![]() |
| Pemimpin ISIS Abu Bakar Al Baghdadi |
Kelompok Militan Mesir Nyatakan Sumpah Setia pada ISIS
KAIRO, KOMPAS.COM — Ansar Beit al-Maqdis, sebuah
organisasi jihad yang berbasis di sebelah utara Semenanjung Sinai, Mesir, telah
menyatakan kesetiaan mereka kepada kelompok ISIS.
Sumpah setia kepada pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi,
direkam dan diunggah di akun resmi Twitter dan situs kelompok militan tersebut,
Minggu malam (9/11/2014). Melalui akun Twitter, kelompok jihad Mesir itu menyebut
Baghdadi sebagai "khalifah" dan mendesak umat Islam lain untuk
mendukungnya.
Pembicara yang tidak dikenal itu mengatakan, Ansar Beit
al-Maqdis memutuskan bergabung dengan ISIS "yang kelahirannya melambangkan
harapan baru jayanya monoteisme".
Sebelumnya, awal pekan lalu, dalam akun Twitter resminya,
kelompok itu menyangkal laporan-laporan yang menyebutkan telah menyatakan
sumpah setia mereka kepada Al-Baghdadi.
Ansar Beit al-Maqdis, yang berarti "Pelindung
Yerusalem", telah mengklaim bertanggung jawab melancarkan serangkaian
serangan dahsyat yang umumnya menarget pasukan keamanan Mesir.
Para pejabat senior Irak hari Minggu melaporkan bahwa
Baghdadi telah cedera dalam sebuah serangan udara. Namun, Departemen Pertahanan
AS mengatakan tidak memiliki informasi tersebut.
Menteri Pertahanan Irak Khalid al-Ubaydi mengeluarkan
pesan di halaman Facebook-nya yang membenarkan bahwa Baghdadi cedera dalam
serangan udara AS di kota Mosul, Irak utara, Jumat.
Kementerian Dalam Negeri Irak juga mengukuhkan berita itu
kepada Associated Press. Berbagai laporan lain mengklaim serangan udara
tersebut menewaskan salah seorang pembantu dekat Baghdadi.
Sebelumnya, pada hari Minggu, perwira militer senior
Inggris memperingatkan bahwa jika laporan ini benar, ISIS akan memperbarui
komandonya. Kepala Staf Pertahanan Inggris Nick Houghton mengatakan dalam
wawancara televisi BBC bahwa jika Baghdadi tewas, ia tidak akan terburu-buru
menyimpulkan bahwa itu akan menjadi "kemunduran strategis" bagi para
pemberontak.
Inggris: ISIS Tetap Akan Miliki Pemimpin Baru
LONDON, KOMPAS.com — Pejabat senior militer Inggris
memperingatkan bahwa kelompok militan ISIS akan mempunyai komandan-komandan
baru, kalaupun serangan udara Amerika di Irak menewaskan pemimpin-pemimpin
tinggi kelompok itu.
Dalam wawancara dengan stasiun televisi BBC pada Minggu
(9/11/2014), Menteri Pertahanan Inggris Nick Houghton mengatakan belum dapat
memastikan apakah serangan udara Amerika pada Jumat malam lalu di dekat Mosul
terhadap konvoi kendaraan ISIS telah menewaskan pemimpin mereka, Abu Bakar Al
Baghdadi.
Namun, Houghton mengatakan, kalaupun Baghdadi tewas, ia
tidak akan terburu-buru menyimpulkan bahwa hal itu akan mengakibatkan
kemunduran bagi kelompok itu.
Irak mengatakan masih menyelidiki apakah pemimpin ISIS
Abu Bakar Al Baghdadi ada di dalam konvoi itu dan mungkin cedera atau tewas
dalam serangan udara tersebut.
Dalam wawancara dengan stasiun televisi CBS, Presiden
Amerika Barack Obama mengatakan, serangan udara “sudah cukup efektif untuk
memperlemah” kemampuan para militan dan memperlambat kemajuan mereka.
Obama menambahkan, pengiriman 1.500 pasukan tambahan
Amerika untuk melatih militer Irak menandai “tahap baru” dalam perang melawan
kelompok ISIS. Obama mengatakan, peningkatan pasukan Amerika itu akan membantu
Irak melakukan “perlawanan”, tetapi ia mengulangi sikapnya bahwa pasukan
Amerika tidak akan terlibat dalam pertempuran di darat.

No comments:
Post a Comment