!-- Javascript Ad Tag: 6454 -->

Saturday, November 15, 2014

Di KTT G20, Barat peringatkan Rusia soal Ukraina

Joko Widodo berangkay ke G20
Di KTT G20, Barat peringatkan Rusia soal Ukraina

Vladimir Putin diminta menarik pasukan Rusia dari kawasan Ukraina timur.
Para pemimpin Barat yang tengah menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Australia memperingatkan Rusia untuk menghormati gencatan senjata di Ukraina.
Bila melanggar gencatan senjata, Rusia akan terancam sanksi lanjutan.
Perdana Menteri Inggris David Cameron kepada Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa akan ada perubahan besar hubungan Barat dengan Rusia, bila Rusia tetap melanjutkan pengerahan pasukan di dalam wilayah Ukraina.

Presiden Amerika Serikat Barack Obama menggambarkan tindakan Rusia di Ukraina sebagai sesuatu yang mengerikan.

Perdana Menteri Kanada Stephen Harper secara lugas meminta Rusia untuk keluar dari Ukraina.

"Saya mau berjabat tangan dengan Anda, tapi ada satu hal yang ingin saya katakan kepada Anda: Anda harus keluar dari Ukraina," kata PM Harper kepada Presiden Putin, seperti disampaikan juru bicara PM Harper.
Rusia sudah membantah bahwa mereka mengirim tentara dan persenjataan ke Ukraina.

Sempat muncul laporan bahwa Putin akan meninggalkan KTT G20 lebih awal, namun juru bicara Putin sudah membantah berita ini.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan sanksi Amerika Serikat dan Uni Eropa tidak hanya akan merusak Rusia tetapi juga ekonomi dunia.
Dia mengatakan sanksi adalah suatu kesalahan, bertentangan dengan kesepakatan perdagangan dan hanya PBB yang memiliki kekuasaan untuk menerapkannya.

Sanksi diterapkan karena aneksasi Rusia terhadap daerah Krimea, Ukraina dan dugaan keterlibatan di Ukraina timur.

Putin berbicara sebelum dimulainya KTT G20 di Brisbane, Australia yang akan memusatkan perhatian pada peningkatan pertumbuhan.
Para pemimpin dunia termasuk Putin, Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan Presiden Cina Xi Jinping berkumpul untuk menghadiri pertemuan selama dua hari tersebut.

Perdana Menteri Australia Tony Abbott mengatakan para pemimpin akan membicarakan penciptaan pekerjaan, mengidentifikasi pengemplang pajak dan penguatan ekonomi dunia.

Para pegiat juga menginginkan perubahan iklim dimasukkan dalam agenda, tetapi Australia secara tegas menolaknya.

Para pemimpin dunia tiba di Australia akhir minggu ini untuk menghadiri KTT G20 di kota Brisbane, Queensland.

KTT dua hari yang di antaranya diikuti pemimpin Amerika Serikat, Cina, Indonesia dan Rusia tersebut akan memusatkan perhatian pada peningkatan pertumbuhan.

Perdana Menteri Australia Tony Abbott mengatakan para pemimpin akan merundingkan penciptaan pekerjaan, mengidentifikasi pengemplang pajak dan memperkuat ekonomi dunia.

Ketegangan dengan Rusia terkait Ukraina juga akan menarik perhatian, sementara para pegiat menginginkan perubahan iklim dimasukkan ke dalam agenda.

Di Brisbane, pegawai pemerintah setempat diliburkan selama satu hari karena adanya pembatasan perjalanan.

Tiga belas pemimpin dunia dijadwalkan tiba di kota tersebut hari Jumat.
Sekitar 6.000 polisi ditempatkan untuk menjaga keamanan.
Dua puluh tujuh kelompok diberikan izin untuk berunjuk rasa di beberapa tempat tertentu.

Ribuan orang diperkirakan akan hadir pada akhir minggu.(BBC)

No comments:

Post a Comment