km dari kawah Gunung Sinabung.
Sedangkan, menurut dia, satu lagi Doni Milala (60) warga Desa Sukameriah yang sedang menengok kondisi rumahnya setelah ditinggal mengungsi.
Seluruh korban yang tewas dan luka-luka tersebut terkena sapuan awan panas di Desa Suka Meriah yang hanya berjarak dalam radius sekira tiga kilometer dari Gunung Sinabung.
Tim pencari dan penyelamat (search and rescue/SAR) gabungan dan satuan tugas penanganan erupsi Gunung Sinabung akan melanjutkan proses evakuasi korban pada Minggu (2/2), ujarnya menambahkan.
Jumlah korban tewas terkena awan panas dari erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut), mencapai 14 orang, demikian laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sabtu malam.
"Tewas 14 orang, luka-luka tiga orang," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam pesan singkatnya.
Menurut Sutopo, pihaknya telah berhasil mengidentifikasi korban tewas dan luka akibat terkena awan panas dari Gunung Sinabung yang terjadi pada Sabtu pukul 10.30 WIB tersebut.
Sebanyak 14 korban tewas itu adalah Alexander Sembiring (pelajar), Daud Surbakti (pelajar), Dipa Nusantara (pelajar), David (pelajar), dan Mahal Sembiring (guru honor SD Desa Gurukinayan), Teken Sembiring, dan Santun Siregar (mahasiswa).
Kemudian, Fitriani Boru Napitupulu, Asran Lubis, dan Marudut Barisan Sihite (mahasiswa), Rizal Sahputra (wartawan Jurnal Sumut), Daniel Siagian (mahasiswa), Julpiandi Mori (mahasiswa), dan Tomas Lakae.
Adapun korban luka-luka akibat awan panas ada tiga orang, yakni Sehat Sembiring (48) dan anaknya Surya Sembiring (21) warga Kabanjahe yang akan ziarah ke Desa Suka Meriah ataudi 2,7 km dari kawah Gunung Sinabung.
Sedangkan, menurut dia, satu lagi Doni Milala (60) warga Desa Sukameriah yang sedang menengok kondisi rumahnya setelah ditinggal mengungsi.
Seluruh korban yang tewas dan luka-luka tersebut terkena sapuan awan panas di Desa Suka Meriah yang hanya berjarak dalam radius sekira tiga kilometer dari Gunung Sinabung.
Tim pencari dan penyelamat (search and rescue/SAR) gabungan dan satuan tugas penanganan erupsi Gunung Sinabung akan melanjutkan proses evakuasi korban pada Minggu (2/2), ujarnya menambahkan.
Vigilant, So Many Indonesian Women Forced Prostitutes in the U.S.!
Vigilant, So Many Indonesian Women Forced Prostitutes in the U.S.!
Many Indonesian women who turned out to be sold to the United States, and then plunged into the black valley and treated cruelly. Shandra Tersebutlah Woworuntu, an Indonesian woman trafficked in the United States. He was employed as a prostitute brutally. Reported German state broadcasters, Deutsche Welle.
Shandra is a mother and also a graduate of a college when the first came to America. Once arriving at John F Kennedy airport, he was taken away forcibly by the threat of a gun by a gang that operated in New York. That was the beginning he was trapped in the world of prostitution and violence in the United States.
After losing his job as a financial analyzer at a bank as a result of the Asian economic crisis, he decided to apply for a temporary worker at a hotel in Chicago. After passing the test, with a visa from the U.S. Embassy, he left his daughter and flew to the United States.
"I am very excited. I think this is the American Dream. I will get the money and come back again after six months, "he said. But, on the first night upon arrival in the United States, he was employed at a brothel in New York and moved around from one pimp to another pimp-pimp from a Malaysian citizen, Johnnie Wong, then to a Taiwanese man who only can speak Cantonese and even to a pimp United States. "They put a gun to my head and I just thought to save lives," said Shandra, who is now an activist anti-human trafficking and slavery in Survivors of Slavery.
Many of the women he met were Indonesian. Those who work in brothels also have been deceived from abroad. Most of them are teenagers. A girl aged 10 to 12 years who he met there and he did not know its origins are forced to work in the casinos and hotels. The customer will choose a woman in their ranks or booked by phone. "The phone is always ringing," recalls Shandra. The women who were forcibly diperkejarkan, added Shandra, are often not fed, but often treated to alcohol and drugs.
Shandra also be blind-time many times, because often transferred using a van that had tinted windows and big bodied bouncers guarded. Shandra also required to repay recruitment fees of U.S. $ 30 thousand.
Shandra kendela can escape through the open bathroom on the second floor of a house. Previously, he had persuaded other women to come run away with him. She and the other woman was jumped. And miraculously, both survived without injury.
Since the first day of arrival in the United States, Shandra've never had a passport because his passport has been seized. After weeks of living in the violence-police, the FBI, and the church refused to believe his story-he finally got help from Safe Horizon, an agent in the United States that provide assistance to victims of crime and drug abuse.
The story does seem absurd, but the agency said rescue Shandra is common. It does not only happen to strangers, young people too often the United States to escape and put themselves in a dangerous condition. They are tempted to offer to be a model or a music contract.
The Alliance to End Slavery Slavery or Alliance stopper and Trafficking estimates, approximately 14,000 to 17,000 men, women, and children each year are smuggled illegally into the United States to be employed in the sex trade world, in the factory, farm, or in bars. "This is organized crime and they are very organized," said Melysa
Sperber, Director of the Alliance to End Slavery. The group is calling on the U.S. government greater control of the recruiters who deceive people who are prone to come to the United States.
U.S. State Department realized his country was the country of destination, transit and origin for men, women, and children, both foreign nationals and U.S. citizens, who were subjected to forced labor, debt bondage, involuntary servitude, and sex trafficking . The victims are mostly coming from Mexico, Thailand, the Philippines, Honduras, and Indonesia.
Several years ago, Consortium for Indonesian Migrant Workers Defense (Kopbumi) also noted the existence of trade every day thousands of Indonesian women overseas. They were used as prostitutes and some are used as domestic servants. Kopbumi recorded at least five syndicated trafficking pathways, namely Belawan, Riau, Entikong, Nunukan, and Soekarno-Hatta Airport.
"Port of Belawan is the entrance of thousands of illegal migrants from North Sumatra towards Johor, Malaysia. The broker or nominee Tekong migrants enter illegally into Johor generally use this route by ship, "said Rachim of Trisakti Kopbumi, a few years ago.
Meanwhile, Riau used by brokers / Tekong as an entrance to Malaysia via Singapore, Johor and Penang Island. "Before the third place, they were smuggled by boat and traditional boats towards Batu Ampar, Batam, Sri Bintang Pura, and Louth. The illegal migrant workers were generally originated from East Java, Central Java and East Nusa Tenggara. They will generally work as domestic servants or factory workers in Johor, "said Trisakti.
Nunukan is the entrance to Sabah, Malaysia. "Path commonly used illegal brokers or Tekong is Tawao Beach. Prospective migrant workers generally come from South Sulawesi and East Java, "said Trisakti.
He also noted the Soekarno-Hatta International Airport as one of the candidates for the doors to smuggle illegal workers. "Usually it lasts from 06:00 until 10:00. The goal is generally Hong Kong, Taiwan, Korea, and the Middle East, "he said.
Entikong path used for those who would be sold to Sarawak, Malaysia. "Geographically, Entikong is door land border between Indonesia and Malaysia. In addition to wearing a landline Entikong, sometimes smuggling women also wore sea lanes, direct to Kuching, Malaysia. But, for the brokers or Tekong, overland through Entikong is the safest path to smuggle illegal migrant workers to Malaysia, "said Trisakti. Kopbumi noted, every day an average of 500 prospective illegal workers who enter through Entikong.
However, the doors Indonesia-Malaysia border in West Kalimantan not only in Entikong. "There are 13 doors in there, that the average of each of the doors there are 500 people smuggled into Malaysia. Entikong addition, the most popular door is the door in the border area Jagobabang, Bengkayang, because from there to Kuching just two hours, "said Trisakti.
Generally, women who are sold into Sarawak and Kuching used as prostitutes. "Most of them initially lured to work as domestic servants, working in restaurants, and entertainment venues works sort of karaoke, but then were forced to become prostitutes, because they are there left to pimp," said Trisakti. If not, they will be intimidated or tortured, "said Trisakti.
Many Indonesian women who turned out to be sold to the United States, and then plunged into the black valley and treated cruelly. Shandra Tersebutlah Woworuntu, an Indonesian woman trafficked in the United States. He was employed as a prostitute brutally. Reported German state broadcasters, Deutsche Welle.
Shandra is a mother and also a graduate of a college when the first came to America. Once arriving at John F Kennedy airport, he was taken away forcibly by the threat of a gun by a gang that operated in New York. That was the beginning he was trapped in the world of prostitution and violence in the United States.
After losing his job as a financial analyzer at a bank as a result of the Asian economic crisis, he decided to apply for a temporary worker at a hotel in Chicago. After passing the test, with a visa from the U.S. Embassy, he left his daughter and flew to the United States.
"I am very excited. I think this is the American Dream. I will get the money and come back again after six months, "he said. But, on the first night upon arrival in the United States, he was employed at a brothel in New York and moved around from one pimp to another pimp-pimp from a Malaysian citizen, Johnnie Wong, then to a Taiwanese man who only can speak Cantonese and even to a pimp United States. "They put a gun to my head and I just thought to save lives," said Shandra, who is now an activist anti-human trafficking and slavery in Survivors of Slavery.
Many of the women he met were Indonesian. Those who work in brothels also have been deceived from abroad. Most of them are teenagers. A girl aged 10 to 12 years who he met there and he did not know its origins are forced to work in the casinos and hotels. The customer will choose a woman in their ranks or booked by phone. "The phone is always ringing," recalls Shandra. The women who were forcibly diperkejarkan, added Shandra, are often not fed, but often treated to alcohol and drugs.
Shandra also be blind-time many times, because often transferred using a van that had tinted windows and big bodied bouncers guarded. Shandra also required to repay recruitment fees of U.S. $ 30 thousand.
Shandra kendela can escape through the open bathroom on the second floor of a house. Previously, he had persuaded other women to come run away with him. She and the other woman was jumped. And miraculously, both survived without injury.
Since the first day of arrival in the United States, Shandra've never had a passport because his passport has been seized. After weeks of living in the violence-police, the FBI, and the church refused to believe his story-he finally got help from Safe Horizon, an agent in the United States that provide assistance to victims of crime and drug abuse.
The story does seem absurd, but the agency said rescue Shandra is common. It does not only happen to strangers, young people too often the United States to escape and put themselves in a dangerous condition. They are tempted to offer to be a model or a music contract.
The Alliance to End Slavery Slavery or Alliance stopper and Trafficking estimates, approximately 14,000 to 17,000 men, women, and children each year are smuggled illegally into the United States to be employed in the sex trade world, in the factory, farm, or in bars. "This is organized crime and they are very organized," said Melysa
Sperber, Director of the Alliance to End Slavery. The group is calling on the U.S. government greater control of the recruiters who deceive people who are prone to come to the United States.
U.S. State Department realized his country was the country of destination, transit and origin for men, women, and children, both foreign nationals and U.S. citizens, who were subjected to forced labor, debt bondage, involuntary servitude, and sex trafficking . The victims are mostly coming from Mexico, Thailand, the Philippines, Honduras, and Indonesia.
Several years ago, Consortium for Indonesian Migrant Workers Defense (Kopbumi) also noted the existence of trade every day thousands of Indonesian women overseas. They were used as prostitutes and some are used as domestic servants. Kopbumi recorded at least five syndicated trafficking pathways, namely Belawan, Riau, Entikong, Nunukan, and Soekarno-Hatta Airport.
"Port of Belawan is the entrance of thousands of illegal migrants from North Sumatra towards Johor, Malaysia. The broker or nominee Tekong migrants enter illegally into Johor generally use this route by ship, "said Rachim of Trisakti Kopbumi, a few years ago.
Meanwhile, Riau used by brokers / Tekong as an entrance to Malaysia via Singapore, Johor and Penang Island. "Before the third place, they were smuggled by boat and traditional boats towards Batu Ampar, Batam, Sri Bintang Pura, and Louth. The illegal migrant workers were generally originated from East Java, Central Java and East Nusa Tenggara. They will generally work as domestic servants or factory workers in Johor, "said Trisakti.
Nunukan is the entrance to Sabah, Malaysia. "Path commonly used illegal brokers or Tekong is Tawao Beach. Prospective migrant workers generally come from South Sulawesi and East Java, "said Trisakti.
He also noted the Soekarno-Hatta International Airport as one of the candidates for the doors to smuggle illegal workers. "Usually it lasts from 06:00 until 10:00. The goal is generally Hong Kong, Taiwan, Korea, and the Middle East, "he said.
Entikong path used for those who would be sold to Sarawak, Malaysia. "Geographically, Entikong is door land border between Indonesia and Malaysia. In addition to wearing a landline Entikong, sometimes smuggling women also wore sea lanes, direct to Kuching, Malaysia. But, for the brokers or Tekong, overland through Entikong is the safest path to smuggle illegal migrant workers to Malaysia, "said Trisakti. Kopbumi noted, every day an average of 500 prospective illegal workers who enter through Entikong.
However, the doors Indonesia-Malaysia border in West Kalimantan not only in Entikong. "There are 13 doors in there, that the average of each of the doors there are 500 people smuggled into Malaysia. Entikong addition, the most popular door is the door in the border area Jagobabang, Bengkayang, because from there to Kuching just two hours, "said Trisakti.
Generally, women who are sold into Sarawak and Kuching used as prostitutes. "Most of them initially lured to work as domestic servants, working in restaurants, and entertainment venues works sort of karaoke, but then were forced to become prostitutes, because they are there left to pimp," said Trisakti. If not, they will be intimidated or tortured, "said Trisakti.
Waspada, Banyak Perempuan Indonesia Dipaksa Jadi Pelacur di AS!
Waspada, Banyak Perempuan Indonesia Dipaksa Jadi Pelacur di AS!
Banyak perempuan Indonesia yang ternyata dijual ke Amerika Serikat, untuk kemudian dijerumuskan ke lembah hitam dan mendapat perlakuan kejam. Tersebutlah Shandra Woworuntu, seorang perempuan asal Indonesia menjadi korban perdagangan manusia di Amerika Serikat. Ia dipekerjakan secara kejam sebagai seorang pelacur. Demikian dilaporkan lembaga penyiaran negara Jerman, Deutsche Welle.
Shandra adalah seorang ibu dan juga lulusan sebuah perguruan tinggi saat pertama datang ke Amerika. Begitu tiba di Bandar Udara John F Kennedy, ia dibawa pergi paksa dengan ancaman pistol oleh sebuah geng yang beroperasi di New York. Itulah awal mula ia terjebak dalam dunia prostitusi dan kekerasan di Amerika Serikat.
Setelah kehilangan pekerjaan sebagai seorang penganalisis keuangan di sebuah bank akibat krisis ekonomi Asia, ia memutuskan untuk melamar sebagai pekerja sementara di sebuah hotel di Chicago. Setelah lulus tes, dengan membawa visa dari Kedutaan Amerika Serikat, ia meninggalkan anak perempuannya dan terbang ke Amerika Serikat.
“Saya sangat bersemangat. Saya pikir ini adalah The American Dream. Saya akan mendapatkan uang dan kembali lagi setelah enam bulan,“ katanya. Tapi, di malam pertama saat tiba di Amerika Serikat, ia dipekerjakan di sebuah rumah bordil di New York dan dipindah-pindahkan dari satu germo ke germo yang lain—dari seorang germo warga Malaysia, Johnnie Wong, lalu ke seorang laki-laki Taiwan yang hanya bisa bicara bahasa Kanton dan bahkan kepada seorang germo Amerika Serikat. “Mereka menodongkan pistol ke kepala saya dan saya hanya berpikir untuk menyelamatkan nyawa,“ tutur Shandra, yang kini menjadi aktivis anti-perdagangan manusia dan perbudakan di Survivors of Slavery.
Banyak perempuan yang ia temui adalah orang Indonesia. Mereka yang bekerja di bordil itu juga telah diperdaya dari luar negeri. Sebagian besar dari mereka adalah remaja. Seorang gadis berusia antara 10 sampai 12 tahun yang ia temui di sana dan tak ia ketahui asal-usulnya dipaksa bekerja di kasino-kasino dan hotel-hotel. Para pelanggan akan memilih seorang perempuan dalam barisan atau memesan mereka melalui telepon. “Telepon selalu berdering,” kenang Shandra. Para perempuan yang diperkejarkan secara paksa itu, tambah Shandra, sering tak diberi makan, tapi sering disuguhi alkohol dan obat-obatan.
Shandra pun menjadi buta-waktu berkali-kali, karena kerap dipindahkan menggunakan van yang punya jendela berwarna dan dijaga tukang pukul berbadan besar. Shandra juga diharuskan melunasi biaya perekrutan sebesar US$ 30 ribu.
Shandra bisa lolos lewat kendela kamar mandi yang terbuka di lantai dua sebuah rumah. Sebelumnya, ia sempat membujuk perempuan lain untuk ikut lari bersamanya. Ia dan perempuan lain itu pun meloncat. Dan secara ajaib, keduanya selamat tanpa cedera.
Sejak hari pertama tiba di Amerika Serikat, Shandra sudah tak memiliki paspor karena paspornya telah di rampas. Setelah berminggu-minggu hidup dalam kekerasan—polisi, FBI, dan gereja menolak percaya ceritanya—akhirnya ia berhasil mendapat bantuan dari Safe Horizon, sebuah agen di Amerika Serikat yang memberikan bantuan kepada korban kejahatan dan penyalahgunaan narkotika.
Ceritanya memang tampak tak masuk akal, tapi agensi yang menyelamatkan Shandra mengatakan hal ini biasa terjadi. Ini tak hanya terjadi kepada orang asing, kaum muda Amerika Serikat pun sering melarikan diri dan menempatkan diri mereka sendiri dalam kondisi berbahaya. Mereka tergiur tawaran menjadi model atau kontrak musik.
Alliance to End the Slavery atau Aliansi Penghenti Perbudakan dan Perdagangan manusia memperkirakan, sekitar 14.000 sampai 17.000 laki-laki, perempuan, dan anak-anak setiap tahun diselundupkan secara ilegal ke Amerika Serikat untuk dipekerjakan dalam dunia perdagangan sex, di pabrik, pertanian, atau di bar-bar. “Ini adalah kejahatan terorganisasi dan mereka sangat terorganisasi,“ kata Melysa
Sperber, Direktur Alliance to End the Slavery. Kelompok ini menyerukan pemerintah Amerika Serikat melakukan kontrol yang lebih besar terhadap para perekrut yang memperdayai orang-orang yang rentan tersebut untuk datang ke Amerika Serikat.
Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menyadari negaranya adalah negara tujuan, transit, dan asal bagi laki-laki, perempuan, dan anak-anak, baik warga asing maupun warga Amerika Serikat, yang menjadi sasaran kerja paksa, jeratan utang, perbudakan paksa, dan perdagangan sex. Mereka yang menjadi korban tersebut sebagian besar berasal dari Mexico, Thailand, Filipina, Honduras, dan Indonesia.
Beberapa tahun lampau, Konsorsium Pembela Buruh Migran Indonesia (Kopbumi) juga mencatat adanya perdagangan ribuan perempuan Indonesia setiap hari ke luar negeri. Mereka ada yang dijadikan pelacur dan ada juga yang dijadikan pembantu rumah tangga. Kopbumi mencatat setidaknya ada lima jalur sindikasi perdagangan perempuan, yakni Belawan, Riau, Entikong, Nunukan, dan Bandara Soekarno-Hatta.
“Pelabuhan Belawan merupakan pintu masuk ribuan buruh migran ilegal asal Sumatera Utara menuju Johor, Malaysia. Para calo atau tekong memasukkan calon buruh migran ilegal ke Johor umumnya menggunakan jalur ini dengan kapal laut,” kata Trisakti Rachim dari Kopbumi, beberapa tahun lalu.
Sementara itu, Riau dipergunakan oleh calo/tekong sebagai pintu masuk ke Malaysia melalui Singapura, Johor, dan Pulau Penang. “Sebelum ke tiga tempat itu, mereka diselundupkan menggunakan kapal dan perahu-perahu tradisional menuju Batu Ampar, Batam, Sri Bintang Pura, dan Pangkal Pinang. Para calon buruh migran ilegal itu umumnya berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Nusa Tenggara Timur. Mereka umumnya akan bekerja sebagai pembantu rumah tangga atau buruh pabrik di Johor,” ungkap Trisakti.
Nunukan merupakan pintu masuk ke Sabah, Malaysia. “Jalur ilegal yang biasa digunakan calo atau tekong adalah Pantai Tawao. Calon buruh migran umumnya berasal dari Sulawesi Selatan dan Jawa Timur,” kata Trisakti.
Ia juga mencatat Bandar Udara Soekarno-Hatta sebagai salah satu pintu untuk menyelundupkan calon buruh ilegal. “Biasanya kegiatannya berlangsung dari pukul 06.00 sampai pukul 10.00. Tujuannya umumnya Hong Kong, Taiwan, Korea, dan Timur Tengah,” katanya.
Jalur Entikong digunakan bagi mereka yang akan dijual ke Sarawak, Malaysia. “Secara geografis, Entikong adalah pintu perbatasan darat Indonesia-Malaysia. Di samping memakai jalur darat Entikong, kadang penyelundupan perempuan juga memakai jalur laut, langsung ke Kuching, Malaysia. Tapi, bagi calo atau tekong, jalur darat lewat Entikong adalah jalur yang paling aman untuk menyelundupkan calon buruh migran ilegal ke Malaysia,” tutur Trisakti. Kopbumi mencatat, setiap hari rata-rata 500 calon buruh ilegal yang masuk lewat Entikong.
Namun, pintu perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalimantan Barat bukan hanya di Entikong. “Ada 13 pintu di sana, yang rata-rata dari masing-masing pintu itu ada 500 orang diselundupkan ke Malaysia. Selain Entikong, pintu yang paling digemari adalah pintu perbatasan di daerah Jagobabang, Bengkayang, karena dari sana ke Kuching hanya dua jam,” ujar Trisakti.
Umumnya, perempuan yang dijual ke Sarawak dan Kuching dijadikan pelacur. “Kebanyakan mereka awalnya diiming-imingi akan bekerja sebagai pembantu rumah tangga, bekerja di restoran, dan bekerja tempat hiburan semacam karaoke, tapi kemudian dipaksa untuk jadi pelacur, karena mereka di sana diserahkan kepada germo,” ungkap Trisakti. Kalau tidak mau, mereka akan diintimidasi atau disiksa,” kata Trisakti.
Banyak perempuan Indonesia yang ternyata dijual ke Amerika Serikat, untuk kemudian dijerumuskan ke lembah hitam dan mendapat perlakuan kejam. Tersebutlah Shandra Woworuntu, seorang perempuan asal Indonesia menjadi korban perdagangan manusia di Amerika Serikat. Ia dipekerjakan secara kejam sebagai seorang pelacur. Demikian dilaporkan lembaga penyiaran negara Jerman, Deutsche Welle.
Shandra adalah seorang ibu dan juga lulusan sebuah perguruan tinggi saat pertama datang ke Amerika. Begitu tiba di Bandar Udara John F Kennedy, ia dibawa pergi paksa dengan ancaman pistol oleh sebuah geng yang beroperasi di New York. Itulah awal mula ia terjebak dalam dunia prostitusi dan kekerasan di Amerika Serikat.
Setelah kehilangan pekerjaan sebagai seorang penganalisis keuangan di sebuah bank akibat krisis ekonomi Asia, ia memutuskan untuk melamar sebagai pekerja sementara di sebuah hotel di Chicago. Setelah lulus tes, dengan membawa visa dari Kedutaan Amerika Serikat, ia meninggalkan anak perempuannya dan terbang ke Amerika Serikat.
“Saya sangat bersemangat. Saya pikir ini adalah The American Dream. Saya akan mendapatkan uang dan kembali lagi setelah enam bulan,“ katanya. Tapi, di malam pertama saat tiba di Amerika Serikat, ia dipekerjakan di sebuah rumah bordil di New York dan dipindah-pindahkan dari satu germo ke germo yang lain—dari seorang germo warga Malaysia, Johnnie Wong, lalu ke seorang laki-laki Taiwan yang hanya bisa bicara bahasa Kanton dan bahkan kepada seorang germo Amerika Serikat. “Mereka menodongkan pistol ke kepala saya dan saya hanya berpikir untuk menyelamatkan nyawa,“ tutur Shandra, yang kini menjadi aktivis anti-perdagangan manusia dan perbudakan di Survivors of Slavery.
Banyak perempuan yang ia temui adalah orang Indonesia. Mereka yang bekerja di bordil itu juga telah diperdaya dari luar negeri. Sebagian besar dari mereka adalah remaja. Seorang gadis berusia antara 10 sampai 12 tahun yang ia temui di sana dan tak ia ketahui asal-usulnya dipaksa bekerja di kasino-kasino dan hotel-hotel. Para pelanggan akan memilih seorang perempuan dalam barisan atau memesan mereka melalui telepon. “Telepon selalu berdering,” kenang Shandra. Para perempuan yang diperkejarkan secara paksa itu, tambah Shandra, sering tak diberi makan, tapi sering disuguhi alkohol dan obat-obatan.
Shandra pun menjadi buta-waktu berkali-kali, karena kerap dipindahkan menggunakan van yang punya jendela berwarna dan dijaga tukang pukul berbadan besar. Shandra juga diharuskan melunasi biaya perekrutan sebesar US$ 30 ribu.
Shandra bisa lolos lewat kendela kamar mandi yang terbuka di lantai dua sebuah rumah. Sebelumnya, ia sempat membujuk perempuan lain untuk ikut lari bersamanya. Ia dan perempuan lain itu pun meloncat. Dan secara ajaib, keduanya selamat tanpa cedera.
Sejak hari pertama tiba di Amerika Serikat, Shandra sudah tak memiliki paspor karena paspornya telah di rampas. Setelah berminggu-minggu hidup dalam kekerasan—polisi, FBI, dan gereja menolak percaya ceritanya—akhirnya ia berhasil mendapat bantuan dari Safe Horizon, sebuah agen di Amerika Serikat yang memberikan bantuan kepada korban kejahatan dan penyalahgunaan narkotika.
Ceritanya memang tampak tak masuk akal, tapi agensi yang menyelamatkan Shandra mengatakan hal ini biasa terjadi. Ini tak hanya terjadi kepada orang asing, kaum muda Amerika Serikat pun sering melarikan diri dan menempatkan diri mereka sendiri dalam kondisi berbahaya. Mereka tergiur tawaran menjadi model atau kontrak musik.
Alliance to End the Slavery atau Aliansi Penghenti Perbudakan dan Perdagangan manusia memperkirakan, sekitar 14.000 sampai 17.000 laki-laki, perempuan, dan anak-anak setiap tahun diselundupkan secara ilegal ke Amerika Serikat untuk dipekerjakan dalam dunia perdagangan sex, di pabrik, pertanian, atau di bar-bar. “Ini adalah kejahatan terorganisasi dan mereka sangat terorganisasi,“ kata Melysa
Sperber, Direktur Alliance to End the Slavery. Kelompok ini menyerukan pemerintah Amerika Serikat melakukan kontrol yang lebih besar terhadap para perekrut yang memperdayai orang-orang yang rentan tersebut untuk datang ke Amerika Serikat.
Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menyadari negaranya adalah negara tujuan, transit, dan asal bagi laki-laki, perempuan, dan anak-anak, baik warga asing maupun warga Amerika Serikat, yang menjadi sasaran kerja paksa, jeratan utang, perbudakan paksa, dan perdagangan sex. Mereka yang menjadi korban tersebut sebagian besar berasal dari Mexico, Thailand, Filipina, Honduras, dan Indonesia.
Beberapa tahun lampau, Konsorsium Pembela Buruh Migran Indonesia (Kopbumi) juga mencatat adanya perdagangan ribuan perempuan Indonesia setiap hari ke luar negeri. Mereka ada yang dijadikan pelacur dan ada juga yang dijadikan pembantu rumah tangga. Kopbumi mencatat setidaknya ada lima jalur sindikasi perdagangan perempuan, yakni Belawan, Riau, Entikong, Nunukan, dan Bandara Soekarno-Hatta.
“Pelabuhan Belawan merupakan pintu masuk ribuan buruh migran ilegal asal Sumatera Utara menuju Johor, Malaysia. Para calo atau tekong memasukkan calon buruh migran ilegal ke Johor umumnya menggunakan jalur ini dengan kapal laut,” kata Trisakti Rachim dari Kopbumi, beberapa tahun lalu.
Sementara itu, Riau dipergunakan oleh calo/tekong sebagai pintu masuk ke Malaysia melalui Singapura, Johor, dan Pulau Penang. “Sebelum ke tiga tempat itu, mereka diselundupkan menggunakan kapal dan perahu-perahu tradisional menuju Batu Ampar, Batam, Sri Bintang Pura, dan Pangkal Pinang. Para calon buruh migran ilegal itu umumnya berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Nusa Tenggara Timur. Mereka umumnya akan bekerja sebagai pembantu rumah tangga atau buruh pabrik di Johor,” ungkap Trisakti.
Nunukan merupakan pintu masuk ke Sabah, Malaysia. “Jalur ilegal yang biasa digunakan calo atau tekong adalah Pantai Tawao. Calon buruh migran umumnya berasal dari Sulawesi Selatan dan Jawa Timur,” kata Trisakti.
Ia juga mencatat Bandar Udara Soekarno-Hatta sebagai salah satu pintu untuk menyelundupkan calon buruh ilegal. “Biasanya kegiatannya berlangsung dari pukul 06.00 sampai pukul 10.00. Tujuannya umumnya Hong Kong, Taiwan, Korea, dan Timur Tengah,” katanya.
Jalur Entikong digunakan bagi mereka yang akan dijual ke Sarawak, Malaysia. “Secara geografis, Entikong adalah pintu perbatasan darat Indonesia-Malaysia. Di samping memakai jalur darat Entikong, kadang penyelundupan perempuan juga memakai jalur laut, langsung ke Kuching, Malaysia. Tapi, bagi calo atau tekong, jalur darat lewat Entikong adalah jalur yang paling aman untuk menyelundupkan calon buruh migran ilegal ke Malaysia,” tutur Trisakti. Kopbumi mencatat, setiap hari rata-rata 500 calon buruh ilegal yang masuk lewat Entikong.
Namun, pintu perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalimantan Barat bukan hanya di Entikong. “Ada 13 pintu di sana, yang rata-rata dari masing-masing pintu itu ada 500 orang diselundupkan ke Malaysia. Selain Entikong, pintu yang paling digemari adalah pintu perbatasan di daerah Jagobabang, Bengkayang, karena dari sana ke Kuching hanya dua jam,” ujar Trisakti.
Umumnya, perempuan yang dijual ke Sarawak dan Kuching dijadikan pelacur. “Kebanyakan mereka awalnya diiming-imingi akan bekerja sebagai pembantu rumah tangga, bekerja di restoran, dan bekerja tempat hiburan semacam karaoke, tapi kemudian dipaksa untuk jadi pelacur, karena mereka di sana diserahkan kepada germo,” ungkap Trisakti. Kalau tidak mau, mereka akan diintimidasi atau disiksa,” kata Trisakti.
Subscribe to:
Posts (Atom)









