!-- Javascript Ad Tag: 6454 -->

Monday, November 10, 2014

Kelompok Militan Mesir Nyatakan Sumpah Setia pada ISIS

Pemimpin ISIS Abu Bakar Al Baghdadi
Kelompok Militan Mesir Nyatakan Sumpah Setia pada ISIS

KAIRO, KOMPAS.COM — Ansar Beit al-Maqdis, sebuah organisasi jihad yang berbasis di sebelah utara Semenanjung Sinai, Mesir, telah menyatakan kesetiaan mereka kepada kelompok ISIS.

Sumpah setia kepada pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi, direkam dan diunggah di akun resmi Twitter dan situs kelompok militan tersebut, Minggu malam (9/11/2014). Melalui akun Twitter, kelompok jihad Mesir itu menyebut Baghdadi sebagai "khalifah" dan mendesak umat Islam lain untuk mendukungnya.

Pembicara yang tidak dikenal itu mengatakan, Ansar Beit al-Maqdis memutuskan bergabung dengan ISIS "yang kelahirannya melambangkan harapan baru jayanya monoteisme".

Sebelumnya, awal pekan lalu, dalam akun Twitter resminya, kelompok itu menyangkal laporan-laporan yang menyebutkan telah menyatakan sumpah setia mereka kepada Al-Baghdadi.

Ansar Beit al-Maqdis, yang berarti "Pelindung Yerusalem", telah mengklaim bertanggung jawab melancarkan serangkaian serangan dahsyat yang umumnya menarget pasukan keamanan Mesir.

Para pejabat senior Irak hari Minggu melaporkan bahwa Baghdadi telah cedera dalam sebuah serangan udara. Namun, Departemen Pertahanan AS mengatakan tidak memiliki informasi tersebut.

Menteri Pertahanan Irak Khalid al-Ubaydi mengeluarkan pesan di halaman Facebook-nya yang membenarkan bahwa Baghdadi cedera dalam serangan udara AS di kota Mosul, Irak utara, Jumat.

Kementerian Dalam Negeri Irak juga mengukuhkan berita itu kepada Associated Press. Berbagai laporan lain mengklaim serangan udara tersebut menewaskan salah seorang pembantu dekat Baghdadi.

Sebelumnya, pada hari Minggu, perwira militer senior Inggris memperingatkan bahwa jika laporan ini benar, ISIS akan memperbarui komandonya. Kepala Staf Pertahanan Inggris Nick Houghton mengatakan dalam wawancara televisi BBC bahwa jika Baghdadi tewas, ia tidak akan terburu-buru menyimpulkan bahwa itu akan menjadi "kemunduran strategis" bagi para pemberontak.

Inggris: ISIS Tetap Akan Miliki Pemimpin Baru

LONDON, KOMPAS.com — Pejabat senior militer Inggris memperingatkan bahwa kelompok militan ISIS akan mempunyai komandan-komandan baru, kalaupun serangan udara Amerika di Irak menewaskan pemimpin-pemimpin tinggi kelompok itu.

Dalam wawancara dengan stasiun televisi BBC pada Minggu (9/11/2014), Menteri Pertahanan Inggris Nick Houghton mengatakan belum dapat memastikan apakah serangan udara Amerika pada Jumat malam lalu di dekat Mosul terhadap konvoi kendaraan ISIS telah menewaskan pemimpin mereka, Abu Bakar Al Baghdadi.

Namun, Houghton mengatakan, kalaupun Baghdadi tewas, ia tidak akan terburu-buru menyimpulkan bahwa hal itu akan mengakibatkan kemunduran bagi kelompok itu.

Irak mengatakan masih menyelidiki apakah pemimpin ISIS Abu Bakar Al Baghdadi ada di dalam konvoi itu dan mungkin cedera atau tewas dalam serangan udara tersebut.

Dalam wawancara dengan stasiun televisi CBS, Presiden Amerika Barack Obama mengatakan, serangan udara “sudah cukup efektif untuk memperlemah” kemampuan para militan dan memperlambat kemajuan mereka.


Obama menambahkan, pengiriman 1.500 pasukan tambahan Amerika untuk melatih militer Irak menandai “tahap baru” dalam perang melawan kelompok ISIS. Obama mengatakan, peningkatan pasukan Amerika itu akan membantu Irak melakukan “perlawanan”, tetapi ia mengulangi sikapnya bahwa pasukan Amerika tidak akan terlibat dalam pertempuran di darat.

No comments:

Post a Comment