!-- Javascript Ad Tag: 6454 -->

Saturday, November 8, 2014

Korban MH17 belum semua ditemukan

Korban MH17 belum semua ditemukan

Masih ada sembilan jenazah yang belum ditemukan.
Sebagian besar korban -193 dari 283 plus 15 awak pesawat- berkebangsaan Belanda.

Menteri Luar Negeri Belanda Bert Koenders mengatakan, "Kami tidak bisa mengatakan sekarang ini secara pasti ... pada saat apa dan bahkan kapan kami dapat menemukan sembilan jenazah terakhir itu," katanya.
"Tapi kami akan melakukan segala yang bisa dilakukan dengan kerjasama dengan pihak berwenang di sini, untuk mewujudkan hal itu," tegasnya, seperti dikutip kantor berita AFP.

Terbentur keamanan
Bert Koenders menambahkan, para ahli melakukan segala yang bisa dilakukan dalam proses identifikasi, namun terbentur pada situasi keamanan.
Penyelidikan pertama di lokasi puing-puing Agustus lalu terhenti karena pertempuran sengit di kawasan itu antara tentara Ukraina dan pemberontak.
Mereka kembali pada bulan September setelah dicapainya gencatan senjata, ditandai empat kali kunjungan para ahli ke lokasi.
Jenazah 12 korban warga Indonesia, sudah dikirim ke keluarga masing-masing Indonesia.

Upaya menemukan sembilan jenazah terakhir lebih pelik karena faktor keamanan.

Hasil penelitian tim Belanda bulan September lalu menyimpulkan, MH17 dihantam oleh sejumlah benda "berenergi tinggi.".

Laporan itu tidak menyebutkan secara spesifik, namun diyakini bahwa yang dimaksud adalah rudal darat ke udara, yang diluncurkan dari daerah yang dikuasai pemberontak pro Rusia.

Baik pemberontak Ukraina maupun pemerintah Rusia yang mendukungnya, membantah telah menembak jatuh pesawat itu. Bahkan pejabat Rusia balik mengisyaratkan bahwa bisa jadi rudal itu diluncurkan jet tempur Ukraina.

Jenazah salah satu korban jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH 17, Supartini, asal Karanganyar tiba di Bandara Adi Soemarmo, Solo, Sabtu (06/09).

Jenazah diserahterimakan oleh pihak Kementerian Luar Negeri RI dan MAS ke pihak keluarga Supartini.
Tangis pecah keluarga mengiringi kedatangan jenazah Supartini yang 3,5 tahun menjadi buruh migran di Belanda ini.

Jenazah Supartini tiba di Bandara Adi Soemarmo dengan pesawat GA 224 pada pukul 13.30 WIB. Beberapa anggota keluarga korban terlihat ikut menyambut kedatangan jenazah Supartini, diantaranya adik kandung korban, Murtini dan suami, kakak sepupu korban Purwanto dan kerabat lainnya.
Sebelum diserahkan kepada pihak keluarga, dilakukan proses serah terima jenazah yang dilakukan oleh perwakilan pihak maskapai Malaysia Airlines kepada pihak Kementerian Luar Negeri. Kemudian, prosesi serah terima dilanjutkan oleh pihak Kementerian Luar Negeri kepada pihak keluarga.
Usai proses itu, jenazah Supartini dibawa dengan mobil ambulans menuju rumah duka di Sidorejo RT 11 RW 2, Munggur, Mojogedang, Karanganyar, Jawa Tengah. Selanjutnya akan dilangsungkan prosesi pemakaman di tempat pemakaman desa setempat.

Salah satu perwakilan keluarga korban, Purwanto, menjelaskan pihak keluarga sudah mendapatkan kabar berita pemulangan jenazah Supartini sejak 1 September kemarin. Purwanto menyebutkan jika jenazah Supartini telah diurus oleh adiknya, Paryati yang sudah bertolak ke Belanda sejak dua minggu lalu.

"Kami hanya mendapatkan kabar kalau jenazah datang pada hari Sabtu, 6 September ini. Kami mendapat kabar dari Atik, yang di Belanda bahawa proses identifikasi almarhum sudah selesai pada minggu lalu, " jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Purwanto juga mengucapkan banyak terimakasih kepada berbagai pihak yang telah membantu pemulangan jenazah. Lebih lanjut dia mengungkapkan setelah pemulangan jenazah ini, selanjutnya akan dibawa pulang ke rumah duka. "Jenazah akan langsung dimakamkan pada hari ini," ucapnya.

suparini
Supartini adalah satu dari 12 WNI yang menjadi korban MH17
Rencana pemulangan korban lain

Abdul Sukur Bin Saleh, Station Manager Malaysia Airlines Jakarta menjelaskan hingga saat ini pihaknya sudah memulangkan lima jenazah dari 12 WNI korban jatuhnya pesawat MAS MH 17. Rencananya dalam jangka waktu dua minggu ke depan, MAS akan memulangkan lagi tiga jenazah korban.

"Dari 12 korban warga negara Indonesia, sudah ada dua jenazah dari Denpasar yang sudah kami clear kan. Kemudian satu dari Medan, satu dari Jakarta dan satu dari Solo ini sudah kami pulangkan. Rencananya kalau tidak ada halangan lam waktu dua minggu ke depan, akan ada tiga korban dari Jakarta yang akan kami pulangkan, " ujarnya.

Ia mengakui jika proses identifikasi jenazah masih belum usai. Pihak MAS berupaya agar proses identifikasi jenazah segera cepat selesai. "Kami akan bekerjasama dengan polisi di sana untuk mendapatkan informasi secepatnya perihal identifikasi jenazah dan pemulangannya, " jelasnya.


Krisna Jaelani, Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia, Kementerian Luar Negeri, mengakui proses identifikasi jenazah memang cukup lama. Pasalnya proses identifikasi ini menuntut kehati-hatian. "Proses identifikasi ini menggun‎akan DNA. Jadi kami harus mencocokkan data antimortem dan posmortem. Jadi sangat hati-hati, untuk meminimalisasi kesalahan, " ujarnya. (BBC)

No comments:

Post a Comment