!-- Javascript Ad Tag: 6454 -->

Monday, May 18, 2015

Durhaka pada kedua orang tua: termasuk perbuatan dosa besar



Perjalanan yang belum selesai (280)

(Bagian ke dua ratus delapan puluh , Depok, Jawa Barat, Indonesia, 13 Mei 2015, 08.41 WIB)

Durhaka pada kedua orang tua: termasuk perbuatan dosa besar

Allah dalam surah An Nissa ayat 36 befirman:  “Sembahlah Allah  dan janganlah kamu mempersekutukannnya dengan sesuatupun.  Dan berbuat baiklah kepada dua orang orang ibu-bapa, karib kerabat , anak-anak yatim , orang-orang miskin , tetangga yang dekat  dan tetangga yang jauh. Teman sejawat , ibnu sabil, dan hamba sahayamu, sesungguhnya Allah tidak menyukai oramg-orang yang sombong dan membaga-banggakan diri.

Dosa durhaka pada kedua orang tua,  terutama pada ibu kandung, kata Nabi Muhammad dalam sabdanya termasuk perbuatan dosa yang sangat besar.

Jangan sampai kedua orang tua kita berkata: Nak, nanti Ayah/Ibu akan ganti uang yang telah anak keluarkan untuk biaya makan/berobat yang digunakan selama ini”
Bahkan dalam hadist Nabi juga bersabda, kita dilarang menghina kedua orang tua orang lain, karena boleh jadi orang lain yang dihina itu akan membalas menghina kedua orang tua kita.
Kita kata Nabi, tidak akan bisa mampu membalas jasa yang telah diberikan kedua orang tua kita pada kita, karena pengorbanan ibu tidak bisa disetarakan dengan jumlah uang, mulai dari pengorbanan seorang ibu menjaga dan merawat kehamilannya, menyusui, merawat sejak bayi, sampai kasih sayang yang besar.
Salah satu bentuk durhaka anak kepada orang tua adalah kita tidak pernah mendoakan kedua orang tua kita baik ketika masih hidup dan juga ketika sudah meninggal.

Doa kepada orang ini selalu dilakukan dan menjadi kebiasaan para nabi dan Rasul seperti dilakukan Nabi Nuh, Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad.

Pentingnya setiap Muslim menhormati kedua orang tua juga difirmankan Allah dalam Al Quran, surah Ibrahim 40-41,
Surah Nuh 38, surah Al Annam 52, surah Al Isra 22-23, 24 tua kita, bahkan dalam hadist Nabi Muhammad memerintahkan
Dalam surah Al Isra ini kita diwajibkan mendoakan kedua orang kita untuk selalu mendoakan kedua orang tua kita setiap kali seusai sholat.
Perintah ini juga terdapat di surah An Nur 36, surah Lukman 14-15
Dalam surah Lukman ini Allah meminta kita bersyukur pada Allah (melalui mengerjakan sholat dan bersyukur kepada kedua orang tua melalui darma bakti kita dan mendoakan untuk kedua orang tua.
Kedurhakaan akan mendatangkan murka Allah, dan diancam tidak masuk surga.
Bahkan Nabi Muhammad melalui Malaikat jibril bahwa orang yang sangat berbakti pada kedua orang tuanya, seperti Uais bin Amir Koroni asal Yaman walaupun orang miskin, karena ketakwaannya dan darma bhakti pada Ibu, setiap doanya diijabah (pasti dikabulkan Allah).
Nabi Muhammad sebelum wafat berwasiat kepada para sahabatnya, ada seorang asal Yaman namnya Uais bin Amir Koroni, ada bekas sopak di badannya, karena penyakit kusta.
Uais ini, kata Nabi Muhammad karena baktinya pada Ibu Kandungnya, antara lain selalu mengendong ibunya yang lumpuh, kemana saja Uais pergi, memiliki karunia dan rahmat Allah berupa doanya diijabah Allah.
‘’Nanti kalau kamu menemui Uais ini, mintakan doa padanya,’’ wasiat Nabi Muhammad.
Ketika Nabi Wafat, pada masa kekhalifahan Abu Bakar belum menemui Uais.
Namun pada masa kekhalifahan Umar Bin Khattab barulah Uais ditemukan anak buah Umar yang memeriksa satu persatu para kabilah yang datang dari Yaman.
Setelah bertemu Uais, Umar berkata; Doa kan kami wahai Uais,: ‘’Apalah artinya saya yang miskin, dan hanya tukang mencari rumput makanan unta kabilah ini,’’jawab Uais. Namun setelah Umar menjelaskan adanya pesan dan wasiat dari Nabi Muhammad, barulah Uais mengangkat kedua tangannya ke atas berdoa bagi kebaikan Kekhalifahan Umar dan rakyatnya.
Ini menunjukkan orang terbaik dan termulia disisi Allah adalah orang yang paling bertakwa seperti yang dicontohkan Uais bin Amir Koroni asal Yaman ini.
Setelah berbakti pada kedua orang tua kita disuruh berbuat baik pada karib kerabat, termasuk pada adik, kakak, paman , dan karib kerabat lain, bantu mereka bila tengah diuji Allah deingan kesempitan rezeki (miskin), jangan bakhil (pelit) terhadap mereka.
Nabi Muhammad bersabda, bahwa setiap pagi (subuh), turun dua jenis malaikat, yang satu mendoakan setiap orang yang berinfak (sedakoh) agar ditambah rezekinya, dan satu malaikat lainnya melaknat orang Pelit dan mendoakan agar Allah membinasakan (mengambil kembali) harta orang yang pelit. Walaupun secara fisik orang pelit tidak berkurang satu sen uangnya, tapi kesempitan hidup akan melanda dia, karena selalu tidak puas atas harta yang telah dimilikinya, hidupnya pun tidak berkah, harta yang dimilikinya karena tidak dikeluarkan di jalan Allah akan menjadi ular berbisa siap menerkam tuannya di neraka.
Karena pelit adlaah satu perbuatan dosa besar.
Ketika kaya raya, sudah jatuh kewajiban Naik Haji/Umroh dia selalu tunda- tunda, tetapi tidak tour ke negeri Maksiat.Bertaubatlah.


No comments:

Post a Comment