![]() |
| Gedung MPR |
2 Kekuatan Politik DPR Sepakat Akhiri Perseteruan Politik
Gabungan partai politik dalam kubu Koalisi Indonesia
Hebat dan Koalisi Merah Putih sepakat untuk berbagi jatah kursi dalam alat
kelengkapan dewan.
JAKARTA—
Perseteruan politik dari 2 kubu anggota dewan di DPR
telah mencapai titik temu. Kedua kubu yaitu Koalisi Merah Putih (KMP) dan Koalisi
Indonesia Hebat (KIH) telah menghasilkan kesepakatan final.
Koordinator Koalisi Merah Putih Idrus Marham Senin
(10/11) di Jakarta menjelaskan akan ada wakil dari Koalisi Indonesia Hebat
sebagai pimpinan di setiap komisi dan badan anggaran DPR.
"Kesepakatannya adalah, ada kebersamaan di dalam
kepemimpinan komisi dan di dalam kepemimpinan badan. Itu ada kebersamaan.
Sehingga dijamin dan dipastikan bahwa di setiap komisi, di setiap badan, ada
perwakilan dari teman-teman KIH yang menjadi pimpinan komisi dan pimpinan
badan. Dan dalam rangka mewujudkan itu maka inshaa Allah hari ini kesepakatan
itu akan kita tanda tangani," papar Idrus Matham.
Idrus menambahkan bahwa pada hari Kamis (13/11) akan
diselenggarakan Sidang Paripurna DPR dengan agenda menerima nama-nama
perwakilan anggota dewan dari kubu Koalisi Indonesia Hebat untuk dimasukan
dalam pimpinan masing-masing komisi dan badan DPR.
Selain itu tambah Idrus, Paripurna juga akan membahas
soal revisi UU No. 17/2014 tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan
Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
(MD3) dan UU tentang Tata Tertib.
Selanjutnya Idrus mengatakan, "Kita sudah
menyepakati untuk melakukan revisi UU MD3 dan tentu ditindaklanjuti sebagai
konsekuensi untuk melakukan harmonisasi di tata tertib."
Politisi senior PDIP sekaligus wakil tim lobi dari kubu
Koalisi Indonesia Hebat, Pramono Anung berharap, kesepakatan yang telah dicapai
ini harus segera diselesaikan agar semua alat kelengkapan DPR dapat segera
bekerja.
"Jangan terlalu lama proses ini dibiarkan sehingga
kemudian penyelesaiannya berlarut-larut. Harus diselesaikan sebelum tanggal 5
Desember. Penyelesaiannya itu dengan perubahan MD3 dan tata tertib. Karena
memang pokok pangkal persoalannya kan keterwakilan pimpinan di dalam DPR,"
kata Pramono.
Ketua DPR Setya Novanto mengaku bersyukur dengan
perkembangan terakhir dari forum lobi dua kubu yang telah bersepakat untuk
dicapainya sebuah titik temu. Setya meyakini hal itu bisa terwujud karena
kerjasama yang baik antar 2 kubu.
"Dan ini saya yakin bisa berjalan dengan baik kalau
semuanya itu bisa memberikan suatu kerjasama yang baik," ujar Setya.
Sementara itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla memastikan,
Pemerintah mendukung apapun yang menjadi kesepakatan dari 2 kubu di DPR.
"Kan memang itu yang kita harapkan. Supaya DPR itu
bisa menjadi contoh buat masyarakat. Kalau DPR pecah, ya bagaimana yang
lain-lainnya? ya pasti langsung bisa bekerja. Tapi pemerintah kan sudah
bekerja. Tentu yang terbaik proposional. Sesuai dengan jiwanya kebersamaan di
DPR itu. Tapi apapun yang dihasilkan dalam hal kesepakatan yang dicapai, tentu
kita dukung," kata Wapres JK.
Menanggapi hal ini Peneliti Senior Lembaga Penelitian,
Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES), Rahadi T Wiratama kepada
VOA berharap, dicapainya kesepakatan politik antara Koalisi Merah Putih dengan
Koalisi Indonesia Hebat di DPR, dapat mengakhiri ketegangan pasca pemilihan
Presiden 2014.
"Saya menyambut positif lah, 2 kubu yang sudah mulai
mencair hubungannya. Sehingga akan mempercepat efektifitas kerja parlemen.
Kerukunan politik pasca pemilihan Presiden sudah harus dimulai. Sehingga baik
parlemen maupun eksekutif bisa segera menjalankan fungsinya," demikian
harap Rahadi. (VOA)

No comments:
Post a Comment