Korban MH17 belum semua ditemukan
Masih ada sembilan jenazah yang belum ditemukan.
Sebagian besar korban -193 dari 283 plus 15 awak pesawat-
berkebangsaan Belanda.
Menteri Luar Negeri Belanda Bert Koenders mengatakan,
"Kami tidak bisa mengatakan sekarang ini secara pasti ... pada saat apa
dan bahkan kapan kami dapat menemukan sembilan jenazah terakhir itu,"
katanya.
"Tapi kami akan melakukan segala yang bisa dilakukan
dengan kerjasama dengan pihak berwenang di sini, untuk mewujudkan hal
itu," tegasnya, seperti dikutip kantor berita AFP.
Terbentur keamanan
Bert Koenders menambahkan, para ahli melakukan segala
yang bisa dilakukan dalam proses identifikasi, namun terbentur pada situasi
keamanan.
Penyelidikan pertama di lokasi puing-puing Agustus lalu
terhenti karena pertempuran sengit di kawasan itu antara tentara Ukraina dan
pemberontak.
Mereka kembali pada bulan September setelah dicapainya
gencatan senjata, ditandai empat kali kunjungan para ahli ke lokasi.
Jenazah 12 korban warga Indonesia, sudah dikirim ke
keluarga masing-masing Indonesia.
Upaya menemukan sembilan jenazah terakhir lebih pelik
karena faktor keamanan.
Hasil penelitian tim Belanda bulan September lalu menyimpulkan,
MH17 dihantam oleh sejumlah benda "berenergi tinggi.".
Laporan itu tidak menyebutkan secara spesifik, namun
diyakini bahwa yang dimaksud adalah rudal darat ke udara, yang diluncurkan dari
daerah yang dikuasai pemberontak pro Rusia.
Baik pemberontak Ukraina maupun pemerintah Rusia yang
mendukungnya, membantah telah menembak jatuh pesawat itu. Bahkan pejabat Rusia
balik mengisyaratkan bahwa bisa jadi rudal itu diluncurkan jet tempur Ukraina.
Jenazah salah satu korban jatuhnya pesawat Malaysia
Airlines MH 17, Supartini, asal Karanganyar tiba di Bandara Adi Soemarmo, Solo,
Sabtu (06/09).
Jenazah diserahterimakan oleh pihak Kementerian Luar
Negeri RI dan MAS ke pihak keluarga Supartini.
Tangis pecah keluarga mengiringi kedatangan jenazah
Supartini yang 3,5 tahun menjadi buruh migran di Belanda ini.
Jenazah Supartini tiba di Bandara Adi Soemarmo dengan
pesawat GA 224 pada pukul 13.30 WIB. Beberapa anggota keluarga korban terlihat
ikut menyambut kedatangan jenazah Supartini, diantaranya adik kandung korban,
Murtini dan suami, kakak sepupu korban Purwanto dan kerabat lainnya.
Sebelum diserahkan kepada pihak keluarga, dilakukan
proses serah terima jenazah yang dilakukan oleh perwakilan pihak maskapai
Malaysia Airlines kepada pihak Kementerian Luar Negeri. Kemudian, prosesi serah
terima dilanjutkan oleh pihak Kementerian Luar Negeri kepada pihak keluarga.
Usai proses itu, jenazah Supartini dibawa dengan mobil
ambulans menuju rumah duka di Sidorejo RT 11 RW 2, Munggur, Mojogedang,
Karanganyar, Jawa Tengah. Selanjutnya akan dilangsungkan prosesi pemakaman di
tempat pemakaman desa setempat.
Salah satu perwakilan keluarga korban, Purwanto,
menjelaskan pihak keluarga sudah mendapatkan kabar berita pemulangan jenazah
Supartini sejak 1 September kemarin. Purwanto menyebutkan jika jenazah
Supartini telah diurus oleh adiknya, Paryati yang sudah bertolak ke Belanda
sejak dua minggu lalu.
"Kami hanya mendapatkan kabar kalau jenazah datang
pada hari Sabtu, 6 September ini. Kami mendapat kabar dari Atik, yang di
Belanda bahawa proses identifikasi almarhum sudah selesai pada minggu lalu,
" jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Purwanto juga mengucapkan banyak
terimakasih kepada berbagai pihak yang telah membantu pemulangan jenazah. Lebih
lanjut dia mengungkapkan setelah pemulangan jenazah ini, selanjutnya akan
dibawa pulang ke rumah duka. "Jenazah akan langsung dimakamkan pada hari
ini," ucapnya.
suparini
Supartini adalah satu dari 12 WNI yang menjadi korban
MH17
Rencana pemulangan korban lain
Abdul Sukur Bin Saleh, Station Manager Malaysia Airlines
Jakarta menjelaskan hingga saat ini pihaknya sudah memulangkan lima jenazah
dari 12 WNI korban jatuhnya pesawat MAS MH 17. Rencananya dalam jangka waktu
dua minggu ke depan, MAS akan memulangkan lagi tiga jenazah korban.
"Dari 12 korban warga negara Indonesia, sudah ada
dua jenazah dari Denpasar yang sudah kami clear kan. Kemudian satu dari Medan,
satu dari Jakarta dan satu dari Solo ini sudah kami pulangkan. Rencananya kalau
tidak ada halangan lam waktu dua minggu ke depan, akan ada tiga korban dari
Jakarta yang akan kami pulangkan, " ujarnya.
Ia mengakui jika proses identifikasi jenazah masih belum
usai. Pihak MAS berupaya agar proses identifikasi jenazah segera cepat selesai.
"Kami akan bekerjasama dengan polisi di sana untuk mendapatkan informasi
secepatnya perihal identifikasi jenazah dan pemulangannya, " jelasnya.
Krisna Jaelani, Direktorat Perlindungan Warga Negara
Indonesia dan Badan Hukum Indonesia, Kementerian Luar Negeri, mengakui proses
identifikasi jenazah memang cukup lama. Pasalnya proses identifikasi ini
menuntut kehati-hatian. "Proses identifikasi ini menggunakan DNA. Jadi
kami harus mencocokkan data antimortem dan posmortem. Jadi sangat hati-hati,
untuk meminimalisasi kesalahan, " ujarnya. (BBC)

No comments:
Post a Comment