![]() |
| Laman depan situs Silk Road 2.0 setelah ditutup |
Situs-situs web di jaringan anonim Tor ditutup polisi
Laman depan situs Silk Road 2.0 setelah ditutup pihak
berwenang di Amerika Serikat.
Silk Road 2.0 dan 400 situs lainnya yang beroperasi di
jaringan Tor - sebagai bagian dari internet yang tidak dapat dijangkau melalui
mesin pencari tradisional - sudah ditutup.
Operasi kerja sama antara 16 negara Eropa dan Amerika
Serikat itu juga menyebabkan ditangkapnya 17 orang.
Tor merupakan tempat bernaungnya ribuan pasar internet
ilegal, yang menjual obat-obatan terlarang, foto-foto pelecehan anak-anak dan
juga situs untuk kelompok-kelompok ekstremis.
Para ahli yakin bahwa penutupan ini merupakan terobosan
dalam perang melawan kejahatan internet.
Di antara mereka yang ditangkap adalah Blake Benthall,
yang disebutkan merupakan dalang di balik Silk Road 2.0, sebuah pasar internet
untuk membeli dan menjual obat-obatan terlarang.
Situs ini diluncurkan bulan Oktober tahun lalu setelah
situs Silk Road pertama ditutup dan yang dituduh sebagai pemiliknya ditangkap.
'Kejahatan berat terorganisasi'
Operasi ini juga menyita Bitcoins yang dinilai berharga
sekitar $1 juta (lebih dari Rp12 miliar).
"Hari ini kita membuktikan bahwa bersama-sama kita
dapat menghapus secara efisien infrastuktur kriminal penting yang mendukung
kejahatan berat terorganisasi," kata Troels Oerting, kepala pusat
kejahatan internet Eropa yang berada di bawah Europol.
"Dan kami bukan 'hanya sekadar' membuang layanan ini
dari internet terbuka; kali ini kami juga menargetkan layanan di web gelap yang
menggunakan Tor, yang sudah sekian lama dipandang para kriminal tak akan bisa
disentuh," kata Oerting.
BBC mendapatkan informasi bahwa razia ini bukan saja
merupakan terobosan teknologi - dengan polisi menggunakan teknik baru untuk
menelusuri lokasi fisik server net gelap (dark net) - dan juga merupakan kerja
sama internasional pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya di antara
para penegak hukum.
Web gelap menyembunyikan situs penjualan foto pelecehan
seks terhadap anak-anak. Untuk menangkap para pelaku, salah satunya
diterbitkannya foto 'Sweetie' buatan komputer ini.
Apa yang disebut sebagai web bagian dalam (deep web) -
atau bagian internet anonim - ini diperkirakan besarnya sampai dengan 500 kali
lebih besar daripada web yang ada di permukaan.
Alan Woodward, seorang konsultan yang membantu Europol,
mengatakan penutupan ini mewakili sebuah era baru dalam perang melawan
kejahatan internet.
"Tor sudah lama dipandang tidak akan bisa dijangkau
para penegak hukum. Tindakan ini membuktikan tidak benar bahwa mereka tidak
terlihat dan tidak bisa disentuh," katanya. (BBC)

No comments:
Post a Comment