!-- Javascript Ad Tag: 6454 -->

Thursday, September 19, 2013

ICW meminta Kementerian Agama transparan tentang dana penyelenggaraan ibadah haji.



Masjid Agung di Mekkah
ICW meminta Kementerian Agama transparan tentang dana penyelenggaraan ibadah haji.

 Indonesia Corruption Watch (ICW) meminta Kementerian Agama (Kemenag) untuk transparan tentang dana penyelenggaraan ibadah haji. Peneliti ICW, Firdaus Ilyas, menyatakan, selama ini pertanggungjawaban Kemenag terhadap penyelenggaraan ibadah haji yang diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) hanya berupa laporan keuangan secara umum.

Pihak Kemenag, dalam hal ini Direktorat Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah, lanjutnya, tidak memperinci komponen-komponen apa saja yang ada dalam Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH).

"Kita tidak tahu uang haji kita sudah berapa, sudah berapa tahu, jasa bunganya berapa," ujarnya dalam sebuah diskusi di Jakarta, Kamis (19/8/2013).

Firdaus mengatakan, dua hal yang patut dicermati dalam kaitannya dengan transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan ibadah haji adalah dana ibadah haji dan pelayanan ibadah haji. Menurutnya, UU No. 13 tahun 2008 yang mengatur masalah haji dan umrah tidak menjamin aturan tentang dana haji, mulai dari setoran awal BPIH hingga perumusan komponen-komponen dalam BPIH.

"Dalam UU disebutkan bahwa jemaah haji menanggung seluruh biaya yang berkaitan dengan dirinya, faktanya, banyak sekali uang jemaah haji yang digunakan untuk hal-hal yang tidak ada kaitan dengan dirinya, seperti honor petugas, hotel petugas, uang saku petugas, yang semestinya dalam UU menjadi tanggung jawab pemerintah," jelasnya.

Selain itu, ia juga mengkritisi pelayanan ibadah haji yang diselenggarakan oleh Kemenag. Ia melihat ketiadaan kultur dari masyarakat, terutama jemaah haji untuk kritis terhadap pelayanan ibadah haji. Jemaah haji hanya melihat haji semata-mata persoalan ibadah, padahal di dalamnya ada ikatan kontrak, yang didalamnya ada hak dan kewajiban, serta kemungkinan wanprestasi. Dengan demikian, ia meminta kepada pemerintah untuk membenahi karut-marutnya masalah haji tersebut melalui moratorium.

"Kami setuju moratorium dengan catatan adanya perbaikan regulasi dan perbaikan kelembagaan. Percuma saja jika moratorium tanpa dibarengi perbaikan," tuturnya.

Menteri Agama Suryadharma Alie meminta para jamaah haji tidak perlu khawatir terkait virus Corona yang meluas di negara Arab Saudi. Virus itu, kata dia, tidak berkembang di daerah yang menjadi tempat pelaksaan haji.

"Saya himbau jamaah tidak perlu terlalu khawatir mengenai virus itu. Virus Corona berkembang di sana, tapi bukan di daerah di mana jamaah haji melakukan tahapan-tahapan haji, misalnya di Jeddah, Mekkah, Arafah. Bukan di daerah itu," kata Suryadharma di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (16/9/2013).
Suryadharma mengatakan, tim medis akan terus memantau kondisi kesehatan para jamaah, terutama pengukuran suhu tubuh. Meski demikian, pihaknya menghimbau kepada seluruh jamaah untuk menjaga kesehatan dengan makan makanan bergizi, banyak minum, dan selalu menggunakan masker.

"Kalau memang tertular pasti dikarantina. Kepada jamaah haji, kalau merasa badannya tidak enak, segera beri tahu petugas kesehatan. Kita akan menangani langsung," pungkas dia.

Seperti diberitakan, setiap jamaah haji akan diberikan masker khusus sekitar 4 masker. Masker tersebut memiliki tingkat kerapatan tinggi sehingga efektif menyaring virus seperti masker untuk operasi. Dengan kerapatan 0,1 mikro, tidak mungkin bakteri Staphylococcus masuk.

 Jemaah calon haji kelompok terbang pertama asal Kota Medan tidak merasa khawatir dan takut dengan kebijakan untuk mendaratkan kembali pesawat di Bandar Udara Kualanamu.

"Semua jemaah tetap tenang, tidak ada yang ketakutan," kata Ibrahim Daulay, salah seorang jamaah haji kloter 1 Embarkasi Medan, seperti dikutip Antara, Selasa (10/9/2013) sore.

Menurut Ibrahim, petugas haji yang berada dalam pesawat itu telah memberikan penjelasan tentang alasan pendaratan kembali tersebut.

Selain itu, pilot pesawat dan petugas haji yang ada juga mampu memberikan pelayanan yang baik dan kenyamanan sehingga seluruh jamaah tetap tenang.

Ketika berdialog dengan pilot dan kru pesawat, diketahui adanya gangguan dalam sistem distribusi air yang diperlukan untuk seluruh penumpang. "Kita dapat maklum karena jamaah perlu minum dan ke kamar mandi," katanya.

Ketika dihubungi pukul 17.00 WIB, Ibrahim Daulay mengaku pesawat masih belum diterbangkan kembali menuju Arab Saudi.

Jemaah haji yang beralamat di Jalan Flamboyan Raya, Kecamatan Medan Tuntungan mengaku seluruh penumpang tetap berada dalam pesawat.

Semua jemaah haji masih menjalani proses simulasi pemberangkatan dan pemeriksaan sambil menikmati makan yang disajikan petugas haji. "Setelah oke semuanya, baru berangkat," kata jamaah yang berangkat bersama isterinya Haryati itu.

Sebelumnya, Kepala Divisi Operasional Bandara Kualanamu Ali Sophian juga mengaku pesawat dengan jenis 777-300 ER yang membawa jemaah haji asal Medan tersebut mendarat kembali karena mengalami masalah dalam persediaan air.

Two Indonesian nationals into the black list because it is close to Islamic militant groups.



t
Two Indonesian nationals into the black list because it is close to Islamic militant groups.

  Ministry of FinaTnce of the United States, Wednesday (18/09/2013), enter the name of two Indonesian nationals into the black list because it is close to Islamic militant groups.

The two men, the first is Said Ahmad Sungkar (51), who was allegedly involved raising funds to support the Jemaah Islamiyah (JI) and Jamaah Ansharut Tauhid (JAT).

Both of these groups by Washington included in the list of terrorist organizations.

The second man was Afif Abdul Majid (58). This man is the leader of JAT that assist in the recruitment and training of people who will be used in various acts of violence.

"In 2012, Abdul Majid role is to coordinate the various activities of the leader of JAT area," according to the U.S. Treasury.

"The threat of terror and Jemaah Islamiyah Jemaah Ansharut Tauhid remains significant," said Deputy Minister of Finance and Terrorism Intelligence Division, David Cohen.

The U.S. government, Cohen said, will continue to try to protect the international financial system from the activity associated with terror groups.

"The goal is that these groups are increasingly difficult to commit acts of violence," said Cohen.

Once incorporated into the black list, then all the assets of these two men in the U.S. will be frozen and all U.S. citizens are prohibited from doing business with the two men.

dua orang warga negara Indonesia ke dalam daftar hitam karena dianggap dekat dengan kelompok-kelompok militan Islam.


 dua orang warga negara Indonesia ke dalam daftar hitam karena dianggap dekat dengan kelompok-kelompok militan Islam.

 Kementerian Keuangan Amerika Serikat, Rabu (18/9/2013), memasukkan nama dua orang warga negara Indonesia ke dalam daftar hitam karena dianggap dekat dengan kelompok-kelompok militan Islam.

Kedua orang itu, yang pertama adalah Said Ahmad Sungkar (51), yang diduga terlibat penggalangan dana untuk mendukung Jamaah Islamiyah (JI) dan Jamaah Ansharut Tauhid (JAT).

Kedua kelompok ini oleh Washington dimasukkan ke dalam daftar organisasi teroris.

Pria kedua adalah Afif Abdul Majid (58). Pria ini adalah pemimpin JAT yang membantu proses rekrutmen dan pelatihan orang-orang yang akan digunakan dalam berbagai aksi kekerasan.

"Pada 2012, Abdul Majid berperan untuk mengoordinasikan berbagai kegiatan pemimpin daerah JAT," demikian Kementerian Keuangan AS.

"Ancaman teror Jamaah Islamiyah dan Jamaah Ansharut Tauhid tetap signifikan," kata Deputi Menkeu Bidang Intelijen Keuangan dan Terorisme, David Cohen.

Pemerintah AS, kata Cohen, akan terus berusaha melindungi sistem finansial internasional dari aktivitas yang terkait dengan kelompok-kelompok teror.

"Tujuannya agar kelompok-kelompok ini semakin sulit untuk melakukan tindak kekerasan," lanjut Cohen.

Setelah dimasukkan ke dalam daftar hitam, maka semua aset kedua orang ini di AS akan dibekukan dan semua warga AS dilarang melakukan hubungan bisnis dengan kedua pria itu.

Millions of pilgrims who come from all over the world have arrived in the city of Mecca and Medina , Saudi Arabia .


Kaba in Mecca, Saudi Arabia

Millions of pilgrims who come from all over the world have arrived in the city of Mecca and Medina , Saudi Arabia .

Government of Saudi Arabia to perform Haj quota cuts across the state as much as 20 percent for security reasons due to the Grand Mosque is being renovated . Impact reduction of Indonesian pilgrims quota from the previous 211,000 to 168.800 .

Director General Hajj and Umrah MORA , Anggito Abhimanyu , Indonesia has set the number of Hajj quota for the year 2013 as many as 168 800 people . With details , from the regular quota of Haj pilgrims as much as 155 200 and as many as 13,600 people specifically . This number certainly has decreased by 20 percent from the previous one as much as 211,000 .

Such determination , set by the Decree of the Minister of Religious Affairs of the Republic of Indonesia No. 121 in 2013 , on the Determination of Hajj Quota Year 1434 H / 2013 AD .

"In the meantime , according to the amount of the quota . We are also waiting for the Saudi government policy , of course, this may change if there is a dispensation , " he said during a press konfernsi , in Hajj , Pondok Gede , East Jakarta , Friday ( 06/21/2013 ) .

According to him , for the determination of the criteria , the Minister of Indonesia has issued a Ministerial Regulation No. 62 Year 2013 on Criteria Delay Repay Has Pilgrims Hajj Operation Costs in 1434 H / 2013 AD

With the criteria that the congregation has aged 75 years or older , have physical limitations that require aids such as a wheelchair, cane , etc., and based on the serial number of the last portion up to meet quota reductions specified in provincial and district / city .

Additionally , Abhimanyu explained that this was for real in Government Regulation No. 79 of 2013 , has been set up on the implementation of the Haj pilgrims haji.Sehingga the year 2013 , for the pilgrims who had performed the pilgrimage , but counselors and pilgrims who also serves as a mahram will directly enter the quota delays .

" So far, we missed that it has been stipulated in Government Regulation No. 79 of 2013 , " he explained .

So that , according to him , the criteria that will be implemented after the visits of his age , will be in the verification of the physical condition , and will check whether previously pilgrimage except as mentioned above , it will be automatically entered directly in the part assembly postponed his departure in 2014 .



Group fly Indonesian pilgrims to the Holy Land has been dispatched on 10th October. Religious Affairs Minister Suryadharma Ali admitted until now there has been no significant obstacles related to the departure of pilgrims each embarkation .

" So far there has been no report about Hajj constraints . Alhamdulillah Hajj had already left , " said Suryadharma after meeting police chief in East Java Police Headquarters , Saturday ( 14/9 ) .

He said technical problems had occurred when the first fleet flight Kualanamu Airport , Medan , North Sumatra . At that time the aircraft had to fly back to the airport .

" The aircraft returned because the drains were clogged in the toilet , but then corrected , " said Chairman of the United Development Party ( PPP ) is.

He hopes to finish organizing the pilgrimage no major obstacles. Hajj flight departure phase ( phase I) began on 10 September 2013 until October 9, 2013 .

Hajj flight departure phase ( phase II ) will be held on October 20, 2013 until 19 November 2013 . This year Indonesia dispatched 90,108 pilgrims are divided into 233 groups of flying.

 Ministry of Religious Affairs has set quotas while Indonesian pilgrims . Based on the 33 provinces in Indonesia , the government get a share of 168.800 pilgrims .

Based on the decision of the Minister of Religious Affairs No. 121 in 2013 , Indonesia received translator regular pilgrimage to the amount of the quota and the quota of 155 200 special Hajj 13,600 people . The following lists the total number of regular quota of pilgrims and pedampingnya each province .

1 . Aceh : 3,140 pilgrims
2 . North Sumatra : 6,588 pilgrims
3 . West Sumatra : 3,599 worshipers .
4 . Riau : 4,036 pilgrims
5 . Jambi : 2,108 pilgrims
6 . South Sumatra pilgrims
7 . Bengkulu : 1,292 worshipers .
8 . Lampung : 5,026 pilgrims
9 . Bangka Belitung : 732 pilgrims .
10 . Riau Islands : 795 pilgrims
11 . Jakarta : 5,668 worshipers .
12 . West Java : 30 088 worshipers .
13 . Central Java : 23 717 worshipers .
14 . Yogyakarta : 2,474 worshipers .
15 . East Java : 27 323 worshipers .
16 . Banten : 6,834 worshipers .
17 . Bali : 512 pilgrims .
18 . West Nusa Tenggara : 3,596 worshipers .
19 . East Nusa Landmarks : 521 pilgrims .
20 . West Borneo : 1,872 worshipers .
21 . Central Borneo : 1,080 worshipers .
22 . South Kalimantan : 3,050 worshipers .
23 . East Kalimantan : 2,256 pilgrims
24 . North Sulawesi : 561 pilgrims .
25 . Central Sulawesi : 1,407 worshipers .
26 . South Sulawesi : 5,777 worshipers .
27 . Southeast Sulawesi : 1,347 worshipers .
28 . Gorontalo : 714 pilgrims .
29 . West Sulawesi : 1,155 worshipers .
30 . Maluku : 569 pilgrims .
31 . North Maluku : 853 pilgrims .
32 . West Papua : 569 pilgrims .
33 . Papua : 853 pilgrims .

" While the total quota for pilgrims as many as 12,899 pilgrims special , and special quotas totaling 701 officers pilgrim people , " said Director General of organizing Hajj and Umrah , Anggito Abi Manyu during a press conference in Hajj Pondok Gede , East Jakarta , Friday ( 21/6 / 2013 ) .

Anggito said it has considered carefully so that the quota is included with the pilgrim officer .

" We are guided by 80 % of pilgrims who have paid off BPHI , while 20 % will go as a reserve quota

Jutaan jamaah haji yang berdatangan dari seluruh penjuru dunia telah tiba di kota Mekah dan Medinah, Saudi Arabia.



Jutaan jamaah haji yang berdatangan dari seluruh penjuru dunia telah tiba di kota Mekah dan Medinah, Saudi Arabia.

Pemerintah Saudi Arabia melakukan pemotongan kuota haji terhadap seluruh negara sebanyak 20 persen dengan alasan keamanan karena Masjidil Haram sedang direnovasi. Imbasnya pengurangan kuota jamaah haji dari Indonesia dari yang sebelumnya 211.000 menjadi 168.800.

Dirjen Haji dan Umrah Kemenag, Anggito Abimanyu, Indonesia telah menetapkan jumlah kuota hajinya untuk tahun 2013 ini sebanyak 168.800 orang. Dengan rincian, dari kuota haji reguler sebanyak 155.200 dan haji khusus sebanyak 13.600 orang. Jumlah ini tentunya mengalami penurunan sebesar 20 persen dari yang sebelumnya sebanyak 211.000.

Penetapan tersebut, di tetapkan oleh Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 121 Tahun 2013, tentang Penetapan Kuota Haji Tahun 1434 H/ 2013 Masehi.

“Sementara ini, demikian jumlah kuota yang ditetapkan. Kita juga sedang menunggu kebijakan pemerintah Saudi, tentunya ini dapat berubah bila ada dispensasi,” katanya saat menggelar konfernsi persnya, di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur, Jumat (21/6/2013).

Menurutnya, untuk penetapan kriteria, Menteri telah mengeluarkan Peraturan Menteri Indonesia Nomor 62 Tahun 2013 tentang Kriteria Penundaan Jemaah Haji Yang Telah Melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji tahun 1434 H/ 2013 M.

Dengan kriteria bahwa jemaah yang telah berusia 75 tahun atau lebih, memiliki keterbatasan fisik sehingga membutuhkan alat bantu antara lain kursi roda, tongkat dan sebagainya, serta berdasarkan nomor urut porsi terakhir hingga memenuhi pengurangan kuota yang ditentukan di provinsi dan kabupaten/kota.

Selain itu, Abimanyu menjelaskan bahwa selama ini pun sebenarnya dalam Peraturan Pemerintah no 79 tahun 2013, telah mengatur tentang jemaah haji.Sehingga pada pelaksanaan haji tahun 2013 ini, bagi jemaah yg pernah menunaikan ibadah haji, kecuali pembimbing dan jemaah haji yang berfungsi sebagai mahrom juga akan langsung di masukkan dalam kuota penundaan.

“Selama ini kita luput bahwa hal tersebut telah diatur dalam PP no 79 tahun 2013,” jelasnya.

Sehingga, menurutnya, kriteria yang akan dilaksanakan bahwa setelah dilihat dari usianya, baru akan di verifikasi tentang kondisi fisiknya, lalu akan di cek apakah sebelumnya pernah menunaikan ibadah haji kecuali seperti yang tersebut diatas, maka akan secara otomatis langsung masuk dalam bagian jemaah yang keberangkatannya ditunda pada tahun 2014.



Kelompok terbang jamaah haji Indonesia telah diberangkatkan ke Tanah Suci pada 10 Oktober. Menteri Agama Suryadharma Ali mengaku sampai saat ini belum ada kendala berarti terkait pemberangkatan jamaah haji di tiap-tiap embarkasi.

"Selama ini soal haji belum ada laporan kendala. Alhamdulillah haji sudah berangkat," ujar Suryadharma usai menemui Kapolda Jawa Timur di Mapolda, Sabtu (14/9).

Ia mengatakan, kendala teknis sempat terjadi saat penerbangan kloter pertama di Bandar Udara  Kualanamu, Medan, Sumatera Utara. Saat itu pesawat yang sudah terbang kembali lagi ke bandara.

"Pesawat kembali karena ada saluran air yang mampat di toilet, tapi lalu diperbaiki," kata Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut.

Dia berharap hingga akhir penyelenggaraan ibadah haji tidak ada hambatan yang berarti. Penerbangan haji fase keberangkatan (fase I) dimulai pada 10 September 2013 hingga 9 Oktober 2013.

Penerbangan haji fase kepulangan (fase II) akan dilaksanakan pada 20 Oktober 2013 hingga 19 November 2013. Tahun ini Indonesia memberangkatkan 90.108 jamaah haji yang terbagi dalam 233 kelompok terbang.

 Kementerian Agama telah menetapkan kuota sementara jamaah haji Indonesia. Berdasarkan 33 provinsi di Indonesia, pemerintah mendapatkan jatah 168.800 jamaah haji.

Berdasarkan keputusan Menteri Agama No 121 Tahun 2013, Indonesia mendapatkan jemah haji reguler dengan jumlah quota 155.200 orang dan kuota haji khusus 13.600 orang. Berikut daftar total jumlah kuota jamaah haji reguler dan pedampingnya setiap provinsi.

1. Aceh : 3.140 jamaah
2. Sumatera Utara : 6.588 jamaah
3. Sumatera Barat : 3.599 jamaah.
4. Riau : 4.036 jamaah
5. Jambi : 2.108 jamaah
6. Sumatera Selatan jamaah
7. Bengkulu : 1.292 jamaah.
8. Lampung : 5.026 jamaah
9. Bangka Belitung : 732 jamaah.
10. Kepulauan Riau : 795 jamaah
11. DKI Jakarta : 5.668 jamaah.
12. Jawa Barat : 30.088 jamaah.
13. Jawa Tengah : 23.717 jamaah.
14. DI Yogyakarta : 2.474 jamaah.
15. Jawa Timur : 27.323 jamaah.
16. Banten : 6.834 jamaah.
17. Bali : 512 jamaah.
18. Nusa Tenggara Barat : 3.596 jamaah.
19. Nusa Tengara Timur : 521 jamaah.
20. Kalimatan Barat : 1.872 jamaah.
21. Kalimantan Tengah : 1.080 jamaah.
22. Kalimantan Selatan : 3.050 jamaah.
23. Kalimantan Timur : 2.256 jamaah
24. Sulawesi Utara : 561 jamaah.
25. Sulawesi Tengah : 1.407 jamaah.
26. Sulawesi Selatan : 5.777 jamaah.
27. Sulawesi Tenggara : 1.347 jamaah.
28. Gorontalo : 714 jamaah.
29. Sulawesi Barat : 1.155 jamaah.
30. Maluku : 569 jamaah.
31. Maluku Utara : 853 jamaah.
32. Papua Barat : 569 jamaah.
33. Papua : 853 jamaah.

“Sementara untuk total kuota jamaah haji khusus sebanyak 12.899 jamaah haji, dan kuota petugas haji khusus berjumlah 701 orang,” ujar Dirjen Penyelenggaran Haji dan Umrah, Anggito Abi Manyu saat konferensi pers di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Jumat (21/6/2013).

Anggito mengatakan pihaknya telah memperhitungkan dengan matang sehingga kuota tersebut sudah termasuk dengan petugas haji.

“Kita berpedoman 80 % jamaah haji yang telah lunas BPHI, sementara yang 20% akan masuk sebagai kuota cadangan

The greatness of Tawheed , Erase All Sins



The greatness of Tawheed , Erase All Sins


by
Ahmas cleric Faiz Asifuddin


What is the secret greatness of unity, so as to remove all sins , for any ? A bin Umar radi 'anhu Khathab example , the figure before the most famous convert to Islam against the teachings of Islam and is famous for his atheism , and had buried his daughter alive . But with Islam , mentauhidkan worship only to Allah Subhanahu wa Ta'ala alone , then terhapuslah all sins and mistakes are mounting . Even being the most noble character in the side after Abu Bakr radi Allah anhu .

Moreover, if the error is smaller one , would be more easily erased with monotheism . Even if the errors as well as larger kekufurannya of Umar anhu though , still all clear and it will disappear with monotheism .

Prophet sallallaahu ' alaihi wa sallam said that Allah Subhanahu wa Ta'ala says :

" ... ومن لقيني بقراب الأرض خطيئة لايشرك بي شيئا , لقيته بمثلها مغفرة " رواه مسلم

Allah Almighty says , " ... And whoever find me with a whole- earth fault in a state not associate nothing with me , then I will meet him with forgiveness the whole earth anyway " . [ HR . Muslim ] [ 1 ] .

In Sunan Tirmidhi from Anas radi 'anhu , he said that the Prophet sallallaahu' alaihi wa sallam said , Tabaraka Allah wa Ta'ala says :

ياابن آدم ! إنك لو أتيتني بقراب الأرض خطايا , ثم لقيتني لاتشرك بي شيئا لأتيتك بقرابها مغفرة

O Children of Adam ! Surely, if you came to Me with all your faults bring the earth , then you came to me in a state of not associating nothing with me , then I will come to him with a whole- earth ampunah also [ 2 ] .

Shaykh Abdur Rahman ibn Hasan Aal ash- Shaykh ( d. . 1285 H ) said that al - Hafiz Ibn Rajab al - Hanbali rahimahullah said , "Anyone who comes to bring monotheism ( to Allah ) , despite having all my fault earth , Allah will undoubtedly see the whole earth bring forgiveness anyway " [ 3 ]

That is , the above hadith who assert that tawheed perfectly , then it can receive forgiveness of his sins even if the sins fill the earth . Not only that , the Prophet sallallaahu ' alaihi wa sallam also confirms that the perfect person tauhidi , will not diadzab by Allah in the Hereafter .

In the hadeeth of Mu'adh bin Jabal radi anhu about the rights and obligations of the servant to Allah Subhanahu wa Ta'ala , the Prophet sallallaahu ' alaihi wa sallam said :

حق الله على العباد أن يعبدوا الله ولايشركوا به شيئا , وحق العباد على الله : أن لا يعذب من لا يشرك به شيئا . قلت : يارسول الله , أفلا أبشر الناس ? قال : لاتبشرهم فيتكلوا . أخرجاه

Rights of Allah which is the obligation of the servants is that they worship Allah alone and not associate nothing ( shirk ) with Allah . While the rights of servants which will be obtained from Allah is that Allah will not mengadzab anyone who does not associate ( shirk ) with Allah's something . " I ( Mu'adh ) said , ' O Messenger of Allah , would not I conveyed the good news to the people ? ' He replied , "Do not preach to them , because they will depend ( to say : what matters is not shirk - pen ) [ HR . Bukhari and Muslim ] [ 4 ]

This hadith shows , people who did not commit Shirk in worship to Allah Subhanahu wa Ta'ala , he will not be in torment .

Prophet sallallaahu ' alaihi wa sallam also said :

من قال أشهد أن لا إله إلا الله وحده لاشريك له , وأن محمدا عبده ورسوله , وأن عيسى عبد الله وابن أمته , وكلمته ألقاها إلى مريم وروح منه , وأن الجنة حق وأن النار حق , أدخله الله من أي أبواب الجنة الثمانية شاء ( وفى رواية : أدخله الجنة على ما كان من العمل ) . أخرجاه

Who said: I bear witness that there is no god except Allah alone has the right diibadahi , no partner unto Him , and that Muhammad is His slave and His messenger , also testified that Jesus is the servant of Allah and the servant boy ( girl ) Allah , he is humans are created with his sentence , and then inserted into the self- Maryam , and he is a soul created by Allah . Also testified that heaven is true, and nerakapun true , then Allah will definitely put it into heaven , through whichever door he pleased from the eight doors . ( In another narration : then Allah will definitely put it into heaven , according to the deeds he does ) . [ HR . Bukhari and Muslim ] [ 5 ]

There are many other texts that narrate the greatness of monotheism . What secret ?
Here are a few things need to be studied include:

UNDERSTANDING Tawheed
Tawheed is clicking - Esakan Allah Almighty with simply giving worship to Him alone . [ 6 ] That is , that people worship ( worship ) only to Almighty Allah alone and not associate with Him ( shirk not to him ) . He worship only to Allah Almighty to pour out love , adoration , hope and anxiety . [ 7 ]

Shaykh Muhammad ibn Salih al - Uthaymeen rahimahullah explains that the word of monotheism is mashdar wahhada , yuwahhidu , it means making something to be the only one. And this will not happen unless the merge between nafi ( annihilation ) and ithbat ( determination ) . Negate ( worship ) of other than those in Esakan , and set ( worship ) only in that in Esakan . [ 8 ]

While the Shaykh al- Islam Ibn Taymiyyah rahimahullah said , " Tauhid which was brought apostle of God as nothing else teaching contains a determination that the nature Uluhiyyah ( worthy of worship ) belongs only to Allah Almighty alone . Namely , a pledge that there is no god except Allah has the right diibadahi Almighty Jalla , no one should diibadahi besides him , not handed attitude of resignation except to Him , there is no love except for him , do not except because of his hostility and do not do charitable deeds except for his good pleasure . and it all involves specifying the names and attributes of Him according to what He has for Himself tetapkannya itself " . [ 9 ]

Then he rahimahullah said , " It is not merely Tawhid monotheism is Lordship . Namely believe that Allah is the creator of the universe the only one " . [ 10 ]

That is the essence of monotheism which is the essence of preaching and teaching every apostle of God , that which contains two main points : First , the rejection of any god but Allah , and secondly , that the determination of the true God is Allah Almighty alone .

Allah Almighty says :

ولقد بعثنا في كل أمة رسولا أن اعبدوا الله واجتنبوا الطاغوت

We sent a Messenger to every people to call to the people of each , "Worship Allah, you are the only , and flee from Evil . [ an-Nahl/16 : 36 ]

And many words are similar to Allah 's verses .

PURPOSE OF HUMAN creation
Is very naive and shallow if the prejudice that live in this world only for the purpose of the world , to build a world with all the highlights and technology , and to undertake worldly goodness just for the good and welfare of the world .

People living will die and leave this world towards another life . And certainly there will be accountability in the lives of others . Therefore Allah Subhanahu wa Ta'ala explains , that life in this world has a great purpose which is not just alive, then dead , then finished . The great purpose is to worship Allah Almighty . His words :

وما خلقت الجن والإنس إلا ليعبدون

I did not create the jinn and mankind except that they may worship Me. [ adz-Dzariyât/51 : 56 ]

Worship is pure worship that is not contaminated with worship to other than Allah Almighty . If someone in the religious commit shirk , associating the creatures of Allah , then surely Allah Subhanahu wa Ta'ala will be angry and will not be pleased . [ 11 ]

Among their arguments is , the word of Allah Subhanahu wa Ta'ala :

إن الله لا يغفر أن يشرك به ويغفر ما دون ذلك لمن يشاء ومن يشرك بالله فقد افترى إثما عظيما

Verily Allah will not forgive Shirk ( mempersukutukan ) to Him , and He forgives sin than shirk it for whom He will . Anyone who ascribe Allah , then indeed , he has held a very big sin . [ an- Nisa ' / 4:48 ]

His words also :

إن الشرك لظلم عظيم

Indeed ( sin ) shirk ( associating Allah ) , is really a very great injustice . [ Luqmân/31 : 13 ]

Similarly his word :

وأن المساجد لله فلا تدعوا مع الله أحدا

And actually the mosques are for Allah , so do not beg in it to any person, in addition to Allah . [ al-Jin/72 : 18 ]

So , how can Allah Almighty is not wrath if He is the Almighty, and Perfectly aligned with His creatures weak and poorly paced . Therefore, the biggest prohibition in Islam is shirk . Allah Almighty says :

واعبدوا الله ولا تشركوا به شيئا

And Worship to Allah and do not associate him with nothing [ An -Nisa ' / 4:36 ]

Likewise lowered mean the books of Allah Almighty and the coming of the apostles is that the people worship only to Allah Almighty alone . [ 12 ] The evidence is very much , in whom the word of Allah Subhanahu wa Ta'ala :

وما أرسلنا من قبلك من رسول إلا نوحي إليه أنه لا إله إلا أنا فاعبدون

And we did not send a rasulpun before you but we inspired him , " Behold, there is no God ( which is right ) but I , so worship ye shall all me " . [ Al - Anbiya ' / 21:25 ]

Well , that person was not disappointed later in life in another world , he should be subject to the rules set by the Creator . And the Creator has appointed envoy to convey his confidence in his treatise . He is the Messenger , Messenger.

HOW tawheed ?
Is clear that Islam is built on the foundation of monotheism . [ 13 ] Allah Subhanahu wa Ta'ala says :

قل إنما يوحى إلي أنما إلهكم إله واحد فهل أنتم مسلمون

Say (O Muhammad ) : " Verily what is revealed to me that your god is the god that one, so if you have Islam ( surrender ) to Him " ? [ al - Anbiya ' / 21:108 ]

So it's true that someone Islamic and acceptable in the sight of Allah Almighty , he should tauhid correctly , ie only giving worship to Almighty Allah with sincerity and does not give the slightest of all kinds of worship to other than Allah Subhanahu wa Ta'ala . Do not pray and do not appeal to other than Allah Subhanahu wa Ta'ala , the things that only a power of Allah to give him ; was not to angels , not to the Prophet , not to the trustee , not the ' smart people ' , not the trees , rocks , sun , moon , cemetery and so forth. [ 14 ]

So in tawheed , one must resist and evade everything that is worshiped besides Allah Almighty , and just recognize , establish and run that worships only Allah is the right course , the Creator of the universe .

Tauhid not merely pledged that Allah is the sole Creator , Giver of good luck , manager and owner Universe. Because this kind of monotheism He swore also by the Arab idolaters in the time of the Prophet sallallaahu ' alaihi wa sallam . [ 15 ] But tauhid be realized by providing worship only to Allah Almighty and Exalted , petition , prayer and other activities that convey the same , only the Allah alone .

Thus , in order to function monotheism blocking away all sins and go to hell , then one must purify tauhidi to Allah Almighty and working on it . He must meet the requirements of unity, both with heart , tongue and body mem-bers . Or - at least - with heart and tongue at the time of death. [ 16 ]

In essence , handing worship , life and death is only to Allah , leaving all forms of polytheism and all doors that can lead them into idolatry , as has been described in the verses or hadiths above .

Thus it is very concise description of the greatness of monotheism that has incredible power to remove sins . Hence why people are not interested to take this opportunity ? ie to repent , and purify tauhidi tauhid back to Allah Subhanahu wa Ta'ala ? And why is not afraid of Allah Subhanahu wa Ta'ala ?

Should be realized by every human being , that one day each would come himself and take responsibility for himself before Allah Almighty His fair decision .

وكلهم آتيه يوم القيامة فردا

And every one of them will come to Allah alone on the Day of Resurrection . [ Maryam/19 : 95 ]

REFERENCES
1 . Fathul Bari Sharh Saheeh al - Bukhari
2 . Bisyarhi Saheeh Muslim, an- Nawawi , tahqiq wa Takhrîj : ' Isham Hazim Muhammad ash - Shababithiy and ' Imad ' Amir . Daar al - Hadith , Cairo , cet . III , 1419 H/1998 M
3 . Saheeh Muslim, Sharh an- Nawawi , Verification : Khalail Ma'mun Syiha
4 . Saheeh Sunan at- Tirmidhi , Shaykh al - Albani , Maktabah al - Maarif , Riyadh , cet . I of the latest issue ,
5 . Dar'u ta'arudh al - ' Aql wa al - Naql , Shaykh al-Islam Ibn Taymiyyah , Verification : Iyad bin Ibrahim bin Abdul -Latif al - Qaisy , Maktabah ar - Rushd , cet.I , 1427 H/2006 M.
6 . Fathul Majid Sharh Kitâbit Tawheed , Verification : Dr . Al - Walid bin Abdur Rahman Aal Fariyyan , Dar ' Alam al - Fawa'id , cet . VI , 1420 H.
7 . Taqrib at- Tadmuriyah , Shaykh Muhammad bin Salih al - 'Uthaymeen , I'dad & takhrij : Sayyid Abbas bin Ali al - Julaimi , Maktabah as- Sunnah , Cairo , cet I, 1413 H/1992 M
8 . Kashfi Sharh wa al- Syubuhat yalihi Sharh al - Usul as- Sitta , Shaykh Muhammad ibn Salih al - Uthaymeen rahimahullah , I'dad : Fahd bin Nasir as- Sulaiman , Dar ats - Tsurayya , cet . IV , 1426 H/2005 M
9 . Tsalatsati Sharh al - Usul , by Shaikh Muhammad bin Salih al - Uthaymeen rahimahullah , I'dad : Fahd bin Nasir as- Sulaiman , Daar ats - Tsurayya , cet . III , 1417 H/1997 M

[ Copied from the Sunnah Edition magazine 07/Tahun XV/1432H/2011 . Published Lajnah Foundation Istiqomah Surakarta , Jl . Solo - Solo Purwodadi Gondangrejo Km.8 Selokaton 57 183 Tel . 0271-858197 Fax 0271-858196 ]

http://almanhaj.or.id/

Kehebatan Tauhid, Menghapus Semua Dosa


Kehebatan Tauhid, Menghapus Semua Dosa


Oleh
Ustadz Ahmas Faiz Asifuddin


Apa rahasia kehebatan tauhid, sehingga mampu menghapus segala dosa, sebesar apapun ? Seorang Umar bin Khathab Radhiyallahu anhu misalnya, tokoh yang sebelum masuk Islam terkenal paling menentang ajaran Islam dan terkenal dengan kekafirannya serta pernah mengubur putrinya hidup-hidup. Namun dengan masuk Islam, mentauhidkan peribadatan hanya kepada Allâh Subhanahu wa Ta’ala saja, maka terhapuslah segala dosa dan kesalahannya yang menggunung. Bahkan menjadi tokoh paling mulia di sisi Allâh sesudah Abu Bakar Radhiyallahu anhu.

Apalagi jika kesalahan seseorang lebih kecil, tentu akan lebih mudah terhapus dengan tauhid. Bahkan jika kesalahan serta kekufurannya lebih besar dari Umar Radhiyallahu anhu sekalipun, tetap semua itu akan hapus dan sirna dengan tauhid.

Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, bahwa Allâh Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

"...وَمَنْ لَقِيَنِي بِقُرَابِ الْأَرْضِ خَطِيْئَةً لاَيُشْرِكُ بِي شَيْئًا، لَقِيْتُهُ بِمِثْلِهَا مَغْفِرَةً" رواه مسلم

Allâh Azza wa Jalla berfirman, "…Dan barangsiapa menjumpai-Ku dengan membawa kesalahan sepenuh bumi dalam keadaan tidak mempersekutukan sesuatupun dengan Aku, maka Aku akan menjumpainya dengan ampunan yang sepenuh bumi pula". [HR. Muslim][1] .

Dalam Sunan Tirmidzi, dari Anas Radhiyallahu anhu , beliau mengatakan bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Allâh Tabaraka wa Ta'ala berfirman :

يَاابْنَ آدَمَ! إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِي بِقُرَابِ الْأرْضِ خَطَايَا، ثُمَّ لَقِيْتَنِي لاَتُشْرِكُ بِي شَيْئًا لَأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً

Wahai anak Adam! Sesungguhnya jika engkau datang menghadap kepada-Ku dengan membawa kesalahan-kesalahan sepenuh bumi, kemudian engkau datang kepada-Ku dalam keadaan tidak mempersekutukan sesuatupun dengan Ku, maka Aku akan datang kepadanya dengan membawa ampunah sepenuh bumi pula[2].

Syaikh Abdur Rahman bin Hasan Aal asy-Syaikh (wafat th. 1285 H) menyebutkan bahwa al-Hâfizh Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah mengatakan, "Barangsiapa yang datang dengan membawa tauhid (kepada Allâh), meskipun memiliki kesalahan sepenuh bumi, niscaya Allâh akan menemuinya dengan membawa ampunan sepenuh bumi pula"[3]

Maksudnya, hadits di atas menegaskan bahwa siapa yang bertauhid dengan sempurna, maka bisa mendapat ampunan dari dosa-dosanya meskipun dosa-dosa itu memenuhi bumi. Bukan hanya itu, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menegaskan bahwa orang yang sempurna tauhidnya, tidak akan diadzab oleh Allâh di akhirat.

Dalam hadits Mu'adz bin Jabal Radhiyallahu anhu tentang hak dan kewajiban hamba kepada Allâh Subhanahu wa Ta’ala , Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

حَقُّ اللهِ عَلَى الْعِبَادِ أَنْ يَعْبُدُوا اللهَ وَلاَيُشْرِكُوْا بِهِ شَيْئاً، وَحَقُّ الْعِباَدِ عَلَى اللهِ : أَنْ لاَ يُعَذِّبَ مَنْ لاَ يُشْرِكُ بِهِ شَيْئاً. قُلْتُ: ياَرَسُوْلَ اللهِ، أَفَلاَ أُبَشِّر الناَّسَ؟ قَالَ : لاَتُبَشِّرْهُمْ فَيَتَّكِلُوْا. أخرجاه

Hak Allâh yang menjadi kewajiban para hamba ialah agar mereka beribadah kepada Allâh saja dan tidak mempersekutukan sesuatupun (syirik) dengan Allâh. Sedangkan hak hamba yang akan diperoleh dari Allâh ialah bahwa Allâh tidak akan mengadzab siapapun yang tidak mempersekutukan (syirik) sesuatu dengan Allâh." Aku (mu'adz) berkata, ‘Wahai Rasûlullâh, tidakkah kabar gembira ini aku sampaikan kepada orang banyak ?’ Beliau menjawab, "Jangan engkau kabarkan kepada mereka, sebab mereka akan bergantung (dengan mengatakan: yang penting tidak syirik-pen) [HR. Bukhari dan Muslim][4]

Hadits ini menunjukkan, orang yang sama sekali tidak berbuat syirik dalam beribadah kepada Allâh Subhanahu wa Ta’ala , ia tidak akan di adzab.

Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda pula :

مَنْ قَالَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، وَأَنَّ عِيْسَى عَبْدُ اللهِ وَابْنُ أَمَتِهِ، وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوْحٌ مِنْهُ، وَأَنَّ الْجَنَّةَ حَقٌّ وَأَنَّ النَّارَ حَقٌّ، أَدْخَلَهُ الله مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةِ شَاءَ(وفى رواية: أَدْخَلَهُ الْجَنَّةَ عَلَى مَا كَانَ مِنَ الْعَمَلِ). أخرجاه

Siapa yang berkata: Aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang berhak diibadahi kecuali Allâh saja, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, juga bersaksi bahwa Isa adalah hamba Allâh dan anak hamba (perempuan) Allâh, ia adalah manusia yang dicipta dengan kalimat-Nya, lalu dimasukkan ke dalam diri Maryam, dan ia adalah ruh yang dicipta oleh Allâh. Juga bersaksi bahwa sorga adalah benar adanya, dan nerakapun benar adanya, maka Allâh pasti akan memasukannya ke dalam sorga, melalui pintu mana saja yang dia kehendaki dari pintu-pintunya yang delapan. (Dalam riwayat lain: maka Allâh pasti akan memasukannya ke dalam sorga, sesuai dengan amal perbuatan yang dilakukannya). [HR. Bukhari dan Muslim][5]

Masih banyak nash lain yang menceritakan kehebatan tauhid. Apa Rahasianya?
Di sini perlu dikaji beberapa hal di antaranya:

PENGERTIAN TAUHID
Tauhid ialah meng-Esakan Allâh Azza wa Jalla dengan hanya memberikan peribadatan kepada-Nya saja.[6] Artinya, agar orang beribadah (menyembah) hanya kepada Allâh Azza wa Jalla saja serta tidak mempersekutukan sesuatupun dengan-Nya (tidak syirik kepada-Nya). Dia beribadah hanya kepada Allâh Azza wa Jalla dengan mencurahkan kecintaan, pengagungan, harapan dan rasa cemas.[7]

Syaikh Muhammad bin Shâlih al-Utsaimîn rahimahullah menerangkan bahwa kata tauhid merupakan mashdar dari wahhada, yuwahhidu, artinya menjadikan sesuatu menjadi satu-satunya. Dan ini tidak akan terjadi kecuali dengan menggabungkan antara nafi (peniadaan) dan itsbât (penetapan). Meniadakan (peribadatan) dari selain yang di Esakan, serta menetapkan (peribadatan) hanya pada yang di Esakan.[8]

Sementara Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan, "Tauhid yang di bawa Rasul Allâh sebagai ajarannya tidak lain berisi penetapan bahwa sifat Uluhiyah (berhak disembah) hanyalah milik Allâh Azza wa Jalla saja. Yaitu, ikrar bahwa tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi kecuali Allâh Azza wa Jalla , tidak ada yang boleh diibadahi kecuali Dia, tidak diserahkan sikap tawakal kecuali hanya kepada-Nya, tidak ada kecintaan kecuali karena-Nya, tidak dilakukan permusuhan kecuali karena-Nya dan tidak dilakukan amal perbuatan kecuali dalam rangka ridha-Nya. Dan itu semua mencakup penetapan nama-nama serta sifat-sifat-Nya sesuai dengan apa yang telah Dia tetapkannya sendiri bagi diriNya".[9]

Selanjutnya beliau rahimahullah mengatakan, "Bukanlah tauhid yang dimaksud sekedar Tauhid Rububiyah. Yaitu meyakini bahwa Allâh adalah pencipta alam semesta satu-satunya".[10]

Itulah hakikat tauhid yang menjadi intisari dakwah serta ajaran setiap Rasul Allâh, yaitu yang berisi dua hal pokok: Pertama, penolakan terhadap setiap sesembahan selain Allâh, dan kedua, penetapan bahwa sesembahan yang benar hanyalah Allâh Azza wa Jalla saja.

Allâh Azza wa Jalla berfirman :

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ

Sesungguhnya Kami telah mengutus seorang Rasul pada setiap umat untuk menyeru kepada umat masing-masing, “Beribadahlah kalian kepada Allâh saja, dan jauhilah thaghut. [an-Nahl/16:36]

Dan banyak firman Allâh yang senada dengan ayat ini.

TUJUAN DICIPTAKANNYA MANUSIA
Adalah sangat naif dan dangkal jika orang berprasangka bahwa hidup di dunia ini hanyalah untuk tujuan dunia, untuk membangun dunia dengan segala gebyar serta teknologinya, dan untuk melakukan kebaikan-kebaikan duniawi hanya demi kebaikan serta kesejahteraan dunia.

Orang hidup pasti akan mati dan meninggalkan dunia fana ini menuju kehidupan lain. Dan pasti akan ada pertanggung jawaban dalam kehidupan lain itu. Karenanya Allâh Subhanahu wa Ta’ala menjelaskan, bahwa hidup di dunia ini memiliki tujuan agung yang bukan sekedar hidup, kemudian mati, lalu selesai. Tujuan agung itu adalah peribadatan kepada Allâh Azza wa Jalla . Firman-Nya :

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali supaya mereka beribadah kepadaKu. [adz-Dzariyât/51:56]

Ibadah yang dimaksud adalah ibadah murni yang tidak terkotori dengan peribadatan kepada selain Allâh Azza wa Jalla . Jika seseorang dalam peribadatannya melakukan perbuatan syirik, mempersekutukan makhluk dengan Allâh, maka pasti Allâh Subhanahu wa Ta’ala akan murka dan tidak akan ridha.[11]

Di antara dalilnya ialah, firman Allâh Subhanahu wa Ta’ala :

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَىٰ إِثْمًا عَظِيمًا

Sesungguhnya Allâh tidak akan mengampuni dosa syirik (mempersukutukan) kepadaNya, dan Dia mengampuni dosa yang selain syirik itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa yang mempersekutukan Allâh, maka sungguh, dia telah mengadakan dosa yang sangat besar. [an-Nisâ'/4:48]

Juga firman-Nya :

إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

Sesungguhnya (dosa) syirik (mempersekutukan Allâh), benar-benar merupakan kezaliman yang sangat besar. [Luqmân/31:13]

Demikian pula firman-Nya :

وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا

Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah untuk Allâh, maka janganlah kamu memohon di dalamnya kepada siapapun, di samping kepada Allâh. [al-Jin/72:18]

Jadi, bagaimana mungkin Allâh Azza wa Jalla tidak murka jika Dia Yang Maha Perkasa dan Sempurna disejajarkan dengan makhluk-Nya yang serba lemah dan kurang. Karena itulah, larangan terbesar dalam Islam adalah syirik. Allâh Azza wa Jalla berfirman :

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا

Dan beribadahlah kepada Allâh dan janganlah mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun [An-Nisâ/4:36]

Demikian juga maksud diturunkannya kitab-kitab Allâh Azza wa Jalla serta diutusnya para rasul ialah agar para manusia beribadah hanya kepada Allâh Azza wa Jalla saja.[12] Dalilnya sangat banyak, di antaranya firman Allâh Subhanahu wa Ta’ala :

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ

Dan kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan kami wahyukan kepadanya, "Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan aku". [Al-Anbiya’/21:25]

Nah, agar orang tidak kecewa kelak dalam kehidupan di alam lain, ia harus tunduk pada aturan yang ditetapkan oleh Penciptanya. Dan Penciptanya ini telah menunjuk utusan kepercayaan-Nya untuk menyampaikan risalah-Nya. Ia adalah Rasûlullâh, utusan-Nya.

BAGAIMANA CARA BERTAUHID?
Adalah jelas bahwa Islam dibangun berdasarkan pondasi tauhid.[13] Allâh Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

قُلْ إِنَّمَا يُوحَىٰ إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۖ فَهَلْ أَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya apa yang diwahyukan kepadaku ialah bahwasanya sesembahan kamu adalah sesembahan yang Esa, maka apakah kamu telah Islam (berserah diri) kepada-Nya"? [al-Anbiyâ'/21:108]

Maka agar keislaman seseorang itu benar dan diterima di sisi Allâh Azza wa Jalla , ia harus bertauhid dengan benar, yaitu hanya memberikan peribadatan kepada Allâh Azza wa Jalla dengan ikhlas dan tidak memberikan sedikitpun dari macam-macam ibadah kepada selain Allâh Subhanahu wa Ta’ala . Tidak berdoa dan tidak memohon kepada selain Allâh Subhanahu wa Ta’ala , hal-hal yang hanya menjadi kekuasaan Allâh untuk memberinya; tidak kepada malaikat, tidak kepada Nabi, tidak kepada wali, tidak kepada 'orang pintar', tidak kepada pohon, batu, matahari, bulan, kuburan dan lain sebagainya.[14]

Jadi dalam bertauhid, orang harus menolak dan menyingkiri segala yang disembah selain Allâh Azza wa Jalla , dan hanya mengakui, menetapkan serta menjalankan bahwa peribadatan hanya merupakan hak Allâh saja, Pencipta alam semesta.

Bertauhid bukan sekedar mengikrarkan bahwa Allâh adalah satu-satunya Pencipta, Pemberi rizki, Pengatur serta Pemilik alam semesta. Sebab tauhid semacam ini telah diikrarkan pula oleh kaum musyrikin Arab pada zaman Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.[15] Tetapi bertauhid harus direalisasikan dengan memberikan peribadatan hanya kepada Allâh Azza wa Jalla , permohonan, doa dan kegiatan-kegiatan lain yang semakna, hanya kepada Allâh saja.

Dengan demikian, agar tauhid berfungsi menghapus segala dosa dan menghalangi masuk neraka, maka seseorang harus memurnikan tauhidnya kepada Allâh Azza wa Jalla serta berupaya menyempurnakannya. Ia harus memenuhi syarat-syarat tauhid, baik dengan hati, lidah maupun anggauta badannya. Atau –minimal- dengan hati dan lidahnya pada saat meninggal dunia.[16]

Intinya, menyerahkan peribadatan, kehidupan dan kematian hanya kepada Allâh, meninggalkan segala bentuk kemusyrikan serta segala pintu yang dapat menjerumuskan ke dalam kemusyrikan, sebagaimana telah diterangkan dalam ayat-ayat atau hadits-hadits di atas.

Demikian secara sangat ringkas gambaran tentang kehebatan tauhid yang memiliki daya hapus luar biasa terhadap dosa-dosa. Karena itu mengapa orang tidak tertarik memanfaatkan kesempatan ini ? yaitu dengan bertaubat, kembali bertauhid serta memurnikan tauhidnya kepada Allâh Subhanahu wa Ta’ala ? Dan mengapa tidak takut kepada Allâh Subhanahu wa Ta’ala ?

Perlu disadari oleh setiap insan, bahwa kelak masing-masing akan datang sendiri dan mempertanggung jawabkan dirinya sendiri dihadapan Allâh yang Maha adil keputusan hukumNya.

وَكُلُّهُمْ آتِيهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَرْدًا

Dan setiap orang dari mereka akan datang kepada Allâh sendiri-sendiri pada hari Kiamat. [Maryam/19:95]

REFERENSI
1. Fathul Bâri Syarh Shahîh al-Bukhâri
2. Shahîh Muslim Bisyarhi an-Nawawi, Tahqîq wa Takhrîj: 'Ishâm ash-Shababithiy Hazim Muhammad dan 'Imad 'Amir. Daar al-Hadits, Kairo, cet. III, 1419 H/1998 M
3. Shahîh Muslim Syarh an-Nawawi, Tahqiq : Khalail Ma'mun Syiha
4. Shahîh Sunan at-Tirmidzi, Syaikh al-Albâni, Maktabah al-Ma'ârif, Riyâdh, cet. I dari terbitan terbaru,
5. Dar'u Ta'ârudh al-'Aql wa an-Naql, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Tahqiq: Iyad bin Abdul Lathif bin Ibrahim al-Qaisy, Maktabah ar-Rusyd, cet.I, 1427 H/2006 M.
6. Fathul Majîd Syarh Kitâbit Tauhîd, Tahqiq: Dr. Al-Walid bin Abdur Rahman Aal Fariyyan, Dar 'Alam al-Fawa'id, cet. VI, 1420 H.
7. Taqrib at-Tadmuriyah, Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, I'dad & takhrij: Sayyid Abbas bin Ali al-Julaimi, Maktabah as-Sunnah, Kairo, cet I, 1413 H/1992 M
8. Syarh Kasyfi asy-Syubuhat wa yalihi Syarh al-Ushul as-Sittah, Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah, I'dad : Fahd bin Nashir as-Sulaiman, Dar ats-Tsurayya, cet. IV, 1426 H/2005 M
9. Syarh Tsalatsati al-Ushul, karya Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah, I'dad: Fahd bin Nashir as-Sulaiman, Daar ats-Tsurayya, cet. III, 1417 H/1997 M

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 07/Tahun XV/1432H/2011. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196]

http://almanhaj.or.id/

Rizki , It must not Intangibles Matter


Rizki , It must not Intangibles Matter



In the Lisan al- 'Arab , Ibn al Manzhur rahimahullah explains , ar rizqu , is a word that is understood meaning , and consists of two kinds . The first , which is zhahirah ( appears to look ) , such as basic foodstuffs . Second , who are the heart and soul bathinah , shape knowledge and sciences . [ 1 ]

Referring to the explanation of Ibn al Manzhur , then not only the nature of good luck or sheer material intangible assets such as the assumption of most people . But , that is rizki is more general than that . All goodness and beneficiaries who enjoyed a slave counted as a windfall . Loss of fatigue of mind , safe from traffic accidents , or disease- free weight , all of this is a concrete example of good luck . Imagine , if the events that befall on us , then certainly could drain the coffers of the money we have . Not infrequently , the savings to be sold to get healing . Imam an Nawawi rahimahullah hinted that meaning in the book Sharh Saheeh Muslim ( 16/141 ) .

Grace of Allah Subhanahu wa Ta'ala rizki includes every living creature . Abundance of grace and the gift was a reflection of His mercy . Rizki portion of each human being has even determined early on , when the man was still a fetus aged 120 days .

Imam Muslim rahimahullah narrated in a long hadith :

إن أحدكم يجمع خلقه في بطن أمه ...... ثم يرسل الملك فينفخ فيه الروح ويؤمر بأربع كلمات بكتب رزقه وأجله وعمله وشقي أو سعيد

" Surely one of you collected its creation in her stomach ... then diutuslah angel and blowing the soul of him . And he was ordered to write four statutes , ( ie ) writes rizki , death , deeds , and whether he ( later ) wretched or happy ... " . [ 2 ]

Despite rizki been set since the human being in the mother's abdomen , but Allah Almighty Subhanhu not explain in detail . There is no human being who knows rizki income he would earn on each day , or during his lifetime. This all wisdom.

Allah Subhanahu wa Ta'ala says :

 وما تدري نفس ماذا تكسب غدا

" And no one else can know ( for sure ) what will be gained tomorrow " . [ Luqman/31 : 34 ]

SPIRIT OF AL QUR ` AN
The sky will never rain , nor the gold silver diamonds . Sea did not send his stomach wealth to the mainland , so people can abuzz mengaisnya . Islam does not encourage Muslims to portray themselves as unemployed , although the argument for concentrating themselves in worship to Allah Subhanahu wa Ta'ala . So , it is a business necessity . There is no priesthood or monasticism in Islam . A Muslim should not depend on other people happy , waiting for the compassion of the people passing through it .

Meditate on the word of Allah Subhanahu wa Ta'ala :

فإذا قضيت الصلاة فانتشروا في الأرض وابتغوا من فضل الله واذكروا الله كثيرا لعلكم تفلحون

" If the prayer has been fulfilled , then bertebaranlah you in the land and seek the grace of God , and remember God a lot that you prosper " . [ al- Jumu'ah / 62 : 10 ] .

Al Qurtubi rahimahullah said : " you spread out the earth for trade , and to meet your needs , and to seek of Allah Subhanahu wa Ta'ala good luck " . [ 3 ]

Allah Subhanahu wa Ta'alal says :

هو الذي جعل لكم الأرض ذلولا فامشوا في مناكبها وكلوا من رزقه

" He was the one who made ​​the earth it easy for you , so they went up at every turn , and eat some of fortunes " . [ al Mulk/67 : 15 ] .

On this verse , Ibn Kathir said : " Menyebarlah wherever you want on its farthest corners , and move around in the corners , edges and territories to conduct business and commerce " . [ 4 ]

RIZKI HAVE HALAL
Al- Qur `an and Sunnah has encouraged people to seek the lawful rizki thayyib . Prophet sallallaahu ' alaihi wa sallam said :

أيها الناس اتقوا الله وأجملوا في الطلب فإن نفسا لن تموت حتى تستوفي رزقها وإن أبطأ عنها فاتقوا الله وأجملوا في الطلب

" O people , keep your duty to Allah thou , wear good way to find ( good luck ) . Surely someone would not die until he had won the whole ( parts ) of fortunes , though delayed it . Fear Allah and do good ways to find ( good luck ) " . [ 5 ]

Prophet sallallaahu ' alaihi wa sallam also remind people , should be careful of slander treasure . Do not underestimate the importance rizki lawful , and to be selective in collecting good luck . Companion Abu Hurayrah narrated the hadith marfu ' :

يأتي على الناس زمان لا يبالي المرء ما أخذ منه أمن الحلال أم من الحرام

" There will come a time in humans , a person does not care what his hand , whether from lawful or unlawful " . [ 6 ]

BLESSING IS IMPORTANT !
Blessing ( or blessing ) , derived from the word البروك (ie bad ) . The idea is الثبوت ( ats tsubut or settled ) .

Az Zajjaj interpret blessing , as quoted by al -Qurtubi in his Tafseer , with an abundance of every thing contained in goodness . Said it was also intended to increase the meaning of the preservation of the original Essence .

But should be remembered , is not always a blessing sense synonymous with an abundance of material that is owned , but also accompanies a little treasure . This is reflected in the self- sufficiency to meet the felt needs of the family , even though income is still relatively far obtained if deemed sufficient .

In the hadith Hakim bin Hizam radi ' anhu below , the Prophet sallallaahu ' alaihi wa sallam said to him :

يا حكيم إن هذا المال خضر حلو فمن أخذه بسخاوة نفس بورك له فيه ومن أخذه بإشراف نفس لم يبارك له فيه وكان كالذي يأكل ولا يشبع

"O Judge , the real treasure is so sweet green again . Whoever took it with the simplicity of the soul , will be blessed . And he took it to the glory of the soul , not necessarily endowed ; like people who eat , but never feel full " . [ 8 ]

About this hadith , al- Hafiz Ibn Hajar rahimahullah explained , that the majority of people do not understand the existence of a blessing , but the treasure that more and more. Then he sallallaahu ' alaihi wa sallam explained by permisalan it , that is one of the blessings of God's creatures , and bring permisalan already familiar with humans . [ 9 ]

From here we can know that the ways in which legal rizki scavenge , not only bring good luck again thayyib lawful , but also will affect the born beings of the future, namely the children who spirited noble sacred anymore , because getting nutritional intake of kosher food . In addition , it can also bring other gifts , which can not be monitored by or calculated with the material senses . That's a blessing .

BLESSING TO HOST THREE TREASURES
First : Gratitude .
Enjoyment obtained on any one comes , not countless, including possessions . This enjoyment requires someone to manifest gratitude to al Khaliq who has bestowed good luck . Gratitude and thanks and praise to Almighty God for the blessings it , is one way to get blessings and additions to property owned .

Ibn al-Qayyim said , " Allah makes the attitude of gratitude as one reason for the increase rizki , upkeep and maintenance of the pleasure of ( the people who are grateful ) . ( That is ) grateful to the stairs to the One who was grateful . Fact it was put into the grateful " . [ 10 ]

Gratitude should not be understood narrowly , or simply by chanting the word " thank God " or " wa ash syukru lillah " . Gratitude is like this is not right , and no doubt , that such a view is too shallow . Gratitude has a much deeper meaning and broader than just the words . Good deeds , such as prayer , fasting , confession is less in running obedience , respect favors Allah Subhanahu wa Ta'ala , memperbincangkannya , accept with pleasure , though few, are all entered in the form of gratitude . With gratitude , the grace of God will menambahhkan to us . Allah Subhanahu wa Ta'ala says :

لئن شكرتم لأزيدنكم

" If you are grateful , undoubtedly we will actually menambahimu " . [ Ibrahim : 7 ] .

Al Qurtubi explains , means , if you favor to be grateful for , surely I add to you from kemurahanKu . This paragraph is a clear argument that gratitude a factor that will add to the enjoyment of Allah Subhanahu wa Ta'ala . [ 11 ]

Second : Shadaqoh .
Not a few verses and hadiths that explain shadaqoh and donation is one of support that can bring good luck and blessings reach . Allah Subhanahu wa Ta'ala says :

يمحق الله الربا ويربي الصدقات

" God abolish usury and develop shadaqoh " . [ Al -Baqarah : 276 ] .

That is , Allah Subhanahu wa Ta'ala will increase in the world with blessings multiply and multiply the reward in the Hereafter . [ 12 ]

Prophet sallallaahu ' alaihi wa sallam said to Asma ` Bintu Abi Bakr radi' anha :

أنفقي ولا تحصي فيحصي الله عليك

" Berinfaklah , do not hold back , God will decide the consequences ( blessings ) from you " . [ 13 ]

Al Hafiz Ibn Hajar rahimahullah said , " Prohibition of restraint for fear runs for charity ( what is owned ) , this attitude is the biggest factor affecting the cessation of blessings . Due to Allah reward merit without any limit donation counts . " [ 14 ]

As Sindi interpret the above hadith by saying : "You shall not hold what 's in your hand , God will consequently make the doors rizki . Understanding contained in this hadith , that will open the door rizki generosity , and miserly is otherwise " . [ 15 ]

Al Mubarakfuri said , " This hadeeth indicates that the increase of wealth and charity being one of the causes and the blessing of increase , and ( show anyway ) , if people are griping , not charity , ( then ) Allah complicate and hinder him in treasure and blessing of increase . " [ 16 ]

Third : Gathering .
Other businesses that could support the increase could bring in good luck and blessings on property owned , which connects the fabric of friendship . Prophet sallallaahu ' alaihi wa sallam said :

من سره أن يبسط له في رزقه وأن ينسأ له في أثره فليصل رحمه

" Whoever wants dilapangkan in fortunes and delayed death , should he connect the relationship " . [ 17 ]

The above hadith shows the benefits of connecting ties , which can bring an outpouring of God's goodness in the form Rizki , avoid evil , and he achieved blessing .

Al Hafiz rahiamhullah said : " The scholars say , is dilapangkan rizkinya is , a blessing to him . Connect because the relationship is charity , and charity to develop property , thus increasing and clean " . [ 18 ]

Wa billahit taufiq .

[ Copied from the Sunnah magazine Issue 03 / / Year X/1427H/2006M . Publishers Foundation Lajnah Istiqomah Surakarta , Jl . Solo- Solo Purwodadi Gondangrejo Km.8 Selokaton 57 183 Tel . 0271-761016 ]


http://almanhaj.or.id/content/
_______

Rizki, Tidak Mesti Berwujud Materi




Rizki, Tidak Mesti Berwujud Materi



Di dalam Lisan al 'Arab, Ibnu al Manzhur rahimahullah menjelaskan, ar rizqu, adalah sebuah kata yang sudah dimengerti maknanya, dan terdiri dari dua macam. Pertama, yang bersifat zhahirah (nampak terlihat), semisal bahan makanan pokok. Kedua, yang bersifat bathinah bagi hati dan jiwa, berbentuk pengetahuan dan ilmu-ilmu.[1]

Mengacu pada penjelasan Ibnu al Manzhur tersebut, maka hakikat rizki tidak hanya berwujud harta atau materi belaka seperti asumsi kebanyakan orang. Tetapi, yang dimaksud rizki adalah yang bersifat lebih umum dari itu. Semua kebaikan dan maslahat yang dinikmati seorang hamba terhitung sebagai rejeki. Hilangnya kepenatan pikiran, selamat dari kecelakaan lalu-lintas, atau bebas dari terjangkiti penyakit berat, semua ini merupakan contoh kongkret dari rizki. Bayangkan, apabila kejadian-kejadian itu menimpa pada diri kita, maka bisa dipastikan bisa menguras pundi-pundi uang yang kita miliki. Tidak jarang, tabungan menjadi ludes untuk mendapatkan kesembuhan. Imam an Nawawi rahimahullah mengisyaratkan makna tersebut dalam kitab Syarh Shahih Muslim (16/141).

Anugerah rizki Allah Subhanahu wa Ta'ala meliputi setiap makhluk hidup. Limpahan karunia itu cerminan rahmat dan kemurahanNya. Porsi rizki masing-masing manusia bahkan sudah ditentukan sejak dini, ketika manusia itu masih berupa janin berusia 120 hari.

Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan dalam hadits yang panjang :

إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ ......ثُمَّ يُرْسَلُ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيهِ الرُّوحَ وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ بِكَتْبِ رِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَعَمَلِهِ وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيدٌ

"Sesungguhnya salah seorang dari kalian dihimpun penciptaannya di perut ibunya … lantas diutuslah malaikat dan meniupkan ruh padanya. Dan ia diperintah untuk menuliskan empat ketetapan, (yaitu) menulis rizki, ajal, amalan dan apakah ia (nanti) celaka atau bahagia …". [2]

Kendatipun rizki telah ditetapkan semenjak manusia berada di perut ibunya, tetapi Allah Subhanhu wa Ta'ala tidak menjelaskan secara detail. Tidak ada seorang manusia pun yang mengetahui pendapatan rizki yang akan ia peroleh pada setiap harinya, ataupun selama hidupnya. Ini semua mengandung hikmah.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :

وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا

"Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diperolehnya besok". [Luqman/31 : 34]

SPIRIT DARI AL QUR`AN
Langit tidak akan pernah menurunkan hujan berlian atawa emas perak. Laut pun tidak mengirimkan kekayaan perutnya ke daratan, sehingga orang-orang bisa beramai-ramai mengaisnya. Islam tidak menganjurkan pemeluknya untuk memerankan diri sebagai penganggur, meski dengan dalil untuk mengkonsentrasikan diri dalam beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Jadi, usaha itu merupakan keharusan. Tidak ada kependetaan atau kerahiban dalam Islam. Seorang muslim tidak selayaknya senang bergantung kepada orang lain, menunggu belas kasih dari orang-orang yang lalu-lalang melewatinya.

Renungkan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala :

فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung". [al Jumu’ah/62 : 10].

Al Qurthubi rahimahullah mengatakan: “Berpencarlah kalian di bumi untuk berdagang, dan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan kalian, serta untuk mencari sebagian dari rizki Allah Subhanahu wa Ta'ala ”.[3]

Allah Subhanahu wa Ta'alal berfirman :

هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ ذَلُولًا فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا مِنْ رِزْقِهِ

"Dia-lah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya, dan makanlah sebagian dari rizkiNya". [al Mulk/67 : 15].

Tentang ayat ini, Ibnu Katsir mengatakan : “Menyebarlah kemanapun kalian inginkan di penjuru-penjurunya, dan berkelilinglah di sudut-sudut, tepian dan wilayah-wilayahnya untuk menjalankan usaha dan perniagaan”. [4]

RIZKI HARUS HALAL
Al Qur`an dan Sunnah telah mendorong manusia agar mencari rizki yang halal lagi thayyib. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللَّهَ وَأَجْمِلُوا فِي الطَّلَبِ فَإِنَّ نَفْسًا لَنْ تَمُوتَ حَتَّى تَسْتَوْفِيَ رِزْقَهَا وَإِنْ أَبْطَأَ عَنْهَا فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَجْمِلُوا فِي الطَّلَبِ

"Wahai manusia, bertakwalah engkau kepada Allah, pakailah cara baik dalam mencari (rizki). Sesungguhnya seseorang tidak akan meninggal sampai ia sudah meraih seluruh (bagian) rizkinya, meskipun tertunda darinya. Bertakwalah kepada Allah dan lakukan cara yang baik dalam mencari (rizki)".[5]

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam juga mengingatkan manusia, hendaknya berhati-hati dari fitnah harta. Jangan meremehkan pentingnya rizki yang halal, dan harus selektif dalam menghimpun rizki. Sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu meriwayatkan hadits marfu’ :

َ يَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لَا يُبَالِي الْمَرْءُ مَا أَخَذَ مِنْهُ أَمِنَ الْحَلَالِ أَمْ مِنْ الْحَرَامِ

"Akan datang suatu masa pada manusia, seseorang tidak peduli terhadap apa yang digenggamnya, apakah dari halal atau dari yang haram".[6]

BERKAH ITU PENTING!
Berkah (atau barokah), berasal dari kata الْبُرُوك (al buruk). Maksudnya ialah الثُّبُوت (ats tsubut atau menetap).

Az Zajjaj mengartikan berkah, sebagaimana dikutip oleh al Qurthubi dalam tafsirnya, dengan limpahan pada setiap hal yang mengandung kebaikan. Kata itu pun dimaksudkan pula kepada makna pertambahan dengan tetap terpeliharanya dzat aslinya.

Namun perlu dingat, pengertian berkah ini tidak melulu identik dengan limpahan materi yang dimiliki, tetapi juga menyertai harta yang sedikit. Hal ini tercermin pada diri yang merasa berkecukupan untuk memenuhi kebutuhan satu keluarga, meskipun income yang didapatkan masih tergolong jauh jika dianggap cukup.

Dalam hadits Hakim bin Hizam Radhiyallahu 'anhu di bawah ini, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda kepadanya :

يَا حَكِيمُ إِنَّ هَذَا الْمَالَ خَضِرٌ حُلْوٌ فَمَنْ أَخَذَهُ بِسَخَاوَةِ نَفْسٍ بُورِكَ لَهُ فِيهِ وَمَنْ أَخَذَهُ بِإِشْرَافِ نَفْسٍ لَمْ يُبَارَكْ لَهُ فِيهِ وَكَانَ كَالَّذِي يَأْكُلُ وَلَا يَشْبَعُ

"Wahai Hakim, sesungguhnya harta ini begitu hijau lagi manis. Maka barangsiapa yang mengambilnya dengan kesederhanaan jiwa, niscaya akan diberkahi. Dan barangsiapa mengambilnya dengan kemuliaan jiwa, niscaya tidak diberkahi; layaknya orang yang makan, namun tidak pernah merasa kenyang".[8]

Tentang hadits ini, al Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah menjelaskan, bahwa mayoritas manusia tidak memahami keberadaan berkah, kecuali pada harta yang semakin bertambah banyak. Maka beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam menjelaskan dengan permisalan itu, bahwa berkah merupakan salah satu makhluk Allah, dan membawakan permisalan yang sudah akrab dengan manusia. [9]

Dari sini kita bisa mengetahui, bahwa cara-cara yang legal dalam mengais rizki, tidak hanya mendatangkan rizki yang halal lagi thayyib, tetapi juga akan berpengaruh pada lahir insan-insan masa depan, yaitu anak-anak yang berjiwa suci lagi berkepribadian luhur, lantaran mendapatkan asupan gizi dari makanan halal. Selain itu, juga dapat menghadirkan karunia lain, yang tidak bisa terpantau oleh indera ataupun dihitung dengan materi. Itulah berkah.

TIGA PEMBAWA BERKAH PADA HARTA
Pertama : Syukur.
Kenikmatan yang didapatkan seseorang pada setiap datang, tidak terhitung jumlahnya, termasuk di antaranya harta benda. Kenikmatan ini menuntut seseorang untuk memanifestasikan syukur kepada al Khaliq yang telah melimpahkan rizki. Rasa syukur dan terima kasih serta pujian kepada Allah Azza wa Jalla atas nikmat itu, merupakan salah satu jalan untuk mendapatkan berkah dan tambahan pada harta yang dimiliki.

Ibnul Qayyim berkata, "Allah menjadikan sikap bersyukur sebagai salah satu sebab bertambahnya rizki, pemeliharaan dan penjagaan atas nikmatNya (pada orang yang bersyukur). (Demikian ini merupakan) tangga bagi orang bersyukur menuju Dzat yang disyukuri. Bahkan hal itu menempatkannya menjadi yang disyukuri”. [10]

Syukur jangan dipahami secara sempit, atau hanya dengan lantunan kata "alhamdulillah" atau "wa asy syukru lillah". Syukur yang seperti ini tidaklah tepat, dan tidak pelak lagi, yang demikian itu merupakan pandangan yang terlalu dangkal. Syukur memiliki makna yang lebih jauh dan lebih luas dari sekedar ucapan tersebut. Segala perbuatan baik, seperti shalat, puasa, pengakuan kurang dalam menjalankan ketaatan, menghargai nikmat Allah Subhanahu wa Ta'ala , memperbincangkannya, menerima dengan ridha, walaupun sedikit, semuanya masuk dalam bentuk syukur. Dengan bersyukur, maka Allah akan menambahhkan karuniaNya kepada kita. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :

لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ

"Jika engkau bersyukur, niscaya Kami benar-benar akan menambahimu". [Ibrahim : 7].

Al Qurthubi menjelaskan, artinya, jika engkau mensyukuri nikmatKu, niscaya Aku tambahkan kepada kalian dari kemurahanKu. Ayat ini merupakan dalil yang tegas bahwa bersyukur menjadi factor yang akan menambah kenikmatan dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. [11]

Kedua : Shadaqoh.
Tidak sedikit ayat dan hadits yang menjelaskan shadaqoh dan infak merupakan salah satu penunjang yang dapat mendatangkan rizki dan meraih berkah. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :

يَمْحَقُ اللَّهُ الرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ

"Allah menghapuskan riba dan mengembangkan shadaqoh".[al Baqarah : 276].

Maksudnya, Allah Subhanahu wa Ta'ala akan meningkatkannya di dunia ini dengan berkah dan memperbanyak pahalanya dengan melipatgandakannya di akhirat. [12]

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata kepada Asma` bintu Abi Bakar Radhiyallahu 'anha :

أَنْفِقِي وَلَا تُحْصِي فَيُحْصِيَ اللَّهُ عَلَيْكِ

"Berinfaklah, janganlah engkau menahan diri, akibatnya Allah akan memutus (berkah) darimu". [13]

Al Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata,"Larangan dari menahan diri untuk bersedekah lantaran takut habis (apa yang dimiliki), sikap ini merupakan faktor paling yang mempengaruhi terhentinya keberkahan. Karena Allah membalas pahala infak tanpa ada batas hitungannya." [14]

As Sindi memaknai hadits di atas dengan mengatakan : "Janganlah engkau menahan apa yang ada di tanganmu, akibatnya Allah akan mempersulit pintu-pintu rizki. Dalam hadits ini terkandung pengertian, bahwa kedermawanan akan membuka pintu rizki, dan kikir adalah sebaliknya”.[15]

Al Mubarakfuri berkata, "Hadits ini menunjukkan, bahwa sedekah meningkatkan harta dan menjadi salah satu penyebab keberkahan dan pertambahannya; dan (menunjukkan pula), kalau orang yang bakhil, tidak bersedekah, (maka) Allah mempersulit dirinya dan menghambat keberkahan pada harta dan pertambahannya." [16]

Ketiga : Silaturahmi.
Usaha lain yang bisa mendukung bertambahnya rizki dan bisa mendatangkan keberkahan pada harta yang dimiliki, yaitu menyambung jalinan silaturahmi. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

"Barangsiapa ingin dilapangkan dalam rizkinya dan ditunda ajalnya, hendaknya ia menyambung tali silaturahmi".[17]

Hadits di atas menunjukkan manfaat menyambung tali silaturahmi, yaitu dapat mendatangkan curahan kebaikan dari Allah berbentuk rizki, terhindar dari keburukan, dan diraihnya keberkahan.

Al Hafizh rahiamhullah berkata : “Para ulama mengatakan, yang dimaksud dilapangkan rizkinya adalah, adanya keberkahan padanya. Sebab menyambung tali silaturahmi adalah sedekah, dan sedekah mengembangkan harta, sehingga semakin bertambah dan bersih”.[18]

Wa billahit taufiq.

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 03//Tahun X/1427H/2006M. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo-Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-761016]


http://almanhaj.or.id/content/
_______

Tuesday, September 17, 2013

MSF denied reports it convey the Syrian opposition forces using chemical weapons


 chemical weapons victims in syria
MSF denied reports it convey the Syrian opposition forces using chemical weapons

Doctors Without Borders / Doctors Without Borders / Medecins Sans Frontieres (MSF) has denied reports in the foreign media, on the news it said that members of the Syrian opposition forces were behind the attack using chemical weapons on August 21, 2013 last.

Information regarding the use of chemical weapons by Syrian opposition forces, obtained by the mentioned group Doctors Without Borders is checking the state of the people in Ghouta, where about 350 people were killed by chemical weapons. "We of Doctors Without Borders / Doctors Without Borders / Medecins Sans Frontieres not know who was responsible for the attack," said Communications Officer for MSF Southeast Asia Intan Febriani, Monday (2/9).

MSF, said Intan, hoping the team will be given access to an independent investigation to uncover what happened. It can be a violation of international humanitarian law, which clearly prohibits the use of chemical and biological weapons.

Previously, circulated information that after the interrogation of several parties, including physicians, residents Ghouta and opposition forces and their families, the Doctors Without Borders to get recognition on the use of chemical weapons.

"The group Doctors Without Borders found that the attack was a form of coordination errors and ignorance of the opposition forces. They do not realize that they have chemical weapons, "reports the Associated Press, as quoted by The Examiner, Sunday (1/9).

The humanitarian group has been reported by foreign media to get information from a resident who claimed that his son was carrying chemical weapons to his house. Son of a Syrian citizen was reportedly killed in an attack using the deadly weapon.