!-- Javascript Ad Tag: 6454 -->

Monday, November 10, 2014

Dipuji, Jokowi Berani Pidato Tanpa Teks di Depan 1.500 CEO Dunia

Joko Widodo dan Putin
Dipuji, Jokowi Berani Pidato Tanpa Teks di Depan 1.500 CEO Dunia

JAKARTA, KOMPAS.com — Pidato Presiden Joko "Jokowi" Widodo pada CEO Summit di Tiongkok, Senin (10/11/2014), menuai pujian dari para netizen. Presentasi disampaikan Jokowi dalam bahasa Inggris di hadapan sekitar 1.500 pimpinan perusahaan internasional.

"Jokowi berbicara di CEO Summit dengan menggunakan bahasa Inggris yang sederhana dan baik, tanpa catatan, menggunakan pointer sendiri, dan menggendalikan ppt (Power Point), fokus pada kesempatan berinvestasi. @APEC_CEOsummit," kicau Presiden East-West Center, Charles E Morrison, melalui akun Twitter-nya, @charmorrison.

Renne Kawilarang, seorang jurnalis online, juga memuji keberanian Presiden Jokowi tersebut.

"Dengan bahasa Inggris logat Jowo, Presiden Jokowi berani pidato tanpa teks di depan 1.500 CEO dunia di KTT APEC :)," kicau @binyoscouser.

Seorang bloger Kompasiana, Blontank Poer, menyebut Presiden Jokowi bukanlah berpidato, melainkan menyampaikan presentasi.

"Yang lain pidato, pak presiden memilih metode presentasi...," kata @blontankpoer.

Sementara itu, penulis buku Anak Dusun Keliling Dunia, I Made Andi Arsana, menyampaikan sisi menarik Presiden Jokowi dalam berbahasa Inggris.

"6. Yg menarik, Pak Jokowi tdk merasa perlu menginggris2kan diri. Ini mirip org India yg nyaman dg logat sendiri. PD! #PresentasiJokowi," kicau @madeandi.

Kritik

Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana mengingatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) selalu menggunakan bahasa Indonesia dalam forum internasional yang akan diikutinya.

Hikmahanto mengatakan, hal itu tertuang dalam UU No 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. Pasal 28 UU tersebut berisi, "Bahasa Indonesia wajib digunakan dalam pidato resmi presiden, wakil presiden, dan pejabat negara yang lain yang disampaikan di dalam atau di luar negeri."

Hal ini, lanjut Hikmahanto, tidak dilakukan oleh Susilo Bambang Yudhoyono selama 10 tahun pemerintahannya.

"Penyampaian pidato oleh Presiden dalam bahasa Indonesia bukan karena Presiden tidak mau dan tidak mampu menggunakan bahasa Inggris, melainkan karena kewajiban yang ditentukan oleh UU. Jika Presiden saja tidak patuh pada UU, wajar saja bila masyarakat berperilaku demikian," ujar Hikmahanto melalui pesan singkat, Senin (10/11/2014).

Di Beijing, Jokowi Ajak Rusia Tingkatkan Investasi di Indonesia

BEIJING, KOMPAS.com - Setelah bertemu dengan sejumlah pemimpin dunia dalam forum Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (APEC), di Beijing, China, Presiden Joko Widodo melengkapi agendanya dengan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin, Senin (10/11/2014).

Dalam pertemuan dengan Putin, yang baru saja dinobatkan menjadi pemimpin dunia paling berpengaruh versi majalah Forbes, Presiden Joko Widodo menyampaikan perlunya peningkatan hubungan Indonesia dan Rusia yang sudah sangat baik selama ini.

"Saya mengajak untuk meningkatkan hubungan yang sudah baik ini dengan saling mengisi dan saling percaya," kata Jokowi.

"Kami juga mengundang Rusia untuk berinvestasi di Indonesia untuk bidang energi, pembangkit listrik, perkeretaapian, irigasi, pangan dan manufaktur," tambah Jokowi.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga tak lupa mengucapkan terima kasih karena Putin mengirimkan utusan khususnya untuk hadir dalam pelantikan presiden dan wakil presiden beberapa waktu lalu di Jakarta.

Sementara itu, Presiden Putin mengucapkan selamat atas kemenangan Jokowi dalam pemilihan presiden dan berharap Jokowi mampu mengemban tugas negara dengan sebaik-baiknya.

"Hubungan Indonesia dan Rusia bersifat kemitraan dan memiliki sejakra baik dengan hubungan yang berkembang dengan mulus," kata Putin.

"Ada sedikit kekurangan dari sisi perkembangan ekonomi, namun saya pikir ini disebabkan perkembangan ekonomi dunia secara keseluruhan. Saya berharap dalam pertemuan ini saya harap bisa membahas bagaimana kita bisa memperbaiki kekurangan itu," lanjut Putin.

"Saya senang hari ini bisa bertemu yang mulia presiden untuk bertukar pikiran tentang hubungan negara kita," demikian Putin.

Selama ini Indonesia mendatangkan pupuk, bahan-bahan energi, wahan penerbangan dan logam hitam dari Rusia. Sementara Indonesia menjual bahan pangan dan bahan mentah pertanian misalnya minyak nabati, minyak sawit, kopi, kakao, produksi industri elektronik, karet dan sepatu.

Kedua negara telah sepakat untuk terus meningkatkan volume perdagangan hingga mencapai 5 miliar dolar AS menjelang 2015.

Ini yang Dibahas Jokowi dengan Presiden Tiongkok

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pembicaran bilateral dengan tuan rumah KTT APEC 2014, Presiden Republik Rakyat Tiongkong Xi Jinping di Beijing, Minggu (9/11/2014).

Menurut siaran pers yang dikirimkan Kementerian Luar Negeri, ada sejumlah hal yang dibahas Jokowi dan Xi Jinping. Dalam pembicaraan tersebut, kedua presiden itu sepakat untuk meningkatkan kerjaasama di berbagai bidang.

Presiden Jokowi, menekankan peluang kerja sama dengan Tiongkok dalam membangun infastruktur di Indonesia. Di samping itu, Jokowi menyampaikan rencana Indonesia untuk bergabung sebagai anggota Asian Infrastrukture Investment Bank (AIIB).

Kemenlu juga menyebutkan bahwa Jokowi dan Xi Jinping menyoroti agenda maritim RI serta gagasan jalur sutra maritim yang digagas Tiongkong.

"Di samping itu juga membahas kerja sama di bidang keamanan, penegakkan hukum, termasuk antikorupsi, dan antiterorisme, dan kerja sama budaya, serta antarmasyarakat termasuk rencana pembentukan pusat budaya dan kerja sama antar kota atau provinsi kedua negara," tulis siaran pers Kemenlu.

Dalam pertemuan itu Jokowi juga mengundang Xi Jinping untuk berkunjung ke Indonesia tahun depan dalam memperingati 60 tahun Konferensi Asia Afrika sekaligus menandai 65 tahun hubungan diplomatik RI-RRT.

Hari ini, Jokowi juga berbicara dengan Perdana Menteri RRT Li Keqiang. Keduanya menyepakati perlunya forum dialog ekonomi yang digelar secara rutin di tingkat Menko Perekonomian RI dan Wakil Perdana Menteri RRT.

"Untuk mendorong kerja sama nyata yang saling menguntungkan di bidang ekonomi, perdagangan, investasi, dan pembangunan," tulis Kemenlu.

Presiden Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana bertolak ke Beijing, Tiongkok, dari Bandara Halim Perdanakusuma, Sabtu (8/11/2014) pagi. Ini merupakan lawatan perdana Jokowi ke luar negeri sebagai presiden.

Rencananya, Jokowi akan menghadiri Asia Pasific Economic Cooperation (APEC) Economic Leaders' Meeting di Beijing, Tiongkok, pada 8-12 November 2014.


Jokowi juga dijadwalkan menghadiri ASEAN Summit di Myanmar pada 12-14 November 2014. Jokowi juga direncanakan melanjutkan perjalanan ke acara G20 Leaders' Summit di Brisbane, Australia, pada 15-16 November 2014.

No comments:

Post a Comment