Joko Widodo dan Jusuk Kalla |
Prioritas Kerja Kabinet Joko Widodo Kesejahteraan rakyat
, percepat Buat Kartu Sehat dan Kartu Pintar
Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK)
akhirnya mengumumkan nama menteri yang akan membantunya menjalankan
pemerintahan. Pengumuman dilakukan di Istana Negara, Jakarta, Minggu (26/10).
"Oleh undang-undang kita diberi waktu 14 hari untuk
menyusun kabinet. Anggota kabinet kerja, saya umumkan di hari keenam setelah
saya dan pak JK dilantik sebagai presiden dan wakil presiden. Pengumuman lebih
cepat 8 hari dari yang ditetapkan UU," ujar Jokowi.
Jokowi juga mengungkapkan proses penetapan menteri
dilakukan dengan hati-hati dan cermat. Hal itu terlihat dari dimasukkannya
nama-nama calon menteri ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pusat
Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
"Ini menjadi keutamaaan karena kabinet ini akan
bekerja selama lima tahun, kami ingin mendapatkan yang bersih,"
terangnya.
Ini Susunan Kabinet Kerja Jokowi-JK
1. Sekretaris Negara Pratikno
2. Menteri Bappenas Andrinof Chaniago
3. Menko Bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo
4. Menteri Perhubungan Ignatius Jonan
5. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti
6. Menteri Pariwisata Arif Yahya
7. Menteri ESDM Sudirman Said
8. Menko Polhukham Tedjo Edy Purdjianto
9. Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo
10. Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi
11. Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu
12. Menteri Hukum dan HAM Yasonna H.Laoly
13. Menteri Komunikasi dan Informatika Rudi Antara
14. Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan RB Yuddy
Chrisnandi
15. Menko Perekonomian Sofyan Djalil
16. Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro
17. Menteri BUMN Rini M. Soemarno
18. Menteri Koperasi dan UMKM Puspayoga
19. Menteri Perindustrian Saleh Husin
20. Menteri Perdagangan Rahmat Gobel
21. Menteri Pertanian Amran Sulaiman
22. Menteri Ketenangankerjaan Hanif Dhakiri
23. Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono
24. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaja
25. Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Musyidan Baldan
26. Menko Pembangunan manusia dan Kebudayaan Puan
Maharani
27. Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin
28. Menteri Kesehatan Nila F Moeloek
29. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa
30. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Yohanan Yambise
31. Menteri Kebudayaan Pendidikan Dasar Menengah Anies
Baswedan
32. Menteri Ristek dan Pendidikan Tinggi M Nasir
33. Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi
34. Menteri PDT dan Transmigrasi Marwan Jafar
Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah,
Anies Baswedan, mengatakan ada tiga pesan penting yang disampaikan Presiden
Joko Widodo saat rapat kabinet pertama di Istana Merdeka, Senin, 27 Oktober
2014. (Baca: Ferry M. Baldan, Menteri Pecinta Manchester United)
"Tiga hal pokok secara garis besar untuk seluruh
kementerian," ujar Anies di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Pesan pertama, kata dia, Presiden Jokowi ingin semua menteri dapat meningkatkan
kemakmuran yang berkeadilan. (Baca: 'Alhamdulillah Saldi Isra Tak Jadi Menteri
Jokowi')
Kedua, setiap menteri harus melakukan terobosan dan
bekerja cepat karena banyak masalah yang harus diselesaikan di setiap
kementerian. "Kita bukan tidak mampu, tapi tidak mau menyelesaikan masalah
itu," kata Anies menirukan ucapan Jokowi. (Baca: Menteri Ini Ogah Disapa
'Pak Menteri,' Siapa Dia?)
Ketiga, setiap menteri harus menjalankan tugas sesuai
dengan tugas di kementerian yang dipegang. Namun demikian, Anies mengatakan,
kerja lintas sektor kementerian juga dapat dilakukan. "Jika pekerjaannya
saling terkait dengan kementerian lain, segera lakukan konsolidasi," kata
dia. (Baca: Ridwan Kamil Kecewa Kabinet Kerja Jokowi, Kenapa?)
Menganai apa yang pertama kali akan digarap sebagai
Menteri Pendidikan, Anies berujar, akan membuka dialog terlebih dahulu dengan
sejumlah pejabat di kementerian tersebut. "Meski sudah ada masukan dari
tim transisi, tetap harus didiskusikan di internal," kata Anies.
Setelah dilantik menjadi Presiden ke-7 Indonesia dan
merampungkan susunan kabinetnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali
melakukan aktivitas blusukan seperti yang selalu dilakukannya saat menjabat
sebagai wali kota Solo dan gubernur DKI Jakarta.
Sinabung, Sumatera Utara menjadi tujuan perdana aktivitas
blusukan Jokowi setelah dilantik menjadi presiden. Rencananya, Presiden Jokowi
akan bertolak ke Sinabung pada pukul 07.00 WIB hari ini, Rabu (29/10) guna
menemui pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung.
Dalam kunjungan tersebut, rencananya Jokowi akan
menggunakan pesawat kepresidenan. Apabila sesuai rencana, maka perjalanan
blusukan perdana Jokowi juga menjadi perjalanan pertama presiden ke-7
menggunakan pesawat kepresidenan. Melakukan perjalanan menggunakan pesawat
kepresidenan kerap dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) apabila
hendak menjangkau wilayah domestik.
Pesawat kepresidenan sempat menjadi polemik di awal
Jokowi terpilih sebagai presiden. Muncul wacana menjual pesawat kepresidenan guna
melakukan efisiensi anggaran lantaran ruang fiskal yang sempit bagi Jokowi-JK
untuk melaksanakan program-programnya. Wacana ini muncul dari politisi PDIP,
Maruara Sirait yang merupakan anggota Komisi XI DPR periode 2009-2014.
Berkunjung ke Sinabung, Jokowi diagendakan memberi
sejumlah bantuan berupa tabungan dalam bentuk SIM Card atau Kartu SIM dalam
jumlah yang belum diketahui. SIM Card tersebut layaknya kartu yang biasa
digunakan untuk telepon seluler. Nomor telepon SIM Card tersebut akan menjadi nomor
rekening.
Nantinya, warga korban erupsi Gunung Sinabung bisa
mencairkan dana bantuan di gerai-gerai waralaba di sekitar wilayah erupsi
setelah sebelumnya melihat jumlah saldo dana bantuan melalui telepon seluler.
Sebelum menggunakan sistem ini, pihak Tim Nasional
Percepatan Penanggulangan Kemiskinan telah terlebih dahulu membuka kerja sama
dengan bank, perusahaan telekomunikasi, termasuk PT Pos sebagai salah satu agen
yang menjadi tempat pencairan dana bantuan.
Sistem penyaluran menggunakan teknologi canggih ini
nantinya akan menjadi model pemberian bantuan bagi warga miskin lainnya.
Sebelumnya, Bank Indonesia bersama perbankan Tanah Air
dan perusahaan telekomunikasi mengembangkan Layanan Keuangan Digital (LKD)
untuk memperluas akses keuangan dan meningkatkan aktifitas ekonomi berbasis
teknologi. Uji coba layanan ini dilakukan pada bulan Mei hingga November 2013
dan mendapat sambutan positif terutama dari masyarakat di daerah-daerah
terpencil yang sulit mendapatkan akses keuangan.
LKD adalah kegiatan layanan jasa sistem pembayaran
dan/atau keuangan terbatas yang dilakukan tidak melalui kantor fisik, namun
dengan menggunakan sarana teknologi antara lain mobile based maupun web based
dan jasa pihak ketiga (agen), dengan target layanan masyarakat unbanked dan
underbanked.
No comments:
Post a Comment